
Senja
"Senjaaaaa... " Lembayung memanggil dari tempat duduk nya.
Aku segera mendekat.
"Aku juga mau kesana sebentar yaaa.. mau foto pemandangan itu pake kamera aku! " Tunjuknya pada arah pantai.
"Iyah.. hati-hati! "
Dia berjalan menuju bibir pantai dan mulai membidik beberapa objek pemandangan indah di depan nya.
Ternyata, dia suka juga fotografi.
Aku pun mengeluarkan kamera dari rangsel, baru ku sadari kamera ini tersimpan rapih di tas dan tak ku pakai semenjak pagi kabur bersama Lembayung.
Dia mengalihkan duniaku!
She has Turned my world.
Dia sedang mengambil beberapa angle. Tapi yang paling indah adalah angle dari kameraku saat ini.
Siluet nya.
Aku melambaikan tangan, karena makanan sudah tersaji di meja.
"Ayo kita makan dulu.. setelah ini shalat! "
"Oh iyah iyaah.. "
"Senja.. look..!" Dia memperlihatkan beberapa foto yang baru saja ia bidik.
"It was beautiful! " Puji ku.
"Waaw ikan bakar, plecing kangkung, kerang rebus, cumi dan udang goreng tepung .." Sorak nya riang.
"Senja.. boleh aku tanya sesuatu? "
"Mhhm.. " Aku mengangguk sambil mengunyah makananku.
"Apa setiap cowok selalu menginginkan skinship dengan cewek? is that what every man wants? and then.. can make them happy? or make them feel loved?"
"Uhuuuk.. uhuuk.. " Aku tersedak mendengar pertanyaan yang ia lontarkan.
"Ehh.. kamu kenapa? ini minum!" Ia menyodorkan gelas berisi lemon tea padaku.
Aku terdiam. Tak bisa menjawab.
"Apakah memiliki prinsip no skinship in relationship itu sangat sulit bagi cowok? "
"Tell me Senja.. I just wanna know the answer.. " Lanjutnya lagi.
Aku berusaha menyembunyikan perasaan tak karuan yang menyeruak di hatiku.
Pertanyaan apa itu?
Jujur aku sangat bingung menjawabnya.
"Tuh kannn.. ga perlu di jawab, I know.. I know the answer! " Katanya lesu sambil menatap makanan dengan tak selera, kontras dengan sebelum ia melontarkan berbagai pertanyaan aneh itu.
Tiba-tiba airmata mengalir membasahi pipi nya.
"As a normal man.. Honestly.. it's a necessity! Lembayung. "
__ADS_1
Dia terpelanga, menghentikan tangisnya. Menatapku tajam.. Lalu kembali mengunyah makanan yang sempat di diamkan.
"Tapi.. tergantung cewek nya, kalau dia bisa menjaga diri. pasti cowok juga segan." Jawabku mencoba jujur dengan setenang mungkin.
"Jujur saja.. pasti semua cowok pengen nya begitu! " Lanjutku lagi.
"Iyah.. aku yakin semua cowok memang begitu! meskipun cewek udah ngejaga.. tapi banyak juga ko cowok nya maksa, temen aku ada yang kasusnya gitu. toxic relationship! " Ia menggerutu.
"Kalau cowok yang sayang tulus ga gitu ko Lembayung! Sekuat hati dan tenaga dia pasti jagain ceweknya.. ga ngerusak! "
"Oh yah? " Tanyanya tak percaya.
"Bisa aja kan dia jagain ceweknya, tapi di luar sana malah mesraan sama cewek lain! itu sama aja ga tulus! "
Deg.
Kalimat Lembayung seketika seperti menghujam jantung ku tiba-tiba. Nyeri.. tak terelakkan. Dan tepat sasaran.
"Tadi pagi aku memergoki Radith lagi make out sama cewek, dan tebak ceweknya siapa! " Dia berusaha menyembunyikan perasaan sedihnya.
"Carla! "
"Kamu tau? " Dia membulatkan mata. " Sakit tauu di bohongi sama orang yang kita percaya!"
"Kamu belum tau yang sebenarnya mungkin, bisa saja Radith ga bermaksud kaya gitu! "
"Nonsense .." Jawabnya tegas.
"Kalau ada cowok yang tulus sama kamu.. dan selama ini always admirer you.. but.. "
"Tapi..? "
"Never mind.. pertanyaan yang ga penting! " Kataku asal.
"Ihh kamu gaje! " Akhirnya dia sedikit menyunggingkan senyumnya.
"Akkh ya.. I have something for you.. "
"Haah? oh iyaah? apa? "
Aku memberikan sebuah paper bag padanya.Ia buru-buru membuka nya dengan mimik terpelanga.
"Senjaaaaa.. ini baguuus banget aku sukaaa! kamu beli dimana? kapan? Ma syaa Allah.. aku belum punya tas rotan kaya gini! "
Aku hanya tersenyum lalu mengeluarkan bungkusan rokok di tas,tapi ku kembalikan lagi kedalam nya. Nasib nya sama seperti kameraku tadi. Tak ku lirik karena perhatian ku ter-ambil alih oleh Lembayung.
Unexpectedly.. disini, aku sedang candlelight dinner dengan orang yang selama ini hanya ada dalam hatiku.
Bermimpi pun aku tak pernah. Tak mampu!
"Aku juga punya sesuatu lho buat kamu.. niihh! " Lembayung memberikan sebuah kotak paper bag juga padaku.
Deg.. Deg.. Deg.
Tuhan.. apakah aku sedang bermimpi?
"Bukaaa ih cepetaan! "
Aku membuka, dan mendapati ada 3 T-shirt polo dan sebuah topi dari salah satu branded ternama.
"This is for me? semuanya? "
Dia mengangguk.
"Tapii.. inii ga murah Lembayung! "
"Sttth..never say that! aku ga suka..malahan itu tuh ga sebanding dengan semua yang udah kamu lakuin seharian ini buat aku! I'am so thankfully..aku udah ga sedih lagi karna kamu! "
__ADS_1
"Thank you Lembayung .."
"With my pleasure.. "
***
Lembayung
"Senja.. kita nginep di hotel sekitar sini aja ya?" Tanyaku saat kami bersiap-siap menaiki motor.
"Kita kembali ke Hotel di Denpasar ya..semua pasti nyari kamu! "
"Ga mau.. udah berapa kali aku bilang, ga mau! kalau gitu aku nginep sendiri aja, nyari hotel sendiri! " Ancamku.
"Ga bisa gitu Lembayung.. aku harus tanggung jawab ngembaliin kamu.! "
"Tanggung jawab apa sih!! kan aku yang ajak kamu! " Aku cemberut.
Senja mendengus.
"Ya udah.. kita cari hotel di dekat sini ya.. jangan cemberut! "
"Hihii.. gitu donk! "
Kami pun berhenti di salah satu hotel di sekitar Jimbaran, karena waktu sudah menunjukkan pukul 8 malam. Aku benar-benar capek dan ingin istirahat.
Senja sedang Check-in, dan aku menunggu di lobby.
"Ayo..! " Ajak nya. "Ini kunci kamar kamu." Dia memberikan kunci dengan tulisan Room no. 30.
"Thanks.. kamu room berapa? " Tanyaku penasaran.
Dia mengernyit.
"Ehh.. aku cuma pengen tau, kalau jauh gimana? nanti kalau ada apa-apa sama aku gimana? hayooo! " Kataku gugup. Kenapa juga aku menanyakan no kamar nya.
Isshhh!!
"No. 31..beside you. "
"Oohh.. "
Kami berdua menaiki lift untuk naik ke lantai kamar kami berada.
"Night.. night..Senja.. sleep thigh! "
"You too.. "
Finally..... aku bisa merebahkan diri di tempat tidur. Meskipun tak sebesar kasur di kamarku, tapi ini masih nyaman untuk di jadikan tempat mengistirahatkan raga yang lelah.
Oh iyaahh.. aku teringat hadiah yang di berikan Senja. Ku buka lagi paper bag yang ia berikan tadi.
This is beautiful..
ini adalah hadiah pertama yang ku dapatkan dari cowok. Tapi ternyata bukan dari pacarku.
Pacar?
Aku udah ga anggap dia pacar lagi!
Aku ga mau pacaran. TITIK.
Saat membuka kancing tas.. di dalam nya ada kotak perhiasan perak kecil. Saat di buka ternyata ada sebuah gelang ukiran khas Bali dengan batu warna-warni.
"You are right Senja.. I will always remember every second memories in Bali.. "
__ADS_1
***