Lembayung Senja

Lembayung Senja
Di sekap..


__ADS_3

Lembayung


Breeeet..


"Arrgh.. " Aku menjerit, saat lakban yang menutupi mulutku di buka paksa.


"Lo lapar? " Tanya orang itu sambil menyodorkan sebungkus roti dan sebuah botol berisi air mineral. "Makaan! "


"Disini ga ada makanan enak kaya yang biasa lo makan! "


Aku bergeming. Menatap tajam ke arah nya dengan tatapan menghunus.


"Siapa kamu? kenapa ngelakuin ini semua? salah aku apa? " Tanyaku, dan ia langsung menyeringai.


"Lo ga perlu tau.. ini urusan gue sama laki lo! "


Deg.


Apa dia tau kalau aku udah menikah dengan Senja?


Sebenarnya siapa orang ini?


"Lo sebenernya ga salah.. yang salah adalah paras cantik lo yang bikin masalah jadi melebar! "


Aku masih terdiam. Apa hubungan nya fisikku dengan masalah ini?


"Gue berubah pikiran.. gue demeun, kalau lo ga berontak dan bersikap baik sama gue! lo bakalan gue jadiin bini .. gue bakal rebut lo dari pengkhianat itu! " Lelaki itu menyentuh wajahku, aku menggeser tubuhku dan mencoba berpaling.


"Ciih.. " Desisku. Tak terima di sentuh olehnya.


"Punya nyali juga lo.. haaah? " Dia melepaskan dengan kasar.


"Lo harus makan.. sebentar lagi lo bakal tau, siap-siap nerima kejutan! " Katanya sambil melepaskan ikatan tanganku.Membiarkan tangan kananku terbebas, tapi mengikat kembali tangan kiri pada sebuah besi pinggir ranjang.


Pria itu pergi dan meninggalkan ku..


Tenang Ayung.. kamu harus tenang!


Lebih baik makan roti itu dan berpikir keras bagaimana cara nya biar bisa kabur dari sini..


Kamu ga bisa kabur kalau dalam kondisi lemah dan kelaparan!


***


Senja


Lembayung.. bertahanlah!


Sebentar lagi aku akan sampai di titik lokasi.


Drrrtt.. Drrrtt.. Drrrtt..


Ponselku terus bergetar entah sudah yang keberapa kali. Aku mengambil nya dari saku celana sambil terus melajukan motorku dan sedikit mengurangi kecepatan.


"Hallo.. " Tanpa melihat siapa yang menelponku, aku langsung menekan tombol hijau.


"Senjaaaaa.. kamu dimana?kamu baik-baik aja kan? "


"Siapa lo? "


"Ini aku.. kamu jangan ke jalan xxx.. mereka sedang ngejebak kamu.. "


Tanpa aba-aba aku menutup panggilan, itu suara Felicia..


Aku turun dari motor dan berlari ke arah sebuah rumah kecil yang sudah tidak terurus. Tapi tak mendapati siapa-siapa.


Buughhh...


Seseorang memukulku dari belakang menggunakan sebongkah kayu besar.


Tubuhku limbung, dan untuk beberapa detik kesadaranku menghilang..


Tidak..


Lembayung membutuhkan ku.


Aku menoleh ke belakang..


Bugggh..


"Dari dulu gue sangat menantikan ini.. "


Bugggh..


Dengan membabi buta orang itu menghajarku hingga beberapa kali tubuhku hampir ambruk ke lantai.


Aku tak mau kalah.. saat ia akan menghajarku lagi, ku tepis dan ku tangkis lalu ku pelintir tangannya hingga ia sedikit meringis.


Bugggh..


Aku berhasil menghantamkan pukulan pada kepala nya..dan pelipisnya berdarah.

__ADS_1


"Lo dan gue ga ada urusan! " Kataku sambil mengambil langkah besar dan berjalan ke arahnya, meluncurkan pukulan bertubi yang berhasil beberapa kali ia tepis.


Buuughh... Buggghh.. Bugghhh..


Kami saling hantam.. saling tendang dan saat ia sedikit lengah, aku mengunci kedua tangan nya.


"Cihhh.." Dia mendesis dan meludah ke arahku.


"Gue bakalan lepasin lo.. asal lo bilang siapa yang nyuruh lo dan dimana dia sembunyiin cewek gue? " Aku menekan kedua tangan nya semakin kencang hingga ia meringis.


"Hahahaha.. " Dia hanya tertawa dan tak menjawab.


"Sialaaaan! "


Buugggh... aku memukul nya, dan tubuhnya terkulai di lantai.


"Dimana Lembayuuung? "


Buugggh..


***


Lembayung


Ayo Ayung berpikir apa yang harus di lakuin!


Setelah menghabiskan sebungkus roti dan sebotol air mineral, aku berusaha mencari akal.Memikirkan kira-kira strategi apa yang bisa membuat pria itu lengah.


Ceklek.


Pintu di buka dan yang muncul adalah perempuan bertopeng yang tadi.


"Gue.. benci sama cewek macam lo! " Dia berjongkok dan menangkup kedua pipiku lalu menekan memakai kuku-kuku tajam nya.


Aku melihat sorot mata yang terpancar di balik topeng hitam itu. Matanya berkaca-kaca.


"Pengen banget gue cabik-cabik wajah lo itu! lo tauu? dari masuk sekolah gue udah benci sama lo! "


"Ngggh.. si-siapa kamu? apa kita satu sekolah? " Tanyaku, sambil meringis karena kuku tajam nya menancap di pipiku. "Aku minta maaf kalau selama ini ada salah sama kamu.. tapi aku ga mengenalmu.. kita bisa bicarain ini baik-baik kan? " Aku berusaha untuk melembutkan suara.


"Kenapa sih lo di sukai sama semua orang? dan gue benci karena lo cantik, gue benci karna lo punya segalanya.. dan yang paling gue benci karena lo ngerebut Senja dari gue! "


Deg.


Senja?


Siapa perempuan ini?


"Ciih.. lo sok-sok an baik! tapi lo buang gue dulu! mana sekarang yang lo bilang sahabat-sahabat lo itu?"


"Dulu.. saat SMP gue kira lo baik sama gue karena kita adalah sahabat.. "


Deg.


Apa mungkin diaa?


"Ditaaaaaaaa... "


Dia terperanjat.


Aku berusaha memeluk dan mendekatinya. Tapi ia menghindar.


"Lo..lo tau siapa gue? " Gagap nya.


"Ditaaa.. mana mungkin aku lupa sama kamu Dit.. kamu.. kamu baik-baik aja kan? setelah kecelakaan itu.. "


"Gue baik-baik aja.. dan gue selama ini satu sekolahan sama lo! " Nada bicara nya, agak melembut.


Dia membuka topeng dan meletakkan nya di lantai.


"Ditaaa.. aku kangeeen sama kamu! kenapa selama ini ga pernah ngabarin aku Dit..Ka-kamu berubaah.. kamu cantik banget Ditaaaa.. aku ga ngenalin kamu. "


"Lo terlalu sibuk sama sahabat-sahabat lo itu! selama 2 tahun kita satu sekolahan.. tapi lo ga pernah ngenalin gue! " Dia berdiri membelakangi ku.


"Maafinn aku Dit.. aku udah jadi sahabat yang buruk buat kamu.. setelah kecelakaan itu.. kamu menghilang gitu aja! "


"Gue koma, dan berbulan-bulan gue di rawat di luar negri. Karna muka gue sedikit rusak dan gue di operasi!" Nada nya kembali ketus.


"Gue ga mau bahas tentang persahabatan yang buls****! meskipun gue berubah.. lo tetep di sukai banyak orang dan gue benci itu! siap-siap karna sebentar lagi Senja bakalan liat.. lo rusak dan dia bakal ninggalin lo! "


"Oh yah.. satu hal yang perlu lo tau.. abang gue masuk penjara gara-gara dia.. dan apa lo tau kalau dia itu pengedar? "


Deg.


Dita berlalu begitu saja tanpa menoleh ke arahku.


"Diitt.. maafin aku.. " Kataku lirih.


Braaak.


Dita menutup pintu dengan keras.

__ADS_1


Terdengar ada pertengkaran dan adu mulut di luar,samar-samar terdengar nama suamiku di sebut oleh nya.


Ceklek.


Pria yang tadi memberiku makanan datang dan menghampiri ku, ia kembali mengikat kedua tanganku sangat kencang hingga pergelangan tanganku memerah.


"Apa kalau aku nurutin apa yang abang bilang.. abang bakal lepasin tangan dan ikatan kaki aku? " Tanyaku dengan nada lembut dan menggoda.


Pria itu terperanjat dan menatapku lekat. Dia tersenyum sinis. "Lo pikir gue bakalan bisa ketipu? " Katanya, sambil mendekat dan mengendus kerudungku.


"Mhhm.. gue suka wangi lo.. apalagi kalau lo buka penutup kepala ini! " Ia memegang ujung pasminaku dan mencium nya.


Aku menatap jijik, tapi segera ku ubah sorot mataku agar ia tak curiga.


"Abang bisa ngeliat.. tapi buka dulu iketan ini!aku ini kan cuma cewek bang, ga mungkin bisa ngelawan abang yang gede tenaganya! " Aku mengangkat tangan ku.


"Hahaha.. " Dia tertawa lalu begitu saja membuka ikatan tanganku.


Langkah pertama berhasil.


"Adek gue ngegores wajah mulus lo? " Tangannya lagi-lagi mengusap wajahku.


Kali ini aku tak berusaha menghindar.


"A-aku haus bang.. "


"Lo jangan macem-macem,gue ambilin lo minum! "


Yes.. langkah kedua done.


Aku mengedarkan pandangan mencari sesuatu yang bisa ku jadikan alat untuk membela diri.


Apa? ini hanya sebuah kamar kosong hanya berisikan ranjang besi dan kasur.. Aku segera membuka ikatan kaki dan mencari sesuatu di lemari.


Ada parfum?


Setelah menyembunyikan parfum di balik rok ku, aku duduk kembali dan segera mengikat kakiku agar ia tak curiga.


"Ini minuman buat lo.. setelah ini gue mau lo buka semua di hadapan gue! lo jadi bikin gue on.. " Pria itu membuka resleting jaketnya.


Ya Allah.. bantu aku!


Aku membuka tutup botol minum lalu menjatuhkan nya.


"Ehhh.. "


"Lo pegang yang bener bisa tumpah gitu! " Hardiknya, ia lalu jongkok dan mengambil botol mineral.


Tak ingin melewatkan kesempatan, aku langsung mengambil parfum dalam rok lalu menyemprotkan nya pada wajah pria itu.


"Aaaarrrrggh... " Dia berteriak sambil mengusap mata nya.


"Breng**** lo, berani lo! "


Aku mencoba untuk berdiri, tapi ia berhasil menarik kakiku. Aku terhempas ke lantai.


Pria itu masih mengerjap dan matanya memerah..


"Ohh..lo mau main-main sama gue? " Dia membuka jaket dan baju yang melekat di tubuhnya lalu melemparnya asal.


Aku berusaha bersikap tenang, saat ia meraih bahuku..


Buuggghhh..


Kutendang benda berharga nya sekuat tenaga, hingga ia ambruk ke lantai. Tangan nya berusaha menggapai kakiku.. tapi aku menendang nya beberapa kali..


Untung saja, akung sering melatihku bela diri setiap kali aku liburan di Pondok.


"Lo pikir lo bisa kabur.. "


"Arrrrggghhh... " Aku berteriak saat ia menarik paksa kerudungku. Hijabku terlepas..surai ku tergerai paksa dan aku langsung berlari ke arah pintu..


"Jangaaaaann... toloooooong! "


Braaaaaaaakk.


"Baji*****"


***


-


-


-


-


Hallo readers...mohon maaf untuk bab kali ini banyak kata-kata umpatan yaaaa! karena mana ada penjahat tapi kata-kata nya halus kan?hehhe..


Terimakasih sudah meluangkan waktu membaca novelku yang pertama ini yaaaa...Masih banyak banget kekurangan..

__ADS_1


Happy reading .. semoga menghibur๐Ÿ’•๐Ÿ’•๐Ÿ’•


__ADS_2