
1 minggu yang lalu...
Milan, Italia.
Alardo Philander
"Aku mengijinkan mu untuk menemui anakmu.. " Istriku menangis, disela aku menceritakan tentang kenyataan yang selama belasan tahun ini aku simpan.
Kenyataan bahwa aku telah memiliki seorang anak dari wanita lain.
"Maafkan aku.. "
"Aku hanya akan menerima anakmu.. tapi tidak dengan wanita itu! "
"Grazias istriku.. aku akan ke Indonesia untuk beberapa minggu.. kamu bisa meminta Alexa dan cucu kita untuk menemanimu di rumah.. aku dan Federic akan berusaha membujuk anak bungsu ku itu untuk ikut ke Italia.. "
Istriku diam dan berlalu meninggalkanku,ia lalu masuk ke kamar dengan membanting pintu dengan keras.
Braaak.
Selama puluhan tahun menikah, baru pertama kali nya ia semarah itu.Selama ini dia adalah wanita yang lembut dan perhatian.
Ini semua memang kesalahanku.. Dulu, aku pernah berjanji akan kembali pada Baiq dalam waktu 1 bulan, tapi ternyata istriku disini kesulitan merawat anak keduaku Alexa.
Aku tak bisa meninggalkan Ia bersama bayi dan anak pertamaku yang masih berusia 5 tahun. karena bersamaan dengan lahirnya anakku itu.. ibu mertuaku meninggal dunia.
Setahun setelah kelahiran Alexa, kami pindah dari Roma ke Milan ke rumah orangtuaku. Perusahaanku mengalami colaps dan mengalami kerugian luar biasa.
2 tahun kemudian saat Alexa berumur 3 tahun, aku memutuskan untuk kembali ke Indonesia mencari keberadaan Baiq.
Tapi setelah aku sampai di Jakarta,Apartement ku ternyata sudah kosong selama bertahun-tahun.Hingga akhirnya aku memutuskan untuk ke Lombok.. ke resort di mana pertama kali nya kami bertemu. Satu bulan lamanya aku mencari keberadaan nya, tapibNIHIL.. tak ada satu pun jejak nya yang ku dapat.
Bahkan di saat aku mendapatkan alamatnya di desa Sade.. tetangga nya bilang kalau ia sudah lama pergi dari sana dan pindah ke Sumbawa. Aku pun memutuskan kembali ke Milan, dan mulai sibuk kembali membangun perusahaan ku dari nol.
Baiq... jauh di lubuk hati, aku masih menyayangimu dan merindukanmu. Meski hanya kurang dari sebulan kita bersama.. Aku selalu mengingatmu setiap harinya dan tak pernah melupakan semua kebersamaan kita.
Bertahun-tahun aku mencari mu dengan segala keterbatasan. Akhirnya anak pertamaku lah yang bisa menemukanmu. Dan yang semakin membuatku merasa bersalah, ternyata kau mengandung anakku.
Maafkan aku Baiq..
Bagaimana cara nya menebus segala kesalahan ku?
***
Disinilah aku sekarang, di Bandung Indonesia.
Federic menceritakan semua tentangmu.. semua tentang penderitaan mu selama ini. Bagaimana dirimu menjadi korban global human traficking selama bertahun-tahun..
__ADS_1
Federic juga menceritakan tentang anak kita yang kau beri nama Senja. Semua pergaulan nya..
Andai.. aku bisa menebus semua dosa-dosaku terhadapmu. Akan aku berikan semua yang kumiliki agar kau dan Senja bisa memaafkanku.
"Padre.. apakah padre yakin untuk menemui Baiq dan adikku sekarang? meskipun Senja sudah tak benci padaku seperti dulu waktu pertama kali bertemu.. tapi dia itu anak yang keras kepala. " Tanya Federic ,saat kami sedang dalam perjalanan menuju apartement Senja anakku,dimana Baiq tinggal saat ini.
"Padre ingin bertemu dengan mereka.. sudah 20 tahun Ric.. padre meninggalkan Baiq dengan banyak luka dan penderitaan.."
"Tapi aku tak yakin.. mereka bisa memaafkan dengan mudah. " Anakku pesimis.
"Akan padre coba.. "
"Tapi.. kesehatan padre sedang tidak begitu baik.. seharusnya masih istirahat dan menjalani terapi.. "
"Tidak apa-apa.. " Aku pun menoleh ke arah ruas jalan, pikiranku menerawang ke memori 20 tahun lalu.
Baiq begitu cantik dan belia. Aku sendiri tak percaya bisa jatuh cinta dengan begitu mudah di saat usiaku pada waktu itu sudah 35 tahun.
"Padre akan menyerahkan salah satu perusahaan kita di Venice.. beserta salah satu penthouse atau mansion.. Meskipun harta tak bisa menebus semua dosa padre pada mereka. "
Federic hanya terdiam, dia fokus mengemudi dan menatap lurus kedepan.
Ting..Tong..
Aku memijit bel apartement, dan menunggu dengan kecemasan yang luar biasa. Jantungku berdetak tak menentu karena tak lama lagi akan menemui wanita yang selama 20 tahun ini aku tinggalkan.
Clik.
"Siapa Senjaa? " Ku dengar suara itu... Suara yang sangat ku rindukan.
Aku terkesiap.
Ternyata yang membuka pintu adalah anakku..
Anak bungsuku... dia Senja.
"Baiq... "
Baiq dan anakku Senja tengah tertegun dan terpaku di tempat.Ku lihat Baiq sangat terkejut hingga akhirnya beberapa detik kemudian tubuhnya ambruk terkulai lemah di lantai.
"Ibuuuu... ibuu.. " Senja menghampirinya dan meraih tubuh Baiq ke dalam pelukan nya.
"Senja... I will help your mom...(Aku akan membantu ibumu) " Aku memberanikan diri memanggil nama anakku itu.
Tapi dia tidak memperdulikanku dan membawa Baiq masuk ke salah satu kamar.
"Baiq.. " Aku memanggil nama itu untuk kedua kali, dan mengedarkan pandangan.Melihat setiap sudut ruangan.
__ADS_1
Menyusul masuk ke dalam kamar itu dan menghampiri mereka, ku lihat anakku sedang berusaha membuat Baiq tersadar.
"I don't know you.. I beg you to leave this place now! (saya tidak mengenal anda, saya mohon tinggalkan tempat ini sekarang!) "
Dengan tatapan dan sorot mata tajam keabuan persis sama seperti milikku.. ia mengusir dan menyuruhku untuk keluar dari sini.
Hatiku sungguh sakit.. melihat mereka berdua, mengingat penderitaan mereka selama ini.
Perlakuan Ini memang pantas ku dapatkan sebagai pria dan ayah yang selama ini tidak bertanggung jawab.
"Son... " Aku berusaha meyakinkan anakku itu, dan ingin mendekat padanya.
"Never call me your son.. I don't have a father! (jangan panggil aku anak.. aku tak punya ayah!)
Deg.
Aku tak tahan lagi menahan sakit di jantungku, tapi aku berusaha tak gentar.
"Sorry for all the mistakes..I'am apologize! (maafkan atas segala kesala kesalahan ayah.. ayah meminta maaf!)
"Ibuu.. Ayo bangun bu! " Senja tidak merespon permintaan maafku, dan dengan panik ia seperti mencari sesuatu.
"I will help her.." Aku mendekat dan berjalan mendekati mendekati Baiq.
" Don't touch her! don't touch anything on her! (Jangan sentuh ibu.. jangan sentuuh apapun yang ada pada ibu! )" Dengan badan tinggi tegap nya, ia menghalangi langkahku dan memasang wajah menantang.
"Please.. Leave Us! " Usir nya lagi dengan tegas sambil menunjuk ke arah pintu.
"Padre... " Federic berjalan masuk ke dalam apartement dan merangkul tangan ku. " Senja.. no matter what, he's still your father.. ayah kita! "
Aku mengeratkan pegangan tanganku dan memberi tanda pada anak pertamaku itu untuk menyerah kali ini, "I'll be back soon.. " Kataku,dengan sangat berat hati sambil berjalan menuju pintu keluar.
"Are you ok padre? " Tanya Federic sambil membantu memapahku menuju lift.
"It's Ok son.. this is all my fault,I'am deserve it. " Dengan langkah gontai, aku berusaha menahan sakit pada jantungku.
Kami pun berlalu meninggalkan apartement dengan sejuta rasa di dalam hatiku.
Rasa rindu..
Rasa sakit..
Ingin rasanya memeluk mereka dan bila perlu berlutut di hadapan mereka, untuk meminta sebuah permintaan maaf.
Aku akan kembali Baiq..
Dan Ayah akan segera kembali Senja..
__ADS_1
Ayah akan melakukan segala cara untuk menebus segala kesalahan ayah pada kalian.
***