
Senja
Pukul tujuh pagi, aku sudah berada di hotel tempat ibu dan Om Hasan menginap. Bersiap-siap memakai seragam yang sudah di siapkan oleh pihak pengantin wanita.
Kali ini aku memakai setelan beskap berwarna tembaga khas model pager bagus adat Sunda.
"Apa kabar Senjaa? jagoan om! " Om Hasan memelukku sekilas dan menepuk bahuku.
"Baik Om.. "
"Waah.. ponakan om yang satu ini ganteng banget! sekarang aja tinggi nya lebih dari om.. kamu cocok nih jadi aktor! " Kata om Hasan sambil tertawa.
Aku hanya tersenyum hambar, dan om Hasan mengacak-acak rambutku seperti dulu waktu kecil, setiap kali kami bertemu.
Saat kami tengah berbincang-bincang,Om Nazam beserta keluarga datang dan masuk kedalam kamar.
"Barembe kabar side(bagaimana kabarmu) Hasan ? " Om Nazam menghampiri kami dan bergantian memelukku dan om Hasan.
"Solah(baik).. " Jawab om Hasan.
"Senjaaa.. kamu makin ganteng! " om Nazam menepuk bahuku pelan. Tante Maya, istri om Nazam pun tersenyum dan memelukku sebentar lalu menghampiri ibu.
"Makasih om.. om apa kabar? Maaf Senja jarang ngasih kabar.. om sehat? "
"Alhamdulillah.. " Jawab nya. Lalu melirik ke sebelah ibu.
"In.. ariq kakaq(adikku/adik abang).. tunaq(sayang)!! Barembe kabar side(bagaimana kabarmu)?" om Nazam memeluk ibu begitu erat.
Om Nazam, ibu dan om Hasan mengobrol bertiga. Aku memutuskan untuk keluar ruangan.
Dari luar terdengar mereka sedang membicarakan papuq amaq yang tidak bisa menghadiri pernikahan om Hasan karena sedang sakit.
"Apa kabar? " Tiba-tiba sebuah pukulan pelan mendarat di dadaku.
Aku terperanjat, dan menoleh ke arah nya.
"baik.. " Jawabku singkat.
"Sorry..for everythings.. for all the things I've done before! " Rafa mengulurkan tangan padaku.
What the ..?
Aku mengernyitkan alis.
"Gue udah banyak salah sama elo selama ini.. gua minta maaf! " Tulus nya sekali lagi.
"It's Ok.. it's all gone! " Aku pun menyambut uluran tangan Rafa.
Sepupu ku yang dulu sering membully ku dengan teman-teman nya. He was Changes.. and me too..
Good things.
Kami terlibat obrolan tentang bagaimana keadaan di sekolah masing-masing dan bercerita tanpa pertengkaran seperti dulu.
Ya.. kami sudah berubah, waktu 2 tahun ternyata bisa mengubah kami yang dulu kekanak-kanakan menjadi sedikit lebih dewasa.
Kedatangan kak Rindi(kakak Rafa) dan suami nya juga mengejutkanku, pasalnya yang aku tahu kalau mereka sedang berada di Norwegia dan menetap beberapa tahun disana.
Akhirnya setelah waktu menunjukkan pukul setengah 9, kami menuju ke lokasi pernikahan yang tak jauh dari hotel ini.
__ADS_1
Aku membantu membawa kotak seserahan dan berdiri di samping ibu. Saat prosesi acara di mulai dengan Ibu dari mempelai wanita mengalungkan bunga melati kepada mempelai pria.
Deg.
Ada Lembayung?
***
Lembayung
"Eomma.. kenalin ini Lembayung. "
"Lembayung? "
"Yang aku pernah ceritakan.. " Radith Mengedipkan sebelah mata pada Eomma nya.
"Ooh.. ya.. ya.. eomma ingat,iyagi mani deureosseoyo(saya sering mendengar tentangmu) ..Radith yeoja chingu (pacar nya Radith) ? Yeppeuda(cantik)!!"
Aku pun mengulum senyum, dan tersipu.Di bilang cantik oleh eomma nya Radith.
"Makasih.. Kamsahamnida!" Aku pun mengucapkan terimakasih dalam bahasa Korea.. Mungkin karena keseringan nonton drakor, jadi sedikit ngerti bahasa percakapan sehari-hari.
"Eh.. kamu mengerti bahasa Korea? " Eomma Radith mengerutkan alis nya.
"Hanya sedikit tante.. soalnya aku suka nonton drakor." Ucapku sedikit malu.
"Ohh.. ya.. ya.. apa kamu juga suka Korean spicy food? "
"Sukaa.. Pernah coba sekali-kali.. "
"Ne.. Mannaseo bangabseumnida(senang sekali bisa berkenalan denganmu)! saya kesana sebentar ya! "
Eomma Radith pun meninggalkan aku dan Radith berdua, dan berjalan dengan anggun menuju ke ruangan mempelai pengantin wanita yang sedang bersiap kedatangan mempelai pria sebentar lagi.
Sebentar lagi akan di laksanakan Ijab qabul.
***
Prosesi acara pun di mulai.Karena tema mengusung adat Sunda jadi di awali dengan istilah Mapag penganten.
Prosesi penyambutan pasangan pengantin bersama keluarga yang dipimpin oleh tokoh Mang Lengser.
Rombongan pengantin pria kini tengah berada di pintu masuk, waktunya Ngabageakeun,Ibu dari mempelai wanita mengalungkan bunga melati kepada mempelai pria yang kemudian diapit untuk masuk menuju pelaminan.
Deg.
Kulihat di belakang rombongan pengantin pria, ada sosok yang 3 hari ini tidak aku lihat di sekolah.
Bersama wanita itu?
Mereka berjalan beriringan membawa kotak seserahan.Tapi ada yang lain dari penampilan dia dan wanita itu, jelas sekali bahwa mereka memakai seragam yang sama seperti keluarga Radith pakai.
Ooh.. mungkin dia keluarga dari calon suami tante nya Radith.
"Ka Radith.. " Di tengah-tengah Prosesi aku berbisik.
"Kalau calon suami tante nya ka Radith orang mana ka? " Tanyaku penasaran.
"Lombok.. " Jawab nya singkat.
__ADS_1
"Ooh.. dia siapa nya Senja? "Entah mengapa karena rasa penasaran ku, aku jadi menanyakan hal yang tak penting.
"Senja? "
"Iyah.. tuh.. di barisan rombongan ada dia pakai seragam beskap sama kaya ka Radith. "Tunjukku ke arah 'dia'.
"Eh.. iyah. Aku juga baru tau! "
Aku pun manggut manggut. Setelah itu kembali mengikuti berbagai serangkaian acara.
Setelah Ijab Qabul selesai, dan serangkaian acara terlaksana dengan penuh khidmat. Akhirnya tiba acara Ngaleupaskeun japati
Yaitu pasangan pengantin masing-masing akan membawa burung merpati yang kemudian dilepaskan secara bersamaan. Hal tersebut menjadi simbolis bahwa peran orang tua sudah berakhir sejak hari itu karena kedua anak mereka telah mandiri dan memiliki keluarga sendiri.
Kami semua sudah berada di area taman luas, salah satu keunikan dari taman ini yaitu adanya sebuah bangunan besar yang berbentuk menyerupai trapesium. Bangunan yang cukup besar tersebut didominasi kaca sera warna putih keabu-abuan.
"Assalamu'alaykum.. " Tiba-tiba sosok 'dia' sudah ada di dekatku.
"Eh.. Wa'alaykumusalam " Jawabku.
"Senja? " Radith menghampiri kami dan mendekat ke arahku.
Kulihat Senja hanya tersenyum ke arah Radith.
"Itu om lo? maksud gue.. om Hasan itu om lo? " Tanya Radith pada Senja.
"Iyah.. " Jawab nya tanpa ekspresi.
"Waah.. kita jadi family! " Ucap Radith riang.
Lagi-lagi.Dia hanya mengangguk dan hanya tersenyum tipis.
Ishh.. nih orang!
Apa itu coba? Keramahan Radith hanya di balas dengan anggukan dan senyum yang nyaris tak terlihat.
Kami pun memperhatikan pengantin yang masing-masing kini sedang membawa burung merpati yang kemudian akan dilepaskan secara bersamaan.
Satuuu...
Duaaa..
Tigaaa..!
Semua orang bersorak gembira melepas kedua burung tersebut yang kini terbang tinggi beriringan ke arah langit yang cerah.
Aku pun ikut bersorak dan tersenyum melihat merpati-merpati itu mengepakkan sayap dengan bahagia.. Terbaaang.. Bebaas..
Akkh indahnyaaa..
Tanpa sadar, aku malah melirik ke arah Senja yang juga sedang melihat ke arah merpati, dan..
He's Smile..
And the worse thing is..
I like his smile.
***
__ADS_1