
Senja
Aku benar -benar tak berhenti bersyukur karena Allah telah memberikan kebahagiaan yang tak terkira.
Di kelilingi oleh orang-orang baik.. lingkungan baik.. dan keluarga baik yang di rindukan surga.
Keluarga Lembayung adalah cerminan keluarga yang di rindukan oleh surga.. Karena di dalam nya hanya berbisikan kedamaian, ketenangan,keharmonisan, kebahagiaan,kebersyukuran dan masih banyak lagi hal yang tak pernah aku rasakan selama ini.
"Sayang.. aku mau antar ibu pulang dulu ya.. boleh? " Tanyaku, pada istriku yang sedang sibuk membersihkan pompaan ASI.
"Boleh atuh.. aku bakal jadi istri dan menantu durhaka kalau ga ngijinin.. hehhe.. " Jawabnya sambil memasukkan pompaan tersebut ke dalam Sterilizer.
"Kalau begitu.. aku pergi dulu takut hujan.. "
"Iyah.. hati-hati yaa.. " Ia pun meraih tanganku dan mencium punggung tangan dengan takzim.
Setelah berpamitan pada mamah.. aku dan ibu segera naik ke atas motor.
Aku pun melajukan nya dengan kecepatan sedang membelah jalanan.
"Senja.. "
"Iyah bu.. "
"Bagaimana kabar nya Maryam..? "
"Haah? Maryam bu? Alhamdulillah baik.. terakhir kali kesana beberapa hari lalu pas Senja baru keluar penjara.. makin cantik, makin gemesin bu.. " Aku menjawab pertanyaan ibu dengan senyum merekah di balik helm ku.
Tumben ibu menanyakan Maryam.
"Iyah.. anaknya juga pintar sekali.. " Ucap ibu lagi.
"Usia 4 tahun sudah hafal surat-surat pendek bu.. "
"Masa? " Ibu terlihat antusias.
"Iyah.. pinter banget.. hobby nya mewarnai.. "
Ibu kembali terdiam, dan tadinya aku sengaja ingin lebih banyak mengobrol membahas tentang pak Syarif. Tapi tampaknya ibu menyudahi.
Setelah menempuh perjalanan 30 menit akhirnya kami sampai di apartement ku.
"Kamu mau masuk dulu? "
Aku mengangguk.
"Bu.. kalau ibu les jahit saja gimana bu? " Aku membuka obrolan yang tadi sempat terputus di perjalanan.
"Les jahit? " Tanya ibu heran.
"Iyah bu..semoga saja nanti suatu hari kalau ada modal yang cukup, kita bisa membuka sebuah rumah jahitan atau malah butik.. " Usulku, membuat mata ibu berbinar-binar.
"Benar juga ya.. iyah ibu mau.. nanti mau cari dulu info nya dimana tempat les jahit yang bagus. "
Aku mengangguk. Bahagia melihat ibu mulai membangun semangat yang dulu sempat terputus..
"Sebenarnya ibu juga sedang belajar bikin kue kering pada mamah nya Ayung.. ibu juga kepikiran pengen jualan di sosmed, bisa ga Senja? "
"Bisa banget bu.. Nanti Senja bantu bikin portofolio buat ibu posting.."
__ADS_1
"Tapi ibu kan ga punya sosmed.. "
"Ya udah Senja bikinin sekarang bu.. boleh pinjem ponsel ibu? "
Ibu menyerahkan ponselnya.
Deg.
Di dalam wallpaper nya terpasang fotoku sewaktu masih bayi.
Ibuuu..
Ternyata ibu simpan fotoku?
Terimakasih bu...
Setelah beberapa saat mengotak-atik ponsel ibu, aku pun mendownload beberapa aplikasi sosmed dan e-commerse..agar ibu bisa mencoba berjualan apapun di aplikasi tersebut.
"Ini Senja bikin beberapa akun buat ibu.. nah begini cara bikin nya bu.. pakai nama yang ibu pengen buat nickname nya..terus.."
Dengan panjang lebar aku menjelaskan pada ibu semua dan Ibu pun dengan seksama memperhatikan langkah-langkah membuat akun. Selama ini aku tau.. ibu memang sangat menjauhkan dan menarik diri dari hal-hal demikian.
"Gimana ya cara nya? ibu mah gaptek.. "
"Lama-lama juga pasti bisa ko bu.. terus di coba aja! "
"Oh ya udah.. nanti ibu coba lagi.. "
"Senja mau pulang dulu ya bu.. Lembayung pasti kerepotan ngurusin Embun, masih semua di lakuin berdua.. " Aku pamit dan hendak mencium punggung tangan ibu.
"Senja.. sebaiknya nanti kamu segera mencari pekerjaan.. sekarang kamu mempunyai tanggung jawab besar. Malu pada keluarga Lembayung.. "
Ibu tersenyum, lalu mengusap pucuk kepalaku.
"In syaa Allah.. ibu selalu do'ain yang terbaik buat semua.. "
"Aamiin.. Senja pulang dulu ya bu.. "
Ting.. Tong..
Saat hendak mengucap salam, tiba-tiba bel berbunyi.
Siapa ya? tak ada orang lain yang tau apartement ku, selain keluarga, Rian dan Dion. Tapi mereka sedang berkuliah di luar negeri.
Apakah mungkin Felicia?
Tidak mungkin.. aku sudah lama tidak berhubungan dan berkomunikasi lagi dengannya.
Aku membuka pintu.
Clik.
"Siapa Senjaa? " Ibu menghampiri.
Kami berdua sama-sama tertegun.
"Baiq... "
Ibu masih tertegun dan terpaku di tempat, beberapa detik kemudian tubuhnya limbung dan terkulai lemah di lantai.
__ADS_1
"Ibuuuu... ibuu.. " Aku segera menghampirinya dan meraih tubuh ibu ke dalam dekapan.
"Senja... I will help your mom...(Aku akan membantu ibumu) "
Aku tak memperdulikan dan menggubris panggilan pria itu, dan tanpa pikir panjang membopong ibu masuk ke kamar.
"Baiq.. "
Meletakkan tubuh ibu di pembaringan dan segera menutup surai nya dengan pasmina yang tergantung di gawangan.
"Ibuu.. " Aku memeriksa pernapasan dan denyut nadi ibu, melonggar kancing kemeja bagian atas agar tak sesak.
"I don't know you.. I beg you to leave this place now! (saya tidak mengenal anda, saya mohon tinggalkan tempat ini sekarang!) "
Melihat pria itu berdiri di depan pintu membuatku sangat geram.
"Son... "
"Never call me your son.. I don't have a father! (jangan panggil aku anak.. aku tak punya ayah!)
"Sorry for all the mistakes..I'am apologize! (maafkan atas segala kesala kesalahan ayah.. ayah meminta maaf!)
"Ibuu.. Ayo bangun bu! " Dengan panik aku mencari sesuatu yang bisa membuat indera penciuman ibu merespon. Tanpa memperdulikan dia yang sedang berdiri dan memohon pemberian maafku.
"I will help her.." Ia mendekat dan berjalan mendekati ibu.
" Don't touch her! don't touch anything on her! (Jangan sentuh ibu.. jangan sentuuh apapun yang ada pada ibu! )Dengan sigap aku mencegahnya mendekati ibu. Badan nya yang mungkin dulu sepertinya tegap sepertiku kulihat agak ringkih.
"Please.. Leave Us! "
"Padre... " Ka Rico terlihat berjalan masuk ke dalam apartement ku dan merangkul tangan pria itu hati-hati. " Senja.. no matter what, he's still your father.. ayah kita! " Ka Rico membentakku.
Ka Rico dan pria itu pun berjalan mundur dan membalikkan badan nya, "I'll be back soon.. "
"Hhh.. "Aku menghela nafas panjang.
Mengapa dia datang sekarang?
Bayangan penderitaan ibu selalu muncul..membayangkan ibu yang ku sayangi harus rela menderita dan melakukan pekerjaan itu dengan terpaksa. Semua demi menemui nya...
"Euggh.. " Ibu melenguh. Mengerjapkan mata dan tiba-tiba mengeluarkan air mata.
"Senjaa.. kenapa dia datang? kenapa dia datang disaat ibu mulai mencoba melupakan semuanya? "
"Buu... " Aku mendekap ibu yang kini menangis tersedu.Dari luar Ibuku kelihatan kuat..tapi sebenarnya ibu lemah.
"Jangan khawatir bu.. Senja akan melindungi ibu.. ibu ikut Senja lagi ke rumah Lembayung ya? atau ibu mau Senja disini nemenin ibu? "
"Jangaan.. kasian Ayung, nanti dia kerepotan ngurus Embun sendirian.. "
"Tapi ibu harus janji kalau orang itu mengganggu ibu lagi.. ibu langsung hubungi Senja ya bu..! "
Ibu mengangguk sambil menyeka airmata.
Apapun yang terjadi, mulutku memang mengatakan kalau aku sudah memaafkan nya.
Tapi.. bagaimana caranya agar aku menerima dia sebagai ayahku dengan lapang dada dan melupakan semua yang ia lakukan terhadap ibu?
***
__ADS_1