Lembayung Senja

Lembayung Senja
LAST BUT NOT LEAST..


__ADS_3

Senja


Time after time..


Dari waktu ke waktu, aku semakin menyadari banyak hal dalam hidup ini..


Cintalah yang mengubah segalanya..


Ada beberapa kutipan Seorang penyair bernama Jalaluddin Rumi:


"Cinta mengubah kekasaran menjadi kelembutan, mengubah orang tak berpendirian menjadi teguh berpendirian, mengubah pengecut menjadi pemberani, mengubah penderitaan menjadi kebahagiaan, dan cinta membawa perubahan-perubahan bagi siang dan malam."


"Dengan cinta, yang pahit menjadi manis. Dengan cinta, tembaga menjadi emas. Dengan cinta, sampah menjadi jernih. Dengan cinta, yang mati menjadi hidup. Dengan cinta, raja menjadi budak. Dari ilmu, cinta dapat tumbuh. Pernahkah kebodohan menempatkan seseorang di atas tahta seperti ini?"


"Jika ada cahaya di hatimu, Engkau akan menemukan jalan pulang.. "


Lembayung Maida Abdullah..


Adalah sosok seorang wanita.. seorang istri, sekaligus ibu dari anak-anakku. Nama nya terpahat sempurna di hatiku.


Bagiku ia adalah cahaya..


Bagiku ia adalah rumah..


Kita perlu menemukan setitik cahaya di dalam hati masing-masing agar tidak tersesat. Sebab cahaya itulah yang akan menuntun kita menuju Sang Pencipta.


Cahayaku itu.. menuntunku perlahan menuju cinta tertinggi,yaitu cinta pada Sang Illahi.


Siapa yang akan menyangka, bahwa kehidupanku ternyata bisa berubah drastis seratus delapan puluh derajat. Di saat aku menemukan titik cahaya hidayah.. kebahagiaan justru melesat datang dengan begitu cepat.


Disinilah aku...


Di depan pintu rumah surgaku..


Baiti Jannati.


Ting.. Tong..


"Assalamu'alaykum.... "


Ku dengar suara langkah kecil berlarian menuju ke arah pintu.


"Wa'alaykumusalam Babaaaaaa..... I really missing you... " Embun merentangkan tangan nya dan lalu meloncat ke arahku yang sedang berjongkok menyambut pelukan kecilnya.


"Embunnya Babaaaaa.... miss you too my Strawberry..! "


"Babaa.. Babaaaa.. baabaaa.. " Langkah mungil yang masih tertatih-tatih itu berjalan menyusul tetehnya menuju ke arahku.


"Ainuuuunn...do you miss baba? my Apple... " Aku pun merentangkan sebelah tangan dan menyambut bungsuku itu lalu memeluknya.


Aku berdiri sambil menggendong anak-anakku di samping kiri dan kanan. Menghampiri Istriku yang menyambutku dengan senyuman lalu ikut memeluk kami.


"Eeh... Baba kan baru pulang... ayo Embun.. Ainun.. turun dulu.. Biarin baba mandi dulu... "


"Aku udah mandi.. tadi kan ke rumah ibu dulu.. "


"Gimana kabar ibu? "


"Alhamdulillah ibu sehat.. bahkan kalau aku liat, badan ibu keliatan lebih segar.. "


"Alhamdulillah... kapan dong.. kita semua main kerumah ibu? aku kangen.. "


"In syaa Allah.. nanti kita main kesana bersama ya. "


"Capek ya? " Tanya istriku sambil mengelus pipiku yang sudah di tumbuhi jambang.


"Ngga.. udah pulang ke rumah aku langsung pengen main sama anak-anak.. "


Istriku membalikan badan dan berlalu menuju ke arah dapur. Mengambilkan minum dan menyerahkan nya padaku.


"Makasih sayang.. " Aku meminumnya hingga tandas dan meletakkan gelas di meja.


"Bababa... aabaaba.. "


"Iyah sayaaang... " Aku pun menanggapi Ainun yang sedang berbicara padaku dengan bahasa bayi nya.


Kami berempat bercengkrama bersama,bercerita dan saling melempar tawa.


"Sayang.. "


"Mhhm.. "


"Nanti malam kita jadi datang ke wedding Nindy? " Tanya istriku, sambil mengusap penuh sayang kepalaku yang berada di atas pangkuannya.

__ADS_1


"Jadi In syaa Allah.. Pela udah siapin semua nya dengan baik? "


"She was perfect.. aku suka dan sayang banget sama Pela, kamu harus banyak berterimakasih sama dia.. saat kamu ga ada, dia yang handle semua nya lho suami.. "


"Tentu saja.. " Ucapku sambil beranjak dan duduk, lalu menatap iris hazel itu lekat. Ada banyak cahaya disana yang ku yakini itu adalah cinta.


"Anak-anak apa kita titipin di ibu? "


"Kita bawa anak-anak aja.. kita cuma sebentar kan disana? "


"Baik kalau begitu yang mulia raja.. "


"Hahahaa... " Aku terbahak mendengarnya, lalu membenamkan wajah bertubi-tubi pada wajahnya.


"Ihh.. nanti anak-anak banguun! "


"Kalau gitu sini.. peluk aja! " Kami saling mendekap dan aku kembali meletakkan kepala di atas pangkuannya. "Aku tidur sebentar boleh ya? 15 menit aja.. nanti kalau sudah adzan bangunin aku! "


"Iyah.. " Istriku mengelus dan mengusap kepalaku dengan lembut, hingga dalam waktu sekejap.. mataku langsung terpejam.


***


"Sayaaang... Tolong bantu aku pakein ini. " Aku menyodorkan dasi pada istriku yang sedang menyisir rambut Embun.


"Bentar.. sedikit lagi.. "


"Ummaaa... pelan.. sakiit.! " Embun protes karena salah satu tangan istriku mengambil dasi.


"Ehh.. maaf sayang... "


"Mamaaaaamma.... mamaaaaa.. " Tiba-tiba, dengan jalan yang tertatih-tatih. Ainun menarik-narik gaun istriku meminta giliran untuk di sisir rambutnya.


"Ainunn mau di sisir juga? bentar yaa.. umma sisir rambut teh Embun dulu... "


"Aaaaa... Maamaaammaa... " Tapi Ainun tetap keukeuh dan terus menarik-narik gaun.


"Sini... Ainun di sisir sama baba aja yaa... "


Ainun pun menghampiriku dengan mata yang berbinar, "Abababaa.. baba.. "


Setelah drama mendandani bidadari -bidadari kecilku,aku mengambil dasi dan memakainya sendiri. Istriku lupa karena dari tadi ia sibuk mengurus ini itu keperluan kami.


"Ya ampun.... ini mau kondangan aja kaya mau piknik 2 hari.. " Katanya sambil menyimpan tas berisi diaper, baju ganti, tissue basah.. dan masih banyak lagi keperluan dua orang balita.


"Kan ga usah bawa banyak-banyak sayang.. kita cuma bentar.. "


"Iyaah.. sayang.. makasih yaa.. kamu selalu sigap..Sekarang pakai hijab dulu.. masa kita pergi kamu ga pake hijab! " Aku terkekeh, melihat surainya masih terurai tanpa penutup kepala.


"Astaghfirullah.. aku lupaa! "


Dan Embun juga Ainun menertawakan umma nya, kami bertiga pun dengan sabar menunggu dan duduk di sofa.


15 menit berlalu.


"Yuuuk... " Istriku keluar dari pintu kamar.


Aku tertegun.


Bidadari?


Ia sangat cantik sekali memakai gaun yang di design khusus oleh karyawan nya itu.


"Umma cantiiiiiiiik sekali umma..... you are like a princess.... Oh no.. no... like a Queen... " Embun bersungut-sungut.


Pipi istriku seketika merona, karena kami bertiga benar-benar terpana dengan penampilan nya yang berbeda.


"Masaa sih.. hehehhe.. ini karna gaun nya yang bagus.. "


"Absolutely no...Kamu memang sangat cantik.. dan anak-anak kita juga.. " Aku mendekap ketiga nya dengan perasaan sangat bahagia.


"Yuuk.. nanti terlambat.. " Ajakku, sambil menggendong Ainun. Dan di susul istriku menuntun tangan Embun.


***


"Congratulations!!! " Aku menepuk bahu Rian,mengucapkan selamat padanya karena hari ini adalah hari dimana ia melangsungkan pernikahan.


"Thanks Ja... "


"Selamat ya Rian... jagain Nindy lho.. awas kalau kamu macam-macam! " Istriku bergantian mengucapkan selamat pada Rian dan ia balas dengan anggukan.


"Sure... " Katanya singkat sambil mengatupkan kedua tangannya.


"Selamat Nin.. " Giliran aku memberi selamat pada sahabat istriku itu, yang ternyata adalah jodohnya Rian.

__ADS_1


"Makasih Senja.. "


"Nindyyyy... sayangkuuu.. selamat yaaaa.. Aku ikut bahagia Nin... akhirnya do'a kamu terkabul kan? " Kata istriku sambil mendekap dan berbisik di telinga Nindy. "Married with CEO.. "


"Hihhi.. " Nindy tersipu, lalu memukul pelan bahu istriku. "Eehh.. cantiknya aunty .....sini peluuuk sayang! " Nindy mengalihkan pembicaraan dan langsung menyapa anak-anakku.


"Aunty... You are like a Cinderella.. and I love it... " Seperti biasa, Embun memang pandai berkomentar.


Kami hanya tertawa mendengar celotehnya, dan setelah mengucap selamat kami berpamitan karena para tamu sedang mengantri dan menunggu bergiliran mengucapkan selamat.


"Waaaaw.. waaw... Keluarga cemara... " Dion berseloroh, sambil mengandeng tangan istrinya yang sedang hamil besar.


"Apa kabar teh Lembayung? " Istri Dion menghampiri istriku dan mengobrol dengan nya sambil sesekali mengajak ngobrol anak-anakku.


Aku dan Dion mengobrol berdua, dan memperhatikan interaksi istri dan anak kami.


"Gue nyesel Ja... "


"Nyesel kenapa? " Tanyaku heran.


"Nyesel kenapa ga dari dulu gue merit.. hahhaaha.. pantes aja lu dari semenjak nikah sama istri lo.. lo banyak berubah.. karier lo.. sifat.. bahkan kebiasaan buruk lo lenyap tanpa bekas.. lo berubah jadi sosok baru yang sangat jauh dari masa lalu! " Kata Dion panjang lebar.


"Alhamdulillah... " Kataku singkat. Dan kembali memperhatikan istriku yang sedang tertawa bahagia mengobrol dengan istri Dion.


"Gue juga banyak berubah setelah menikah sama dia.. malah banyak dia yang ngebimbing gue urusan agama... " Dion terkekeh, sambil menatap penuh cinta pada istrinya.


"Yang terpenting.. kita yang sekarang, udah berubah menjadi lebih baik di banding kita di masa lalu... biar masa lalu di jadikan pelajaran Yon.. "


"Bener bro.. gue pengen jadi contoh yang baik buat anak-anak gue.. "


Dan kami berdua pun kembali bercerita berbagai hal, baik masalah pekerjaan ataupun pengalaman.


Jangan pernah hidup dalam mimpi buruk masa lalu, atau di bawah payung hitam gelap masa silam. Selamatkan diri dari bayangan masa lalu!


Membaca kembali lembaran masa lalu hanya akan memupuskan masa depan, mengendurkan semangat, dan menyia-nyiakan waktu yang sangat berharga.


"Wahai masa lalu yang telah berlalu dan selesai. Tenggelamlah seperti mataharimu,dan kamu tidak akan pernah menangisi kepergianmu, dan kamu tidak akan pernah melihatku termenung sedetikpun untuk mengingatmu. Kamu telah meninggalkan kami, pergi dan takkan pernah kembali. "


"Wahai masa depan, engkau masih dalam keghaiban, maka aku tidak akan pernah bermain dengan khayalan dan menjual diri hanya untuk sebuah dugaan. Aku pun tak bakal memburu sesuatu yang belum tentu ada, karena esok hari mungkin ta ada sesuatu. Esok hari adalah sesuatu yang belum di ciptakan dan tidak ada satupun dari nya yang dapat di sebutkan. "


Aku memandang lekat istri dan anak-anakku dari kejauhan, mereka adalah para penyejuk mata dan hatiku..


Mereka adalah gambaran kebahagiaan.


Mereka adalah cinta.


Mereka adalah segalanya.


Lembayung Maida Abdullah..


I really hope.. Our love will be EVERLASTING LOVE UNTIL JANNAH.


Jika kita di beri umur yang panjang. All I want ..is just grow old with you... I'am forever yours, and you'll be forever mine.


Aku ingin menua bersamamu, merajut kisah kasih hingga tua dan selamanya hingga akhirat nanti.


Istriku...


Mari kita menjalani kisah indah kita, dan anak-anak kita.. bersama dalam cinta karena NYA.


Mengarungi bahtera rumah tangga bahagia, kita semua bersama-sama.... Sehidup dan Sesurga.


END.


***


-


-


-


-


Assalamu'alaykum readers....


Sedih.. karena harus mengakhiri kisah Lembayung Senja.


Terima kasih yang Banyak-banyak.... salam sayang dan cinta dari Senja, Ayung, Embun dan Ainun..... 😘😘😘😘


Jangan lupa ya readers .. jika berkenan, mampir di novel kedua author: Pelangi Di Hati Angkasa... kisah perjuangan Pela gadis penjual roti...


Cerita nya in syaa Allah menyentuh hati... Karena kisah novel juga ga sebatas hanya tentang orang-orang kaya aja, banyak banget malah.. kisah-kisah di dunia nyata yang bagus kalau di adaptasi ke dalam dunia halu.

__ADS_1


Semangat selalu ya kesayangan... Semoga selalu sehat dan dalam lindungan Allah Ta'ala.. 😘😘😘



__ADS_2