
Lembayung
"Papaah.. Senja gimana? dia bisa bebas kan pah? gimana keadaan dia sekarang pah? Ayung pengen nemuin Senja.. pengen liat dia.. udah seharian ini ga denger kabar dia.. apa dia udah makan pah? " Aku merengek sambil memberondong pertanyaan pada papah yang baru saja pulang dan sampai di rumah.
"Huuh.. " Papah mendengus, melonggarkan dasi dan menyenderkan tubuh nya di sandaran sofa.
"Papaaah.. Senja gimana? " Aku semakin merengek dan tampaknya papah mulai kesal dengan tingkahku.
"Ayung.. sabar sayang! Senja pasti baik-baik aja.. dia itu anak yang kuat! " Hibur mamah, sambil mengusap tanganku pelan.
"Tapii.. Ayung pengen ketemu mah.. "
"Iyah sabar.. besok kita lihat, apa bisa kita menjenguknya sebentar.. "
"Sebaiknya kamu tetap diam di rumah! pulang sekolah jangan kemana-mana! dan langsung pulang! " Papa menginterupsi.
"Tapi paaaah.. "
"Ga ada tapi-tapian.. kalau kamu pengen cepat melihat Senja, sebaiknya kamu sabar dan mendo'akan suami itu agar bisa segera bebas! " Papah yang tak tahan akan rengekanku menjadi emosi dan nada bicaranya terdengar sangat tegas.
"Iyah pah.. " Aku tak banyak bicara lagi, karena tak bisa melawan papah.
"Ayung mau ke kamar dulu mah.. pah.. " Aku berpamitan dan langsung berlari menuju kamar, dengan perasaan nyeri di dadaku karena menahan tangis.
"Senjaaaa... ya Allah..semoga kamu baik-baik aja.. aku takut.. kamu kenapa-napa. " Sambil merebahkan diri, aku membuka galeri ponsel dan melihat satu-persatu foto-foto kebersamaan kami yang bahagia beberapa bulan ini.
Seketika di dalam benakku muncul banyak adegan demi adegan menakutkan yang terjadi di dalam sel tahanan, yang sering ku lihat di film atau drama.
Pembullyan.. pemukulan.. penyerangan dan masih banyak hal ekstrim yang berhasil membuatku terus mengeluarkan airmata. Membayangkan suamiku tidur tanpa alas.. makan hanya nasi dan tempe saja.... di interogasi sambil di siksa.
Arrggh.. tidak.. tidak..! jangan membayangkan sesuatu yang buruk tentang suamimu Ayung.. do'akan saja dia.. do'akan semoga selalu dalam Lindungan-Nya.
Besok..iyah besok, aku menunggu besok untuk bertemu dengannya. Ayo tidur dan beristirahat!
Tapi bagaimana aku bisa dengan nyaman tidur disini sedangkan suamiku menderita dan kedinginan?
Kantuk tak kunjung juga datang. pikiran dan hatiku terlalu berkecamuk dan tak bisa sejenak melupakan.
Senjaa..
Apakah arti dari Lembayung jika tak ada Senja?
Takkan ada warna indah itu saat petang kembali datang.
Kita itu satu.. dan aku bergantung padamu.
Dari sekian petang yang kita lewati bersama, Lembayung Senja selalu menjadi latar terbentuknya rindu..
Aku rindu suamiku..
Rindu aroma nafas mint nya..
Rindu senyum dan tawa nya yang hanya di perlihatkan di depanku..
Rindu suara berat nya..
Rindu iris keabuan dengan tatapan penuh cinta nya..
Sungguh aku rindu.
__ADS_1
Aku beranjak dan berjalan menuju balkon kamar, membuka tirai jendela yang menghadap ke arah taman belakang rumah.
Kupandangi langit malam yang temaram tanpa di hiasi bintang-bintang.
Malam ini pun cuaca begitu dingin dan menusuk, hawa nya merasuk ke dalam setiap pembuluh.
Kecemasan dan ketakutan besar yang untuk pertama kalinya terjadi dalam hidupku. Perlahan tetesan air dari langit turun dan ku rentangkan tangan menengadah..tetesan itu membasahi tanganku.. setetes demi setetes hingga akhirnya, tak terbendung.
Seiring dengan tetes demi tetes yang keluar dari sudut kedua jendela hatiku.
Suamiku...
Semoga kamu baik-baik saja Imam dunia akhiratku..
***
Senja
"Maaf a.. kalau disini ga ada toilet? " Tanyaku polos pada seorang pria yang terlihat seperti lebih tua beberapa tahun dariku.
"Hahahahhha... maneh teu nyaho? (kamu tidak tau?) " Ia menertawakan ku sambil menunjuk ke sudur pojok sana, ada ruangan yang sangat kecil berpintukan kayu yang sudah usang. "Mau BAB mau BAK... disitu tempat nya! " Pria itu kembali merebahkan tubuhnya.
"Tapi saya mau shalat a.. dimana saya bisa wudhu ya? "
"Tanya petugas disana! " Jawabnya malas.
"Oh iyah makasih a.. " Aku pun berjalan menuju pintu besi tralis dan mendekati petugas yang sedang mengobrol dengan rekan nya sesama polisi.
"Permisi pak.. "
"Mhhmm.. ada apa? " Tanyanya tegas.
"Kan ada wc di dalam! "
"Tapi.." Aku mengurungkan niat untuk protes, karena semua orang yang ada di dalam sel sepertinya terganggu dan memandangiku dengan tatapan sinis, tak suka.
"Mau ngapain lo? " Tanya bang Aman, pria seperti pegulat yang tadi menegurku pertama kali.
"Wudhu bang..mau shalat! "
"Disana! ga ada tempat wudhu disini.. tapi inget jangan habisin airnya! air segitu buat bersihin kotoran kami! "
Aku mengerjap, saat mendekati ruangan kecil yang tadi di tunjukkan. Pasalnya.. wc ini sangat bau dan kotor, tak bisa di jadikan tempat untuk wudhu.
Mau membersihkan dahulu tapi tadi katanya air terbatas.
"Sini saya bantu kamu buat wudhu. " Pak Arya, pria paruh baya yang menerangkan seluk beluk tentang sel mendekatiku. Ia membawa sebotol air mineral.
"Tapi.. itu untuk di minum pak.. " Kataku ragu.
"Tidak apa-apa.. istri saya nanti besok kesini bawain uang buat beli lagi. " Ucapnya lalu mulai menuangkan tetesan air di depanku. Aku berdiri di depan pintu dan mulai membasuh wajah..
Selesai menunaikan kewajiban shalat maghrib dan isya yang ku jamak.. karena tadi aku melewatkan shalat maghrib. Kali ini... aku merasakan betapa nikmat menemui Sang Pencipta.. dalam sujud panjangku tak berhenti bersyukur, masih bisa di beri kesempatan untuk beribadah meski dengan keadaan yang terbatas ini.
Aku kembali duduk di bawah jendela kecil yang di lapisi trali besi yang besar-besar.
Menengadah wajah ke atas untuk melihat keluar, dapat kulihat langit malam yang begitu gelap.
Rembulan tertutup awan hitam.. Milyaran bintang juga bersembunyi di balik hujan.
__ADS_1
Tetesan demi tetesan membasahi bumi.. Mega tempat makhluk berpijak.
Pikiranku menerawang jauh menuju tempat dimana kebahagiaan dan kebersamaan bersama Lembayung istriku berada. Betapa setiap harinya aku hanya merasakan bahagia.
Aku lupa.. dan terlalu terhanyut dalam euforia asa yang kami bangun dengan segenap cinta.
Aku lupa.. ada hati-hati yang tersakiti yang mungkin menderita atas kebahagiaan ku ini. Banyak hati yang menjadi korban elegi dan rindu hati kami..
Biarlah disini... aku tebus dosa dosa masa laluku.Karena aku tersadar bahwa semua ini hanyalah titipan..
Lembayung istriku..
Lihatlah.. langit tak selama nya hanya sebatas indah Lembayung Senja..
Tak selamanya di hiasi mambang kuning kemerah-merahan.. Yang selama ini sebagai penanda tumbuh nya asa ini...
Tak hanya petang yang indah.. seindah kisah kita.
Ada malam yang begitu gelap sebagai bukti bahwa Tuhan menciptakan masa.. Agar kita beristirahat raga.
Setiap masa.. yang harus kita lewati setiap detiknya.
Percayalah.. jika saat ini kau merasakan apa yang aku rasakan..sebut namaku dan namamu di sepertiga malam nanti..
Kita berdua..
Mintalah pada Sang Pemilik kehidupan..
Esok mentari terbit dari ufuk timur dan bersinar menghiasi pagi yang cerah. Memberi banyak tafakur dan muhasabah diri agar hati senantiasa penuh mawas diri.
Lembayung..
Setiap waktu adalah indah.. jika di lewati dengan penuh ketawakalan dan kebersyukuran.
Pada setiap tarikan dan hembusan nafas.. Aku bersyukur, Sang Pemilik Hati memberikanku titipan seorang istri seperti diri mu..
Lembayung..
Baik-baiklah disana..
Bagiku engkau adalah bidadari bumi...bidadari dunia dan ratu akhiratku..
***
-
-
-
Assalamu'alaykum readers....
Bab-bab yang mendatang adalah bab terberat dimana konflik nya mulai mencuat... semoga Lembayung Senja bisa menjadi salah satu karya yang bukan hanya menghibur, tapi juga memotivasi...
Tinggalkan jejak ya sayang2 nya Lembayung Senja.. like.. comment dan share.. atau sangat boleh di kasih hadiah dan vote.. karena susah banget ternyata bagi penulis amatir dan pemula seperti author untuk mendapatkan/menembus viewers yang banyak.. Sebenarnya menulis adalah hobby.. dan bukan merupakan mata pencaharian.. tapi menulis juga di perlukan pemikiran dan waktu yang lumayan banyak untuk menghasilkan ide dan menuangkannya ke dalam tulisan... Author akan sangat berterimakasih banyak atas apresiasinya karena telah berkenan meluangkan waktu untuk membaca karya remahan ini...
Selamat membaca yaa... semoga bermamfaat.. ambil baiknya dan buang buruknya...
Salam sayang Lembayung Senja 🙏🙏💕💕💕
__ADS_1