Lembayung Senja

Lembayung Senja
Lembayung Senja..


__ADS_3

Lembayung


"Kamu hutang penjelasan sama kita! "


"Ko kamu ga cerita? "


"Aduuh.. come on guys! cuma ketemu aja ko.. kebetulan! " Jawabku asal.


"Tapi teteh ngobrol geuning sama dia,lama lagi ngobrolnya kalau aku liat! " Dasar Bintang, mulutnya bocor.


"Ya kalau ada orang nanya.. pasti di jawablah! "


"Senja? duluan dia yang nanya kamu maksudnya? Tanya Gadis.


Aku menganggukan kepala.


"Serius? " Tanya Gadis lagi.


"Iyaaah! " Kataku sedikit kesal.


"Ko kamu malah kesel gitu kita tanya? "Selidik Risa.


"Ngga kesel ko. lagian kan ga penting! yuuk kita makan aja.. tuuh suki blum di masukkin ke pot, sama beef nya jg belum di panggang! " Sungutku.


"Tapi dia itu tipe pasif banget tau ga! selama ini yang aku tau setiap kali ada cewek yang deketin dia.. pasti nya dia tuh ga nanggepin. sampe si cewek nya sendiri yg maksa maksa! aku juga dulu beuuuh.. kalau inget saat ngejar dia.. bikin sakit hati tau ga! dingin.. cuek.. nyebelin pokoknya! "Jelas Gadis panjang lebar,ngeluarin uneuk- uneuk sebagai si Mantan pengagum Senja.


"Kamu masih berharap Dis? " Tanya Nindy.


"Ngga laaah.. ga mau aku mah! masih sayang sama Rama, meskipun dia udah ga ada, ga semudah itu ngelupain dia. "Gadis mendelik. "Ya aku heran aja kalau emang ternyata si Senja yang ngajak ngobrol Ayung! "


"btw.. itu siapa ya? " Risa penasaran.


"Pacar kali. " Jawab Nindy asal.


"Maksudnya dia jadi berondong tante-tante gitu? "


"Bisa aja kan.. kalau liat pergaulan nya. " Gadis mencibir.


"Iih.. kalian tuh bawaan nya negatif mulu! gossip teruuus.. lieur aku denger nya! " Aku menutup kedua telingaku.


Sementara Bintang malah asyik makan sambil senyum-senyum sendiri.


"Eh teteh.. kalau di pikir pikir ko nama nya bisa nyambung gitu ya sama teh Ayung! "


"Nyambung gimana maksudnya? "

__ADS_1


"Lembayung... " Tunjuk Bintang ke arahku.


"Senja.. " Lalu dia menunjuk ke arah Senja.


"Lembayung Senja.. indah banget aku bayangin nya! yang kebayang di pikiran saat denger nama kalian berdua, kaya lagi mandang warna langit!kalau lagi ada Lembayung itu pasti karna lagi Senja.. petang ya kan? " Bintang menatap ku.


Aku jadi malah membayangkan indahnya melihat Lembayung Senja di pesisir pantai, sambil candlelight.. di bawah temaram lilin dan suara desiran ombak.


"Heiii.. "Tepuk Gadis di bahuku. "Malah ngelamun! "


"Haah.. apa tadi? "


"Teh Ayung ga denger tadi aku bilang apa? yaaaah.. jadi buyar deh.. aku udah nyusun kata-kata yang bagus tadi! "


Aku nyengir kuda, dan ga tau kenapa secara impulsif netraku tiba-tiba tertuju pada dia.. dia yang sedang duduk bersama seorang wanita cantik di pojok sana.


Lembayung Senja.. Lembayung Senja..Lembayung Senja...


Kenapa Malahan kata-kata itu terus terngiang di benakku?


Kamipun melanjutkan acara makan, sambil berceloteh dan tertawa. Kulihat lagi disana.. Senja jg sedang tersenyum menatap wanita yang duduk di sisi nya dengan lembut dan penuh cinta. Kalau dari dekat mungkin bisa aku lihat binar di netra amber nya.


Aiishh! kenapa aku jadi mikirin dia sih? Aduuuh Ayuung!


Kenapa juga bisa tau iris mata dia? mhmm.. iyaah.. pastilah.. waktu di Saraga kan kita ngobrol lumayan dekat jaraknya,dan sebagai orang yang menghargai lawan bicara.. jelas pasti dong aku juga ngeliat mata nya! iyah kan?


***


Makanan di meja sudah hampir habis, tapi aku masih ingin menikmati euforia kebahagiaan di antara aku dan ibu.


Saat sedang memakan suapan terakhir, sejurus pandang ku lihat..Ada Lembayung sedang makan bersama teman-temannya, dan.. Ooh.. adiknya kan itu? Lho.. kenapa aku ga sadar ya.. Tadi aku dan adik nya hampir berbareungan ngambil makanan. Tapi karna aku fokus ingin cepat-cepat makan bersama ibu, jadi aku tak memperdulikan sekitar.


Kulihat mereka sedang tertawa-tawa. Sekali lagi aku menaikkan sudut bibirku. Dua perempuan yang ada dalam hatiku kini ada disini..


Indeed we have much taste. Indeed we are not together. If indeed we are destined to be together forever, love would not be where.


Sungguh kita punya banyak perbedaan. Sesungguhnya kita pun tidak sedang bersama. Jika memang kita ditakdirkan bersama selamanya, cinta tak akan kemana.


Sejak diam-diam mengaguminya.. mengagumi sosok Lembayung, jiwa melankolisku memang tak terbendung. Melow dan lebay! mungkin itu yang akan orang pikirkan. Tapi sosok tersembunyi dalam diri ku ini.. it's like my another personality. Setiap kali melihat nya.


Apa aku coba menjadi penulis saja ya?


"Senja.. ayo pulang! "


"Eh.. iyah bu." Aku barusan melamun.

__ADS_1


Saat melewati Lembayung nanti.. aku tak tau harus bagaimana, apa aku pura-pura saja ga kenal? Shiiiit! ini seperti bukan diriku! tapi bagaimana jika ia malu pada teman-teman nya kalau aku menyapanya?


Baiklah..


Aku pura-pura saja.


Deg.. Deg.. Deg..


Aku melihat manik mata nya melihat ke arahku. Bagaimana ini? Akupun melewatinya begitu saja tanpa kata dan tanpa melirik ke arahnya. Melewati tatapan-tatapan mereka, aku bisa melihat melalui sudut mataku Lembayung seperti mau menyapa tapi ia urungkan saat melihat aku cuek dan datar tanpa ekspresi apa-apa.


Maafin aku Lembayung.. ini demi kamu agar tidak di ledek oleh teman-teman mu. Aku tau mereka tak menyukaiku.


***


Lembayung


Iiish. .ini mata kenapa sih pengen nya liat dia mulu! Isssh Ayung..


Kulihat ia dan wanita itu sudah selesai makan dan bersiap untuk keluar, jalan untuk keluar pasti akan melewati tempat kami duduk.


Aku kalau menyapa nya, tidak apa-apa kan? toh kita hanya teman.. dan biar temen-temen ga negatif mulu kalau ngomongin tentang dia. Senja itu ga seburuk yang mereka pikirkan ko.


Tapi apa kata Gadis, Nindy sama Risa nanti? tadi aku bilang kan ga penting. Emang ga penting kan? siapa dia? Arrrgh.. kenapa aku jadi bingung sendiri sih!


Ia mulai mendekat saat temen-temen pada berbisik, dan baru kuputuskan detik ini kalau aku akan menyapanya, tapi...


Ehh.. dia melengos begitu saja melewati kami. Datar.. dingin dan tanpa ekspresi.


Aku tertegun sebentar.. what?? dia bahkan ga melirikku sama sekali.


Deg.


Entah kenapa hatiku mencelos...


Hiiish.. apa untungnya emang kalau aku nyapa dia? akh.. bodo akh!!!


"Tuh kaaaan.. apa aku bilang!dia itu emang nyebelin tauu!Es batu! " Gadis naik pitam. "Kampreeet banget emang dia!" Umpat nya.


"Ehh.. ko kamu ngumpat sih Dis? ga boleh ih ..cewek kamu tuh! "Aku mengingatkan Gadis, hatiku sebenarnya juga ingin.. tapi otakku masih bekerja.


Jaman sekarang kan kebanyakan lisan sama jari lebih cepet bekerja di banding otak. Asal jeplak kalau ngomong.. apalagi netizen saat komen di sosial media. Tanpa di pikirkan dampak kedepan nya bagaimana.. apakah itu termasuk bullying.. pencemaran nama baik.. hasad dan iri..dan masih banyak lagi yang kadang bikin istighfar dan geleng kepala baca nya.


Kenapa dia pura-pura ga kenal aku? dia malu mungkin ya di depan temen-temenku? arrrgh.


Lembayung Senja.. Lembayung Senja...

__ADS_1


Huuuush!! pergi dari pikiranku!


***


__ADS_2