Lembayung Senja

Lembayung Senja
Semesta Mengamati


__ADS_3

Senja


Si Gadis berkerudung navy itu berlari sendirian. Entah keberanian darimana, aku pun berlari mengejarnya.


"Hai.. " Aku menyapa nya. Dia menoleh tanpa ekspresi, dan tanpa menjawab sapaan ku.


"Lembayung.. " Panggil ku.


Kali ini ia bereaksi dengan mengernyitkan alisnya.


"Nama kamu benar Lembayung kan? " Tanyaku lagi. Setelah 2 tahun diam-diam menjadi penggemar dan pengagum rahasia nya. Ini kali pertama aku berani menyapa nya.


Ia hanya tersenyum tipis dan melirik ke arahku lagi sekilas. Kulihat ia memasukkan tangan ke balik kerudung navy nya. Dan.. Ohh.. tenyata dia sedang memakai earphone. Pantas saja.


"Ko kamu sendirian? adik kamu dimana? " Tanyaku basa-basi, padahal aku tahu kalau adiknya sedang bersama teman-teman nya. Ia menunjuk ke arah adik nya yang tengah bersenda gurau.


"Kamu ga marah aku temenin lari? "


Ini pertama kali nya aku melakukan ini, ber basa basi pada seorang gadis. Modus.


"Terserah.. " Jawabnya singkat. Kami pun berlari kecil beriringan.


Percayalah Lembayung,


Saat mentari dengan ramah membias cahaya ke seluruh dunia.


Engkau memiliki kilauan yang tak kalah lena.


"Kamu ga takut pacar kamu ngeliat kita? "


Lembayung menghentikan langkah.


"Kalau gitu aku duluan yang lari, sana kamu jauh-jauh! " Ucap nya dengan ketus.


Ia pun berlari sedikit kencang, dan kini sudah berada jauh di depanku. Aku terwawa kecil melihat tingkahnya.


Untuk beberapa saat aku biarkan dia berlari jauh di depanku. Tak apa.. asalkan aku masih bisa melihatnya.


Setelah 2 putaran.. kulihat Ia berhenti untuk mengatur nafas. Dan dari arah lain, ada seorang bapak yang mengejar anak kecil, menubruk badan Lembayung tanpa sengaja.


Bruuggh!


Tubuh mungil nya pun limbung dan terjerembab ke tanah.


"Awww.. " Ringisnya.


"Eh.. maaf neng, punteun! neng gapapa?" Bapak itu meminta maaf padanya, tapi masih melirik kanan kiri mencari anaknya."Sekali lagi maaf ya neng.. bapak sedang ngejar anak bapak.. duuh itu anak kemana yaa? ngilang! "


Dengan raut wajah iba Lembayung tersenyum "Iyah, gapapa pak"


"Lembayung.. kamu gapapa? " Aku berlari ke arah nya dan berniat membantu nya untuk bangkit dengan mengulurkan tangan ku.


"Gapapa Senja.. aku bisa sendiri!" Sambil menepuk-nepuk baju nya yang kotor terkena tanah.


Deg.. Deg.. Deg..


Did I hear wrong?


Dia menyebut namaku kan?


Dia tau namaku?


What the..? I didn't think she knew my name.


Waktu terasa berhenti berdetak.


Surya terasa bersembunyi di balik awan.

__ADS_1


Bumi terasa seakan berhenti berotasi.


Dan semesta terasa mengamati.


***


Lembayung


Senja si berandalan berlari ke arahku dan mengulurkan tangan nya. "Gapapa Senja.. aku bisa sendiri" Kataku sambil menepuk-nepuk baju ku yang kotor terkena tanah.


Eh.. ko dia diam aja?


"Senjaa. . Senjaa..!" Aku melambaikan tangan beberapa kali di depan wajahnya. Dia terperanjat kaget saat aku memanggil nama nya.


"Eh.. iyah? " Jawab nya kikuk.


"Ko ngelamun? " Cibirku.


"Nothings.. " Wajah nya pun datar kembali tanpa ekspresi. "Kita duduk dulu disana! " Lanjutnya.


"Ok." Aku mengikuti langkahnya untuk duduk di bangku.


Aku tuh heran sama dia.. kalau di lihat-lihat si berandalan ini ko ga pernah nunjukkin ekspresi apapun.


Di saat berkumpul dengan teman-teman nya pun.. kulihat dia ga pernah godain cewek kaya mereka. Wajahnya datar dan lebih dominan dingin.. kaya gunung es. Cuek banget ga pernah ngomong. Baru kali ini bisa ngobrol sama dia.


Dan apa tadi? Dia tau namaku?


"Kamu tau namaku? " Tanyanya tiba-tiba.


"Haah? " Aku pun hanya bengong mendengar pertanyaan dia.


"Kamu ko tau namaku Senja? "Tanya nya lagi. Lagi-lagi tanpa ekspresi.


"Eh.. itu.. aku tau dari temen-temenku. " Aku menyunggingkan senyum, lalu menyeringai memperlihatkan barisan gigi putih bergingsulku. Kata orang-orang sih.. itu tuh jadi nilai plus kecantikan ku. Di tambah dimple di pipi kanan dan kiri, bikin teman-teman gemas suka cubit-cubit ga jelas.


"Kamu juga ko tau namaku Lembayung? " Aku malah balik bertanya.


What? Aku ga tau harus geer atau gimana, dia menjawab pertanyaan ku secara ambigu. itu jawaban atau pertanyaan?


"Ekhmm..Satu sekolahan tuh udah tau lagi.. siapa kamu! hihhi.. salah satu siswa yang ga pernah absen keluar masuk ruang BK. " Aku terkekeh.Dan mencoba menetralkan pikiran.


Akhirnya kulihat dia berekspresi, tapi malah tersenyum sinis.


Ishh.. Apa itu?


"Siswa berandalan? " Masih dengan wajah sinis, dia malah balik bertanya padaku.


Aku terdiam sejenak. "Haah..itu..Aku ga nyangka lho.. ternyata kamu bisa ngobrol juga. interaksi kaya gini. "


Dia mengernyitkan alisnya.


"Yaa.. yang aku tau dan denger dari orang lain kamu tuh anak nya dingin, ga suka ngobrol banyak. kaya es batu.. eh atau gunung es ya? "


Dia pun akhirnya tersenyum tipis.


Nah gitu donk.. !


"Oh iyaah.. ko kamu tau kalau aku punya pacar? " Aku malah jadi banyak bertanya padanya. Jiwa psikolog ku mulai keluar karena merasa mulai nyaman dengan obrolan santai dengan nya.


Tapi dia ko ga jawab dan diam aja? Huush.. dasar! Ok Lembayung.. tanya pertanyaan lain aja!


"Boleh tanya sesuatu? " Kataku.


"Apa? "


"Mhhm.. itu.. kemarin kenapa kamu ngehajar Kevin sampe babak belur gitu? mmh.. maaf ya Senja aku bukan pengen ikut campur lho.. tapi aku penasaran pengen tau aja. karena pasti ada alasan kan kenapa kamu mukul dia? ".

__ADS_1


"itu urusan cowok. "


"Mhhm.. Ok.. " Aku pun mencoba untuk tidak bertanya lagi, dari jawaban nya sudah barang tentu ia merasa keberatan menjawab yang sebenarnya.


"Kamu udah selesai lari nya? atau masih mau lanjut? " Tanya Senja.


"Aku udah capek siih.. mau duduk dulu sambil nunggu adek ku. "


"Ok.. kalau gitu aku duluan ya? " Dia mengeluarkan ponsel dari saku celana dan melirik nya sebentar, sepertinya ada panggilan masuk. "Atau mau aku temenin sampai adek kamu datang? "


"Gapapa ko.. santai, aku sendiri aja gapapa." Potongku. "Itu adekku juga kayanya udah mau pulang bentar lagi. "


"Sipp.. " Dia pun berlari sambil memandangi ponsel nya. terburu-buru.


"Bye... Lembayung!! " Dari jarak sekitar 3 mtr dia membalikkan badan nya dan berpamitan padaku sambil melambaikan tangan.


Eh..?


"Bye.. " Balasku. Dengan wajah melongo,aku memandang Senja yang barusan tersenyum lebar kepadaku.


Ga salah lihat kan aku?


"Teteeeh.. hayu pulaang! " Tiba-tiba Bintang sudah ada di samping ku. "Ngelamuun! " Ia menepuk bahuku.


"Yang barusan siapa teteeh? ganteng bangeet.. itu mah bukan ka Radith kan? dan pacar teteh mah sipit! "


"Siapa namanya ihh? kenalin sama aku teh! "


"Cereweeeeet! " Aku mendengus lalu mencubit hidung Bintang.


Kami pun keluar dari area Saraga, dan hendak memesan taxi online.


"Teh.. aku laper nih, tadi kan belum sarapan! "


"Nanti kita sarapan di rumah aja ya.. nih teteh mau pesen taxi! "


"Ga mauuu.. mau jajan! "


"Ini teteh udah pesen taxi dek "


"Atuhlah.. pengen lumpiah basah sama cimol, atau tahu sumeudang yang ada di gasibu teh! "


" Kamu tuh.. makan nya micin semua tiap hari! "


"Atuh da enak.. biarin akh mumpung ga ada Mama, ga ada yang ngomel kalau jajan. " Bintang menyeringai.


"Teh.. tadi teman sekolah teteh? "


"Hmmm.. "


"Pasti dia bule.. blasteran Eropa sih aku liat mah.kalau ga Spanyol, Italia atau Timur Tengah? Turki bukan ya? hmm.. gimana ya? eh tapi wajah wajah Hollywood gitu teh.. ganteng! "


"Ihh.. kamu udah tau yang ganteng, kecil kecil! "


"Udah atuh.. kan udah Baligh "


"Bentar lagi mobilnya dateng.. jadi mau ke gasibu ga? udah akh jangan bahas dia mulu! Dia itu Badboy tauuuu! "


"Masaaa teh? pantesan yaa.. aura nya beda gitu.... "


"Noraaak adek ih kamu! "


"Biariin weeeek.. emang cuma teteh yang cm bisa lebay suka sama oppa oppa, kalau liat yang bening weh langsung heboh.. teteh yang norak mah! "


"Huuh.. ga norak tauu.. kalau suka mah! "


Dan perdebatan pun meluas kemana-mana. Sampai akhirnya taxi online pun datang, kami berdua masuk ke dalam mobil yang akan membawa kami untuk wisata kuliner di Gasibu.

__ADS_1


Sstt.!! mumpung Mama ga tau.


***


__ADS_2