
Senja
"Lo bakalan abis sekarang, kalau ga bilang dimana Lembayung.."
"Jalan xxx.. tapi lo pasti udah terlambat! hahhaha.."
Braaaaak..
Aku melempar badannya ke samping lemari hingga ia terhuyung dan terkulai lemas..
Suara sirine terdengar nyaring di telinga, Rian dan Dion datang membawa serta beberapa orang pihak berwajib.
Aku langsung melajukan motor dengan kecepatan tinggi tanpa lagi perduli apapun.
***
"Arrrrggghhh... "
Terdengar suara Lembayung berteriak, di balik pintu sebuah ruangan.
"Jangaaaaann... toloooooong! "
Teriak nya lagi. Aku berlari ke arah suara dan mendobrak pintu.
Braaaaaaaakk.
"Baji*****"
Buuugghh..
"Sayaaang.. kamu gapapa? " Aku mengambil kerudung yang tergeletak di lantai lalu menutup surai istriku ,ia tengah menangis ketakutan.
"Senjaaaaaaa... " Lembayung memeluk erat tubuhku dengan degub jantung yang terdengar berdetak kencang.
"Aku disini.. "
"Awaaaas Senjaaa... "
Buuuggh..
Aku mendapat hantaman di kepala ,dan tubuhku ambruk di atas tubuh Lembayung.
"Bangun lo baji****!" Seru orang yang memukulku.
"Senjaa.. kamu gapapa? "
Aku tersenyum kecil dan mengelus pucuk kepala istriku. Lalu bangun dan bangkit berdiri.
"Bini lo cantik juga.. hampir gue mau nyicipin, tubuhnya haruum.."
"Kepar** lo bang! "
Bugggh..
Aku menghajar orang yang dulu menjadi panutanku di dunia kelam itu. Bang Roy..
"Gara-gara lo gue masuk penjara! bisnis yang gue bangun kolaps..dalam waktu 3 bulan, semua hidup gue hancur gara-gara lo! lo udah berkhianat! " Tunjuknya kedepan wajahku lalu menyeka darah yang mengalir di bibirnya.
"Gue ga pernah jeblosin lo ke penjara bang.. itu semua kesalahan lo.. dan gue udah ga ada urusan lagi dengan dunia bawah! "
"Lo pikir bisa dengan mudah keluar dari dunia bawah hah? " Bang Roy mengeluarkan pisau kecil dari dalam saku celana dan mulai menyerangku.
"Jangan lukain Senja bang.. aku ga mau dia terluka! " Tiba-tiba Seorang perempuan yang ku kenal datang bersama 2 orang pria bertubuh besar.
"Dita? " Panggilku, dan dia mendekat ke arahku.
Aku menoleh ke arah Lembayung yang masih duduk meringkuk dengan kaki yang di tekuk.
"Bawa diaa.. " Perintah Dita, sambil menunjuk ke arah Lembayung. Dia lalu merangkul tanganku.
"Jangan macam-macam Dit.. " Aku menhempaskan tangannya dengan kasar, dan langsung menghampiri Lembayung kemudian memeluknya.
"Nggaaa... gue benci dia! gue benci karna dia udah ngerebut lo dari gue Senjaaa.. "
__ADS_1
"Arrrrrgghh.. banyak bacoooot lo! "
Buggh.. Buggh.. Buggh..
Bang Roy dan kedua pria bertubuh besar mengeroyok dan menghajarku dengan membabi buta. Tubuhku terhempas ke samping Istriku dan ia langsung mendekapku.
"Udaaah hentikaan! " Teriak Lembayung saat mereka bertiga mulai maju dan akan menghajarku lagi.
"Gapapa.. aku bisa! " Kataku, menjadi tameng dan menutupi tubuh nya dengan merentangkan tangan untuk melindunginya.
"Mampuuuus lo! "
"Senjaaaaa...awaaas! "
Blaaash..
Lembayung terjatuh ke lantai..
Beriringan dengan Rian dan Dion,juga pihak berwajib masuk ke dalam rumah dan meringkus bang Roy juga kedua pria itu.
"Sayaaaaang.. Lembayuuuung! "
"Banguuuun...! "
***
Bintang
"Duuuh teteh kemana sih? " Tanyaku pada diri sendiri,aku sedang cemas karena dari pagi hingga malam teh Ayung belum pulang dan tak ada kabar.
A Senja Calling ...
"Assalamu'alaykum.. " Aku membuka salam.
" Wa'alaykumusalam Bintang.. maaf baru ngasih kabar, Teteh kamu sekarang di rawat di Rs xxx.. tolong bilang enin yaa!"
"Apaaa a? teh Ayung kenapa? kenapa bisa masuk Rumah sakit? "
"Nanti cerita disini.. hati-hati di jalan nya! di anter sama pak asep aja !"
"Assalamu'alaykum.. "
"Wa'alaykumusalam "
Aku menutup panggilan ,langsung meng dial nomor papah.. memberitahukan bahwa teh Ayung masuk rumah sakit.
***
Lembayung
"Euggh.. " Aku mengerjapkan mata, melihat ke atas hanya langit-langit putih dan bau ruangan yang sepertinya pernah ku kenal.
Bau Rumah sakit.
"Lembayung.. kamu udah sadar? " Senja duduk di sampingku sambil menggenggam erat tanganku.
Aku mengangguk dan tersenyum ke arahnya.
"Bodohhh! " Katanya lalu mengusap pipiku dengan lembut dan mengecup pucuk kepalaku berkali-kali.
Aku menyeringai." Ini aku ga bermimpi kan? " Tanyaku.
"Never do that again!! Aku ga tau harus bagaimana? kalau terjadi sesuatu sama kamu? "
"Kaya di drama.. nyata nya juga ada yang kaya gini! Hehhe.. "
"Jangan banyak bicara dulu.. kamu harus banyak istirahat! kamu lapar? aku suapin bubur ya? "
Aku mengangguk.
"Aku mau duduk.. " Senja menyetting bangkar tempat tidur agar aku bisa duduk dan bersandar.
"Aku sama Dita sahabatan waktu SMP... dia itu introvert dan ga punya teman, jadi cuma dengan aku aja dia dekat.. Dan kemana-mana tuh kita selalu berdua! tapi waktu kelas 3,dia kecelakaan dan setelah itu ga ada kabar lagi dari dia.. " Aku menunduk sedih. Mengingat peristiwa yang baru saja aku alami.
__ADS_1
"Sudah..nanti aja ceritanya ya.. sekarang kamu makan dulu .. aaaa! " Senja mulai menyuapiku sesuap demi sesuap dengan sabar.
"Aku ga suka pake kacang.. " Dia menyingkirkan kacang kedelai ke pinggir mangkuk.
"Aku juga ga suka pake seledri.. " Aku menyunggingkan senyum, lalu ia pun menyingkirkan seledri.
"Aku pengen pulang Senja.. aku gapapa ko.. ini cuma luka kecil! cuma kegores sedikit bahkan ga di jahit.. aku ga suka rumah sakit! bosaaan! "
"Mhhmm..bosan? kenapa? " Tanyanya.
"Kata mamah, dari bayi aku tuh keluar masuk rumah sakit..makanya dulu waktu beberapa hari baru di lahirkan..kami sekeluarga pindah ke Mataram agar aku bisa di rawat dengan peralatan yang lebih lengkap..Setelah itu kita berpisah dan baru ketemu lagi setelah 7 tahun kemudian.. " Aku menangkup wajah suamiku.
"Makasih udah datang di waktu yang tepat.. "
Senja pun tersenyum."Abisin makan nya ya.. " Katanya, dan Ia kembali menyuapiku.
"Udaaah kenyaaang.. "
"Ini masih ada sedikit lagi.. "
"Ga mauu.. tolong turunin, aku mau baring aja..oh iyah.. ini jam berapa? "
"Jam 10..tadi enin sama Bintang kesini sebentar, trus pulang lagi karna kamu tidurnya nyenyak..Katanya mamah sama papah besok pagi pulang ke Indo.. "
"Mhhmm.. aku udah ngantuk lagi. "
"Kalau begitu.. Aku keluar sebentar, boleh? "
"Mau kemana? jangan tinggalin aku.. " Aku menarik pergelangan tangan Senja.Takut kejadian yang serupa akan terjadi lagi.
"Rian dan Dion nunggu di bawah.. ada yang perlu di bicarain.. "
"Jangan pergi! "
"Ya udah..Sebentar ku telpon dulu Dion ya.. "
Setelah menghubungi Dion, Senja langsung duduk di sampingku.
"Apa aku boleh temenin kamu tidur? "
Aku mengangguk.Lalu dia naik dan berbaring disampingku, kami berdua tidur terlentang di bangkar rumah sakit yang sempit ini dan netra kami tengah menatap langit-langit di atas sana.
Beberapa menit.. hanya keheningan,karena kami sibuk dengan asa dan pikiran masing -masing. Lalu.. entah mulai dari kapan tangan kami pun saling bertaut dan ia mengelus jemari ku lembut.
"Senjaaa... "
"Mhhm.. "
"Aku ga tau kapan perasaan ini mulai tumbuh ..tapi aku bener-bener ngerasa nyaman saat berada di samping kamu...Tetaplah bersamaku Senja.. "
"Bagaimanapun masa lalu kamu..aku menerima. "
"For me, you bring out the difference sides of you,therefore..you should always be the one who bring me comfortably.."
(buatku,kamu memperlihatkan sisi lain dari dirimu.. oleh karena itu..kamu harus selalu menjadi orang yang memberikanku kenyamanan)
Senja menoleh ke arahku. "And you should always be the one who bring me the light.. " Balasnya.
(Dan kamu harus selalu menjadi orang yang memberikanku cahaya)
Kini kami pun saling berhadapan dan saling menatap lekat,aku menatap dalam-dalam iris keabuan yang selalu memancarkan sinar itu jika saat menatapku. Lalu.. dia mendekat dan memelukku. Kali ini pelukan yang tak erat karena mungkin ia khawatir akan menyakiti tanganku yang sedang terluka.
Tapi tiba-tiba..
Cup.
Ia mengecup pucuk kepalaku dalam-dalam dan penuh kasih sayang, dan kurasakan asa itu sampai menyentuh ke hatiku..
"Lembayung.. You are the finest, loveliest, tenderest, and the most beautiful person I have ever known.. And just one thing you used to know and remember.. That I love you.. and always do! "
(Kamu yang terbaik, tercinta, terlembut dan paling tercantik yang pernah aku tau, dan satu hal yang harus kamu tau dan ingat.. aku cinta kamu.. selalu)
"Me too.. "
__ADS_1
***