
Lembayung
"Ayung.. papah, mamah, Bintang,tante In dan enin akan pulang ke Bandung besok pagi pakai penerbangan pertama. Kamu juga ikut pulang bersama kami..karna papah ada urusan penting di Jepang, jadi harus segera kesana. "
"Tapi.. Senja, hanya kamu saja yang tidak ikut ke Bandung! Akung meminta kamu untuk tetap di pesantren sampai liburan selesai..! "
"Lho ? tapiiii.. pah? " Aku hendak protes.. tapi Senja menatapku dan tersenyum.
"Baik pah.. " Potongnya.
"Tapi senjaa.. "
"Gapapa.. masih banyak yang harus aku pelajari disini.. " Tenang nya.
"Ayung boleh minta sesuatu pah? "
"Apa? "
"Ayung pengen ke Bromo dulu, bolehkah pah.. ?"
"Nanti bisa kapan-kapan lagi pergi dengan semuanya.. " Ucap papah datar.
"Ayung janji, nanti langsung pulang ke Bandung setelah dari Bromo, ya pah ya! "
"Tidak bisa Ayung.. kalau tetap ingin kesana, di antar supir akung dan Bintang harus ikut! "
"Adeek ga mau pah.. adek mah mau pulang ke Bandung! " Tolak Bintang.
Mamah mendekati papah, "Sudah.. tidak apa-apa pah.. dekat dari sini kan.. mereka sudah makhrom, biarkan saja! "
Aku bersorak dalam hati, tadinya aku pikir semua akan pulang ke Bandung termasuk Senja..tapi ternyata dia di tahan oleh Akung disini, jadi dengan spontan aku berinisiatif mencari jalan agar aku bisa jalan-jalan dengan Senja sebelum kami berpisah sementara.
Dan tempat wisata yang dekat dari sini adalah gunung Bromo, meskipun aku sudah beberapa kali kesana.. tapi kali ini aku ingin berpetualang lagi dengan suamiku.
Setelah drama panjang dan perdebatan antara mamah, papah, akung, dan uti.. akhirnya mereka mengizinkan ku pergi berdua dengan Senja.
***
Senja
Kami menempuh waktu selama kurang lebih 1,5 jam perjalanan untuk menuju Desa Tosari di Lereng Gunung Bromo. Kali ini aku mengendarai mobil milik akung Lembayung, karena tidak di perbolehkan memakai transfortasi umum.
Sesampainya di Tosari jika kami akan meneruskan perjalanan ke Gunung Bromo harus ganti mobil wisata setempat, yakni sebuah jeep khusus angkutan wisata.
Kewajiban untuk menggunakan Jeep atau Hardtop wisata ini, karena semata demi kenyamanan dan keamanan untuk wisatawan yang berkunjung.
Mobil pribadi dapat di tinggal atau parkir di halaman Pendapa Agung Wonokitri yang merupakan tempat dan lokasi parkir paling akhir atau juga bisa ditinggalkan di tempat penginapan atau hotel setempat.
"Kita makan malam dulu di hotel ya.. " Kataku, saat kami baru tiba di Wonokitri dan memutuskan untuk menyewa kamar di hotel terdekat.
"Iyah.. " Jawabnya singkat. "Kamu udah pernah kesini ? " Tanyanya.
"Mhhmm.. seperti biasa.. backpacker.. "
"Seruuu banget.. aku pengen suatu hari bisa backpacker an gitu!" Katanya antusias.
__ADS_1
"We'll see.. kita nanti planning dulu destinasi mana yang pengen kamu kunjungi! "
"Beneraan? " Ia membelalakan mata.
"Of course.. let's get an adventure only with me !"
"Arrgh.. can't wait! " Seru nya riang.
Setelah check-in.. kami berdua bergegas menuju kamar hotel yang sudah di pesan, dan kali ini tentu saja kami memesan hanya 1 kamar.
"Ko aku jadi pengen nya tidur aja jadinya kalau udah nempel kasur gini! " Lembayung membaringkan diri nya di kasur sambil memainkan ponsel nya.
"Kita udah terlanjur kesini, masa cuma buat tidur? " Kataku. Padahal sejujurnya, itulah yang aku inginkan.
And you actually know what I mean..
Tapi, aku sudah berjanji untuk tidak menyentuh istriku sampai lulus sekolah. What a hard things ever ! NO Senja.. aku akan berusaha sekuat tenaga menahan diri demi menunaikan amanat papah Lembayung.
"Aku akan tunjukkin sesuatu nanti disana.. "
"Apa? " Ia tertarik dan lalu beranjak dari tidurnya lalu duduk.
"Rahasia.. "
"Ihh.. ko rahasia? apaan? aku pengen tau! "
"Kamu bakalan tau setelah kita sampe disana.. "
Dia mendengus. Lalu mengerucutkan bibirnya.
Please.. Don't do that honey!
***
"Lembayung.. " Aku membangunkan dengan menepuk bahu nya pelan.
"Ugghh..? " Lenguhnya, dengan mata yang masih terpejam.
"Ini sudah dini hari.. ayo.. katanya mau lihat golden sunrise.. "
"Arrrggh.. Astaghfirullah.. Senjaaa! ngapain kamu ada di kamar aku? " Ia terperanjat saat melihatku ada di hadapan nya. Tapi sesaat kemudian..
"Ehhh.. maaf.. aku lupa! " Ia pun menepuk dahi nya pelan. "Kita kan udah nikah! " Lanjutnya sambil tersenyum malu.
"Ayo.. siap-siap, ini udah jam 2..kita kesana lebih awal! " Kataku sambil mengulum senyum melihat tingkahnya.
"Kan bisa nanti jam 4! aku masih ngantuk.. " Keluhnya.
"Nanti pasti keburu penuh sama wisatawan lain. "
"Mhhmm. Ok.. " Dia beranjak dari tempat tidur lalu seperti mencari sesuatu.
"Kamu cari apa? "
"Jaket sama sarung tangan.. Astaghfirullah.. aku lupa ga bawa sarung tangan! Duuuh gimana.. mana dingin banget nanti tuh! "
__ADS_1
"Aku bawa.. pake yang aku aja! "
"Nanti kamu gimana? "
"Aku bisa masukkin tanganku ke dalam saku jaket! "
Dia lalu bersiap memakai 2 lapis jaket dan melingkarkan syal di leher nya.
"Ayoo.. "
Kami menyewa sebuah Jeep dari Cemoro lawang, karena medannya penuh tanjakan dengan jarak tempuh sekitar 3 hingga 4 km untuk sampai di Bromo.
Kini kami telah sampai di bukit Kedaluh.
Aku memutuskan untuk mencoba menikmati suasana Golden Sunrise di Bukit Kedaluh.Yang merupakan salah satu spot melihat sunrise terbaik di kawasan Bromo. Bukit Kedaluh memiliki nama lain yang lebih terkenal yaitu Bukit Kingkong.
Dinamakan Bukit Kingkong karena diambil dari salah satu sisi tebing di sekitaran area bukit yang menonjol dan menyerupai kepala Kingkong.Pengunjung nya pun tidak seramai dan padat seperti di area Pananjakan 1 dan Pananjakan 2.
"Sebentar lagi akan adzan subuh, kita shalat sebentar di mushola terdekat ya. " Kataku, saat mendapati Lembayung tengah menggigil kedinginan.
"Aku lagi dalam masa periode ko Senja.. aku tunggu disini aja yaa."
"Kamu kedinginan? "
"Mhhmm.. padahal ini udah double gini pakai jaket nya! ya udah sana kamu shalat dulu gih! "
Akupun menuruni jalan menuju Musholla terdekat dan segera melaksanakan shalat subuh. Setelah itu kembali ke tempat dimana Istriku sedang berdiri menghadap ke arah dimana kami dapat melihat hamparan pasir di sekitar Bromo yang penuh ditutupi oleh kabut yang seolah melayang rendah.
Aku berdiri di sampingnya, dan ia tersenyum menoleh ke arahku.
"Indah ya.. " Katanya, dengan mata berbinar.
"Indah nya sunrise,fajar menyinsing... ga kalah indah dengan Lembayung Senja saat sunset pada waktu kita di Bali.. " Aku menatap iris nya lekat. "Boleh aku pegang tangan kamu? " Tanyaku, dan di jawab dengan anggukan malu-malu terpancar dari kedua manik mata nya.
Aku pun menarik pergelangan tangan Lembayung lalu melepas sarung tangan nya. Sedang tangan kiri ku menggenggam erat ruas jari tangan kanan nya.. yang terasa hangat sangat lembut.
"I have something special for you.. " Aku mengeluarkan sebuah kotak kecil dari dalam saku jaket, yang telah aku persiapkan sebelumnya.
"Haah? "
"Maaf.. karena ini hanya sesuatu yang sederhana, ini adalah pemberian dari ibu untuk kamu.. " Lalu aku membuka kotak itu dan mengeluarkan sebuah cincin dan memakaikan cincin itu di jari manisnya.
Beriringan dengan munculnya Matahari di ufuk Timur, kabut putih berangsur menipis dan selanjutnya perlahan menghilang.
Matahari telah terbit dengan sempurna. Sesempurna perasaanku pada nya. Sang Fajar pun menyingsing cinta.. dan cinta pun cinta karena cahaya nya.
"Every sunrise hold more promise, and every sunset hold more peace.”
"A dawn always promises a new beginning,
Whereas… A sunset always promises a beautiful ending.”
Aku terdiam sejenak, manik kami bertemu dan saling mengikat.
__ADS_1
"Lembayung.. Would you be mine and be my wife forever? "
***