Lembayung Senja

Lembayung Senja
Holi Day 2 : Let's get adventure..


__ADS_3

Lembayung


"Bisa ga ya kalau liburan kita di Bali di perpanjang aja jadi 1 minggu Nin..?" Aku berbaring sambil memainkan ponsel di atas kasur.


Setelah mandi dan bersiap Nindy langsung berkunjung ke kamarku dan Gadis.Sedangkan Risa masih siap-siap di kamar nya.


"Hooh.. iyah benar Yung,masih banyak destinasi yang ga ada di agenda sekolah. " Nindy membenarkan.


"Ya iyahlah.. namanya juga study tour.. ya pasti destinasi wisata nya yang menyangkut Sejarah dan edukasi.. " Timpal Gadis yang sedang memakai pelembab wajah.


"Kita ga ke Nusa Dua ya? "


"Ngga kayanya, coba kita liat lagi jadwal! "


Jadwal Day 2


*Menyaksikan Tari Barong


*Mengunjungi Celuk


*Lunch


*Panelokan Kintamani


*Tirta Empul.


"Seandainya bisa di perpanjang yaaa.. " Keluh ku.


"Ayo kita ke bawah sarapan dulu yuk.. Risa mana? " Tanya Gadis.


"Tadi pas aku tinggal masih mandi, mungkin bentar lagi kesini. "


"Ya udah kita samper Risa.. " Kataku sambil menyambar tas dan kamera.


Kami bertiga melewati koridor hotel dan berjalan dengan santai.Saat mengobrol, Ada sekelibat bayangan sosok yang aku kenal masuk ke Room no. 50,tapi pintu nya menutup setelah kami hampir saja melewatinya.


"Eh.. itu pacar kamu! " Kata Nindy.


"Masa?bukan mungkin cuma mirip aja.. kamar nya bukan no. 50 ko.. " jawabku santai.Positif thinking.


Akhirnya kami masuk ke kamar Risa di Room no. 60. Saat sudah sampai di depan pintu, ternyata yang di tunggu udah siap.


"Ya udah yuuk kita langsung ke bawah! "


Seperti biasa, kami bersenda gurau di sepanjang perjalanan.Tapi.. Langkahku terhenti saat melewati lagi kamar no. 50.


Sayup terdengar suara itu.Suara yang aku kenal.


Apakah benar tadi Radith masuk ke kamar ini?


"Ka Radith.. jangan pergi! " Terdengar suara perempuan yang sedang memohon di dalam sana.


"Sorry Carla..Gue ga bisa.. "


"Aku siap nyerahin semua nya.. bahkan sekarang aja aku siap ka."


Aku dan teman-teman mengernyitkan alis. Beberapa menit menunggu, Tapi tak terdengar lagi suara di dalam sana. Hening.


Aku yakin bahwa itu adalah suara yang sangat aku kenal, Radith.


Karena rasa penasaran yang tinggi,secara impulsif pintu yang tidak terkunci itu aku buka lebar.


DUARRR!!


Serasa di hantam batu besar dan bagai terkena sengatan petir di pagi hari.


Demi mendapati Radith setengah naked ,di atas seorang perempuan?


Mereka menyatukan wajah ,dan tangan nya memegang apa yang seharusnya dia tidak pegang.

__ADS_1


Aku bukan lagi membelalakan mata.Tapi tercengang tak percaya.


Tak bisa berkata-kata, Hanya diam terpaku melihat dengan mata kepalaku sendiri, yang ku sebut pacar itu sedang berduaan, dan bermesraan dengan cewek lain. Mereka setengah naked dalam posisi yang ..You know.


Double Kill!!


Mereka berdua menghentikan aktifitas mereka dan berpaling padaku. Radith yang terlihat sangat terkejut, langsung turun dari tempat tidur dan memakai T-shirt nya kembali.


"Sayaaang.. ini ga seperti yang kamu pikirin! " Cewek itu tersenyum licik ke arahku.


Tanpa sepatah katapun aku pergi meninggalkan mereka, sambil sesekali menyeka airmata yang begitu saja mengalir tanpa di minta.


"Sayaaang.. Lembayuuung! " Terdengar suara Radith berteriak memanggil ku berkali-kali.


"Ka Radith.. kita ga nyangka kalau kakak kayak gini asli nya! Plis.. jangan kejar Ayung! kita bertiga bener-bener kecewa sama Ka Radith! " Bentak Gadis pada Radith.


Aku berlari menyusuri setiap kamar di hotel ini tanpa perduli ada beberapa pasang mata yang memperhatikan.


"Lembayung.. " Ada seseorang memanggil, tapi aku tak tertarik dan tak ingin tau siapa dia. Aku lalu Masuk ke dalam lift dan berjalan menuju lobby.


Dengan masih terisak, aku keluar dari Hotel dan berlarian tak tentu arah.


Radith.. It was Hurt!


***


Senja


Aku sedang memasang aksesoris pada kamera saat melintas bayangan Lembayung di depan kamarku yang terbuka.


Tampaknya ia sedang terburu-buru karena berlari tanpa memperdulikan sekitar nya.


Aku pun mengikuti langkah nya yang sedikit terseok seperti menahan sesuatu. Sesekali menyeka wajah dengan tangan nya.


Is She crying?


"Lembayung.. "


Saat keluar dari lift, kulihat ia berjalan keluar Hotel. Dari jarak sekitar 10 meter aku berjalan di belakang nya.


Tak tahan lagi melihat ia berjalan terseok tak tentu arah, aku pun berlari mengejarnya.


"Lembayung.. tunggu! "


Ia menoleh ke arahku, mata nya merah dan sembab. Menatapku lekat dan kemudian menunduk.


"What's wrong? kamu kenapa? " Tanyaku, sambil memberi isyarat agar ia mengikutiku untuk duduk di salah satu kursi yang ada di sekitaran trotoar.


Ia menggelengkan kepala nya.


"Trus kamu mau kemana? ini sebentar lagi kita pasti di suruh kumpul! kamu udah sarapan? "


"Belum.. " Jawab nya singkat.


"Kita sarapan dulu ya.. kamu mau makan apa? "


"Aku ga mau makan apa-apa Senja.. aku mau pergi.. aku ga mau ikut study tour sekolah.. aku ga mau ketemu dia! " Dia kembali menangis.


"Tapi nanti semua pasti mencari kamu! "


"I don't care! "


"Ok.. kita kabur dari acara sekolah, dan pilih tempat yang pengen banget kamu kunjungi.. Is that what you want? "


Ia mengangguk sambil masih terisak.


"But promise me! kamu harus makan! "Aku tahu dia memilki maag ketika di kantin kala itu, mendengar apa yang di katakan oleh Radith.


"Tapiii.. "

__ADS_1


"Ga ada tapi tapi an..Lembayung.. bukankah kamu punya maag? " Aku menjiwir ujung kerudung pasmina nya dan memaksa ia untuk mengikutiku.


Sudah pasti ia tidak mau di pegang tangan kan?


Kita berdua kini sudah berada di sebuah fast food restaurant,tampaknya dengan berat hati ia memakan sedikit demi sedikit burger nya, tak berselera.


"Boleh aku tau.. sebenernya kamu kenapa? " Tanyaku sambil mengunyah kentang goreng.


"Aku belum mau cerita! "


"It's ok.. tapi kenapa kamu sampe nekad pengen kabur dari acara sekolah? kamu ga mikirin konsekuensi nya? "


"Biarin aku ga peduli! pokoknya aku ga mau.. TITIK!! "


Aku pun tersenyum melihat ekspresi nya sekarang yang sedang memendam amarah dan kesal.


"Apa karna Radith? "


Dia mengendikan bahu lalu kembali memakan burger hingga habis.


"Yuuk aku udah selesai.. kenyaaang! "


"Kamu pengen kemana? "


"Aku pengen naik perahu, sampan, boat atau feri mungkin.. apa aja! asal bisa ke tengah laut! "


Aku mengernyitkan alis.


"Aku searching dulu ya.. " Kataku sambil berniat mengambil ponsel di saku celana, tapi nihil. Aku tak mendapati nya.


"Shiiiit!! ponselku ada di kasur.. aku lupa! tadi buru-buru ngejar kamu! "


"Ya udah pake ponselku aja.. niiih! " Dia menyodorkan ponselnya padaku. Terpampang foto nya yang sedang tersenyum, cantik sekali.


"Ga di kunci ko.. buka aja! Eeeeh.. tapi bentar bentar.. ayo kita cari counter hp! "


"Untuk? "


"Cari nomor baru.. aku mau ganti nomor! tuuh kan mereka semua ngehubungi aku.. aku males! " Dia merebut ponsel dari tanganku, lalu membuka nya dan membuang sim card asal.


"Ehh..? " Aku keheranan dengan tingkah nya.


"Ayoo Senjaa.. cariin aku sim card baru! "


Kami pun berjalan menyusuri jalan dan mencari counter terdekat. Setelah memasang sim card, dia memberikan ponselnya padaku.


"Aku ga butuh ini! " Enteng nya.


Aku pun menerima ponselnya lalu mencari tempat dimana bisa naik perahu, dan sebagainya.Guna menuruti keinginan Lembayung.


"How about Deluang Sari Turtle Farm ?"


Lembayung menganggukan kepala antusias.


"Let's go.. Are you ready for Glass Bottom Boat Tanjung Benoa ?"


"I'am ready!! Ayo berpetualang berdua! " Girang nya sambil tersenyum ke arahku. Aku bahagia melihatnya tersenyum kembali.


Apa yang akan terjadi nanti? Apa yang akan di lakukan oleh pihak sekolah? Apa kata orangtua nya?


Never mind!!


I just wanna make her happy.. and stop to cry.


"Let's get adventure together! "


"And I 'am going wherever you will go for a days..get out of comfort zone to have an amazing adventure! " Dia tersenyum padaku sambil menarik tas ku.


"As you wish.. "

__ADS_1


***


__ADS_2