Lembayung Senja

Lembayung Senja
Perihal Memberi Nama Bayi..


__ADS_3

Lembayung


"Sayang... jadinya kita jam berapa cek kandungan kamu? " Senja sedang berbaring di atas kasur sambil memainkan ponselku.


"jam 4 sore.. "


Dia beranjak, lalu mendekapku dari belakang dan mengelus perutku berulang kali.


"Ehh.. dia bangun nihh.. " Katanya antusias. Lalu ia berlutut di depanku lalu mengecup perutku berulang kali.


"Assalamu'alaykum... pagi anak baba... " Baby E menendang-nendang hingga terlihat cetakan sikut dan kaki nya menonjol di perutku.


Kami tertawa bersama-sama melihat reaksi baby yang sepertinya sangat antusias mendengar suara baba nya.


"Akhirnya.. aku bisa ngerasain bagaimana rasanya ngelewatin masa kehamilan bersama suami ...meskipun cuma berapa hari sampe mendekati kelahiran, tapi aku bener-bener bersyukur.. " Aku mengelus kepala dan memainkan rambut suamiku.


"Maafin aku yaaa.. " Entah berapa kali dalam 1 jam, suamiku itu terus saja meminta maaf.


"Kamu ga capek minta maaf terus -terusan? " Kataku sambil memberi tanda agar ia segera berdiri. "Kamu kangen travelling ga sih? aku mah kangeenn.. pengen berpetualang kemanapun.. keliling Indo atau luar negeri... "


"Kalau aku selalu kangen entah itu di manapun, kapanpun mau kemanapun.. bareung sama kamu.. hhe" Ia terkekeh.


"Isshhh.. Apa kamu gombal sama semua cewek waktu dulu? "


"Absolutely NO! aku cuma bisa salting.. puitis.. romantis cuma kalau bareung kamu! "


"Masa? ga percaya.. buktinya banyak yang suka sama kamu! "


"Mereka mungkin suka, tapi cuma hasrat atau secara emosi aja.. ga ada satupun yang tulus sayang sama aku setulus kamu.. " Ia mendekapku erat.


"Ihh.. ini kasian anak kamu kepencet..! "


"Oh iyaah maaaf.. " Ia merenggangkan dekapan lalu menuntunku untuk duduk di samping tempat tidur.


"Senja... bagaimana kabar ayah kamu? " Meskipun ragu, aku memberanikan diri bertanya tentang ini.


"Alhamdulillah baik.. sudah berhasil di operasi dan udah bisa menjalani kegiatan seperti biasa. " Katanya datar.


"Apaa.. kamu ga pernah terpikir untuk menemui ayah kamu? kak Rico udah banyak bantu kamu.. dia..."

__ADS_1


"Ssttt.. udah! aku ga mau bahas mereka.. meskipun memang cukup besar andil mereka dalam membantu kasus ibu dan ka rico yang membayar denda hukuman ku.. tapi itu semua ga sebanding dengan penderitaan ibu selama ini... aku mungkin sudah bisa memaafkan, tapi belum bisa melupakan semua memori buruk masa laluku.. "


Dia menghela nafas panjang.


"Mungkin suatu hari akan ada saat dimana aku bisa menerima semuanya dengan lapang dada..."


Aku mengelus tangan Senja dan menyenderkan kepala di bahu nya.


"Aku ngerti.. Ooohh iyaaah.. kita buka hampers dari temen-temen aku yuuuk.. banyak banget.."


"Waaaahhh.. Ma syaa Allah.. ini bouncer dari Gadis .. Alhamdulillah kita ga beli... " Aku tersenyum riang sambil berdecak kagum melihat banyak hadiah yang di berikan teman-temanku.


"Sayang.. ini besar banget.. kira-kira isinya apa ya? coba kita lihat... baby bath yang ada timbangannya sayaang.. "


"Waahh..itu pasti dari Nindy.. coba kalau dari Risa apa ya? mereka tuh anak kita belum lahir tapi udah ngasih hadiah aja.. such a best soul friend.. hihhi.. " Aku terkekeh sambil mengambil hampers dari Risa.


"Dari Risa Sterilizer... Ma syaa Allah... Alhamdulillah.. rezeki baby E.. " Aku mendekati Senja yang sedang duduk menyender di samping tempat tidur.


"Apa kamu udah bulat ga akan menyematkan nama Philander di nama anak kita? " Tanyaku lirih, takut Senja akan tersinggung.


"Aku pengen nama yang mengandung arti islami buat nama anak kita.. jangan remehkan memberi nama pada anak sayang.. " Katanya sambil menarikku kedalam dekapan.


Aku mengangguk.


"Dan bagi Allah adalah nama-nama terbaik, jadi mintalah kepada mereka oleh mereka. Dan tinggalkan lah (rombongan) orang-orang yang melakukan penyimpangan tentang nama-nama-Nya. Mereka akan mendapat balasan atas apa yang telah mereka lakukan” (QS. Al-A'raf : 180)." Kataku, mengutip ayat dalam Al-Qur'an. Selama kehamilan, aku juga sering membaca artikel tentang referensi nama bayi islami untuk anak kami.


"Ibnu Umar, Abu Hurairah, Anas dan lainnya (RA) melaporkan bahwa Nabi (SAW) berkata Memang, nama-nama terbaik dan paling dicintai Allah adalah Abdullah, dan Abd-ur-Rahman. Nama-nama yang paling jujur adalah al-Harith (penggarap) dan Hammam (perencana). Yang paling jelek adalah Harb (perang) dan Murrah (pahit)," Sambungnya sambil mengelus kepalaku pelan.


"Usia kita emang masih muda.. tapi aku ga mau.. menjadi orangtua yang buruk buat anak-anakku kelak.. cukup masa lalu yang buruk ku jadikan pelajaran, dan hukuman kemarin sebagai cambukkan hukumanku di dunia... aku takut sayang.. dosaku terlalu banyak.. aku ingin belajar menjadi orang baik dan sekuat mungkin terus memperbaiki diri agar bisa belajar istiqomah.. " Ia mendekapku, lalu mengelus perutku lagi.


"Aku akan meneruskan karirku sebagai fotografer yang kemarin sempat terputus.. hanya aja, aku memikirkan sesuatu.. tapi aku takut kamu ga setuju.. "


"Apaaa? " Tanyaku sambil beranjak dan duduk tegak.


"Tidak apa-apa... nanti saja, kita fokus dulu sama kelahiran anak kita ya sekarang... aku akan menghubungi teman-teman WO ku.. semoga secepatnya bisa mendapatkan klien lagi.. "


"Aamiin Allahuma aamiin... " Aku pun meng-Aamiinkan do'a dan harapan suamiku.


"Ya udah yuuuk siap-siap.. kalau kita mampir dulu ke suatu tempat mau ga? sebelum cek kandungan? "Tanya Senja sambil menuntunku untuk berdiri.

__ADS_1


"Aku pengen ketemu pak Syarif... "


"Ayoo aku mauu.. kita beli buah tangan dulu yaa.. beli Cinnamon Roll buat Maryam.. sama aku juga mau beliin buat ibu.. aku kangen pengen ketemu.. "


"Oh iyaah.. bolehkah pinjem mobil papah? " Tanyanya ragu-ragu.


"Boleh atuuh.. malahan kata papah buat kamu aja.. buat anter-anter aku kemana-mana.. "


"Aku maluu.. keluarga kamu adalah keluarga baik yang sempurna, cerminan keluarga yang di idamkan oleh semua orang.. do'akan aku yaaa.. agar suatu hari bisa membuat usaha sendiri.. "


"Pasti... aku pasti selalu do'ain suamiku yang ganteng ini! kira-kira anak kita mirip siapa ya? kamu udah liat hasil foto 4G nya kan? itu tuh hidung nya kamu banget.. "


"Semoga mirip kamu.. akhlaknya jugaa.. "


"Perpaduan kita.. " Jawabku sambil menggandeng tangan suamiku.


"Aku mandi dulu yaaaa.. " Melepaskan gandengan lalu berjalan mendekati lemari untuk memilih gamis mana yang akan aku pakai.


"Mau di temenin? " Ia malah melingkarkan tangan nya hingga menyentuh perut besarku dan mengelusnya.


"Ngga.. ngga... ga mau! " Tolakku malu.


"Ya udah aku gendong lagi sampe depan pintu yaaa..! "


"Ga mauuu... " Aku pun tergesa dan sedikit berlari menuju kamar mandi.


"Eehhh... ehh.. iyaah.. iyah ga akan! tapi hati-hati... kamu jangan lari! Lembayung hati-hati! "


"Iyaaaahhh.. " Teriakku di balik pintu dan langsung menguncinya.


"Hhhh.. " Aku menghela nafas. "Baby... baba kamu itu.. suka banget godain umma... "


Dan baby E menjawabku dengan menendang-nendang kaki hingga aku tertawa di buatnya.


"Baik-baik kamu disana yaa.. kalau udah ingin melihat dunia.. segera kasih umma sinyal agar umma mengerti ya sayang... "


Aku malah terus saja mengajak ngobrol dede utun dalam perutku.


Bahagia....

__ADS_1


***


__ADS_2