Lembayung Senja

Lembayung Senja
Do'a Adalah Senjata Orang Mukmin..


__ADS_3

Lembayung


"Apa ini?" Aku memperlihatkan layar ponsel di depan wajah suamiku.


Ia mengernyitkan dahi, lalu kemudian mengubah ekspresi wajahnya menjadi datar kembali. Di simpan nya sebuah buku hadist yang sedang ia baca ke atas meja.


"You are cheating me? " Aku tak kuasa menahan emosi, dan membuang ponsel ke tempat tidur. Menelungkupkan kepala dan lalu terduduk di sudut ruangan.Berusaha untuk tegar dan tak mengeluarkan air mata.


"Cheating apa sayang? " Dia mendekat, dan ikut duduk di sampingku sambil meraih tanganku.


"Kalau kamu udah ga cinta sama aku, kenapa kamu ga bilang.. memang benar, seorang suami itu boleh menikah lagi tanpa memberitahukan istri. Tapi apakah adil kalau dia berbuat curang dan selingkuh di belakang..dan diam-diam punya madu! Walau bagaimanapun restu dan izin istri itu utama, kamu ga ngehargai aku! " Kali ini, aku tak kuasa lagi menahan bendungan yang sudah terkumpul dipelupuk mata.


"Istriku ini bicara apa? siapa yang punya madu? dan siapa yang selingkuh? "


"Itu.. ada yang DM aku, katanya ayahnya udah setuju kalau dia jadi istri kedua kamu!Dia ijin ke aku.. "


Lagi-lagi, suamiku menampakkan wajah lugu dan tak bersalah nya.


"Siapa? " Ia lalu mengambil ponselku dan membaca salah satu dari sekian banyak DM yang masuk ke sosial media ku.


"Terus itu siapa lagi? ya pasti kamu lah... suami aku kan kamu! "


"Aku ga kenal orang ini.. siapa dia? " Suamiku ngeles.


"Itu liaat ke atasnya..Ada foto, kamu pernah berkunjung ke rumah ayahnya ngisi tausiyah.. Itu yang di samping ayah nya itu siapa?aku liat di feed dia posting banyak foto kamu.. pasti perempuan yang pengen jadi istri kedua kamu... sejak kapan kamu sama dia berkomunikasi? apa jangan-jangan kamu diam-diam udah bicara sama ayahnya? " Kataku berapi-api. Hawa tubuhku terasa naik seketika menjadi panas, AC kamar pun menjadi tidak terasa padahal sudah mode paling dingin.


Dia menghela nafas. "Istriku ini jealous? " Dengan wajah berseri dan menampilkan gigi geligi, ia mendekapku ke dalam pelukan nya.


"Dalam surat An-Nisa ayat 3 di sebutkan, Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu menikahinya), maka nikahilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi.. dua, tiga, atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (nikahilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya."


"Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, melakukan praktik poligami pada delapan tahun sisa hidupnya. Sebelumnya, beliau hanya beristri satu orang selama 28 tahun yaitu Siti Khadijah.Sepeninggal Khadijah, barulah Rasulullah menikahi beberapa wanita. Kebanyakan dari istri Nabi saat itu adalah janda tua, kecuali Aisyah putri sahabatnya, Abu Bakar."


"Dalam kitab Ibn al-Atsir, sikap beristeri lebih dari satu wanita yang dilakukan Rasulullah itu adalah upaya transformasi sosial, bertujuan meningkatkan kedudukan perempuan dalam tradisi feodal Arab pada abad ke-7 Masehi.Artinya, Rasulullah sejatinya berpoligami untuk kepentingan orang banyak, bukan semata-mata hanya ingin menambah istri."


"Boleh saja, perempuan itu memiliki perasaan pada suamimu ini.. itu adalah hak dia, tapi aku ga pernah sekalipun berniat buat menduakan kamu.. "


Senja suamiku mengelus kepalaku penuh sayang, aku pun menyandarkan kepalaku di dada nya. Mempercayai suamiku adalah modal utama keutuhan rumah tangga.


Meski ini bukan yang pertama kalinya, ada perempuan yang mendekatinya. Tapi besar sekali harapan, suamiku itu kelak tidak pernah merubah rasa cintanya padaku hingga selamanya.


"Tapi..Aku udah banyak berubah, kulitku ga sekencang dulu.. Berat badan aku tuh nambah sejak ngelahirin Ainun, liat ada mata panda nya... aku udah lama ga perawatan..Kadang, karna terlalu sibuk ngurus kebutuhan anak-anak.. Aku tuh lupa, kamu pulang ke rumah aku masih kucel, dasteran sama kadang rambut aja cuma di cepol doang! "


Suamiku itu mengecup keningku berkali-kali. "Maafin ya.. aku ini suami yang ga perhatian.. kamu mau aku temenin belanja? atau ke salon? kemarin bukan nya udah liat-liat gamis di market place? udah di pesan? Atau mau beli kue kesukaan kamu? yuuk aku antar... "


"Hhh.." Aku mendengus. Lalu melepaskan dekapan suamiku.


Kesal.


Bukan itu jawaban yang aku harapkan!


"Kenapa lagi? "


"Ga ada... " Aku beranjak, dan kali ini membaringkan tubuhku di tempat tidur.


"Masih masalah DM? "


Aku diam membisu, malas sekali kenapa dia membahas itu lagi. Padahal yang pengen aku dengar bukan itu.


"Sayang.. Siapa saja orangnya yang memiliki 2 istri lalu lebih cenderung kepada salah satunya, pada hari Kiamat kelak ia akan datang dalam keadaan bagian pundaknya miring sebelah...Aku ga mau istriku yang secantik ini punya suami yang pundaknya miring sebelah... kehidupan setelah kematian itu kekal abadi kan sayang, kamu mau suamimu yang ganteng ini jadi cacat? "


Aku mengulum senyum, mendengar penjelasan nya barusan.


"Bener lho sayang, Hadits itu di ambil dari Hadist riwayat Abu Dawud, An-Nasa'i, At-Tirmidzi."


Aku masih bertahan dalam diam.Dan berpura-pura memejamkan mata.


"Mana yang katanya kulit nya udah ga sekencang dulu?" Ia mendekatiku, lalu mengelus pipiku dengan lembut. "Istriku malah berkali-kali lipat lebih cantik dari sebelum melahirkan anak-anakku... Song Hye kyo yang katanya awet muda aja lewat... Gigi Hadid yang katanya model internasional kalah cantik sama istriku... Ooh Jisoo blackpink?masih kalah jauh,dimple istriku lebih menawan..."


Kali ini aku ga bisa menahan senyum.. kenapa sih harus mereka jadi bahan perbandingan?


"Tuh kan.. apalagi kalau lagi senyum.. My heart fluter.. "


"Kamu mah..."Aku beranjak bangun.


"Itu aku liat postingan yang lain.. di profil nya aku liat, body nya aduhai... selebgram... malah jadi pemain film sekarang, katanya dulu waktu SMA pernah jadi teman dekat kamu.. Masa gosipnya dia belum bisa ngelupain kamu.. Ku tunggu dudamu katanya.. Apaan sih! Aku ga mau ngorek masa lalu,tapi di explore suliweran foto-foto kamu tau ga! " Aku bersungut-sungut. Geram dengan banyak nya julukan untuk suamiku di media sosial.


Ustadz idaman..Ustadz Ganteng....Ustadz Bule..


Dan masih banyak lagi, gara-gara suatu kali.. suamiku pernah di ajak oleh teman nya untuk mengisi acara menjadi pembicara, ketika itu.. Suamiku yang sedang melantunkan ayat suci Al-Qur'an di hadapan banyak audience.. Di rekam secara diam-diam dan di kirim ke media sosial. Alhasil.. video tersebut menjadi viral, dan banyak yang berkomentar.


Setelah dari situlah.. Banyak yang mengorek-ngorek masa lalu nya. Tapi ternyata respon mereka hampir semua positif setelah tau perubahan drastis yang terjadi pada suamiku itu... Alhamdulillah, meskipun dengan itu semua.. usaha kami maupun yayasan yang kami kelola semakin banyak cabang, karena banyaknya pula aliran dana umat yang ingin ikut berdonasi.Travel umrah dan haji pun semakin banyak diminati oleh para calon jemaah.


"Sayang... nothings gonna changes my love for you.... "


Aku mengerucutkan bibirku, memang dia juara buat ngerayu.

__ADS_1


"Sudah lama kita ga liburan..sebentar lagi liburan anak-anak sekolah.. gimana kalau kita ke Norwegia, kamu ingin lihat Aurora Borealis?"


"Tapi aku ga tahan kalau cuaca terlalu dingin.. "


"Selandia Baru? "


"Ngga.. aku tuh lagi ga mau kemana-mana,kita berempat berkumpul di rumah juga aku udah bahagia... "


Tok.... Tok... Tok...


"Ummaaaaaa... Babaaaaa! "


Aku dan suami saling menatap, kemudian menggelengkan kepala. Sudah pasti.. setiap malam nya, si bungsu Ainun sangat posesif terhadap baba nya kalau tau baba nya sedang ada di rumah.


Aku pun beranjak, dan berjalan menuju pintu.


"Oooh Babaaaa... I miss you so bad....Like a sun missing a morning.. " Tanpa melirikku sama sekali, Ainun berlari menuju suamiku dan meloncat ke atas tempat tidur, langsung memeluk baba nya dengan erat.


"I miss you too apple... my stars in my sky... " Suamiku membalas, sambil mengecup pucuk kepala Ainun berulang-ulang.


"Baba is like the ink to my pen.. I can't write without you...Like a milk to my cookie and like a cheese to my pizza and macaroni.."


"Sweet lady... Anak baba udah besar! "


"Tuuuh kan.. kalau penyair ketemu penulis, udah kaya sinetron atau drama bahasa nya! " Embun bersedekap kedua tangan."Adek tuh umm... she is liying.. dia udah pakai kerudung aku. Tapi dia bilang nya ngga! bohong tuh dosa dek! "


"Ainun... kenapa bohong sama teteh? " Aku merangkul tubuh anak sulungku yang semakin hari semakin bertambah tinggi, di usia nya yang kini sudah ABG.Tinggi badan nya sudah sama denganku.


"Adek.. umma kan beliin yang sama buat adek.. " Kataku,sambil menarik Embun untuk duduk juga di sebelah baba nya.


"Punya aku kotor umm.. Aku lupa cuci.. tapi lagi pengen banget pake kerudung warna itu! Iyah aku minta maaf teh.. "


Aku jadi teringat kembali masa dulu, saat Bintang sering sekali memakai kerudung atau barang-barangku.


"Baba.. baba udah janji bakal ajak aku ke cappadocia.. liburan nanti, bolehkah kesana?" Ucap Embun,kami memang dulu pernah berjanji untuk mengajak Embun kembali ke Turki. Tapi karena kesibukan suamiku mengurus segalanya, kami belum sempat merealisasikan nya.


"Jadi Embun mau ke Turki aja liburan nya? ga tertarik buat ke negara Asia lain, Korsel mungkin? atau Jepang? "


"Aku mau.. mau ke Jepang aja baba.. aku pengen ke Disneyland Jepang! " Ainun menimpali.


Embun cemberut, "Tuh kan.. pasti adek aja yang di turut..! "


"Ya sudah liburan kita ke Turki.. baba urus-urus dulu ya.. "


"Really baba? Such a great baba ever... I love you to the moon and back... " Embun memeluk baba nya.


"Waaah ada yang kesenengan kalau a Fajar di ajak mah... "Ainun menutup mulutnya.


Aku mengernyit.


"Eh itu.. maksud aku.. kalau ada a Fajar tuh enak banget.. udah kan a Fajar mah pinter.. jadi selalu ngajarin aku belajar segala hal umm.. "


"Iyah.. Alhamdulillah tuh anak keterima di universitas terbaik.. " Ucap suamiku, tapi aku melirik ke arah Embun. Anak gadisku itu malah senyum sendiri.


"Tapi ingat ya anak-anak umma yang cantik.. kalian sudah besar, jaga jarak dengan yang bukan makhrom.." Kataku mewanti-wanti.


"Iyah dong umm.. teteh udah tau ko.. "


"Baba.. ajarin aku motret dong.. sekarang kan aku udah besar.. " Ainun mengalihkan pembicaraan, setiap kali aku membahas tentang pergaulan.


"Jangan baba.. Adek mah ceroboh.. bisa-bisa kameranya rusak sebelum di pake.. kemaren aja baru di beliin hp udah jatuh aja ke got selokan di sekolah nya.. "


"Aku ga sengaja.. kemaren aku jatuh..bukan sengaja ngejatuhin! "


Aku pun memperhatikan interaksi suami dan anak-anakku penuh arti. Keduanya sering kali berdebat.


Embun..Anak sulungku yang mempunyai sifat dan kepribadian yang hampir mirip denganku itu sekarang sudah menginjak usia 14 tahun, sebentar lagi sudah mau kelas 9.


Sementara Ainun..Anak bungsuku yang aktif, lumayan kritis dan sangat tomboy. Ia juga sebentar lagi akan masuk SMP.


Time after time... Time flies like an arrow.


Time will pass and seasons will come and go.


Melewati masa 15 tahun bersama dengan suamiku dalam sebuah mahligai pernikahan tentu tidak mudah, tentu saja.. ujian ataupun cobaan datang silih berganti.


Naik turun dan jungkir baliknya mengurus perusahaan, mendapatkan fitnah tentang penyalahgunaan dana jamaah haji.. Datangnya ujian untuk melatih kesabaranku, karna sudah beberapa kali banyak perempuan yang mendekati suamiku. Kadang pula, ada nya kesalahpahaman dan komunikasi menjadi pemicu masalah di antara kami.


Dan kehilangan sosok enin.. Adalah kesedihan ku yang terbesar, yang terjadi dalam hidupku.


Tapi memang inilah kehidupan.


Kematian adalah takdir seluruh makhluk, manusia ataupun jin, hewan ataupun makhluk-makhluk lain, baik lelaki atau perempuan, tua ataupun muda, baik orang sehat ataupun sakit.


“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati.” (QS. Ali Imran: 185).

__ADS_1


***


"Sayang.. ada apa? " Tanya suamiku, menghampiriku yang sedang duduk di depan balkon. Sesaat setelah anak-anak meninggalkan kamar.


"Aku ngeliat di berita, banyak banget berita tentang kematian aktris yang mendadak..Padahal sebelumnya masih sehat dan segar bugar. " Kataku, sambil menghela nafas panjang. Memandangi pemandangan Bandung di malam hari.


"Ada tiga rahasia kematian yang telah ditetapkan Allah Ta'ala. Dan tiga rahasia ini mungkin jarang kita sadari tapi harus dijadikan sebagai pengingat.."


"Satu..Rahasia WAKTU,kita ga akan pernah tahu kapan kematian akan menjemput kita."


"Dua.. Rahasia TEMPAT,kita ga akan pernah tahu dimana kematian akan menjemput kita."


"Dan ketiga..Rahasia CARA,kita ga akan pernah tahu dengan Cara apa kematian menjemput kita."


Aku menghampiri suamiku dan menyandarkan kepalaku di bahu nya.


"Maka dari itu selipkan do'a agar kelak kita di jemput dalam keadaan husnul khatimah.. "


"Allahumma inni as'aluka husnal khotimah."


(Ya Allah aku meminta kepada-Mu husnul khotimah).


"Allahummarzuqni taubatan nasuha qoblal maut."


(Ya Allah berilah aku rezeki taubat nasuha (atau sebenar-benarnya taubat) sebelum wafat).


"Allahumma yaa muqollibal quluub tsabbit qolbi ‘ala diinika."


(Ya Allah wahai sang pembolak balik hati, tetapkanlah hatiku pada agama-MU)


"Makasih ya suami... selalu membimbing aku selama ini... "


"Justru aku yang seharusnya berterimakasih sama kamu.. sudah mendampingiku baik dalam keadaan suka ataupun duka. " Suamiku merogoh ponselnya. Lalu ia mengernyit.


"Ada apa? "


"Felicia.. "


Aku terperangah, mendengar satu nama itu..kembali mengingatkanku pada kejadian masa lalu.


Sampai kapan dia terus datang di hidup kami?


"Dia minta aku buat mengisi tausiyah di rumah nya.. Ada acara khitanan anaknya. "


Aku terdiam, bingung harus menjawab apa. Keadaan kini memang sudah berubah.. Felicia sudah hijrah ,juga menutup aurat dan pernah menikah dengan seorang pengusaha. Tapi status nya sekarang yang single parent..Dan menghubungi suamiku lagi. Entah kenapa, membuat perasaan nyeri di ulu hati.


Di saat orang ingin berubah.. adalah kewajiban suamiku sebagai pengemban dakwah, untuk menjadi wasilah penyampai kebaikan.


Tapi jika sudah begini.. Aku harus bagaimana?


Aku tak ikhlas.


"Aku ga akan pergi.. " Suamiku menatapku penuh arti.


Dan dengan segenap rasa cinta, aku bersyukur artinya suamiku mengerti isi hati.


Jangan.. Suamiku.


Jangan pernah membuka jalan untuk orang ketiga masuk ke dalam rumah tangga kita.


Karena ketika setan atau jin membisikkan kejahatan, melalui rasa iba atau kasihan. Dari situ ia akan bersorak gembira.. karena bagi setan ataupun jin, merusak rumah tangga insan manusia..adalah pencapaian dan prestasi terbesar baginya untuk di sampaikan kepada iblis.


Wahai Maha Pembolak-balik Hati, tetapkanlah dan kokohkanlah. Di antara kami perasaan saling mencintai dan saling kasih mengasihi karena MU.


Aku hanya bisa berdo'a.


Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Doa adalah senjata seorang Mukmin dan tiang (pilar) agama serta cahaya langit dan bumi(HR Abu Ya’la)."


Lanjut Rasulullah, “Doa itu adalah otaknya ibadah.” (HR Abu Dawud dan At-Tirmidzi).


Di ambil dari beberapa sumber.


...****************...


-


-


-


Edisi kangen mereka..😍


Akhir2 ini, selintas melihat sosmed banyak berita kematian.. banyak juga berita tentang perselingkuhan. Gara2 'layangan putus ' banyak ibu2 yang suka jadi over thingking.. Hehhe...


Berdo'a adalah senjata orang mukmin.

__ADS_1


Semoga selalu sehat dan selalu bahagia... selalu dalam lindungan Allah ya para readers..... 😘😘😘💕💕


__ADS_2