
Lembayung
Tadi siang, kami sudah di perbolehkan pulang oleh dokter Anna.. Alhamdulillah Embun sehat dan baik-baik saja, begitu juga denganku.
"Senjaaa..tolong bantuin aku! " Aku memanggil suamiku yang sedang membereskan tas.
"Kenapa sayang? " Tanyanya sambil berjalan menghampiri.
"Aku belum bisa pegang Embun kalau sambil menyusui.. aku mau cobain lagi biar dia terbiasa. "
"Sebentar, aku gendong Embun nya dulu ya.. " Ia berjalan ke dekat box bayi dan menggendong Embun, "Hai anak baba... udah bangun ya? mau mimik? " Tanyanya sambil berjalan ke arahku.
"Kamu nya duduk dulu.. sini kepala Embun nya di sebelah kanan tangan aku!"
"Gini? "
"Iyaah.. Embun cantiiik.. ayo mimik dulu yaaa.. harus terus belajar lho.. masa minum sufor lagi? mimik punya umma lebih enak.. bergizi! ayo nak! " Aku membuka kancing kemeja, dan mulai mendekatkan payu**** ke arah mulut Embun.
"Semangat anak baba.. " Senja memberi nya semangat.Lalu kembali membereskan barang-barang dalam tas dan merapihkan nya.
Beberapa kali aku masukkan, tapi Embun malah melengos, ia seperti mencari-cari sesuatu entah apa itu.
"Isssh...ko ga mau? jangan di keluarin gitu dong! kepala kamu nya bolak balik mulu nak... jangan-jangan nyari suara baba nya nih."
"Kenapa? " Senja yang sedang membereskan tas, kembali menghampiriku.
"Ini nih anak kamu.. pengen denger suara baba nya.. "
"Embuuun... ayo mimik dulu nak... kasian umma.. nanti sakit karna ga bisa ngeluarin ASI.. sedot yang banyak supaya kamu cepet besar yaa! "
Embun mengerjap -ngerjapkan matanya, tak mencari sumber penghidupan. Tapi lagi-lagi mencari sumber suara Baba nya.
"Senjaaa... ini Embun nya ga mau kalau ga ada kamu! " Kataku sambil menutup kembali kemejaku.
"Anak Baba kenapa ko ga mau mimik? Ya udah baba disini nemenin Embun mimik deh.. tapi gimana nanti kalau jadinya baba berebut sama Embun? " Senja terkekeh.
"Iiish.. kamu mah ihhhh... ada anak ngomong gitu! " Kesalku sambil menutup telinga Embun.
"Kan masih bayi... ga akan ngerti.. hehhe.. " Lagi-lagi ia terkekeh.
"Ga boleeh tau! meskipun masih bayi harus denger yang baik-baik.. kamu mah mesum! " Aku mengerucutkan bibir dan malah ia balas mendekatkan wajahnya.
Cup.
"Ehh... " Aku terperanjat, ia tiba-tiba mengecup bibirku sekilas dan seketika jantungku berdebar-debar tak karuan.
"Senjaaa ihhh! "
__ADS_1
"Abisnya gemees..kamu kalau lagi cemberut ngegemesin.. " Ia mengelus rambutku, lalu mengacaknya asal.
"Baba nya Embuuun... rambut aku jadi acak-acakan! ini gimana doong... aku udah mulai sakit, kalau ga di keluarin nanti aku gimana? ini aja udah ga kuat... "
"Ya udah..gimana kalau di pompa aja ya? " Tanyanya, sambil berlalu membawa pompa ASI elektrik dari dalam kotak.Lalu meng-sterilkan nya terlebih dahulu.
"Ga mau Senja.. aku pengen nya Embun mimik langsung.. kalau di biasain pakai dot nanti ga mau mimik dari aku.. "
"Tapi Embun nya belum bisa sayaang.. daripada dia ga mimik.. pasti laper.. ya nak yaa? "
Embun membolak-balik kepala ke kiri dan kanan sambil mengerjap.
"Tapi kalau mimik langsung si kolostrum itu tuh lebih bagus buat imun nya Embun.. " Aku masih keukeuh dalam pendirianku yang ingin terus mencoba Embun bisa mimik langsung.
"Ya udah..aku pegang Embun nya ya... kamu cobain lagi! " Senja pun duduk di sampingku dan sambil memegang Embun, sedangkan aku sibuk memfokuskan pada mulut mungil Embun.
"Ayo dong sayaang... ko kamu malah melengos gitu sih? kamu ga mau mimik ASI umma? " Tanyaku, dengan nada sedikit sedih. Pasalnya Embun cuma melet-melet dan ga mau menyedot ASI.
"Mungkin dia belum bisa.. kan baru lahir 2 hari sayang.. "
"Kamu tuh gimana sih! semua bayi udah di kasih naluri sama Allah biar bisa minum ASI.. kemarin pas di Rumah sakit dia nyari-nyari kan? " Ketusku, mulai kesal dengan kenyataan kalau Embun ga mau mimik.
"Iyaah iyah sayang.. aku ngerti.. kalau gitu sebentar aku cari info dulu gimana caranya biar bayi yang baru lahir mau mimik yaaa!" Katanya dengan sabar menjawabku sambil mengambil ponselnya.
"Ooooeeek..... ooeeeekkk.... Ooeekkk.... " Tiba-tiba Embun menangis kencang dan membuatku kaget.
"Ada yang sakit? atau Embun laper yaa? sebentar ya nak yaaa... makanya Embun belajar mimik yaa.. yuk sini umma bantu. " Aku mencoba membuka mulut Embun, dan menempelkan nya.. tapi ia terus melengos dan menangis semakin kencang.
"Oooeeekk... Ooeekkk... Oeeek... "
"Senjaaaa... ini Embun kenapa? " Aku memanggil Senja dengan sedikit menangis, karna ga tau harus berbuat apa.
"Jangan nangis sayaang... semangat ya! " Ia mengecup pucuk kepalaku. "Ehh anak baba kenapa? ....yuk sini baba gendong yaa... " Suamiku itu pun menggendong Embun dengan hati-hati.
Ajaib..
Embun langsung terdiam dan mengerjap -ngerjap lagi.
"Oohh.. Embun pengen di gendong baba yaa nak yaa? uluuh sayang... "
"Hhh.. " Aku mendengus.. Tapi sekaligus takjub.
Ternyata Embun pengen dekat-dekat dengan baba nya.
"Ya udah deh.. aku coba pompa aja, bentar aku cuci tangan dulu." Akhirnya aku menyerah, di hari kedua menjadi seorang ibu itu ternyata tak mudah... aku kira bayi akan dengan otomatis bisa mimik dengan sendiri nya.
"Sayang coba di kompres dulu pakai air hangat.. tadi aku baca, mungkin memang ASI kamu belum keluar karna ini pertama kalinya kamu mau menyusui.. "
__ADS_1
"Tapi nanti Embun keburu lapar.. gimana? "
"Embun belum lapar, sambil nunggu.. coba kamu menenangkan diri dulu.. Saat belum bisa mengeluarkan ASI-nya, biasanya ibu-ibu yang baru melahirkan akan langsung panik...itu yang aku baca. "
Aku menurut dan mencoba menenangkan diri, menghela nafas panjang lalu menghembuskan nya perlahan. Duduk dengan tenang, karena ketenangan akan membantu menstimulasi otak dan memerintahkan pengeluaran oksitosin yang merangsang keluarnya ASI.
Setelah itu mengambil segelas air hangat dan meminumnya. Setelah di rasa cukup tenang, mengambil wadah kecil dan mengisi nya dengan air hangat, lalu mengompres sumber penghidupan Embun dengan washlap. Memijat pelan dan merang**** agar ASI bisa keluar.
"Embuuunnn... bantuin umma yaa... biar Embun cepet tumbuh besar dan sehat.. Embun harus coba mimik ASI... pasti bisa! Anak baba pintaaar.. " Kulihat Senja masih menenangkan Embun yang sesekali merengek.Tapi terdiam setiap kali Senja mengeluarkan suara.
Aku terharu melihat pemandangan itu.. siapa sangka Senja si berandalan sekolah bisa lembut begitu memperlakukan bayi, dulu aku tak pernah membayangkan bisa ada di titik ini. Titik dimana menjadi seorang ibu dan istri seorang Senja. Hari demi hari ia mulai masuk ke dalam hidupku.. perlahan namun pasti, kepingan puzzle memori melalui waktu bersama nya tak ada yang tak indah.
"Udah sayang? "
Aku terperanjat, Ia berhasil membuyarkan lamunanku.
"Eeh.. iyah?ayo Embun sini kita coba lagi yaaa... " Aku menggendong Embun dan sambil bershalawat mulai menempelkan pada mulut mungilnya.
"Sini aku pijat leher sama punggung kamu pelan.. katanya biar kamu lebih rileks.. pasti masih sakit banget ya? baru kemarin kamu melahirkan,terus sekarang udah harus berjuang mengAsihi Embun.. " Senja mulai memijat punggung ku pelan dan ternyata memang benar, berhasil membuat aku lumayan rileks dan tenang.
"Bissmillah... "
Sambil Hypnobreastfeeding,aku bershalawat dan Senja membantu dengan memijat dan mengajak ngobrol Embun di belakangku.
(Untuk meningkatkan produksi ASI, ibu bisa menerapkan hypnobreastfeedung sendiri di rumah. Teknik ini dilakukan dengan memasukkan kalimat motivasi ke dalam pikiran bawah sadar ibu. Ibu bisa membayangkan ASI sedang mengalir deras seperti air mancur dan si kecil minum ASI ibu sampai kenyang. Bayangan ini akan masuk ke dalam pikiran bawah sadar sehingga bisa memotivasi ibu memroduksi ASI. Ibu juga bisa menerapkan teknik pernafasan untuk membuatnya jadi rileks. Jika teknik ini berhasil, payudara akan mengencang karena peningkatan jumlah produksi ASI.)
"Gimana?" Tanya Senja sambil kepalanya mendekat ke samping kepalaku.
"Ini dia udah mulai diem.." Jawabku bangga. Sambil sedikit menekan agar kolostrum keluar.
"Ko warna nya kuning? " Tanya Senja penasaran.
"Ini namanya kolostrum,cairan yang pertama dikeluarkan oleh kelenjar payudara pada hari pertama hingga hari ke 3-5 setelah persalinan.Warnanya kuning keemasan karna tinggi komposisi protein dan sel-sel hidup." Terangku, karna sering mencari tahu info seputar kehamilan dan menyusui.
"Di dalam kolostrum tuh terkandung sel darah putih dan zat pembentuk kekebalan tubuh yang disebut imunoglobulin. Kedua kandungan ini berperan penting dalam membantu tubuh bayi melawan bakteri, jamur, dan virus penyebab infeksi.."
"Ma syaa Allah... liat tuh.. Embun udah mulai mengecap sayaang.. " Senja antusias. Embun sudah mulai mau menggerakan mulut nya.
"Alhamdulillah.. ayo nak... yang kuat biar banyak keluarnya yaa.. " Aku pun ikut semangat melihat perkembangan yang di tunjukkan anakku.
Ternyata... dukungan dan semangat dari orang di sekitar kita bisa berpengaruh besar. Aku memang tadinya sedih karena Embun seperti ga mau minum ASI langsung..
Tapi Pada saat ini, dukungan fisik maupun emosional dari Senja suamiku sangat dibutuhkan. Dukungan emosional suami bisa menguatkan mental istri bahwa ia mampu menjadi ibu yang baik..
Terimakasih Suami....
***
__ADS_1