
Senja
Lusa adalah hari ketujuh Embun lahir ke dunia, dan kami berencana mengadakan acara Aqiqah di rumah Lembayung. Mengundang beberapa kerabat dan teman dekat saja.
Alhamdulillah hari ini aku ada job event terkemuka di Bandung atas rekomendasi ka Rino kakaknya Rian.
Bagaimana kabar Rian dan Dion ya?
Rian tak jadi mendaftar menjadi pengabdi negara dan akhirnya melanjutkan kuliah di Australia,orangtuanya terlanjur kecewa dengan adanya daftar hitam akibat ia telah terjerat kasus narkoba. Sedangkan Dion kuliah di Amerika. Keduanya dulu di bebaskan dan tak mendapatkan hukuman penjara sepertiku.. karena orangtua masing-masing membebaskan mereka dengan uang jaminan dengan jumlah yang fantastis.
Aku bersyukur, status mantan napi sepertiku tidak di pandang sebelah mata oleh ka Rino dan keluarganya. Hingga aku terpilih menjadi salah satu fotografer event business conference besar yang melibatkan banyak petinggi perusahaan,pengusaha-pengusaha profesional sebagai pembicara.Untuk menceritakan pengalaman membangun usaha, memberi saran juga membangun semangat untuk berbisnis.
Ka Rino adalah salah satu pemilik perusahaan coffe yang tengah naik daun di kalangan remaja, hingga koneksi maupun relasi nya pun luas dan memiliki banyak networking atau jaringan.
Ini adalah kesempatan yang bagus untukku, sambil bekerja.. aku bisa bertemu dengan orang-orang hebat dan belajar berwirausaha pada mereka. Sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui ..juga sekali tepuk dua lalat...satu kali melakukan pekerjaan, mendapatkan beberapa hasil keuntungan sekaligus.
"Sayang.. do'ain aku ya.. semoga nanti pekerjaan ku lancar."
"Pasti dong... Ayo Embuun kita do'ain baba yaa... " Lembayung sedang mengAsihi Embun dan seperti biasa mata Embun mengerjap mendengar suaraku.
"Embuuun.. baba pergi dulu yaaa.. nanti kalau sudah besar Embun baba ajak jalan-jalan kemana aja... kita travelling ke tempat yang Embun pengen....mau ke Hagia shopia Istambul? kita bisa lihat perjuangan Sultan Muhammad Al-Fatih setelah menaklukan Konstantinopel.. atau kita ke kota di atas air Venesia naik perahu gondola.. ke Selandia Baru kita ke Nugget Point Lighthouse ..Embun mau? Kalau baba punya banyak rezeki, baba akan ajak Embun dan umma jalan-jalan keliling dunia.. kita tadabur alam mengagumi keindahan yang Allah ciptakan.. " Aku mengajak Embun mengobrol dan ia yang sedang mimik, malah sesekali melepas nya dan memandangiku. Meski memang bayi baru lahir belum jelas penglihatan nya.
"Senangnyaaaaa... " Malah Istriku yang sangat antusias."Tapi kamu belum pernah umroh kan Senja? mendingan ajak anak kita ke Baitullah dulu sebelum ajak ke yang lain...udah dari sana bisa langsung ke Turki.. "
"Iyah.. aku pengen banget umroh.. apalagi haji... "
"Aamiin semoga Allah ijabah.. "
"Ya udah aku pergi dulu ya.." Seperti biasa, Ia mencium punggung tanganku.
Aku masih belum bercerita tentang kejadian 2 hari yang lalu di apartement ku. Masih meredam amarah dan rasa sakit yang menggerogoti hingga menjadi penyakit hati.
***
"Senjaaa... broo... " Ka Rino datang menghampiriku yang sedang menyetting kamera,"Apa kabar? " Tanya nya sambil menjabat tanganku.
"Baik Alhamdulillah.. " Jawabku, membalas jabatan tangan nya.
"Kenalin niih.. calon fotografer handal.. " Ka Rino memperkenalkan ku kepada beberapa rekan bisnis nya.
"Aamiin... Akh..masih biasa aja ka saya mah.. " Aku pun menjabat satu persatu,dan memperkenalkan diri.
"Senja.. "
"Taufik.. "
"Alex.. "
"Mico.. "
"Boleh dong.. gue liat porto nya.. gue ada rencana mau married nih belum dapet WO yang pas budget... hahahah.. " Pria dengan setelan executive muda itu berseloroh.
__ADS_1
"Bisa aja lo.. bisnis lo udah dimana-mana, ngomongin budget! " Ledek ka Rino.
"Gue bukan tipe orang yang bakalan hamburin duit buat sesuatu yang berlebihan dan ga efisien.. apalagi calon bini gue sederhana bro.. doi ga mau yang mewah katanya simple aja..apalagi kalau bisa nyari nya yang sesuai syari'ah.. ga mau konven.. " Pria bernama Taufik itu mengeluarkan ponselnya, "Minta nomor lo dong.. siapa tau nanti gue butuh Fg buat dokumentasi.. "
"Boleh bang.. " Kataku sambil menyebutkan nomor ponselku. "Abang cek sosmed saya aja bang.. saya juga punya kenalan vendor-vendor kalau abang butuh, kebetulan udah ada rencana belajar bikin WO wedding syar'i.. " Kataku antusias,sambil memberitahu nama sosmedku. Mencari kesempatan.
"@Lembayungphotography.. ini bukan? " Tanyanya sambil memperlihatkan ponselnya.
"Betul bang.. kalau abang bersedia nih.. saya bisa bantu wedding abang, tapi yaa.. memang saya belum banyak pengalaman, selama ini cuma jadi Fg saja.. tapi sedikit banyak punya gambaran.. "
"Boleh boleh.. nanti kita bicarain lagi ya, gue diskusi dulu sama calon bini.. "
"Sipp bang.. "
"Sukses Ja.. dulu Danu juga puas banget katanya sama hasil jepretan kamu! " Ka Rino menimpali.
"Makasih ka.. "
"Ya udah.. acara nya udah mau di mulai.. cari kesempatan dapetin relasi atau jaringan yang kira-kira se frekuensi dengan passion yang kamu geluti.. disini banyak pengusaha muda sukses juga di bidang fashion dan wedding.. "
"Sipp ka.. makasih banyak buat kesempatan nya .. "
"Sama-sama.. " Ka Rino berlalu meninggalkanku, dan bergabung bersama para pebisnis lain yang kompeten di bidang masing-masing.
Aku kembali menyetting kamera dan sekarang tengah berdiri di sebuah pojok ruangan, memperhatikan puluhan pebisnis pemula dan mahasiswa yang sedang duduk, dan sebentar lagi akan di mulai seminar.
Acara pun di mulai dengan sambutan oleh seorang Host, ia adalah salah satu aktor tanah air..lalu selanjutnya oleh moderator seorang mahasiswi salah satu universitas terbaik di Bandung.
Pembicara yang pertama adalah Bapak Sutrisno selaku CEO xxx Indonesia dan Founder xxx Group. Berdasarkan penyampaian materi yang disampaikan oleh beliau, dalam membangun bisnis terdapat 5 langkah yang harus dilalui, yaitu starting, profiting, systemizing, multiplying, dan successful brand. 5 langkah itulah yang dapat membantu bisnis nya berkembang dan bertumbuh.
Setelah penyampaian materi dari seluruh pembicara, dilakukan sesi quiz lalu pembacaan pemenang Business Plan Competition dengan penyerahan sertifikat kepada pemenang.ย
Aku menatap kagum suasana dan euforia di dalam ruangan, mengambil angle terbaik sambil mendengarkan seluruh isi materi acara dengan seksama.
Setelah seluruh rangkaian acara dijalankan, kegiatan webinar ini diakhiri dengan pembacaan doa penutupย oleh salah satu mahasiswa universitas islam di Bandung.
Terbersit..
Begitu banyak impianku sekarang.. begitu banyak juga peluang usaha yang bisa aku mamfaatkan untuk masa depan.
Mengubur dalam-dalam masa lalu yang kelam.
Aku ingin membangun mimpi..
dan meraihnya.
***
"Senjaa.. " Seseorang menghampiriku sesaat aku telah selesai dengan pekerjaanku.
"I need to talk to you.. "
__ADS_1
"Huuh.. " Aku mendengus. "Mau membicarakan apa? " Ucapku ketus dan dingin.
"Tentang padre.. "
"Ya sudah.. mau bicara dimana? "
"Kita bicara sambil makan malam.. tadi di dalam I have no time untuk memakan yang di dalam kotak itu. "
"Baiklah.. kita ke cafe xxx, aku bawa motor.. "
"Ok.. tunggu disana.. aku akan menyetir dengan cepat! " Ucap ka Rico, dengan bahasa Indonesia yang lumayan sudah fasih karena tinggal disini lama.
Setelah menempuh perjalanan sekitar 10 menit, aku masuk ke dalam cafe yang sudah di janjikan. Lalu mencari tempat duduk di pojok ruangan. Menunggu ka Rico sambil memainkan ponsel dan menghubungi istriku bahwa aku akan pulang telat.
Membuka galeri foto-foto Embun yang ku ambil kemarin bersama Lembayung.
"She is beautiful... " Ka Rico datang dari arah belakang, dan memuji foto Embun. "what is the baby's name?"
"Embun.. " Jawabku, sambil mematikan ponsel.
"Keponakan kedua ku.. " Kata ka Rico lagi.
"Hhmm? " Aku tak mengerti.
"Your sister Alexa.. kakak perempuan mu juga memiliki bayi.. umurnya 8 bulan.. "
Aku mengangguk. "Ada apa? "
"Senja.. kamu ha-rus mendengarkan dulu yang sebenarnya terjadi... padre tak bermaksud untuk meninggalkan ibumu.. padre ke Indonesia dan mencarinya.. but.. he was losing her.. "
Ka Rico menceritakan setiap detail peristiwa belasan tahun lalu dengan panjang lebar.
"Tapi aku masih tak bisa menerimanya.. sorry for this.. "Kataku, sambil beranjak dan meninggalkan ka Rico duduk termenung sendirian.
"Kami akan menunggu sampai kamu memaafkan dan menerima padre.. " Kata ka Rico sambil sedikit berteriak.
Tunjukkan..
Jika memang dia pantas di sebut sebagai ayah..
***
-
-
-
Terimakasih untuk para readers yang dengan setia membaca Lembayung Senja yaa... author pribadi ga menyangka ada juga yang baca, waktu pertama kali update bab awal2.. sempat ga pede dan takut cerita nya bakal terlalu monoton atau malah terkesan lebay... Alhamdulillah ada yg baca... ada yang nge like.. malah sekarang ada juga yang beri hadiah dan vote.. Jujur author sangat terharu.. dan bersyukur. Alhamdulillah... semoga menjadi awal author membuat karya-karya yang baru lagi ke depan nya... Terimakasih dearest readers.. apalah arti Lembayung Senja tanpa kalian.... ๐๐๐๐
__ADS_1