Lembayung Senja

Lembayung Senja
Big Things Happens..


__ADS_3

Lembayung


"Ayuuuung.. anak mamah sholehah.. " Mama menunggu ku di depan pintu, dan langsung memelukku dengan erat.


"Kamu baik-baik aja sayang?ada yang sakit? " Kemudian meraba-raba seluruh badanku memeriksa apakah ada sesuatu yang sakit. lalu memelukku lagi.


"Ini..? " Sambil melepaskan pelukan, mamah menoleh ke arah Senja.


"Senja mah.. " Kali ini papah yang menjawab.


"Ini Senja yang papah cerita di telpon? " Mamah menghampiri Senja, dan yang mengejutkan adalah mamah langsung memeluknya. "Ma syaa Allah.. kamu sudah sebesar ini! tumbuh jadi lelaki yang gagah dan ganteeng! " Puji mamah.


Aku terpelanga, ada apa ini?


Mamah dan papah kenal Senja?


Ada hubungan apa?


"Mamah kenal Senja? " Tanyaku terheran.


Mamah menganggukkan kepala sambil tersenyum. "Ayo masuk dulu.. kalian pasti capek! yuuk mamah bikinin teh hangat.. " Mamah menggandeng tanganku.


"Teh Ayuuuuuuungkuu.. Bintang kangen banget tauuu!! " Tiba-tiba Bintang datang sambil berlari dan memelukku.


"Teteh juga kangeeen deek! " Aku pun membalas pelukan Bintang.


"Eeehh.. ko ada kakak ganteng? "


Aku menepuk bahu nya pelan. "Kamu tuh dek..! "


Bintang menyeringai, lalu terus menatap Senja.


"Udaah.. udah ayo duduk. " Potong papah.


"Senja.. kamu tunggu dulu disini.. saya mau ke belakang sebentar! " papah dan mamah pun berjalan menuju arah dapur.


"Ka Senja.. ayo duduk! jangan malu-malu anggap aja rumah sendiri yaa.. hhihhi..!" Bintang cengengesan "Aku mau ke kamar dulu!"


Dia berhenti melangkahkan kaki lalu berbalik. "Awas jangan macem-macem ya, kalau lelaki dan perempuan berduaan.. yang ketiga nya setaan! "


"Huush kamu tuh dek.. Bintaaang..awas aja! macem-macem gimana! " Aku mengerucutkan bibir dan di balas seringai oleh Bintang dan Senja.


"Maafin yaa.. adek aku emang cablak anaknya! "


"Gapapa.. "


"Makasih Senjaa.. selalu nolongin aku tiap aku kesulitan.. maafin aku ya.. kamu jadi babak belur gitu! "


"It's ok Lembayung.. ini ga sakit! "


"Sebaiknya kamu Istirahat..aku nunggu papah dan mamah kamu disini. kamu belum benar-benar pulih! "

__ADS_1


"Badanku emang masih agak sakit.. mungkin karna terombang-ambing sama ombak. aku boleh Istirahat sebentar di kamarku ya? pengen tidur.. capek banget! "


Ia mengangguk dan tersenyum. Aku pun berlalu meninggalkan nya sendirian di ruang tamu.


Masuk ke kamar yang beberapa hari ini sangat ke rindukan, aroma nyaa..


***


Senja


Begitu sampai di rumah Lembayung, aku di sambut dengan suasana yang begitu hangat dan interaksi yang harmonis penuh kasih sayang keluarga nya.


Kehangatan itu menjalar ke seluruh darah dan hinggap di Qalbu, hingga yang ku rasakan hanya kedamaian dan cinta.


Aku benar-benar tidak mengira akan di perlakukan dengan baik, setelah apa yang aku lakukan pada Lembayung, membawa nya kabur dan akhirnya ia celaka bertarung nyawa.


Aku sudah mempersiapkan diri, jika hal kemungkinan terburuk akan terjadi padaku .Yang paling ringan adalah di keluarkan dari sekolah.. dan kemungkinan terburuk adalah penjara.


Sebaliknya.. aku mendapatkan pelukan hangat dari mamah Lembayung.


Big things Happens..


Beyond prediction.


Aku duduk di sofa putih dan menatap sekeliling ruangan yang minimalis, mengusung konsep Scandinavian..


Desain Interior dengan konsep ini identik dengan kesan bersih dan alami, dengan didominasi oleh warna putih dan sentuhan warna coklat dari kayu. Penataan cahaya, dan penggunaan kain-kain throw menjadi daya tarik nya.


Nuansa hijau menambah kesan hangat pada ruangan, dapat menciptakan nuansa ketenangan dan santai. Dekorasi ini biasanya digunakan pada gaya Scandinavian untuk pemanis ruangan yang identik dengan furniture bahan alam.


Orang Skandinavian terkenal sangat menyukai alam. Dalam hal ini pun berusaha dimasukkan ke dalam rumah.



"Ehh.. ada tamu geuning! "Aku menoleh ke belakang, mendapati seorang nenek sedang memandang sambil tersenyum ke arahku.


Aku mengangguk lalu mendekati beliau dan mencium punggung tangan dengan penuh takzim.


Teringat papuq inaq.


"Saha namina? (Siapa namamu? )"


"Senja nek.. "


"Enin.. panggil enin aja kasep!" Enin mengusap pucuk kepalaku.


Ternyata orang di rumah ini memang memiliki hati yang hangat, penuh kasih.


"Enin mau ke dapur dulu ya! "


"Iyah nin.. mangga. " Jawabku. 2 tahun tinggal di Bandung, sedikit demi sedikit aku mengerti bahasa sehari-hari yang biasa ku dengar dari teman sekolah.

__ADS_1


"Senjaaa.. "


Lamunanku buyar mendengar seseorang memanggil ku.


"Ayo ikut ke ruangan kerja saya, mamah Ayung sudah menunggu disana. "


"Baik Om.. " Akupun mengikuti papah Lembayung dari belakang, dan masuk ke dalam sebuah ruangan berpintu kayu jati.


Setelah masuk, ku pandangi lagi setiap sudut ruangan. Terdapat Rak-rak besar berisikan buku-buku tebal yang terjejer rapih.


"Duduk! "


Aku menurut dan langsung duduk di sebuah sofa minimalis yang cukup untuk di duduki 2 orang.


"Kamu sudah menghubungi ibu mu? " Tanya mamah Lembayung yang ikut duduk di sebelahku.


"Sudah tante.."


"Apa katanya? "


"Ibu terkejut Om.. tadinya tidak percaya dengan apa yang saya katakan, tapi akhirnya beliau mau ke Bandung. "


"Kapan? "


"Besok.. In Syaa Allah."


"Bagus.. semakin cepat semakin baik. "


"Maaf Om, tante.. kalau saya lancang, bolehkah saya bertanya? "


"Bertanya apa? tentu saja boleh.. " Kata mamah Lembayung lembut.


"Sebelumnya saya mau meminta maaf, karena telah berani dan lancang membawa kabur Lembayung.. Saat itu.. Lembayung.. "


"Kami sudah tau alasan nya.. sebelum kamu di panggil kesini, barusan saya menghubungi Gadis, teman nya Lembayung. "


"Kamu memang salah karna mengiyakan semua keinginan anak saya untuk kabur.. tapi tidak sepenuhnya salahmu, Lembayung memang sedikit manja dan kekanak-kanakan. Tumbuh dengan segala limpahan kasih sayang dan materi.. tanpa pernah merasakan kesulitan meski hal kecil."Papah Lembayung lalu terdiam.


"Padahal saya sudah tekankan tidak boleh bergaul dengan lawan jenis. Tapi Lembayung juga sama seperti anak remaja lain nya.. saya mengerti karna ini juga merupakan salah satu dari banyaknya kesalahan kami sebagai orangtua yang terlalu mengekang nya. " Kali ini mamah Lembayung berbicara.


"Saya tidak mau menjadi orangtua yang egois dan melimpahkan segala kesalahan pada anak remaja seperti kalian, kalian butuh pengertian dari kami selaku orangtua yang tentu saja sudah hidup jauh lebih lama di dunia ini.. banyak pengalaman hidup yang belum kalian alami, maka dari itu.. kita sama-sama belajar menjadi orangtua dan anak yang saling mengerti ya Senja..! "


"Kami tau, kalian masih belum cukup usia untuk menghadapi jenjang pernikahan.. tapi, bagi keluarga kami.. kehormatan perempuan sangat penting. Meski kami juga tau.. kalian tidak Melakukan hal yang melanggar norma agama, tapi sebagai muslim ya taat.. berdua dengan yang bukan makhrom itu sudah jelas tidak boleh, jangan berkhalwat! "


"Tante sangat percaya pada Ayung dan kamu.. tapi bagaimana kalau disaat iman kalian lemah, tiba-tiba setan masuk dan menggoda hingga bisa saja dengan mudahnya khilaf. "


"Tapi maaf tante... sa-saya dan Lembayung.. tidak punya hubungan apa-apa.. Lembayung tidak punya perasaan apapun pada saya, dan sudah pasti ia menolak. lelaki seperti saya tidak pantas bersanding dengan nya. " Aku menunduk dan hatiku mencelos mengatakan nya.


"Kamu harus menikah dengan Ayung..! " Tegas papah Lembayung.


Braaak.

__ADS_1


"Apaaaaaa? Si-siapa yang akan menikah pah? "


***


__ADS_2