Lembayung Senja

Lembayung Senja
Di Buang sayang : Petang Itu.. Mulai Mencintaimu.


__ADS_3

^^^“Aku ingin mencintaimu dengan sederhana^^^


^^^dengan kata yang tak sempat diucapkan^^^


^^^kayu kepada api yang menjadikannya abu^^^


^^^Aku ingin mencintaimu dengan sederhana^^^


^^^dengan isyarat yang tak sempat disampaikan^^^


^^^awan kepada hujan yang menjadikannya^^^


^^^tiada”^^^


^^^~Sapardi Djoko Harmono~^^^


Senja


Love Letter...


Teruntuk gadis berkerudung merah muda..


Namamu Ayung bukan?


2 jam sudah berlalu...


Setelah aku membantu menjauhkanmu dari dua orang lelaki yang mencoba menggoda. Bayangan wajahmu tak pernah hilang di mataku. Ini hari kedua aku mulai menaruh rasa padamu. Setelah MOS itu..


Kata orang, menulis perasaan ke dalam sebuah surat sudah ketinggalan jaman.Tapi menurutku tidak!


Kata orang, menulis perasaan ke dalam sebuah tulisan adalah kelemahan. Menurutku tidak!


Sisi lain dari diriku, akan kau ketahui suatu hari nanti saat kau membaca surat pertamaku ini.


Petang tadi,


Saat memandangmu dari seberang jalan.. Seperti melihat sinar cahaya yang memancar hanya untuk menerangi penglihatanku. Sejurus kemudian.. Cahaya itu masuk memenuhi relung hingga yang kurasa adalah nyaman, damai dan tenang.


Menelusup,menghangatkan hati.


Hati yang sepi.


Baru 2 hari aku mencintaimu.. Tapi aku merasa sudah bertahun-tahun asa ini tumbuh di dalam hatiku. Apakah kita pernah bertemu sebelumnya? Di saat masih kecil mungkin? paras cantikmu sepertinya aku pernah melihatnya. Tapi dimana?


Ijinkan aku bertanya?


Adakah celah untukku?

__ADS_1


Agar bisa masuk ke dalam kehidupanmu?


Jika ada.. aku dengan sabar menanti sampai kau tengok ke samping dan belakangmu. Bahwa ada aku disini. Aku akan menjagamu agar kau senantiasa terjaga.


Karena Aku ingin mencintaimu dengan sederhana.


Seperti kata dalam puisi sang sastrawan terkemuka.


Untuk saat ini kusudahi sampai disini, sampai jumpa besok di sekolah.. tempat dimana kisah kasih pertama kurasa.


^^^Senja,^^^


^^^Bandung kala malam.^^^


-


-


-


Hari ini adalah hari dimana sebagai kelas 10 memulai pelajaran pertama. Dengan penuh semangat aku memperhatikan guru di depan kelas,ingin membuktikan bahwa aku bisa hidup sendiri dengan baik.


Sungguh, suatu kebanggaan aku bisa masuk ke sekolah terbaik di kota ini. Setelah selama bertahun-tahun aku hanya diam menerima perudungan.


Bukan...


Bukan nya aku takut pada mereka.


Sepupuku Rafa dan teman-temannya memang senang sekali merudung dan menghinaku. Aku hanya membalas dengan sikap diamku. Tak pernah meladeni ataupun melawan.


Apakah gara-gara gebetan mereka, menyukaiku?


Atau karena prestasiku?


Tak penting.


"Kenalin.. nama gue Rian! " Seseorang duduk di sebelahku dan memperkenalkan diri.


"Senja.. "


"Lo bukan anak sini? " Tanyanya sambil memperhatikanku dari kepala hingga kaki.


"Dari Jakarta.. " Kataku singkat, dan ia hanya menganggukkan kepala.


"Gue juga dari Jakarta, meskipun bukan asli sana..cuma 2 taun ikut kerjaan bokap..tapi sekarang di pindahin lagi disini."


Aku dan Rian berkenalan, dan akhirnya kami menjadi akrab.

__ADS_1


***


Braaaak.


Mangkuk yang sedang di pegang oleh seorang siswa perempuan terjatuh di lantai.


"Yaaaaah.... bakso akuu! kamu kalau jalan liat-liat! "


"Ehh.. sorry! ga sengaja! aku ganti yaaa.. "


"Ga perlu! ganti aja mangkok nya tuh punya ibu kantin.. trus beresin sekalian! " Seloroh siswa perempuan itu marah-marah.


"Iyaah neng.. jangan marah.. ga sengaja.. "


Aku dan Rian yang sedang duduk di kantin memperhatikan siswa sekelasku yang sedang membereskan mangkok di lantai.


Setelah selesai. Tiba-tiba ia menghampiri kami dan duduk tanpa permisi.


"Kenalin.. gue Dion! temen sekelas kalian berdua! " Katanya sok akrab.


Kami bertiga mengobrol sambil minum jus yang kami pesan pada ibu kantin.


"Lembayuuuung... "


Mendengar nama itu di sebutkan, aku teringat sebuah nama yang dari kemarin sungguh memenuhi pikiran dan hatiku. Ayung.


Kami bertiga pun dengan impulsif melihat ke arah dimana sumber suara itu berada.


"Tungguin akuuu! " Seorang siswa perempuan yang kuyakini teman sekelas dia, berjalan menghampirinya.


"Tadi katanya ga akan ke kantin Dis... "


Suara itu, untuk pertama kalinya aku dengar keluar dari indera pengecap nya yang indah.Merdu.


"Iyaah.. aku berubah pikiran! " Teman nya, tiba-tiba melihat ke arahku lekat.


Dan aku membuang pandangan ke arah lain, karena merasa di perhatikan olehnya.


Mereka berdua duduk jauh dari tempat duduk kami.


"Cantiiik.. " Ucap Rian, sambil memandang ke arah Lembayung.


"Banget.. " Ucap Dion menimpali.


Lembayung...


Kamu memang sangat cantik..

__ADS_1


Lembayung... Petang itu aku mulai mencintaimu.


***


__ADS_2