Lembayung Senja

Lembayung Senja
learn from our errors and move on..


__ADS_3

Ibu Senja


Tiba di sekolah anakku, aku di sambut oleh seorang guru bernama Pak Rahmat. beliau adalah guru BK di sekolah ini.


Mendengar kata BK, pasti anggapan semua orang adalah hanya untuk anak yang bermasalah saja. Sebelum tiba disini, aku mencoba memahami lagi pengertian tentang Bimbingan Konseling ini.


Mencari di internet dan mendapati bahwa dari berbagai definisi tentang bimbingan dan konseling maka dapat menyimpulkan definisi bimbingan dan konseling (BK) yaitu serangkaian kegiatan berupa bantuan yang dilakukan oleh seorang ahli kepada konseli dengan cara tatap muka baik secara individu atau beberapa orang,dengan memberikan pengetahuan tambahan untuk mengatasi permasalahan yang dialami oleh konseli dengan cara terus menerus dan sistematis.


Dengan pengertian bimbingan dan konseling diatas, diharapkan seorang siswa dapat memahami dan tidak salah menafsirkan mengenai bimbingan dan konseling, terutama melihat seorang Guru BK disekolah agar tidak dipandang sebagai seorang guru yang hanya mengurusi siswa yang bermasalah saja disekolah. Padahal seorang BK tidak hanya bekerja atau di sekolah tapi seorang BK adalah menangani bagi seseorang yang mempunyai permasalahan.


Aku bukan nya tidak mengerti, karena dulu aku juga sekolah Meski hanya hingga sampai kelas 2 SMA,di sekolahku ada juga guru BK. Tapi aku tak pernah mendapatkan masalah yang bisa mengganggu kelangsungan program belajarku sewaktu aku sekolah dulu.


"Silahkan masuk..silahkan duduk bu! dengan ibu nya Senja? " Tanya seorang bapak yang duduk di kursi kebesaran nya.


"Betul pak. " Jawabku dengan sopan.


"Sebetulnya, sudah beberapa kali bapak Rahmat meminta nak Senja untuk membawa orangtua atau wali ke sekolah untuk berkonsultasi. "


"Tapi..ternyata saya baru di beritahukan oleh pak Rahmat, bahwa Ayah nya Senja tidak ada disini. Kebetulan sekali ibu sedang berada di Bandung ya! "


"Betul pak"


"Mohon maaf sekali bu, kalau boleh saya bertanya.. apakah ayah Senja masih ada? "


"Saya tidak tau pak" Aku menjawab seadanya.


"Baik kalau begitu.. saya hanya ingin menyampaikan bahwa selama ini nak Senja telah melakukan banyak sekali pelanggaran-pelanggaran sekolah. dan untuk yang terakhir.. hari jum'at kemarin, Senja melakukan tindak kekerasan terhadap seorang murid bernama Kevin. "


"Saat di tanya alasan kenapa melakukan tindakan tersebut, Senja tidak menjawab apa-apa dan mengakui kesalahan nya. untuk itu saya meminta dengan tulus agar ibu selaku orangtua Senja mampu untuk mendampingi nya, memberikan perhatian lebih agar supaya Senja tidak mencari perhatian lain dengan melanggar peraturan."


"Mohon maaf sekali ya ibu.. karena yang saya tahu, sebenarnya Senja itu anak yang pintar.. maka dari itu kami dari pihak sekolah masih berusaha untuk mempertahankan Senja untuk tetap bersekolah disini. Dengan harapan dapat berubah.. "


Aku semakin tak kuasa menahan sakit dan nyeri yang menjalar dari dadaku. Seketika tangis itu pecah dan menguar di hadapan bapak KepSek dan pak Rahmat.


"Sekarang kita menunggu orangtua dari nak Kevin.. karena kalau dari pihak sekolah akan memberikan satu kali lagi kesempatan untuk nak Senja memperbaiki nilai dan semuanya. Kami mungkin hanya akan memberikan skorsing atau suspension selama kurang lebih 1 minggu. "


"Tapi dengan catatan, orangtua dan nak Kevin memaafkan Senja. "


"Baik pa. "

__ADS_1


"pak Rahmat, boleh saya minta tolong bawa nak Senja kesini! "


"Baik pak" Jawab pak Rahmat, dan dengan segera meninggalkan ruangan.


Untuk beberapa menit, aku terdiam.


"Maaf ya bu, saya terima telpon dulu" Ijin nya sambil keluar juga ruangan, sekitar 5 menit.. beliau sudah kembali duduk.


"Senja itu sebenarnya anak yang baik bu, saya tahu dia tidak akan serta merta memukul jika tanpa sebab. dari beberapa siswa yang ada di TKP.. ternyata memang nak Kevin melakukan tindak perudungan dengan mengatakan hal-hal yang membuat Senja marah"


"Ini mengenai masalah pribadi.. saya rasa sangat tidak etis membicarakan masalah ini. tapi saya sudah membicarakan nya dengan ayahnya Kevin. "


Aku kembali terisak, ternyata anakku begitu menderita selama ini tanpa ada seorangpun yang memperhatikan nya.


Aku salah.. sangat salah. Ya Allah.. ampunilah hamba!


Dari arah pintu terdengar suara langkah tengah memasuki ruangan, aku menoleh ke arah nya.


Terlihat anakku terperanjat kaget mendapatiku ada di ruangan ini. Dia terus menundukkan kepala nya.


Tak lama kemudian, terlihat Kevin datang bersama kedua orangtua nya.


"Jadi ini berandal yang menghajar anak saya? "


Seketika itu juga aku terkejut dan menoleh ke arah orangtua Kevin, anak yang katanya di hajar oleh Senja.


"Kamu tidak salah.. saya juga akan melakukan hal yang sama jika ada yang melakukan apa yang anak saya lakukan. anak saya yang salah! " Ucap ayah Kevin selanjutnya. "Ayo Kevin.. kamu minta maaf pada Senja! kalau tidak, kamu sudah tau akibat dari membantah ayah kan? ".


Kevin mengulurkan tangan nya ke arah Senja dengan ragu.


"Ma-maafin gue Ja! "


"Maafin gue juga! "


"Alhamdulillah.. sepertinya masalah ini cukup sampai disini, untuk ke depan nya, bapak meminta pada nak Senja dan nak Kevin agar jangan ada kesalahpahaman lagi. " Ujar bapak KepSek menengahi.


"Tapi hukuman bagi kalian berdua masih tetap berlaku.. 1 minggu skors! " Kata beliau tegas.


Senja dan Kevin mengangguk, mereka berdua pamit untuk ke kelas masing-masing mengikuti kegiatan belajar hingga selesai, karena besok hukuman sudah mulai berlaku.

__ADS_1


"Saya permisi pak" Ucap mereka bersamaan.


***


Senja


"Jadi ini berandal yang menghajar anak saya? "


Aku bergeming.


"Kamu tidak salah.. saya juga akan melakukan hal ya sama jika ada yang melakukan apa yang anak saya lakukan. anak saya yang salah! " Ucap ayah Kevin.


"Ayo Kevin.. kamu minta maaf pada Senja! kalau tidak, kamu sudah tau akibat dari membantah ayah kan? ".


Kevin mengulurkan tangan nya ke arahku dengan ragu, dan aku melihat ketidaknyamanan dari gerak-gerik nya.


"Ma-maafin gue Ja! " Ucapnya padaku.


"Maafin gue juga! " Aku membalas uluran tangan nya.


"Alhamdulillah.. sepertinya masalah ini cukup sampai disini, untuk ke depan nya, bapak meminta pada nak Senja dan nak Kevin agar jangan ada kesalahpahaman lagi. " Ujar bapak KepSek ."Tapi hukuman bagi kalian berdua masih tetap berlaku.. 1 minggu skors! " Kata beliau tegas.


Aku dan Kevin mengangguk secara bersamaan, kami berdua pun pamit untuk ke kelas masing-masing mengikuti kegiatan belajar hingga selesai, karena besok hukuman sudah mulai berlaku.


"Saya permisi pak" Ucapku


"Saya permisi pak. " Kevin pun mengucap pamit bersamaan denganku.


Saat di luar ruangan, aku sengaja mengambil langkah pelan dan membiarkan Kevin untuk jalan duluan. Tapi..


"Lu kali ini bisa lolos, tapi liat nanti! " Ancam nya sembari berlalu meninggalkan ku.


"Hhhh.. " Aku mengambil nafas dalam dalam dan menghembuskan perlahan. Melangkah menuju kelas dan mengikuti pelajaran lagi.


Ok Senja..


It is important that we forgive ourselves for making mistakes. We need to learn from our errors and move on.


(Penting bagi kita untuk memaafkan diri sendiri saat membuat kesalahan. Kita harus belajar dari kesalahan-kesalahan kita dan terus melangkah.)

__ADS_1


***


__ADS_2