
Senja
Waktu menunjukkan pukul setengah 8 pagi.. Aku masih menghafal lafal Qabul.. sebenarnya sudah dari sejak kemarin aku menghafal nya, tapi entah karena gugup atau apa.. selalu ada saja yang salah dalam pengucapan nya.
Saat ini aku, memakai gamis jubah berwarna broken white.. ada aksen bordiran simple di kerah nya. Ini adalah baju yang di berikan oleh Lembayung tadi malam.
Tadinya aku akan memakai tuxedo yang telah di siapkan oleh mamah Lembayung, tapi ia keukeuh ingin aku memakai gamis..
"Biar match sama gaun aku Senja! gaun aku kan syar'i.. simple.. masa kamu pake tux.. "
Begitu katanya di dalam isi pesan.
Mengapa perempuan itu selalu mempermasalahkan urusan pakaian? segala sesuatunya harus cocok.
Baiklah.. Aku menurut.
Aku jadi teringat kemarin di saat-saat terakhir tantangan akung Lembayung yang kurasa tak sanggup untuk aku lakukan, pada saat itu aku ingin menyerah saja.
Tapi, melihat mata nya yang berkaca-kaca lalu menangis saat akung bilang akan membatalkan pernikahan kami..Aku berusaha sekuat tenaga untuk menghadapi nya.
Apakah dia mulai menyukaiku?
Oh.. Allah.. Almighty ,,
For Allah it is... "Kun Fa yakun!"
"Be and It Is!".."Yang terjadi.. terjadilah! "
Nothings Impossible with Allah.. Tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah..
Ia Adalah Maha Pembolak-balik Hati manusia.
***
Di pondok kediaman akung, sudah berkumpul beberapa keluarga inti dari Lembayung.. petugas KUA, penghulu, dan para saksi dan juga beberapa sesepuh yang di hormati di lingkungan pondok pesantren ini.
Aku duduk menghadap sebuah meja pendek berbentuk persegi, di depanku sudah duduk papah Lembayung.. raut wajah nya terlihat sendu dengan mata yang berkaca-kaca.
Acara pembukaan pun di mulai.. dan dibacakanlah ayat suci Al-Qur'an.
Petugas KUA mulai memberikan Khutbah nikah..Yang di awali dengan bersyukur, Istighfar, memuji dan memohon perlindungan kepada Allah (Bacaan Hamdallah) lalu membaca shalawat kepada Nabi Besar Muhammad Shallallahu’Alaihi Wasallam.
Berwasiat untuk senantiasa bertakwa dan beriman kepada Allah, yaitu dengan menyampaikan dan membacakan ayat-ayat tentang taqwa.
"Pada hakikatnya akad nikah merupakan janji agung di hadapan Yang Maha Agung, yang harus dipertanggung jawabkan. Pernikahan sendiri bagi kehidupan manusia merupakan salah satu amal dan ibadah kepada Allah Ta'ala . Maka, luruskanlah niat kita dalam melangsungkan pernikahan hanya untuk ibadah."
"Ananda Senja.. Jadikan petunjuk Allah, di dalam kitab suci Al-Quran serta suri tauladan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam sebagai panutan dan tumpuan dalam menjalani hidup berumah tangga."
Aku menundukkan kepala, rasanya saat ini aku sedang melayang dan bermimpi, ruh ku sedang mengembara dalam keadaan alfa.
Setelah petugas KUA selesai membacakan khutbatul hajah,lalu penghulu bertanya padaku.
"Saudara Senja Kelana Philander,apakah Anda setuju untuk menerima Saudari Lembayung Maida Abdullah sebagai istri dengan maskawin berupa emas 5 gram? "
" Saya bersedia.. " Jawabku lantang.
Pertanyaan itu di ajukan sebanyak 3 kali, dan 3 kali juga jawaban ku tetap sama.
Saya Bersedia.
Suasana hening sejenak karena sebentar lagi akan di langsungkan prosesi Ijab Qabul antara aku dengan papah Lembayung.
"Bissmillahirrahmanirrahiim.. Astaghfirullahaladzim " Beliau mengucap Bassmallah dan ber istighfar , agar terbebas dari gangguan jin dan setan.
Tak lama kemudian, Lafal Ijab pun di ucapkan..
...“Saya nikahkan dan kawinkan engkau ananda Senja Kelana Philander bin Lardo Philander dengan putriku Lembayung Maida Abdullah dengan mas kawin berupa Emas seberat 5 gram dibayar tunai.”...
...“Saya terima nikahnya dan kawin nya Lembayung binti Fadli Abdullah dengan mas kawin berupa Emas seberat 5 gram dibayar tunai.”...
Dengan keyakinan penuh dan tanpa keraguan..ku ucapkan Qabul dengan lantang dan dalam satu tarikan nafas.Meskipun tak ada anjuran untuk mengucapkan nya dengan ketentuan tersebut.
"Bagaimana saksi? "
"SAH.. "
__ADS_1
"SAH.. "
"SAH.. "
"Alhamdulillah.. " Semua yang berada disana mengucap hamdallah.
Alhamdulillah.. Ya Allah.
Kini Lembayung sudah sah menjadi istriku, menjadi milikku.
"Baarakallahu laka wa baarakaa alaika wa jamaa bainakumaa fii khoir.”Penghulu membacakan doa akad nikah.
Sebenarnya,setelah prosesi akad nikah sudah selesai dan dinyatakan sah secara agama setelah Ijab Qabul diucapkan.
Tapi agar sah di mata hukum, prosesi yang satu ini tetap tidak boleh dilewatkan.Untuk urusan hukum negara, segala sesuatunya tidak akan sah tanpa adanya penandatanganan dokumen. Dan dokumen yang harus ditandatangani oleh kedua pengantin yang pastinya adalah buku nikah.
Untuk kali ini, hanya di perkenankan keluarga inti dan yang mahrom bagi Lembayung saja yang menyaksikan, maka beberapa tamu dan saksi yang hadir di persilahkan untuk menikmati hidangan di ruangan berbeda. Hanya petugas KUA saja yang mewakili untuk menyaksikan penandatangan dokumen.
"Baik, di mohon untuk mempelai perempuan di panggil untuk menandatangani buku nikah. "
Deg.. Deg.. Deg.. Deg..
Hatiku bergemuruh, sebentar lagi aku akan melihat istriku..
Sikap tenangku nyatanya kontras dengan suasana hati yang tak terkendali.
"Ma syaa Allah.. cantik sekali.. "
"Ma syaa Allah.. "
"Ma syaa Allah.. " Semua orang berdecak kagum melihat Lembayung tengah berjalan menuruni undak tangga dari lantai 2.
Secara impulsif aku pun langsung menoleh ke arah dimana pusat penglihatan semua orang tertuju.
Memandang indah bidadari surga disana yang sedang tersenyum malu-malu sambil menundukkan kepala.
Ia tak berani menatapku.
Sungguh menggemaskan nya.. istriku.
Lantunan lagu Seorang musisi luar bernama Maher Zein yang selalu di jadikan backsound pernikahan.. mengalun indah di pikiran.
We’re here on this Special Day
Our hearts are full of pleasure
A day that brings the two of you
Close Together
We’re gathered here to celebrate
A moment you’ll always treasure
We ask Allah to make your love
Last forever
Let’s raise our hands and make du’a
Like the prophet taught us
And with one voice let’s all
Say..say..say..
"Barakallahu lakuma wa baraka
Alaikumaa wa jama’a bainakuma fii khaiiir"
"Barakallahu lakuma wa baraka
Alaikumaa wa jama’a bainakuma fii khaiiir"
Semua mendo'akan kami..
__ADS_1
Seiring shalawat yang terucap di hati.. mungkin malaikatpun ikut mendo'akan kebahagiaan kami.
Lembayung berjalan sambil terus menunduk, tak berani menatap siapapun termasuk aku. Lalu ia duduk di sampingku. Kami di beri intruksi untuk saling berhadapan.
Dan aku memegang ubun-ubun istriku Lembayung sambil membaca doa setelah akad yang telah ku hafalkan sebelum nya.
"Allahumma inni as’aluka min khoirihaa wa khoirimaa jabaltahaa ‘alaih. Wa a’udzubika min syarrihaa wa syarrimaa jabaltaha ‘alaih."
Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu kebaikan dirinya dan kebaikan yang Engkau tentukan atas dirinya. Dan Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekannya dan kejelekan yang Engkau tetapkan atas dirinya.
"Sekarang.. kalian sudah sah.. sudah mahrom, ayo silahkan ananda Lembayung untuk mencium punggung tangan suamimu dengan takzim. "
Aku memegang tengkuk dan salah tingkah.. sementara iris hazel Lembayung menatapku malu-malu.. Ia ragu dan malu untuk mengulurkan tangan nya.
Sebelumya, secara tak langsung saat di Bali.. kami memang pernah berpegangan tangan pada saat kondisi dan situasi yang di butuhkan. Meski tak langsung skin to skin dan ada penghalang kain antara kami.
Tapi detik ini terasa sangat berbeda..
Ada perasaan yang tak dapat di gambarkan..
Aku mendadak tak berani.. nyaliku ciut dan jantungku berdetak tak karuan.
Come On Senja..
"Ayo.. malu-malu ini pengantin nya.. " Celetuk seseorang yang tak tau siapa.
"Bikin baper deh.. "
Iris amber dan hazel kamipun saling mengungkapkan banyak kata dan perasaan yang bisa tersirat hanya dari tatapan.
Aku mengangguk dan mengulurkan tangan ke arahnya.
Dia pun demikian.
Kini.. untuk pertama kali nya, indera peraba kami saling bersentuhan. Ia mencium tanganku penuh takzim.. sebagai bentuk ketaatan yang untuk pertama kalinya ia lakukan sebagai istri ku.
...Istriku Lembayung.....
...Saat kau menundukkan kepala...
...Dan mencium tangan suamimu ini dengan penuh takzim...
...Disaat itu pula aku,suamimu berjanji.....
...Bahwa akan selalu mencintaimu karena Allah....
...Baik di dunia ataupun di akhirat nanti...
...Meski mencapai Sakinah Mawadah Warrahmah bukan perkara yang mudah,...
...Mungkin akan ada banyak sekali badai dan ujian di hadapan....
...Tapi.....
...Aku ingin melalui semua bersamamu....
...Aku ingin selalu bersamamu...
...Untuk melaksanakan ibadah terlama dan terpanjang ini....
...Mengarungi bahtera rumah tangga, dan...
...Merangkai mahligai cinta...
...Untuk selama-lamanya....
***
-
-
-
-
__ADS_1
Note: Senja memang melankolis kalau cuma dengan Lembayung yaaa.. hihhhii.. bukan lebay ko.. orang yang melankolis hati nya memang suka bgt mengungkapkan isi hati melalui puisi seperti Senja. ✌✌✌💕💕