Lembayung Senja

Lembayung Senja
Dating..?


__ADS_3

Senja


"Ayo bu.. kita makan siang dulu yaa di foodcourt, di lantai 3." Ajakku.


"Iyah.. "


Karena weekday, jadi lumayan agak sepi.


"Mau makan apa bu? "


"Apa aja.. samain sama kamu. "


"Kalau suki & bbq suka ga bu? "


"Suki? "


"Hot spot ala Thailand gitu bu, menu rebusan dan bakaran yang fresh!"


"Ibu ikut aja."


Kamipun masuk ke xxx Suki & BBQ, restaurant yang mengusung konsep Thai Resto, menyajikan menu rebusan dan bakaran yang fresh dan organic.


"Kita duduk disana yuk bu.. "


Setelah memilah dan memilih menu.Kami mengambil tempat duduk di pojokkan. Sengaja aku mengajak kesini, agar bisa berlama-lama dating dengan ibu.


Ibu mulai memanggang satu persatu tasty beef slice dan chicken bbq,raut wajah nya memperlihatkan berbagai ekspresi. Aku memperhatikan sambil menopang dagu penuh kekaguman. Baru kali ini melihat dari dekat paras cantik dan manis ibu yang khas dengan kulit eksotis nya.


Surai hitam yang panjang lurus sepunggung itu, tak pernah ibu ubah tatanan nya sedari aku masih kecil dulu. ibuku masih saja tetap cantik seperti belum memiliki seorang anak seumurku.


Aku jadi tertawa sendiri membayangkan, mungkin orang melihatku bukan seperti anaknya.. aku seperti adik ibu. Atau bahkan mungkin ada yang menganggap ku seperti seorang berondong bayaran.


"Kamu kenapa ketawa-ketawa sendiri? " Ibu mengerutkan alisnya.


"Ngga bu.. Senja bahagia banget!"


Ibu hanya terdiam dan tidak menjawab apa-apa. Masih asyik membolak-balikan panggang-ngan.


"Bu.. "


"hmm.. "


"Boleh Senja tanya sesuatu? "


"Apa? "


"Apa Senja boleh tau nama lengkap ayah? dan asal usul nya? "


Kedua manik mata ibu membulat, dan menatap tajam ke arahku. Lalu menghela nafas dan berhenti memanggang untuk beberapa saat.


"Alardo Philander.. Asli Roma Italia. " Jawab ibu dingin.


Aku tak berani lagi bertanya apa-apa dan hanya terdiam membeku.


"Ibu punya alamatnya.. tapi ibu ga akan biarin kamu nyari pecundang itu! ibu ga sudi..! "


Aku terperanjat mendengar makian yang keluar dari mulut ibu, setelah sekian tahun tak mendengar nya.


"Maafin Senja bu.. Senja ga akan ungkit lagi, cukup tau nama lengkap nya. " Kataku dengan lirih. "Oh iyaah.. itu beef nya udah mateng belum bu? Senja mau yaaa..! " Rengekku seperti anak kecil.


"Sudah.. nih! " Ibu meletakkan beberapa potong beef di piring dan memberikan nya padaku.


"Oh iyah bu.. Om Hasan menikah dimana? " Aku mengalihkan topik.

__ADS_1


"Di Peta Park.. Oh iyah nanti anter ibu ambil baju seragaman di butik ya! "


"of course.." Jawabku.


Certainly bu.. everything I do.. I do it for you.


***


Bintang


"Assalamu'alaykum teh.. " Aku membuka salam.


"Wa'alaykumusalam.. ada apa dek? "


"Aku pulang nya mau ke Mall xxx dulu.. ini masih di lantai jalan..teteh mau nyusul kesini ga? aku mau makan suki! "


"ya udah teteh nanti nyusul sama temen-temen teteh.. katanya pada mau ceunah! "


"Ok teh.. aku langsung pesen aja ya nanti buat aku sendiri.. laper banget jam segini baru pulang! "


"iyah terserah adek.. "


"Ya udah atuh.. Assalamu'alaykum! "


"Wa'alaykumusalam! "


Sampai di parkiran, aku mengajak pak Asep untuk ikut ke atas dan makan bersama. Tapi katanya tadi udah makan di rumah sebelum jemput aku pulang sekolah.


Alhasil, aku jadi sendirian deh..


Saat naik eskalator, aku lihat di bawah sana seperti seorang cowok yang pernah aku lihat. Aktor bukan sih? pernah liat di tv mungkin ya! Cool banget.. tipe cowok idamanku.Tapi dimana ya..? aku mencoba mengingat-ingat wajahnya.


gotcha!! iyah Diaa.. itu dia. Temen sekolah nya teh Ayung yang ketemu di Saraga hari ahad kemarin.


Aku pun berhenti sebentar dan memperhatikan, dia sama siapa ya? wanita dewasa itu cantik banget.. siapa nya dia? mungkin kakaknya ya! asumsiku dalam hati.


Ehh.. dia juga ternyata masuk ke Thai resto.. hihhi jodoh mungkin ya. Aku pun langsung berlari masuk ke dalam restaurant itu.


Kami berdua kini tepat berdampingan, saat mengambil satu persatu suki dan menyimpan nya di nampan. tapi dia sama sekali tak melirik ke arahku..terlebih lagi, dia menutup kepala nya dengan hoodie jaket nya. Eh tapi kan emang kita ga pernah ketemu langsung, aku yang liat dia sama teh Ayung. Mana mungkin dia kenal aku.. hehhe halu!


Dia ternyata memilih tempat duduk yang berada di pojok sana, lumayan agak jauh dari tempat duduk yang akan aku duduki karena aku tadi pesan untuk beberapa orang. kan aku nunggu teh Ayung dengan teman-teman nya biar mereka langsung masuk dan ga perlu waiting list.


Dari kejauhan aku melihat senyum nya. Manis sekali.. padahal wajahnya dari tadi datar dan dingin, tapi saat mengobrol dengan wanita itu ia bisa tersenyum.


"Teh Ayung mana ya? Duuh lama amat sih! " Aku mengomel tak jelas sendirian sambil meletakkan beef ke panggang an dan memasukkan suki pada pot.


"Bintaaaaaang..."


Aku terperanjat, saat ada yang menepuk bahuku. Hampir saja suki yang akan ku masukkan jatuh ke lantai.


"Astaghfirullah.. " Aku mengusap dada, "Kebiasaan teh Nindy ih.. kaget tauuuu! " Aku mengerucutkan bibirku.


Teh Nindy hanya tertawa lalu duduk di sebelahku.


"Udah lama dek? " Tanya Teh Ayung yang juga duduk di samping teh Nindy.


"Waaah.. aku mau milih menu dulu aakh.. hayu Gadis! " Teh Risa belum duduk, tapi langsung mengajak teh Gadis.


"Aku juga akh.. "Susul teh Nindy.


"Eh teteh.. itu liat.. siapa itu di pojokan? " Kataku antusias.


"Siapa emang? " Tanya teh Ayung datar, tanpa melirik ke arah yang aku tunjuk, malah ikut membolak-balik beef.

__ADS_1


"Ihh itu liat.. arah jam 3!"


"Ehh.. " Teh Ayung terlihat kaget. Pasalnya mungkin ia tak menyangka akan bertemu cowok itu disini.


"Tapi liat deeh.. dia sama cewek cantik banget teh! " Sungutku.


"Ohh.. " Teh Ayung hanya membulatkan bibir membentuk huruf O.


"Ohh apa? "


"Ohh apa ya? oh ga tau.. "


"Ih teteh.. kenalin ya ke aku! "


" Ga mau.. " Jawab teh Ayung ketus.


"Kenapa ihh? kan gpp cuma kenalan aja. lagian aku mah ga akan pacaran kaya teteh, palingan jadiin dia future husband.. hihhi.. "


Pletuuk!


"Aww.. teteh sakit!" Ringisku. "kenapa pukul kepala aku? "


"Lagian kamu masih kecil udah ngomongnya asal gitu! "


"ya kaan aku bilang di masa depan.. masih lama kaan? "


"Apanya yang masa depan? masih lama apanya? " Tanya teh Gadis menghampiri kami dan lalu meletakkan nampan berisi suki, beef, vegetables, dll..


"Ehh.. ngga teh Gadis.. ga Ada apa-apa ko.. hehhe! " Kataku malu-malu.


***


Lembayung


Sejurus pandangan, aku melihat Senja bersama seorang wanita. Siapa dia ya?


"Bintang.. kamu dari tadi sendiri disini? " Tanya Risa.


"Iyah teh.. lama banget sih nunggu kalian! "Bintang mencibir.


"Iyah jalanan macet.. " Jawab Nindy.


"Eh tapi aku mah gapapa ketang nunggu lama juga.. ga bosen, sambil liat cowok cakep! " Bintang cengengesan.


Pletuuk!


"Aww.. teh Ayung ih meuni suka banget pukul kepala aku! sakit tau! "


"Kamu itu dek! " Aku memberi isyarat agar Bintang tak membicarakan tentang Senja.


"Apa sih teh? emang iyahkan aku dari tadi liatin temen teteh yang ganteng itu! " Polos Bintang.


"Haah? siapa? dimana? emang ada temen kita yang lagi makan disini?" Serentak semua mengedarkan pandangan ke segala penjuru.


"Girls!! itu kan Senja.. sama siapa dia ya? wah cantik banget cewek nya." Puji Nindy.


"Oh namanya Senja? ko teteh ga ngasih tau aku pas waktu di saraga ketemu dia! pelit teteh mah! "


"Ayuung?" Aku mendapatkan sorotan penuh selidik dari Gadis, Risa dan Nindy.


Huuh, Bintaaaaaaang!


***

__ADS_1


__ADS_2