
Lembayung
"Nggggghh.. " Aku mengerang dengan mulut yang tengah di lakban dan berusaha melepaskan ikatan di tanganku. Barusan aku terbangun dalam keadaan terduduk disudut ruangan dengan tangan dan kaki yang terikat.
Aku di sekap.
Dimana ini?
Dan ruangan apa ini?
Seperti sebuah kamar.
Sambil mempertajam penglihatan di gelapnya ruangan yang tanpa cahaya lampu sedikitpun ini..Aku berusaha terus meronta dan menghentakkan kaki yang juga di ikat mati menggunakan tali tambang yang besar.
Ya Allah..
Senja... Toloong aku!
Ceklek.
Pintu terbuka.. dan seorang perempuan memakai topeng hitam tengah berdiri di depan pintu, dan menghidupkan lampu.
Siapa dia?
Mataku menyipit saat lampu menyala dan membuat ruangan kecil ini terang benderang. Sambil mengedarkan pandangan.. netraku lekat memperhatikan siapa sebenarnya perempuan di balik topeng itu?
Perempuan itu membisu.. dan tak mengeluarkan suara satu patah kata pun. Hanya menggunakan isyarat tangan untuk memerintahkan sesuatu pada 2 orang pria bertubuh besar di samping nya.Mereka berpenampilan layaknya seperti preman, karena keduanya banyak sekali memiliki tatto penuh di bagian tangan.
Tiba-tiba.. ada seorang laki-laki sekitar umur 25 tahunan datang dan mendekati mereka. Lelaki itu menoleh ke arahku dengan tatapan yang sulit untuk di pahami.
Dia mendekati ku dan berjongkok lalu mencondongkan wajahnya di depan wajahku.. sambil mengeluarkan sebilah pisau kecil, dan mendekatkan nya ke arah wajahku.
"Ternyata lo cantik banget.. sangat sayang kalau wajah lo harus rusak karena dicabik-cabik pisau kecil ini! Gue berubah pikiran.. " Dia berdiri.
"Tapi bang.. " Perempuan bertopeng itu akhirnya mengeluarkan suara. "Perjanjian nya ga gitu.. aku mau wajahnya jadi buruk rupa! " Sarkasnya.
Deg..
Apa ini? Ada dendam apa aku pada perempuan itu sampai ia tega mau merusak wajahku?
Siapa dia?
Aku tak mengenal suara nya.
"Siapa disini yang berkuasa? lo berani ngelawan setelah gue bantu? "
"Ok.. kalau abang ga mau ngerusak wajah nya.. Rusak tubuhnya!kalau perlu rame-rame! cewek sok suci kaya dia pantes di jadiin jal***!"
Aku terperanjat kaget mendengar kata-katanya, mana mungkin sebagai sesama perempuan bisa mengatakan hal seperti itu?
Ya Allah..
Dimana letak hati nya?
"Tenang.. malam ini dia bakal jadi milik gue! "
"Dan aku ga sabar.. aku sangat menantikan kabar dari abang.. selamat menikmati tubuh nya rame-rame! " Perempuan itu terkekeh dan berlalu dari ruangan tempatku berada sambil terus tertawa.
Aku terus berdzikir dalam hati.. dan terus berharap suamiku segera datang untuk menyelamatkanku.
"Dan lo.. gadis cantik! siap-siap sebentar lagi.. gue bakal mengajak lo merasakan surga dunia.. hahaha! "
"Ngggghh.. ngggh.. " Aku memalingkan wajahku karena tangan besar nya memegang kasar kedua pipiku.
"Menarik.. pantas saja si bedebah Senja sampai tergila-gila! "
Deg.
Orang ini mengenal Senja? apa hubungan mereka?
__ADS_1
"Lo.. bakal liat dengan mata kepala lo sendiri.. gimana lelaki yang mati-matian berubah karena lo itu.. gue bakal bikin dia abis disini! "
Ya Allah..Siapa mereka? lindungilah kami!
"Nggggh... " Aku memberontak dan memalingkan wajahku, saat dia mau menyentuh wajahku lagi.
"Sebentar lagi lo bakal takluk sama semua perintah gue! "
Pria itu berlalu meninggalkan ku sendirian. Ia memadamkan kembali lampu ruangan hingga menyisakan aku yang terduduk kaku berada dalam ketakutan dan rasa lapar.
***
Senja
"Thanks ya Senja.. kami senang lho hari ini bisa di fotoin sama kamu! nanti siraman, pengajian sama wedding kita ..teteh pengen kamu jadi photografer nya yaaa.. " Seru teh Manda, calon istri kang Danu.
Klien perdanaku hari ini.
"Sama-sama teh.. in syaa Allah.. semoga hasilnya nanti memuaskan ya teh.. "
"Pasti.. aku udah liat ko hasil nya dari Rino.. "Lanjut teh Manda.
"Oh iyah.. cewek kamu pulang? ko dari tadi ga keliatan? " Tanya kang Danu.
"Cewek kamu meuni geulis pisan Senja.. bisaan kamu! tapi ketang kamu nya juga ganteng sih! serasi.. " Puji teh Manda, dan di beri anggukan oleh kang Danu.
"Nuhun teh.. kang Danu sama teh Manda juga pasangan yang serasi banget.. semoga lancar sampai hari H ya teh.. saya permisi duluan. Assalamu'alaykum.. "
"Wa'alaykumusalam.. "
Aku mengedarkan pandangan ke segala penjuru mencari sosok Lembayung, tapi tak mendapati nya dimanapun .. karena pengunjung sudah mulai banyak berdatangan.
Damned!!
Kenapa aku bisa sampai lalai tak memperhatikannya!
Kasihan.. sudah hampir 3 jam ia menungguku.
"Mas.. lihat seorang perempuan berpakaian syar'i, serba hitam mas.. ?tadi saya lihat dia disini !" Tanyaku pada seorang waiter di cafe tersebut.
"Maaf saya lupa mas.. karna banyak pengunjung jadi saya ga perhatiin satu-satu. " Jawabnya sambil mengatupkan kedua tangan.
"Baik kalau begitu.. makasih mas. " Aku berjalan meninggalkan cafe, baru beberapa langkah.. seseorang memanggilku.
"Mas.. mas.. Perempuan itu pakai pasmina hitam ya? trus pakai tas selendang dari anyaman gitu? " Tanya seorang waiter lain yang menghampiri ku.
"Iyah betul mas.. "
"Tadi.. ke arah sana mas, beli beberapa camilan dan minuman. " Ia menunjuk ke arah tempat menuju taman anggrek.
"Makasih.. "
Aku langsung berlari menuju lokasi yang tadi waiter itu tunjukkan.. menyusuri setiap sudut taman tapi tak menemukan sosok nya.
"Lembayung... "
Aku terus berlarian menyusuri setiap sudut. Tapi nihil. Ku lihat.. di tanah, dekat dengan tempat duduk kayu berceceran sisa bekas makanan dan minuman yang terjatuh.
Deg.
Lembayung kamu dimana sayang?
Bathinku bergemuruh karna jutaan kekhawatiran melanda ku. Berbagai pikiran negatif pun tiba-tiba berkecamuk dan berkeliaran.
Aku mengambil ponsel, lalu membuka aplikasi pelacak yang tadi aku pasang di ponsel istriku.
Jl. xxx ..?
What happen? kenapa ia berada jauh dari lokasiku saat ini?
__ADS_1
Sebenarnya apa yang terjadi?
Shiiiiit! bodoh kau Senja! aku merutuki kebodohanku.
Drrrt.. Drttt..
1 message unread
08xxxx : Kalau dalam 30 menit lo ga datang.. jangan nyesel kalau bini lo gue abisin!
Breng****!!
Calling Dion..
"Yon.. tolong gue..kalau dalam waktu 1 jam gue ga ada kabar.. lo harus segera lapor polisi dan datang ke lokasi jln. xxx... gue ga ada waktu.. "
"Tunggu Ja.. ada apa? "
"Udah jangan banyak baco***t.. lo ikutin intruksi gue, hubungi juga Rian! "
Aku segera menutup panggilan dan berlari menuju tempat parkir. Menyalakan mesin motor dan melajukannya dengan kecepatan tinggi..
Hilang akal.
Lembayung.. bertahanlah!
***
Felicia
"Apaaa? gimana bisa? sebenernya lo bisa di andelin ga sih bang? kenapa bisa kecolongan?cewek lemah kaya gitu lo ga mampu sekap! "
"Sorry Fel.. gue ga berani lawan perintah bos gue.. dia nyuruh yang lain buat mancing dan ngejebak buat ngehajar si Senja !"
"Arrrgh.. terus lo tau dimana sekarang lokasi nya? "
"Jalan xxx.. "
Aku menutup panggilan dengan geram. Amarahku meningkat mengetahui orang suruhanku gagal menculik cewek sial itu!
"Kali ini lo bisa lolos dari gue.. cewek sialaaan! Keselamatan Senja lebih penting! "
Arrrggh!
Tanpa pikir panjang, aku mengambil kunci mobil di atas meja dan segera berlarian menuju lift.
Setelah masuk ke dalam mobil, langsung mengaktifkan Maps untuk melihat rute jalan yang di sebutkan bang Rendy tadi. Melaju dengan kecepatan tinggi..
Senja... semoga ga terjadi apa-apa sama kamu!
***
Senja
10 menit.. 15 menit..
Aku benar-benar seperti orang kesetanan mengendarai motorku tanpa memperdulikan kendaraan sekitar. Menyalip.. menikung dan menerobos jalanan secepat mungkin agar bisa segera sampai di lokasi.
Sambil melaju.. aku mencoba lagi melacak lokasi.
Siaaaaal!
Ponsel Lembayung di matikan.
Arrrrrrgggh..
Lembayung... sayang.. bertahanlah!
***
__ADS_1