
Lembayung
Drrt.. Drrrt..
Ka Radith : sayang, hari ini kita pulang bareung ya!
Lembayung : Iyah ka
Aku menyimpan kembali ponsel ke dalam saku kemeja.Sudah beberapa hari ini Radith sibuk karena sebentar lagi akan Ujian Akhir Nasional.
Semenjak kejadian di Thai Resto itu.. beberapa hari ini juga aku tak melihat si berandal. What the stupid think!
Mengapa aku memikirkan dia? WHY?
Aku menunggu Radith di dalam kelas saat hampir semua siswa sudah pulang, memainkan ponsel sambil bersenandung kecil. Ya.. Even though, papa melarangku untuk tidak terlalu sering mendengarkan music. But,, between times suka melanggar juga. Hehhe..
"Hai.. udah lama nunggu ya? " Tiba-tiba Radith muncul di depan pintu kelas.
"Eh.. ka Radith..! ngga ko .. kita langsung pulang? " Tanyaku dengan wajah berseri.
"Kita mampir ke butik xxx ya.. aku di suruh ambil baju seragaman sama eomma.. "
"Ok.. " Kataku "Lucu banget yaaa ka Radith manggil nya eomma.. berasa aku pacaran sama oppa-oppa.. hehhe! " Aku terkekeh.
"Bukan nya emang oppa kan? kamu mau panggil aku oppa? "
"Ehh.. akh ngga akh.. aneh tau ka! "
"Iyah sih.. aku juga ga suka di panggil oppa!"
"Kenapa? "
"Ngerasa aneh aja, karna lingkungan di kelilingi orang Indo.. kesan nya alay! hahahah.. " Ia malah tertawa.
"Aku kan suka drakor.. ya ga alay dong! " Kataku manyun.
Radith malah tertawa lagi.
Berjalan berdua dengan Radith di sepanjang koridor sekolah itu rasanyaaaaa... is it a real or just another crush?
Don't know what to say!
Aku senyum-senyum sendiri. Sudah bukan rahasia lagi bahwa sekarang aku jadi pacar seorang Radith. Awalnya banyak yang mencibir, banyak juga yang ngucapin selamat..pokoknya macam-macam. ya ,you know what..have a boyfriend like him banyak yang iri mungkin.. Ehh! Kamu itu udah hasad Yung!
Saat berjalan menuju parkiran, aku melihat pak Syarif sedang di bonceng seseorang. Dan yaa, 'dia ' yang tadi sempat aku pikirin.
"Ayung.. Ayo masuk?" Suara Radith mengagetkanku.
"Eh.. iyah ka. "
Setelah memasang seat belt, aku masih menatap bayangan yang semakin menjauh itu.
"Kamu liat siapa sih? "
"I-itu pak Syarif. "
"Ohh.. pak Syarif, iyah tadi aku liat si Senja nunggu pak Syarif di parkiran. "
__ADS_1
"Ko ka Radith tau? "
"Udah 3 hari ini setiap pulang ngajar, pak Syarif selalu di jemput Senja.. "
"Ooh.. " Hanya ber-Oh ria.
Setelah sekitar 45 menit perjalanan, akhir nya sampai di sebuah butik xxx. Aku sengaja hanya menunggu di mobil karena Radith bilang cuma sebentar.
"Kamu mau nemenin aku ke nikahan tante ku ga sayang? "
"Kapan? "
"Hari sabtu ini. "
"Liat entar ya ka.. soalnya waktu minggu kemaren video call mamah, katanya mau pulang sabtu ini. But not really sure..kepulangan mereka di tunda terus karna something wrong."
"Oh ya? hope everythings will be fine.. !" Tiba-tiba tangan Radith menyentuh punggung tanganku.
Dengan impulsif aku melepasnya. "Ehh.. " Aku mendelik, menatap Radith setengah kesal.
"So sorry sayang.. aku refleks karna liat kamu sedih! beneran ga ada maksud macem-macem! "
"I was told you before ka..NO skinship..!"
"I know.. Sorry! "
Aku sengaja melihat ke arah kiri dan memperhatikan ruas jalanan, karena ga mau membahas tentang ini lagi.
Aku tau kadang Radith tidak sengaja menyentuh tangan ku, satu kali.. it's ok mungkin memang tak sengaja. kedua kali.. aku masih memakluminya. Tapi ini.. ini ketiga kali nya dia mau pegang tangan aku.
Dari awal aku sudah mengatakan.. meskipun aku sangat menyukai dia.. tapi hal utama yang harus ditekankan ialah No Skinship. .that's my principle.
Dan untuk pertama kali nya dalam sejarah 2 tahun menyukainya.. baru kali ini aku merasa kecewa.
***
Radith
Hari ini aku ingin sekali berlama-lama dengan pacarku. Jadi sebelum pulang aku sudah mengirim chat agar pulang nya aku antar. Yess.. she's agree.
Aku kangen sekali melihat senyum nya.. senyum dengan warna pipi merah merona. Di setiap kali aku menatap nya.
Sengaja mengajak dia mampir dulu ke butik xxx mengambil baju seragaman punya Eomma, hari sabtu nanti sepupu ayah akan menikah.
"Kamu mau nemenin aku ke nikahan tante ku ga sayang? " Tanyaku penuh harap.
"Kapan? "
"Hari sabtu ini. "
"Liat entar ya ka.. soalnya waktu minggu kemaren video call mamah, katanya mau pulang sabtu ini. But not really sure..kepulangan mereka di tunda terus karna something wrong."
Kulihat raut wajahnya berubah sendu. "Oh ya? hope everythings will be fine.. !" Dengan impulsif aku memegang tangan nya, berniat untuk menenangkan nya. But.....
What the crazy stupid hellll done...Radithiya! !
you are such.. made a big mistake !! Again... She doesn't like something like this!
__ADS_1
"Ehh.. " Lembayung mendelik ke arahku, menatapku dengan kesal. Sepertinya.
"So sorry sayang.. aku refleks karna liat kamu sedih! beneran ga ada maksud macem-macem! " Aku berusaha menjelaskan yang sesungguhnya.
"I was told you before ka..NO skinship..!" Katanya dengan penuh penekanan.
"I know.. Sorry! " Sesalku.
Arrggh!! Stupid.. stupid..
Radith... dulu kamu mungkin bisa dengan gampang menyentuh mantan-mantan mu meskipun tak di minta. Tapi..
Lembayung beda..
Dia Beda..
***
Senja
Lembayung sedang berjalan berdua dengan Radith menyusuri koridor sekolah, there's something in her eyes.. when she look at him.
Dari kejauhan saja sudah terlihat bagaimana bahagia nya dia..
Aku tak bisa menampik lagi, this time.. I think I'am jealous with your boyfriend. Tapi aku harus besar hati.. bahkan ia pun tak pernah mengetahui isi hatiku.
How I try.. Agar kamu tau?
I want to express what's been troublin' my mind..But still I can't find the words.. yang tepat.
Never mind!
Harusnya lihat dia bahagia.. kamu harus bahagia, Senja!
Untung saja, pak Syarif sudah terlihat berjalan ke arahku sebelum mereka. Dengan takzim ku cium punggung tangan pak Syarif dan beliau tersenyum senang, seperti biasa di usapnya pucuk kepalaku sambil berkata "BarrakaAllah fiik.. Senjaaa.. "
Perasaan panas yang menjalar di seluruh tubuhku tadi kini seketika mulai mengurai.
Aku cepat-cepat memberikan helm, dan pak Syarif duduk di belakangku.
Sudah beberapa hari ini aku sengaja menjemput ke sekolah dengan alasan agar bisa lebih cepat sampai di rumah dan beliau bisa mengajariku banyak hal.
Alasan utama nya memang itu.. tapi ga ada salah nya sambil menyelam minum air kan?
Maksud hati ingin sambil bisa melihat Lembayung meski hanya sebentar dari kejauhan, it's enough for me.
Tapi hari ini harus melihat ia bersama Radith. Poor me!
Lembayung..
You fill my soul and there's something I can't explain...
Deep..
Apple Of My Eyes..
***
__ADS_1