
Senja
"Senjaa.. aku boleh tau, emang kemarin apa aja persyaratan yang kasih akung ke kamu? "
"Latihan fisik.. Berenang, memanah dan berkuda.. "
"Oh yaah? memangnya kenapa harus 3 olahraga itu? Eh.. tapi memang itu olahraga yang di anjurkan oleh Rasulullah Salallahu 'alaihi wa sallam.. " Katanya sambil manggut-manggut dan memasukkan roti ke dalam mulutnya.
Kami sedang sarapan masih di area Bromo dan sebentar lagi memutuskan untuk pulang, lalu aku akan mengantarkan nya ke Bandara.
"Kata akung, aku harus jadi seorang Mujahid.. "
"Haah? kamu mau jihad? " Ia terpelanga.
"Ngga.. akung pengen kalau aku jadi lelaki kuat yang bisa ngelindungin kamu di situasi apapun, katanya.. jika suatu saat Allah menyeruku untuk berjihad..aku sudah siap! "
"Tapi kamu bukan santri di Ponpes akung! yang harus bisa latihan fisik agar bisa jihad. "
"Kita ga akan pernah tau masa depan..kata akung, sebagai umat muslim..kita harus mempersiapkan diri kalau kita Iman pada hari Akhir.. Qada dan Qadar.. siapa tau, Waalllahu 'alam.. mungkin sebentar lagi Dajjal datang dan karna kita lihat sekarang, dia telah menyebar fitnah yang menyebabkan umat muslim banyak saling mengadu domba.. dan banyak lagi fitnah! "
"Ma syaa Allah.. kamu seminggu di pesantren ternyata udah tau banyak hal.. "
"Masih banyak yang aku ga tau.." Ingatanku kembali pada kejadian beberapa hari yang lalu saat akung sempat ingin membatalkan pernikahan ku dengan Lembayung.
Flashback on
5 hari sebelum hari H..
Senja
"Assalamu'alaykum.. "
"Wa'alaykumusalam.." Aku membuka pintu pondok dan ku dapati seorang santri seumuran denganku sedang berdiri membelakangi pintu.
"Eh..Afwan mas, di panggil Gus Ummar untuk bertandang ke kediaman beliau."
"Baik...dengan ibu? " Tanyaku.
"Ndak usah mas.. kata beliau sendiri saja. Mari Ana antar antum.. "
Aku mengikutinya dari belakang, setelah melewati beberapa pondok santri dan santriwati yang terpisah.. kami berjalan ke sebuah pondok yang besar beberapa kali lipat dengan pondok tempat ku menginap.
"Assalamu'alaykum Gus.. Ustadz Miftah! " Salam santri itu sambil membungkukkan badan dan beruluk salam.
"Wa'alaykumusalam warrahmatullahi wabarrakatuh.. " Akung Lembayung dan ustadz Miftah menjawab salam.
"Masuk Senja.. JazakaAllah khairan Alif.. kamu bisa kembali ke pondok! " Perintah beliau.
"Na'am Gus.. Assalamu'alaykum! "
"Wa'alaykumusalam warrahmatullah.."
"Senja.. kenalkan ini ustadz Miftah.. ustadz.. ini Senja! "
"Kami sudah bertemu tadi malam Yai.. ana mengantarkan hingga pondok. " Jawab ustadz Miftah.
__ADS_1
Akung Lembayung mengangguk.
"Ohh yaa.. ya.. kalau begitu Senja, saya ingin bicara mengenai syarat dari saya agar kamu bisa di terima sebagai Zauji Lembayung ..! "
Ustadz Miftah terperanjat..namun tetap menunduk. Sesekali menatap ke arahku.
"Baik mhhm..ki-kiayi.. " Jawabku gugup.
"Panggil akung saja! " Perintah beliau tegas.
"Baik.. "
"Nah..Senja, ustadz Miftah ini adalah S1 lulusan Fakultas Ushuluddin Jurusan Tafsir Universitas Al-Azhar Mansoura Mesir, dengan predikat 'Mumtaz' atau Cum Laude..dan akan melanjutkan study untuk program magister sebentar lagi.. "
"Sebenarnya jujur saya kecewa setelah mendengar cerita dari anak saya..dan sebagai akung Lembayung pasti ingin yang terbaik untuk cucu saya, saya sebenarnya sudah mempunyai kandidat unggul pilihan saya untuk menjadi pendamping nya,yaitu ustadz Miftah. "
Deg..
Lagi dan lagi aku terkesiap.
"Tapi.. itu hanya keinginan hati saya pribadi.Bagaimanapun..saya ingin cucu-cucu saya mendapatkan pendamping yang layak, yang bisa membimbingnya baik dunia ataupun akhirat. "
"Ustadz Miftah.. sebelumnya saya meminta maaf karna telah menolak untuk menjawab pertanyaan antum kemarin, karena seperti yang sudah saya jelaskan.. bahwa cucu saya akan di nikahkan dengan Senja. "
Ustadz Miftah menundukkan kepala.
"Afwan jiddan Yai. ana terlambat, ana berencana ingin langsung meng-khitbah dek Lembayung setelah ia lulus sekolah.. " Sendu ustadz.
"Kalau Senja sudah di pilih oleh dek Lembayung sebagai pendampingnya,In syaa Allah ana belajar ikhlas menerima Yai.. "
"Na'am ..ana mengerti, adakah yang bisa ana bantu Yai? "
"Saya ingin.. Senja menjadi seorang Mujahid dan Muhaajir"
Deg.
Mujahid? Apakah aku akan di kirim ke Palestina untuk berjihad?
Muhaajir?
Aku mengerutkan kening. Tak mengerti.
"Untuk saat ini.. sementara waktu latihan fisik. karna hanya ada waktu beberapa hari menuju pernikahan. Saya ingin antum melatih nya berkuda, memanah dan berenang.. ! saya ingin orang yang menjadi pendamping cucu saya adalah orang yang kuat dan berani, bila suatu hari Allah akan menyeru nya untuk berjihad..maka ia harus jadi garda terdepan yg memperjuangkan agama Allah. Nanti selanjutnya biar saya pikirkan lagi.. "
"Na'am..kalau begitu ana permisi Yai.. .mau mempersiapkan kebutuhan Senja...Assalamu'alaykum. " Ustadz Miftah berpamitan dengan sedikit membungkukkan badan dan beruluk salam, Adab santri terhadap guru.
"Senja.. "
"Iyah akung.. "
"Saya harap.. mulai sekarang kamu bisa belajar menjadi seorang mujahid dan Muhaajir.. "
"Ma-maaf akung.. saya belum mengerti.. "
"Untuk menjadi seorang Mujahid adalah seseorang yang mengorbankan dirinya karena Allah ‘Azza Wa Jalla (yang Maha Perkasa Lagi Maha Mulia)."
__ADS_1
"Sedangkan Muhaajir adalah orang yang hijrah kepada sunnah dan menjauhi (meninggalkan) keburukan."
"Saya mengetahui sedikit tentang masa lalumu.. untuk menjadi pendamping Lembayung, saya ingin kamu berubah menjadi lebih baik.. terutama berubah karena Allah..itu adalah hal yang paling utama."
Aku mengangguk.
"Untuk sekarang, menjadi mujahid disini adalah jihad dengan cara yang lain.. yaitu mengerjakan amal-amal shalih yang setara dengan Jihad, seperti Birrul Walidain..berbakti kepada orangtua, kamu akan menjadi seorang imam, sebab itu bekerja mencari rizki dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup diri sendiri, keluarga, dan kedua orang tua adalah kewajibanmu. " Akung berhenti sejenak.
"Menuntut Ilmu Syar’i atau mengajarkannya...Menunaikan ibadah Haji dan Umrah..apakah kamu pernah ke Baitullah?" Tanya Akung.
Aku menggelengkan kepala.
"Jika ada usia dan rezeki, in syaa Allah suatu hari ajak istri dan anakmu kesana..! "
"Banyak sekali jihad yang bisa kita lakukan, selain Jihad fii Sabiilillaah dalam arti khusus yakni berperang dengan senjata..dan untuk itu akan kamu pelajari nanti! "
Hari pertama latihan fisik. adalah menguji kemampuanku untuk bisa berenang di kedalaman 3 meter dengan jarak beberapa ratus meter. Aku bisa melalui nya dengan mudah karena memang sudah terbiasa berenang di lautan luas sedari kecil.
Hari kedua, adalah memanah.. mungkin banyak orang yang menganggap panahan sebagai olahraga yang statis, padahal aktivitas ini sangat membutuhkan kekuatan, ketahanan, dan fokus.Banyak sekali mamfaat dari olahraga memanah yaitu bisa meningkatkan keseimbangan, koordinasi mata dan tangan, fokus, fleksibilitas, dan kekuatan tubuh bagian atas.
Di hari ketiga.. adalah hari terberat karena harus melawan satu-satunya olahraga yang paling aku hindari, yaitu berkuda.
Karena sewaktu kecil, aku pernah menaiki kuda saat di Sumbawa.. di tantang oleh teman-temanku yang mempunyai kuda.
Kunci utama yang harus dimiliki oleh penunggang kuda pemula adalah keberanian dan ketenangan. Sedangkan pada saat itu aku hanya seorang anak kecil dan tak pernah menunggangi kuda karena tidak memiliki nya. Tidak seperti anak-anak di kampungku yang rata-rata memiliki nya.
Fakta nya, kuda dapat mendeteksi getaran tubuh yang menungganginya, sehingga ketika ada rasa takut, kuda akan merasakan hal yang sama.
Kebetulan juga kuda itu mempunyai sifat temperamental, hingga tak bisa ku kendalikan.
Aku terperosok ke dalam jurang, yang untungnya hanya menyebabkan beberapa luka lebam. Tapi semenjak itu aku tak mau lagi naik kuda dan semakin banyak pula alasan untuk mereka menjadikan ku objek perudungan.
Flashback off
***
Aku teringat saat akung bilang bahwa selama ini, beliau telah menjodohkan Lembayung dengan ustadz Miftah.
Dan aku akan terus berjuang mempertahankan hubungan ini.
"Kamu menjadi alasan utamaku untuk terus berjuang melawan ketakutan ku.. " Aku mengelus pucuk kepala Lembayung.
"Makasih.. sudah menerima ku Lembayung.. In syaa Allah aku berjanji untuk berubah lebih baik. "
"Kamu harus jaga diri baik-baik disini yaa.. AWAS kalau terlalu banyak merokok! malahan lebih bagus kamu berhenti! trus jangan lupa hubungin aku terus.. pagi siang malam.. kamu lagi dimana dan ngapain aja! "
Aku mengulum senyum.
"Aku disini cuma 1 minggu.. tapi berasa bakal setahun ga ketemu kamu.. " Ucapku, kami kembali berjalan berdua menuju tempat parkir dan menggenggam tangan lembut itu lebih erat.
"Hanya 1 minggu Senja...."
Yes.. only just 1 week but before we parting.. I miss you already.. my wife..
***
__ADS_1