Lembayung Senja

Lembayung Senja
I love Monday


__ADS_3

Lembayung


Horeeee!! This is monday..


Kalau orang lain selalu bilang I hate Monday! aku justru sebaliknya, Yes.. I Love Monday! Salah satu alasan nya karena bisa ketemu Radith..


Pelajaran pertama di mulai.. MatPel Biologi, Bissmillah aku awali dengan semangat.


Pak Firdaus mulai menjelaskan materi atau pembahasan tentang bahaya NAZPA.


"Oke anak-anak.. Ada yang tau gejala fisik yang di alami oleh para pecandu zat adiktif jenis opium dan amfetamin? "


Aku mengacungkan tangan ke atas."Saya pak! "


"Coba jelaskan apa saja Lembayung!" Ujar Pak Firdaus.


"Badan kurus, muka pucat, dan mata cekung pa! " Jawabku.


"Betul sekali.. bagus Lembayung! "


"Opium merupakan NAPZA golongan penenang, sedangkan amfetamin merupakan NAPZA golongan stimulan. Sifat dari kedua zat ini yaitu pemberi rasa tenang, sulit tidur, memberi efek tidak cepat lelah, namun dapat mengurangi nafsu makan. Jadi, tetap bersemangat, tapi tidak tidur dan tidak lapar, efek yang ditimbulkan adalah mata menjadi cekung, muka pucat, dan badan kurus."


Aku menoleh ke samping, Gadis menekuk wajahnya. Seketika buliran dari pelupuk mata nya menetes begitu saja. Aku menepuk punggung nya pelan.


"Aku tuh sedih kalau ada yang bahas ginian! " Katanya lirih.


Aku tak bisa berkata apa-apa. hanya bisa menenangkan sahabatku itu dengan mengusap punggung nya pelan.


"Napza adalah akronim Narkotika, Psikotropika dan Zat adiktif lainnya. Istilah lain yang sering digunakan adalah Narkoba dan zat psikoaktif."


"Definisi narkotika menurut Undang-Undang No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semisintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan."


"Sedangkan yang dimaksud psikotropika menurut Undang-Undang No. 5 tahun 1997 adalah zat atau obat , baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku."


"Menurut para ahli pengertian zat adiktif adalah obat serta bahan-bahan aktif yang apabila dikonsumsi oleh organisme hidup, maka dapat menyebabkan kerja biologi serta menimbulkan ketergantungan atau adiksi yang sulit dihentikan dan berefek ingin menggunakannya secara terus-menerus."


"Parah nyaa.. Jika dihentikan dapat memberi efek lelah luar biasa atau rasa sakit luar biasa. Contoh zat adiktif lainnya adalah alkohol, inhalansia (lem, bensin, tiner), kafein, nikotin."


Matpel Biologi masih berlangsung.. saat sedang menerangkan, Tiba-tiba Pak Firdaus mengambil ponsel dari saku celana nya, Wajahnya terlihat berubah menjadi pucat dan panik.


"Anak-anak.. bapak ijin keluar lebih awal yaa! bapak ada keperluan mendadak.. barusan ada yang telpon,istri bapak akan melahirkan. Do'akan semoga istri dan anak bapak dalam keadaan baik. "


Suasana kelas menjadi gaduh.. bergantian semua mengucap do'a, "Oh iyah.. kalian kerjakan latihan soal ya.. nanti di kumpulkan, Lembayung tolong nanti kumpulkan dan simpan di meja bapak di ruang guru ya!"


"Siap pak..!" Kataku.


Akhirnya, pak Firdaus meninggalkan kelas dengan tergesa.


"Temen-temen kerjain latihan yang halaman 51..nanti di kumpulin di aku yaa! " Aku menginteruksi.


Semua pun menurut, pada dasarnya siswa di kelasku memang penurut dan baik.


Ditambah.. Pak Firdaus merupakan salah satu guru favorite kita semua, selain baik.. beliau juga selalu menyampaikan materi dengan santai dan pembawaan nya yang bersahaja, membuat kita senang dan nyaman saat mengikuti pelajaran nya.

__ADS_1


Jam pelajaran Biologi selesai, aku tengah mengumpulkan tugas teman-teman. Hendak menyimpan nya ke ruang guru.


Saat berjalan di koridor sekolah dengan kedua tangan penuh memegang tumpukan buku, Aku mendengar suara Pak Rahmat sedang memarahi siswa bermasalah di ruang BK, kebetulan ruang guru bersebelahan dengan Ruang BK dan Ruang TU.


Karena pintu nya sedikit terbuka, aku bisa melihat ada siswa yang tengah menundukkan kepala.


Eh.. itu bukan nya Kevin? pantas tadi dia ga ada di kelas pas pelajaran Biologi. Di sebelah nya ada.. Dia.


Ya dia Senja.., apa kerena insiden pemukulan waktu hari jum'at kemarin itu? Ternyata ada yang melaporkan kejadian itu pada pihak sekolah.


"Senja.. bapak sudaaah sangat capek memperingati kamu! dalam sepekan, kamu hampir setiap hari masuk ke ruangan ini, kamu ga bosan? " Bentak pak Rahmat.


Senja tak menjawab apa-apa.


"Kevin, bisa jelaskan kenapa ini bisa terjadi? "


"mhhmm.. i-itu pak.. sa-saya juga ga tau kenapa tiba-tiba dia ngehajar saya! " Ungkap nya agak terbata.


Senja menatap mata Kevin tajam, ada kemarahan disana.


"Coba jelaskan lebih spesifik! "


"Saya sedang bersiap untuk pulang sekolah, tapi tiba-tiba dia menyeret saya ke halaman belakang dan dengan brutal mukul dan nendang! "


"Sekarang, saya mau dengar versi kamu! " Kata pak Rahmat dengan tegas.


"Saya ga akan menjelaskan apa-apa pak, semua yang di katakan Kevin benar. "


Setelah beberapa menit terpaku mendengarkan, tepatnya menguping.


Saat keluar dari ruangan guru, di saat yang bersamaan Senja keluar dari Ruang BK, ia terperanjat kaget melihat ku yang tengah menatap nya. Lalu memalingkan wajah dan berjalan berlalu begitu saja.


***


Senja


Hari ini, untung saja aku tidak terlambat datang ke sekolah, Tidak seperti biasanya malas-malasan. Berusaha dan belajar untuk berubah.. meski pelan-pelan.


 "Sometimes the smallest step in the right direction end up being the biggest step of your life for your success."


(Terkadang langkah terkecil dalam arah yang benar berakhir menjadi langkah terbesar dalam hidupmu untuk kesuksesan dirimu.)


Begitulah kira-kira kutipan yang pernah ku baca. Meskipun kelakuanku memang minus.. Tapi aku sangat suka membaca.


"Senja... di panggil pak Rahmat, ke ruang BK katanya sekarang! " Kata Dany sang ketua kelas .


Pelajaran pertama baru saja mau selesai, tapi aku sudah di panggil oleh pak Rahmat, padahal aku hari ini tak terlambat.Ada apa?


"Huuh.. " Aku mendengus.


"Kenapa Ja? " Tanya Rian.


"Biasa.. " Jawabku singkat sambil meninggalkan kelas.

__ADS_1


Sesampainya di ruang BK, aku duduk sambil menunggu pak Rahmat selesai menelpon.


"Bagus Senja, hari ini kamu datang tepat waktu! " pak Rahmat menepuk bahu ku."Tapi saya manggil kamu kesini bukan karena keterlambatan, ada siswa yang melapor pada saya kalau hari jum'at kemarin kamu menghajar salah satu murid yang bernama Kevin, betul itu?


"Iyah pak.. "


"Naah Kevin ayo masuk..! " Kevin baru saja datang dan berdiri di sebelahku.


"Duduk! " Perintah pak Rahmat. Kevin menurut.


"Senja.. bapak sudaaah sangat capek memperingati kamu! dalam sepekan, kamu hampir setiap hari masuk ke ruangan ini, kamu ga bosan? " Bentak pak Rahmat.


Aku tak menjawab apa-apa.


"Kevin, bisa jelaskan kenapa ini bisa terjadi? " pak Rahmat tampaknya sudah mengenal sifat keras kepalaku.


"mhhmm.. i-itu pak.. sa-saya juga ga tau kenapa tiba-tiba dia ngehajar saya! " Ungkap nya agak terbata.


Aku menatap mata Kevin tajam, kalau bukan karena dia yang mengatakan yang macam -macam mengenai ibu. Aku takkan menghajar.


Dia boleh saja menghinaku.. tapi tidak ibu ku. Aku mengepalkan kedua tanganku.


"Coba jelaskan lebih spesifik! "


"Saya sedang bersiap untuk pulang sekolah, tapi tiba-tiba dia menyeret saya ke halaman belakang dan dengan brutal mukul dan nendang! "


"Sekarang, saya mau dengar versi kamu! " Kata pak Rahmat dengan tegas.


"Saya ga akan menjelaskan apa-apa pak, semua yang di katakan Kevin benar. " Aku malas membela diri karena hasilnya pasti aku yang salah.


"Baik.. sekarang kembali ke kelas masing-masing! tapi berikan surat ini pada orang tua kalian! " pak Rahmat menyerahkan pada kami masing-masing sebuah surat.


"Saya permisi ke kelas pak! " Pamit Kevin. Di balas dengan anggukan oleh pak Rahmat.


"Ok Senja.. kali ini bapak ga bisa nolong kamu. ini peringatan terakhir untuk kamu, sudah berulang kali bapak meminta orangtua atau wali untuk menghadap bapak. tapi ga ada satupun yang datang! "


"Maaf pak.. saya ga punya ayah, dan ibu saya tinggal menetap di Mataram. saya sendiri di Bandung dan ga punya wali."


Ku lihat pak Rahmat terperanjat kaget.


"Benarkah? ko saya ga tau? kamu kenapa ga pernah bilang selama ini? "


"Maaf pak..! " Aku hanya menjawab singkat.


"Baiklah.. kalau begitu kembali ke kelas kamu. bapak harap kamu sudah mulai mau untuk berubah, sebentar lagi akan kenaikan kelas!" pak Rahmat menepuk bahuku lagi.


"Baik pak..permisi!" Aku pun berlalu meninggalkan pak Rahmat, dan berjalan menuju pintu.


Deg.


Aku terperanjat melihat Lembayung tengah menatapku dengan intens.


Aku malu.. sungguh!!

__ADS_1


Tanpa menyapa nya, aku berlalu meninggalkan dan berjalan menuju kelasku.


***


__ADS_2