
Bali
Lembayung
Berangkat dari BDO (Bandar Udara Husein Sastranegara International Airport) memakai maskapai penerbangan pertama pukul 06.15 WIB dan tiba di DPS( I Gusti Ngurah Rai International Airport) pukul 09.00 WITA. Penerbangan dari Bandung ke Denpasar, Bali biasanya memakan waktu 1 jam 45 menit.
Ada perbedaan waktu 1 jam antara kota Bandung dan juga kota Denpasar, dimana waktu di Bandung lebih lama 1 jam dibanding waktu di Denpasar. Contohnya di Bandung menunjukkan pukul 08.00 WIB, maka waktu di Denpasar menunjukkan pukul 09.00 WITA.
"Alhamdulillah... " Ucapku saat pesawat Landing.
"Akhirnyaa kita sampai jugaa.. " Nindy bersorak riang.
Kami dan rombongan berjalan menuju pintu keluar dan istirahat sejenak untuk sarapan di salah satu cafe di dekat bandara.
Peserta kali ini tidak terlalu banyak yang ikut serta, mungkin hanya sekitar 155 orang kelas XI, beberapa siswa OSIS, Beserta 10 guru yang ikut mendampingi.
Saat menyeret koper, Radith menghampiri ku dan berniat membantu membawakan nya.
"Sini aku bantu! " Dia menyambar koper dari tanganku.
"Makasih ka. " Aku tersenyum padanya.
"Aku ga nyangka ternyata kak Radith jadi juga ikut ke Bali.. bukan nya lagi sibuk buat SBMPTN? " Tanyaku sambil berjalan.
"Aku udah masuk jalur SNMPTN.. Alhamdulillah keterima di universitas yang aku cita-citain.. " Katanya bangga.
"Waahh congrat ya ka Radith!! seneng bangeeet.. iyah sih ga heran pasti ka Radith keterima di manapun.. hhhehe! "
Radith membantu memasukkan koper ke bagasi bus yang terparkir di depan cafe.
"Ka Radith mau sarapan dulu? "
"Ayo.. "
"Cieee.. ini couple terfavorite kita.. " Risa,Nindy dan Gadis ternyata mengekor di belakang.
Radith hanya tersenyum menanggapi godaan teman-temanku.
Tanpa mereka sadari, di sudut sana ada seseorang tengah memperhatikan dan tersenyum sinis ke arah Lembayung.
***
Senja
Kalau seadainya aku tahu kalau Radith akan ikut study tour, aku memilih untuk tidak ikut dan lebih baik travelling sendiri ke tempat yang telah kurencanakan sebelum nya, yaitu pulau Derawan dan Maratua Kalimantan Timur.
Backpacker.
Kini kami sedang menikmati sarapan di sebuah cafe dekat bandara, saat sedang menyeruput jus alpukat kesukaanku.. berjarak sekitar 10 meter di depanku,aku disuguhkan dengan pemandangan itu.
Again.
Pemandangan yang membuat hati mencelos,panas sepanas cuaca pagi ini. Hareudang kalau kata Dion.
Damned.
Never mind..!! aku ikut karena ada Rian dan Dion. And then.. karena ingin mengasah kemampuan fotografi dan membidik objek indah yang akan kami lalui nanti.
__ADS_1
"Kamu mau makan apa? " Tanya Dion pada pacarnya Intan. Berhasil membuyarkan lamunanku.
"Kita berdua jadi nyamuk nih? " Kata Rian asal.
Dion dan Intan hanya terkekeh.
"Tuh si Wanda lo anggurin? " Tanya Dion menunjuk ke arah Wanda yang sedang ngobrol dengan teman nya.
"Masih ngambek dia..makin malah! gara-gara gue larang ikut ke Bali. buat kebaikan dia.. baru aja sembuh!" Rian pun menggerutu sambil menatap Wanda yang tengah mendelik ke arah nya.
"Aku denger! " Terdengar suara Wanda dari arah samping.
"Baru kemaren malem baikan, sekarang ngambek lagi! serba salah jadi gue.. Shiiit! " Rian mengumpat.
"Kamu ngumpatin aku? " Wanda berdiri dan akhirnya pergi berjalan masuk menuju bus.
"Ehh.. bukaan ...yang.. itu bukan ke kamu! buat diri sendiri.. Wandaaa.. tunggu kamu belum sarapan! " Dan Rian pun berlari mengikuti Wanda masuk ke dalam bus.
Mereka mengobrol dan saling bertatapan, lalu saling melempar senyuman lagi.
Aku hanya menggelengkan kepala melihat tingkah mereka.Sebentar-sebentar marahan.. sebentar lagi baikan.
Setelah selesai sarapan, pak Rahmat menginteruksi kan agar kami memasuki bus masing2 sesuai dengan nomor yang telah di pilihkan.
Sial nya aku dan Dion malah kebagian satu bus dengan Lembayung dan teman sekelasnya. Sedangkan Rian, Wanda dan Intan ada di bus lain.
Kami pun masuk ke bis 1,big bus yang jumlah seatnya mulai dari 50 hingga 59 seat.Entahlah aku tak menghitung.
Untuk medium bus, jumlah seat yang biasanya diterapkan mulai dari 25 hingga 31 seat. Bahkan di beberapa rental bus pariwisata lain, jumlahnya bisa mencapai 39 seat. Bus pariwisata yang biasa aku tumpangi saat backpacker untuk travelling.
"Diem lo! untung dia seat nya di depan..ga denger bualan lo! "
"Wess.. ada yang jealous! " Dion menggodaku tapi aku bergeming.
Sambil kulihat di depan sana Lembayung tengah mengobrol dengan teman nya. Seperti nya dia belum menyadari kalau aku satu bus dengan nya.
Saat semua sudah siap di seat masing-masing. Tiba-tiba datang Radith dan akan naik ke bus yang kami tumpangi.
"Tunggu pak Rahmat.. saya ikut bus ini! " Teriak nya dari arah luar.
"Huuuh.. "
"Swing.. swing.. "
"Petaaak.. "
Bus gaduh karena semua orang bersorak ke arah Radith.
"Buciiiiiin.. " Kata beberapa orang yang ada disana.
"Sorry.. telaaat! " Radith memegang tengkuk sambil tersenyum ke arah Lembayung. Tak memperdulikan yang lain.
Aku memutar bola mata dan mengalihkan pandangan ke arah lain, karena disana.. Lembayung tengah tersenyum manis ke arah Radith sambil tersipu karena godaan teman-teman nya.
"Empeut banget sih lo Ja! gue kasian liat lo.. hahahaha.. " Ledek Dion.
"Bang Saaaaad! " Umpatku pada Dion.
__ADS_1
Akhirnya bus mulai berjalan menuju hotel tempat kami menginap di daerah Denpasar.
Satu-persatu siswa turun, aku malas harus mengantri.. sehingga menunggu sampai kosong baru aku akan turun.
Saat menurunkan tas kamera, dan ransel. Kulihat Lembayung tengah berbalik masuk ke dalam bus seperti mencari sesuatu. Netraku pun tak lepas memperhatikan nya.
Deg.
Kulihat ia terperanjat kaget melihatku di hadapan nya. Terlihat dari mata nya yang membola.
Sepasang bola mata amber ku menatap lekat bola mata hazel nya yang indah.
Untuk beberapa detik.
"Eh.. kamu disini juga? " Dia memutus kontak dan mulai mencari sesuatu di seat yang tadi ia duduki.
"Kamu cari sesuatu? " Tanyaku.
"Hmm.. ya.. kameraku.. " Jawabnya.
Aku menyalakan lampu senter ponselku dan membantunya mencari di kolong setiap seat.
"Ko ga ada yaa? " Cemas nya sambil membuka tas backpack kecil warna hitam yang ia pakai. "Tuh kaaan ga ada! "
"Mungkin kamu lupa.. di masukin ke koper atau.. "
"Astaghfirullah.. Iyah lupaaa.. tadi aku nitip ke ka Radith. " Belum selesai aku bicara ia langsung memotong dan menyebut nama pacarnya.
Aku mendengus.
"Ya udah aku mau turun dulu yaa.. " Lembayung mengambil langkah ke sebelah kiri akan melewatiku. Aku yang hendak memberi nya akses jalan.. tapi malah salah menggeser badanku ke sebelah kanan. Otomatis kami yang saling berhadapan malah akan bertubrukan.
Iyah.. aku gugup.
Nervous!?
Sehingga secara impulsif tidak sengaja beberapa kali salah menggeser badan ku.
Tampak nya dia pun begitu.
Kami pun tertawa bersama karena kebodohan kami berdua. Lembayung menepuk dahi nya.
"Eh.. sorry yaaaa.. aku.. aku.. kenapa ya oon gini ih! " Katanya merengut. Lucu sekali melihat ia melontarkan kata itu dengan tampang polos nya.
"Me too.. Sorry! " Kataku sambil tersenyum seraya menampilkan barisan rapih gigiku. senyum close up yang belum pernah ku perlihatkan pada siapapun selama ini. Hanya pada nya. Di saat ini. just the two of us..
Lembayung terdiam,dia menatapku tanpa berkedip selama beberapa detik.
"Lembayung.. Lembayung..! " Aku memanggilnya sambil melambaikan tangan di depan wajah cantik nya.
Ooh.. Her eyes.. Her eyes..
Learning all about purely..
By looking trough her eyes..
***
__ADS_1