
Lembayung
"Tabaarakal lazii biyadihil mulku wa huwa 'alaa kulli shai-in qadiir.."
Terdengar suara Senja mulai melantunkan ayat pertama dari surat Al-Mulk, yang aku minta sebagai persyaratan pada waktu itu..
Suasana seketika berubah hening.
"Allazii khalaqal mawta walhayaata liyabluwakum ayyukum ahsanu 'amalaa; wa huwal 'aziizul ghafuur.."
"Allazii khalaqa sab'a samaawaatin tibaaqam maa taraa fii khalqir rahmaani min tafaawutin farji'il basara hal taraa min futuur.."
"...."
"...."
Aku terpelanga.
Tak bisa berkata apa-apa karena lagi-lagi Senja memberi heart attack yang membuatku terpana.
Hatiku berdebar..
Memandang dari jarak beberapa meter dari tempatku duduk bersama mamah dan ibu Senja.. akh ralat, ibu ku juga.. ibu mertua.
Suamiku itu..
Membacakan surat Al-Mulk dari ayat pertama hingga ayat terakhir sambil sedikit sesenggukan..
Dia menangis?
Ada debaran aneh..
Ini terjadi dan datang tiba-tiba, setelah ia mengucapkan Qabul tadi..ketika aku di suruh untuk turun menuruni undakan tangga.Aku sama sekali tak berani menatapnya. Malu..
Apa ini?
Apa aku mulai menyukai nya setelah akad tadi?
Setelah melihat kesungguhan nya..Melihat perubahan nya..
Apa ini namanya?
The way he touched my hand..
He touched my heart too.
His hands, how they hold such strong character..It's why I fall into them so softly.
Am I certain in love.. ?
Apakah aku benar menyukainya?
***
Senja
Akhirnya acara akad berakhir, di akhiri dengan pembacaan surat Al-Mulk yang tadi aku bacakan untuk Lembayung.
Saat membaca nya.. mengingat kebesaran Nama-Nya, aku tak sanggup menahan tangis dan keharuan yang mendalam..
Terlalu banyak dosaku.. tapi Allah membalas semua dengan banyak nya limpahan kebahagiaan saat ini.
Senja.. Maka nikmat Allah yang mana lagikah yang telah kau dustakan?
Aku benar-benar bersyukur atas segala nikmat yang takkan pernah sanggup dan mampu untuk aku menghitungnya.
Setelah menjamu beberapa tamu penting, aku dan Lembayung di perbolehkan untuk bertemu.
Lembayung sedang berdiri menungguku dan duduk di kursi dekat tangga sambil tersenyum padaku.
Aku berjalan ke arahnya..
"You look so beautiful in white.. " Pujiku.
"Haah? makasih.. " Jawabnya malu-malu. Pipi nya pun kini merona.
"Aku boleh duduk disini? "
Ia mengangguk tapi kemudian bilang "Kalau kita duduk di halaman belakang? " Tanyanya.
"Ayoo.. "
__ADS_1
Kami berdua berjalan ke halaman belakang pondok.
Ada sebuah bale kecil terbuat dari kayu yang atapnya di lapisi jemari.
Kami berdua duduk bersebelahan.
"Lucu yaa.. kita masih SMA tapi udah married.. hehhe.. " Lembayung terkekeh.
Aku ikut tersenyum.
"Jadi.. kita harus ngapain sekarang? Ehh.. mhhmm.. maksud aku, apa rencana kita setelah ini? apa yang orang-orang lakuin setelah menikah ya?.. Ehh.. maksudku.. apa besok kita pulang ke Bandung? "
Aku menggeleng.
"Papah kamu bilang, kita bakal menghabiskan liburan disini.. " Kataku sambil membetulkan kerudung nya yang terkibas angin.
"Sekarang, aku suami kamu.. " Lanjutku, dan dia langsung menoleh ke arahku dan tersenyum malu.
"Tapi.. ga ada yang berubah.. setelah kita pulang ke Bandung, kita bakal terpisah seperti sebelum menikah.. "
"Maksudnya? " Dia mengernyit.
"Aku tetap tinggal di apartment ku.. dan kamu tinggal di rumahmu.. "
"Ooohh.. " Katanya datar.
"Cuma ooh? " Godaku.
"Oh iyah.. gitu aja.. memang nya papah bilang sesuatu? " Tanyanya.
"Hmmmm.. "
"Ko mmhhmm aja? " Balasnya.
"Papah bilang, meskipun kita sudah menikah..kita jangan dulu tinggal bersama sampai kita lulus sekolah. Tapi aku boleh datang ke rumah kamu kalau siang hari dan aku boleh antar jemput kamu pulang pergi sekolah,atau nemenin kamu dan antar kamu kemanapun. "
"Oh yaah? " Dia menyunggingkan senyum lebar hingga deretan gigi putih nya terlihat.
"Aku antar jemput kamu, bolehkah? " Tanyaku.
"Boleh dong! "
"Malu? sama siapa? " Tanyanya polos.
"Sama sahabat-sahabat kamu.. mereka kan ga suka kalau kamu dekat aku.. dan sama murid yang lain, karna aku.. "
"Ssst.. STOP! kamu tuh kebiasaan.. " Lembayung mengerucutkan bibir. "Jangan bilang kaya gitu bisa ga sih? "
"Apa kamu ga takut nanti Radith.. "
"Senjaaaa.. Jangan ngomongin dia lagi kenapa sih! " Dia terlihat kesal.
"Sorry.. aku ga akan bahas dia.. "
"Ohh iyah Senjaaa.. kamu mau kita foto berdua? " Tanyanya riang.Memotong dan mengalihkan pembicaraan.
Ternyata.. kamu masih ada perasaan sama Radith ,sayang. batinku.
"Boleh.. sini ponsel kamu! " Aku berusaha menetralkan perasaan.
Aku mendekatkan diri ke samping Lembayung dan kini kami duduk tak berjarak sedikitpun.
"Senj.. "
"Lemb.. "
Dalam waktu bersamaan kami saling menyebut nama, wajah kami pun kini saling berhadapan.
Netraku menatap hazel miliknya yang indah dengan lekat,yang semakin terlihat indah dengan bulu mata lentik nya mengerjap ngerjab saat kami saling bertatapan.
Dan saat ini kami saling berbagi oksigen dalam jarak yang begitu dekat.
Ingin rasanya aku mengecup keningnya, seperti beberapa waktu lalu saat ia selesai memcium punggung tanganku. Aku mengecup kening nya dengan penuh kasih sayang.
"Ehh.. " Kami berdua membuang muka dan salah tingkah.
"Sorry.. " Kataku, memegang tengkuk sambil menggeser tubuh agar tak terlalu dekat dengannya, Ia kini sedang canggung dan membetulkan letak kerudungnya.
"Bentar.. aku betulin kerudung dulu! " Katanya membelakangi ku.
__ADS_1
"Udah siap" Tanyaku,saat ia selesai dan sekarang tengah menggeser tubuhnya lebih dekat.
Ia mengangguk.
Dalam keadaan yang masih canggung, Lembayung memiringkan kepala dan mendaratkannya di bahuku.
Deg.
Apakah dari jarak sedekat ini suara detak jantungku terdengar olehnya? Dia.. dia kenapa menyenderkan kepala di bahu? aku tak tau harus bagaimana.
Calm down Senja!
"Senjaa..? "
"Senjaaaa.. ayoo.. kepala aku pegal ini! "
"Ehh.. iyah. " Aku terperanjat. "1..2..3.." Aku memberi aba-aba.
Ceklek.
Ceklek.
Ceklek.
"Boleh aku ambil pakai ponselku? " Tanyaku.
"Ok.. "
Setelah itu kami berdua kembali mengambil foto berdua. Dan aku membidik Lembayung dengan beberapa foto candid dan close up dirinya.
Setelah puas berfoto menurut versi Lembayung (mengambil puluhan foto dengan gaya yang hampir sama). Kami kembali duduk ,tapi kini kami masuk ke dalam bale dan membuka alas kaki sebelum nya.
"Baru jam setengah 11.. kamu udah lapar? " Tanya Lembayung sambil memainkan ponsel dan sibuk membalas pesan.
"Belum.. "
Akupun melihat galeri di ponsel dan memilih salah satu foto nya untuk ku jadikan wallpaper.
"Senjaaa.. "
"Mhhmm.. "
"Apa kamu menyesal, di usia kita sekarang.. kamu di tuntut bertanggung jawab buat nikahin aku? padahal kita ga pernah ngelakuin hal yang di pikirkan papah.. "
"Untuk apa aku menyesal! sebaliknya.. justru aku sangat bersyukur.. "
"Kamu kan pacar nya banyak Senjaaa.. dan mereka itu cantik-cantik.. "
"Aku ga pernah menyukai mereka.. "
"Bohoong.. masa?aku ga percaya.. "
"Karna aku cuma suka dan sayang sama satu cewek.. dari dulu dan sampe kapanpun. "
"Ooh yah? " Tanyanya dengan nada sendu. "Aku tau dia? "
Aku mengangguk.
"Diaa.. "
"Ehhh.. ko pada disini? " Bintang tiba-tiba datang dan menghampiri kami.
"Teteeh sama A Senja.. di cari sama mamah papah! "
"Mau apa dek? " Tanya Lembayung.
"Katanya mau ngomongin rencana honeymoon kalian.. hahahah.."
"Usshhh.. apaan adek! serius ih! "
"Bukan ko.. aku bercanda! papah dapet telpon dari perusahaan papah di Jepang, dan harus cepet-cepet kesana karna katanya ada urusan urgent yang ga bisa di handle siapapun selain papah, jadi liburan kita disini di batalin. Besok kita langsung pulang ke Bandung! "
"Ooh yaa? bohong teu? ini beneran ga dek? kalau iyah teh Alhamdulillah ya Allah... aku pengen banget pulang ke Bandung tauuu! " setelah memakai heels nya, Lembayung merangkul Bintang dan mereka berjalan menuju ke dalam pondok tanpa menoleh kebelakang,dia meninggalkan sendirian.
Aku pun segera memakai sepatu dan mengikuti mereka dari belakang.
Semua telah berkumpul di ruang keluarga dan menunggu kami.
"Ayung.. papah, mamah, Bintang,tante In dan enin akan pulang ke Bandung besok pagi pakai penerbangan pertama. Kamu juga ikut pulang bersama kami..karna papah ada urusan penting di Jepang, jadi harus segera kesana. "
"Tapi.. Senja, hanya kamu saja yang tidak ikut ke Bandung! Akung meminta kamu untuk tetap di pesantren sampai liburan selesai..! "
__ADS_1
***