
Senja
Suasana mencekam masih sangat terasa, aura tegas pada sosok papah Lembayung membuatku segan untuk berbicara banyak. Setelah percakapan kami tadi malam, dapat di simpulkan bahwa beliau sebenarnya adalah orang yang lembut, bijaksana namun tegas.Beliau menyuruh ibu untuk ke Bandung dan membicarakan masalah pernikahanku dengan Lembayung.
Sekarang kami berada di DPS( I Gusti Ngurah Rai International Airport). Sambil menunggu check-in.. kami semua duduk di ruang tunggu.
Papah Lembayung sengaja mengambil maskapai penerbangan komersial first class lebih awal dari perkiraan. Ku kira kami akan pulang setelah Lembayung sudah benar-benar pulih.
Tidak peduli apakah mendapat tempat duduk A1 di first class, semua penumpang wajib melalui proses pengecekan oleh pihak keamanan.
Tidak seperti yang ada di novel-novel dan film,mereka bisa dengan gampang memakai pesawat jet pribadi.
Mungkin saja sih.. sekarang juga banyak yang memakai jet pribadi, tapi hanya Ultra-High Net Worth (orang-orang dengan aset kekayaan bernilai lebih dari US$30 juta) yang bisa menggunakan nya, atau para selebriti papan atas dan sosialita yang terbiasa dengan gaya hidup hedon dan mewah,pun berkebutuhan untuk pamer di sosial media demi popularitas. Adapun kalangan sindikat mafia kelas atas atau kelas kakap, Mereka tidak akan sabar berlama-lama mengantre dan lebih suka langsung terbang dan mengudara saat itu juga.
Kulihat Lembayung masih sedikit lemas, tapi wajahnya kelihatan lebih segar.
Ternyata sedekat itu Lembayung dengan papah nya, Ia menyenderkan kepala pada bahu papahnya,sesekali memandang dan tersenyum ke arahku.
Deg.
Apakah aku bermimpi?
Please don't wake me up!
Apakah ia sudah mengetahui tentang rencana papahnya yang ingin menikahkan nya denganku?
Apakah reaksi nya saat ia tahu?
Apakah ia akan marah dan benci padaku?
Apakah ia akan menolaknya?
Aku kan bukan orang yang dia sayang!
Bila di lihat dari sikapnya, sepertinya ia belum mengetahui nya.
Berbagai macam pikiran berkeliaran di benakku.
Sepasang mata tajam tengah memperhatikan interaksiku dengan Lembayung, ia mengepalkan kedua tangan dan menyorot mataku dengan tatapan membunuh.
Radith, cinta pertama Lembayung.
***
Pak Rahmat
Kami sedang berada di dalam pesawat komersial A1 menuju Bandung.
Tadi malam, papah Lembayung memberitahukan perihal rencana yang telah ia buat atas kejadian ini.
__ADS_1
Terus terang saya sangat terkejut dengan reaksi dan sikap tenang juga bijaksana seorang Fadli Abdullah, seorang pengusaha dalam sektor industri dan beberapa bidang lain nya yang sukses dalam waktu beberapa tahun ini. Beliau adalah salah satu penyokong dana terbesar untuk Yayasan sekolah.
Saya memang sempat melihat beliau menghajar murid saya Senja, tapi saya kira itu adalah hal yang masih wajar di lakukan sebagai orangtua yang marah mendapati anaknya kabur dengan lelaki . Meski tindak kekerasan tidak dibenarkan dalam hal apapun..
Saya pikir masalah ini bisa saja mengakibatkan Senja di Drop Out dari sekolah.. tapi hal mengejutkan justru di luar prediksi saya.
"Saya sudah berdiskusi dengan bapak, beliau bilang kalau sebaiknya Lembayung dan Senja di nikahkan. khawatir menimbulkan fitnah! dan khawatir bila di biarkan terus maka sesuatu yang saya takutkan, mereka melakukan sesuatu yang mendekati zina! "
Begitu kata beliau tadi malam.
Tapi dengan beberapa syarat yang harus di penuhi oleh Senja, beliau juga mengatakan kalau mereka hanya akan di nikahkan secara agama dahulu, setelah lulus sekolah maka akan di resmikan secara negara dan akan di adakan perayaan.
Sungguh sangat di luar dugaan..
Seorang pengusaha sekelas beliau, dengan besar hati menerima anak seperti Senja yang saya tahu ia adalah seorang anak broken home yang tak jelas latar belakang Keluarganya. Sungguh gambaran seorang yang bijaksana.
Meski begitu saya berharap Senja benar-benar bisa berubah menjadi lebih baik dan dapat di banggakan.
Sesampainya di Bandung nanti, kami akan mendiskusikan dengan kepala Sekolah. Pernikahan agama ini akan di rahasiakan dahulu, dan hanya beberapa guru yang mengetahui.
***
Lembayung
"Pah.. maafin Ayung ya pah! " Aku menggenggam tangan papah dan menempelkan nya di pipiku.
Kini kami sedang berada di dalam pesawat menuju Bandung.
"Kamu udah merasa lebih baik? " Tanya nya sambil mengusap pucuk kepalaku yang tertutup hijab.
"Alhamdulillah udah pah.. "
"Ya sudah, kamu tidur saja.. nanti papah bangunin kalau sudah sampai Husein! sampai di rumah papah mau membicarakan hal yang serius denganmu dan mamah. "
"Iyah.. "
Aku tak bisa memejamkan mata, dari sudut mata.. kulihat Radith tengah melamun memandang ke arah kaca jendela.
Aku sudah tidak kesal dan marah padanya, karena kusadari.. dengan kejadian itu membuka mataku siapa yang benar-benar bisa menjagaku.
***
Senja
Pesawat sudah landing di BDO (Bandar Udara Husein Sastranegara International Airport).
"Senja.. kamu langsung ikut saya kerumah !"
"Baik Om.. "
__ADS_1
"Ko Senja ikut ke rumah pah? " Lembayung mengernyit.
"Papah perlu bicara dengan Senja, kamu dan mamah.. " Ucap papah Lembayung datar.
"Bicara tentang apa pah? kalau tentang aku yang kabur.. itu semua salah aku pah.. Senja ga salah ko..Ayung udah minta maaf.. Ayung udah bilang tadi malam kan pah! "
"Ada hal lain yang harus kamu tau! "
"Apa? "
"Sudahlah.. nanti kita bicarakan di rumah ya! " papah Lembayung berjalan kearah parkiran mendahului kami.
"Senja.. Sebenarnya ada apa? aku ga ngerti! "
"Papah kamu nanti jelasin di rumah ya! " Kataku lembut.
Ia mengangguk.
"Apa sakit? luka-luka itu? " Lembayung memandang dengan intens dan mata nya berkaca-kaca. Mengulurkan tangan.. tapi urung, dan menariknya kembali.
"Ngga.. ga sakit! " Kataku sambil tersenyum.
"I feel so sorry Senja.. ini semua salahku yang egois dan kekanak-kanakan.. kamu yang ga salah apa-apa jadi gini! "
"No.. this is not your fault! this is mine.. "
"Lembayuuung.. sayang!kita perlu bicara.. aku harus jelasin semua" Radith mendekati kami yang tengah berjalan berdampingan menuju parkiran.
"Maafin aku.. aku salah.. aku khilaf!waktu itu... "
"Ka Radith ga salah.. justru aku mau ngucapin makasih karna dengan begitu, aku jadi tau kalau ka Radith ga benar-benar sayang sama aku! "
"Aku sayang kamu Lembayung! "
"Don't think so... You and I, were breaking up.. I don't need any reason! " Lembayung berlari mendekati papah nya yang sudah duduk di dalam mobil.
"Lembayuung.. NO.. I won't" Radith mengerjar dan menarik tangan Lembayung.
"Lepaaaas! " Lembayung menangkis tangan Radith dengan keras. Lalu kembali berlari.
"Semua gara-gara lo! ngambil kesempatan jadi pahlawan kesiangan lo! she is mine.. jangan pernah ngerusak hubungan gue sama Lembayung! "
"Gue ga pernah ada niat untuk ngerebut siapapun.. asal lo tau!" Aku mengejar Lembayung yang tengah berlari terhuyung hampir ambruk.
Meninggalkan Radith dengan sejuta kekesalan nya.
"Lembayung..hati-hati! kamu gapapa? "
"Gapapa.. ayo Senja, papah udah nunggu kita di mobil! "
__ADS_1
"Ayo.. "
***