Lembayung Senja

Lembayung Senja
Masa Muda dan Masa Depan..


__ADS_3

Senja


"Sampe kapan kita bakalan kaya gini terus? gue ga punya cita-cita.. " Dion duduk di sofa sambil menyender kan badan nya, dan menghela nafas.


"Cita-cita lo berdua apa? " Tanya nya lagi.


Cita-cita? Goals? Ambition?


Aku menggelengkan kepala, tak menjawab pertanyaan yang dilontarkan Dion.


Setiap manusia pasti menginginkan untuk menjadi lebih baik,dan memiliki sesuatu yang baik adalah fitrah yang di berikan oleh Tuhan kepada manusia. Setiap hal yang di inginkan pasti akan terlintas di dalam pikiran manusia. Tapi aku?


"Gue dari kecil pengen banget jadi ABRI! " Semangat Rian.


"Kalau gue dari kecil suka ngegambar, pengen jadi designer otomotif atau arsitek..tapi bokap ngelarang! coba bayangin dari kecil aja udah di larang, katanya gue harus jadi kaya dia.. bikin bangga orangtua, minimal jadi diplomat. mana gue bisa? otak gue ga nyampe! "


Kami bertiga tertawa mendengar celotehan Dion.


"Gue rasa lo bisa, asal lu berubah! lo cuma males.. " Rian memberi semangat.


"Gimana gue ga males, hidup gue di kekang.. aturan mah kalau anak-anak itu bermain..Ulin..!okelah.. ada waktunya belajar.. tapi ada waktunya juga bermain! ini di suruh les ini itu.. beneran otak gue butek! mangkanya gue pengen bebas. Setidaknya sekarang masih sekolah gue maen-maen dulu laah.. sebelum nanti di suruh kuliah,lebih lieur! "


"Untung bonyok ngedukung cita-cita gue. " Sungut Rian bangga.


"Muke luu! bokap lo ga tau kelakuan anaknya gimana ,gue yakin suatu hari tuh si Wanda bakal nangis kejer minta tanggung jawab! lo pasti di suruh kawin.. eh nikah. kawin nya mah udah lo mah! akhirnya kandas cita-cita lo buat bela negara. "


"An*** lo mah bawa-bawa Wanda, ga asik! beda jalur dia mah. kalau gue di suruh nikah sama si Lembayung baru gue mah hayu.. sekarang juga SIAP! "


"Ngimpiiiii.. jangan tinggi tinggi! sakiiit jatuhnya.. awww nyeuri!! hahahaha..! eh tapi gue juga rela ketang mutusin si Intan kalau Lembayung mau sama gue."


"Ngimpiiii juga luu! lo bilang cinta mati sama si Intan.. gue bilangin dia baru tau lo! "


"Eitttss.. jangan bro! "


Rian memukul dada Dion, Aku hanya terdiam mendengar percakapan unfaedah mereka berdua.


Honestly.. Jujur aja, aku benar-benar tidak tau dan tidak punya cita-cita seperti mereka di saat masih kecil.


Kepalaku tiba-tiba berdenyut, sangat pusing memikirkan ini. Yang aku tahu.. dan yang aku lakukan adalah menjalani hidupku mengalir apa adanya,begitu saja.. tanpa ambisi.


Tapi..


Hanya satu yang aku inginkan.. bahagia.


"Kalau lo Ja? " Tanya Rian.


"Ga tau!" Jawabku singkat.

__ADS_1


"Akh elo!! bukan nya lo suka travelling? si bolang.. bocah petualang. "


"Itu hobby dodol! " Kata Dion.


"Sama aja.. jadiin hobby lo bisa jadi hobby yang berpotensi menghasilkan uang dan kesuksesan! "


"Tumben bener! " Tukas Dion. "Lo juga hobby motret kan Ja? "


"Nah.. bener bro, Fotografi. "


"Bakalan keren ga tuh, kalau hobby lo travelling sambil motret, klop cocok! gue dukung. "


"Terakhir kali lo travelling kemana Ja? Belitung kan? atau Raja ampat? Waah mantap pisan pemandangan nya!" Dion antusias.


"Terakhir gue dari Ora beach,backpacker!" Kataku bangga.


"Waah lo ga ajak-ajak gue " Kata Rian.


"Lo kan liburan kemaren ikut bonyok pulang kampung! "


"Ora beach? dimana guys? gue ga tau! "


"Lo mah tau nya game doangan Yon! The eksotis Ora Beach di pelabuhan Amahai (pulau seram) Ambon! " Rian yang menjawab.


"Next destinasi.. gue agendain! " Dion tak mau kalah.


"Jangan jauh-jauh dulu, kalian udah explore Bandung belum ?gue sebagai tuan rumah kapan -kapan bakal ngajak kalian backpacker an di sekitar Bandung .. jangan yang jauh-jauh dulu! " Ujar Dion.


Iyah juga.. selama kurang lebih 2 tahun tinggal di Bandung, aku belum pernah explore.


"Btw.. gue pengen berubah bro! tapi gimana caranya ya.. pelajaran udah ketinggalan jauh pisan.. teu ka udag! " Dion pesimis.


"Mungkin udah saatnya gue juga! "


"Kudu nurut ikut les aja gitu? " Membayangkan betapa jenuh nya dia dengan kata itu, Dion lesu seketika. "Arrrhg.. aing boseen! "


Kami bertiga mengendikan bahu, saling melempar tatapan.


"Tumben kita ngomong bener gini.. ngomongin masa depan! "


"Hahahha.. " Rian malah tertawa.


"Udah terbiasa bebas, ngomongin masa depan asa nge-blank"


"Bener.. "


"Eh iyah.. Bukan nya nanti liburan semester ada study tour ya? "

__ADS_1


"Lo udah tau kemana Ja? "


" Ga tau! " Seperti biasa aku hanya mengendikan bahu dan menjawab dengan singkat.


"Pilihan nya antara Bali, Lombok, Yogyakarta atau Malang, belum ada keputusan dari pihak sekolah! "Tutur Rian.


"Gue antara Bali atau Lombok, bukan nya nyokap asli sana Ja? " Tanya Dion.


"Iyah.. besok katanya mau ke Bandung, om gue mau merit. "


"Waah kebetulan gue belum pernah ketemu nyokap lu. "


"Gue juga. "


Aku menyunggingkan senyum,mereka adalah sahabat terbaik dalam suka dan duka.


Terkadang aku merasa bersalah karena dulu akulah yang sering mengajak mereka membolos,dan akhirnya menjadi berandal seperti sekarang.


Awal mula berteman dengan mereka karena saat itu kita sama-sama malas ngikutin pelajaran agama, terutama aku(aku memang breng***).kita bolos bersama.


Karena bosan cuma dengan kegiatan nongkrong aja.. akhirnya kita coba-coba ngerokok.. dan mencoba hal-hal lain, seiring dengan bertambah dan semakin meluas nya circle pertemanan kami, hingga kami pun bisa bersahabat dengan Rama, meski kita beda kelas. Seringkali kita janjian untuk ngumpul bersama.


Masa muda.. Awal nya semua dari coba-coba.. hingga menjadi kebiasaan.


Sementara masa muda adalah fase transisi, dari masa yang penuh batasan, larangan dan pengawasan, ke fase yang mulai diberikan kebebasan. Contoh paling menyolok adalah mulai longgarnya batasan dalam hal waktu.


Saat anak-anak dan remaja, tentu kita mengalami sulitnya untuk keluar malam. Jangankan pulang larut malam, terlambat pulang sekolah saja, kita bisa kena damprat habis-habisan, tapi saat mulai memasuki gerbang kedewasaan, kelonggaran mulai kita rasakan.


Anak muda memiliki dorongan untuk mencoba hal yang baru. Analoginya seperti sebuah bendungan. Bila bendungan memiliki inlet yang besar dengan outlet yang kecil, tentu makin lama makin penuh airnya. Begitu juga dengan tekanannya, yang tentu juga makin meningkat dari waktu ke waktu.


Nah bila pada titik tekanan yang hebat itu, tiba-tiba pintu bendungan dibuka, pasti air yang keluar akan sangat deras melewati apa saja yang dilalui, bahkan kadang kala bisa tidak terkontrol.


Hal inilah yang terjadi pada anak muda, dari yang awalnya memiliki banyak batasan, tiba-tiba memiliki kebebasan. Karena itu tentu saja mereka ingin mencoba segala sesuatu yang selama ini dibatasi.


Dari banyaknya kebebasan yang baru didapatkan inilah, anak muda tergerak, atau lebih tepatnya terpicu untuk mulai menggunakannya.ingin mencoba satu demi satu hak dan kebebasan mereka.


Kebebasan yang lebih luas ini jadi sebuah euforia, yang kadangkala, karena kurangnya pengalaman, bila tidak mendapat bimbingan yang tepat, malah bisa kebablasan dan terjerumus pada hal-hal yang sifatnya negatif.Seperti mereka.


Dan akhirnya.. percakapan yang di awali dengan percakapan yang unfaedah, menjadi sedikit membuka pikiranku tentang masa depan.


Meskipun ga tau harus mulai dari mana dan bagaimana cara nya, but I have to build my own dreams. it doesn't matter where I'am coming from..


“Let's go invent tomorrow rather than worrying about what happened yesterday..”


Ok guys.. it's time to change and Let's start for a new beginning..


***

__ADS_1


__ADS_2