
Senja
Setelah berdiskusi dengan papah, mamah dan ibu juga enin. Akhirnya kami sepakat.. selain mengundang kerabat dekat, kami juga akan mengundang anak-anak di yayasan yatim piatu milik papah Lembayung.In syaa Allah agar lebih berkah.
Selain itu, ibu bilang padaku tadi malam kalau aku harus turut mengundang 'dia' dan juga ka Rico. Tentu saja ka Rico senang mendengarnya hingga ia berteriak saat ke hubungi lewat telpon.
Sebenarnya, aku tak pernah membenci ka Rico.. selama ia di Bandung, ia seringkali membantuku juga membantu ibu terlepas dari jeratan mantan bos nya dulu. Hingga akhirnya.. sekarang pria tua itu mendekam di lapas kerobok** Bali yang terkenal merupakan salah satu lapas terkejam selain nusakamba****.
Tak ayal... kasusnya merembet kemana-mana, human traficking, narkoba, mucikari dan masih banyak kejahatan lain nya.
Well.. Senja.
Mungkin ini saatnya membuka hati.
Ibu dan aku berbicara dari hati ke hati kembali membahas ini, seperti biasa.. deeptalk sudah menjadi terbiasa di antara aku dan ibu untuk saat ini.
Ibu bilang.. ibu ingin menyongsong hidup yang baru dengan mulai mencintai dan memaafkan diri sendiri.
Baiklah.. titah ibu adalah segalanya dan yang utama.
***
"Senja... "
"Mhhmm.. "
"Aku takut.. nanti Embun kalau di cium-cium sama orang lain gimana? " Lembayung tengah gelisah dan mengeluh, saat ini kami sedang berada di kamar dan bersiap-siap. Satu jam lagi acara akan segera di mulai.
"Ya gapapa dong.. berarti banyak yang sayang sama Embun.. " Kataku percaya diri, tapi malah di balas dengan delikan istriku.
"Iiihhh ga boleh tauu! "
"Kenapa? "
"Kamu maah.. jangan sembarangan mencium bayi, apalagi kalau kita lagi sakit.. NO.. Jangan pernah!Pasalnya, bayi baru lahir lebih mudah untuk kena infeksi.Penting banget buat kita untuk ga ngebiarin siapa pun mencium Embun.. ga boleh cium bayi khususnya selama 3 bulan pertama kelahiran!"
"Pernah ada kasus, seorang ibu bercerita gimana anaknya terinfeksi HSV-1 (virus herpes) saat dicium oleh orang dewasa yang lagi sariawan. Trus anak itu jadinya dirawat di rumah sakit karena virus yang menyebar di seluruh tubuh dia. Trus ada lagi bayi yang didiagnosis mengalami infeksi saluran pernafasan serius akibat Respiratory Syncytial Virus (RSV) saat ia di cium sama orang dewasa yang lagi flu.. jadinya di rawat sampe berbulan-bulan, tubuh mungilnya harus dipasangi banyak tabung dan kabel yang tersambung ke monitor karna ia ga bisa nafas sendiri.. Naudzubillah ya Allah.. aku ga tega liat nya. "
Aku tertegun, hal sepele seperti itu ternyata berdampak besar bagi bayi.
"In syaa Allah.. semoga semua orang sekarang mungkin sudah mengerti sayaang.. "
"Itu kamu ga tau! apalagi orang tua Senja.. mereka kan banyak yang ga liat internet! " Lembayung mendengus.
"Sayang.. kadang berita di internet itu banyaknya cuma nakutin, jadinya kita parno sendiri lho.. " Ucapku mencoba menenangkan istriku. Kata mamah, Ayung mungkin saja memang terkena baby blues ringan. Karena sekarang sering mood swing banget, agak cepat marah.. kadang cengeng dan nangis ga jelas.
Tapi ini cuma berlangsung antara 3 hari sampai 2 minggu ke depan pasca melahirkan. Dan ini merupakan hal yang wajar karena perubahan besar pada ibu muda sepertinya yang tiba-tiba harus menghadapi kenyataan bahwa ada bayi kecil yang menuntut harus ia rawat dan jaga. Padahal ia masih sakit akibat melahirkan.
Dukungan keluarga, terutama aku sebagai suami sangat Lembayung butuhkan saat ini.
"Jangan remehin masalah penting begini dong Senjaa... ga cuma makanan yang bisa bikin bayi alergi, tapi juga dari debu yang nempel dari jalan.. di jalan tuh kan berbagai ragam orang, kita ga tau mana yang sehat atau ngga, dan virus tuh nempel bisa sampe 24 jam,bahkan lipstik aja banyak orang ga nyadar kalau gluten juga bisa ada di lipstik. Gluten tuh bisa nyebabin respons autoimun dalam tubuh, bisa jadi anak berisiko terkena kanker dan gangguan autoimun lain." Lagi-lagi Lembayung gelisah.
"Ya udah.. nanti sebelum acara di mulai, kita beri pengertian lewat MC ya.. biar lebih enak penyampaian nya agar ga menyinggung perasaan orang lain, apalagi orangtua. "
"Iyaah.. tapi bener ya! "
__ADS_1
"Iyah sayangku Ummu Qotrunnada.. "
"Jangan lupa juga cuci tangan pakai sabun pokoknya! biarin aku di bilang cerewet juga.. "
"Iyah.. iyaah.. "
"Ehh itu Embun udah bangun.. Embuun ayoo nak ganti baju dulu sama diaper nya yaa...! " Lembayung mendekat ke arah box bayi dan menggendong Embun.
Saat mengganti diaper nya Lembayung berteriak, "Baba Embuun sinii... ini Embun udah puput puser nya... Alhamdulillah.. "
Aku pun mendekat dan memperhatikan, ternyata tali pusar nya memang sudah lepas dan kering.
Alhamdulillah..
Kemarin-kemarin, Lembayung selalu mengeluh takut ketika memandikan ataupun mengganti diaper Embun..Ia sangat hati-hati dan telaten merawat setiap detail pada tubuh Embun.
"Naaah anak umma udah cantik deeh... uhh.. mirip siapa sihh cantik amaaat? "
"Anak baba.. tentu mirip baba.. liat iris matanya.. persis kaya baba kan... " Aku tak mau kalah, mendekat pada Embun yang sedang di gendong oleh istriku.
"Iyah deh anak baba... mukanya ketiplek banget baba.. tapi untungnya kulit nya putih kaya umma.. trus rambutnya juga tebal.. " Timpal Lembayung sambil mengusapkan lotion anti nyamuk di tangan dan kaki Embun.
"Hahaha.. kita jadi kaya anak kecil yang saling saingan mainan.. siapa yang lebih unggul. "
"Iyah ya.. padahal kan Ini Embun perpaduan nya baba sama umma... anak shalihah...."
***
Lembayung
Akhirnya acara aqiqah Embun di mulai dengan pembukaan dari pembawa acara mengajak seluruh undangan untuk membacakan Basmallah bersama.
Aku mengedarkan pandangan ke sekitar.. ada Gadis, Risa dan Nindy di pojokan. Anak-anak yatim piatu dan Ada beberapa kerabat dekat dari keluarga papah dan mamah. Juga.. ada sosok yang baru pertama kali aku lihat, yaitu ayah nya Senja di dampingi oleh ka Rico. Aku pernah bertemu dengan nya dulu saat besuk Senja di lapas.
Selanjutnya sambutan yang disampaikan oleh papah selaku tuan rumah,papah menyampaikan tujuan dan maksud di adakan nya acara aqiqah ini dan berterima kasih kepada semua tamu yang sudah menyempatkan hadir.
Tibalah acara utama, yaitu mencukur rambut bayi secara simbolis diikuti dengan pengesahan nama bayi.
Terdapat hadis yang menjelaskan tentang aqiqah dan mencukur rambut bayi di dalam Islam, yaitu..
“Setiap anak ada aqiqahnya, sembelihlah aqiqah untuknya dan buanglah kotoran darinya,” (HR. Bukhari)
(Dari hadits tersebut yang dimaksud dengan “buanglah kotoran darinya” adalah mencukur rambut bayi. Mencukur rambut bayi bisa di lakukan sebelum atau setelah pelaksanaan aqiqah. Sebab pada dasarnya, hukum mencukur rambut di hari ketujuh setelah kelahiran adalah sunnah muakkad, baik untuk bayi laki-laki maupun bayi perempuan, bukan wajib)
Aku menggendong Embun, dan orang yang pertama kali menggunting rambutnya adalah pak Syarif.
"Bismillahirrohmanirohim. Alhamdulillahi robbil 'alamin, Allahumma nuurusamawawaati sa nuurusyamsi wal qomari. Allahuma sirrullah nuurunnubuwwati rosulullahi shollallahu 'alaihi wassalam. Walhamdulillahi robbil 'alamiin." Beliau meniup ubun-ubun Embun sambil berdo'a lagi, "Allahumma inni u'iiduhaa wadzuriyyatahaa bika minasy syaithoonir rojiim."
Setelah pak Syarif, bergantian papah lalu di susul suamiku dan ayah nya.. lalu ka Rico dan semua kerabat bergantian ikut menggunting rambut Embun sambil mendo'akan nya.
Setelah kembali duduk, acara di lanjutkan dengan tausiyah dari pak Syarif. Ceramah singkat tentang bagaimana proses penciptaan seorang manusia dan ketika ruh di tiupkan, tentang tujuan aqiqah dan mengenai amal shalih yang takkan pernah terputus.
Alhamdulillah semua rangkaian acara berjalan dengan lancar, dan kini Embun tengah tertidur di bouncer di sudut ruangan lain yang jauh dari jangkauan orang-orang.
Sebagai ibu, aku benar-benar ingin memperhatikan setaip detail tentang Embun.
__ADS_1
"Canciikk... " Tiba-tiba seorang anak kecil berlari menghampiriku ,yang ternyata ia adalah Maryam putri dari pak Syarif.
"Eehh.. Maryaaam... " Aku langsung mendekap gadis kecil yang menggemaskan itu ke dalam pelukan.
"Teh Ayuun.. Teh Ayuun.. siapa nama dede nya? " Tanyanya polos sambil memainkan mainan nya.
"Namanya Embun sayang.. "
"Embun? hallo Embuun... main yuuuk! "
"Hihhi.. dedek Embun nya lagi bobok,Maryam mau makan? "
Ia menggelengkan kepala dan seketika sumringah melihat ibu mendekat padanya.
Lho?
"Maryaam... apa kabar cantik? "
"Baik.. " Jawabnya malu-malu.
"Maryam mau makan? bu Tina nya mana? " Tanya ibu sambil mencari bu Tina, pengasuh Maryam.
"Bu Tina indak ikut.. Mayam sama abi.. "
"Kalau begitu, yuuk makan sama tante.. Ayung, ibu mau ngajak Maryam makan di ruang makan ya.. Senja nya mana? gapapa di tinggal sendiri? " Tanya ibu sambil menggandeng tangan Maryam.
"Gapapa bu..Senja lagi mengobrol dengan pak Syarif dan para tamu.. bentar lagi temen-temen pasti nyamperin.. tuuh kan itu mereka. " Tunjukku pada Gadis, Risa dan Nindy.
"Ya sudah ibu ke ruang makan dulu yaa.. ayo Maryam..! " Ibu berlalu sambil menuntun Maryam, dan gadis kecil menggemaskan itu berjalan sambil melompat kegirangan.
Ya Allah...
Maryam sepertinya suka dengan ibu terlihat dari ekspresi nya saat melihat ibu.
"Duuuuarr!! "
Aku terperanjat ,"Ihhh Nindy.. si tukang ngagetin! nanti Embun bangun! "
"Abis kamu ngelamun sambil liatin Ibu nya Senja.. itu anaknya pak Syarif bukan? "
"Eh iyah ya.. anak pak Syarif itu mah, siapa namanya sih? " Gadis menimpali.
"Maryam... " Jawab Risa.
"Nah iyaah.. pak Syarif kadang suka bawa ke sekolah, katanya ga ada yang jagain..lucu banget siihhh.. " Ujar Nindy.
"Ibu nya Senja juga cantik.. " Ucap Risa.
"Iyah ya.. cocok tuh sama pak Syarif,Maryam juga keliatan akrab ya sama ibu.. jangan-jangaaaan... "
Aku mendelik, "Huuush.. kalian ini tukang ghibah! udah udaah.. hayu kita ke kamar aku aja.. aku mau nyeritaa.. " Ajakku sambil menggendong Embun yang masih tertidur.
Jauh di lubuk hati..
Aku berdo'a...
__ADS_1
Semoga ibu mendapatkan kebahagiaan yang selama ini tidak pernah ia rasakan...
Sesungguhnya Allah selalu mempunyai cara dan rencana untuk hamba-Nya yang senantiasa bersabar.