Lembayung Senja

Lembayung Senja
My Precious..


__ADS_3

Author


Senja menempelkan tangan kanan di pucuk kepala Lembayung, saat dengan mata berkabut istrinya itu mengangguk malu.


"Bissmillah, Allahumma jannibnaassyyaithaana wa jannibi syaithoona maarazaqtanaa".


" Dengan menyebut nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami dari (gangguan) setan dan jauhkanlah setan dari rezeki yang Engkau anugerahkan kepada kami."


...-...


...-...


Petang ini,


Tertambat hati..


Meski Lembayung Senja tertutupi awan hitam, dan..


Oleh gelapnya langit sepetang-petangan.


Tapi gemericik air .. juga riak rinai hujan


Bersenandung indah mengiringi dua sejoli memadu kasih


Sebagai melodi alam, hujan menyenandungkan penyatuan dua


Insan.


Mereka pecinta..


Mengalun seperti simfoni, berirama senada


Hingga sampai hati sanubari.


-


-


-


Senja


"Alhamdulillaahi ladzii khalaqa minal maa i basyaraa."


"Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan air mani ini menjadi manusia (keturunan)."


Hening.. hanya suara gemericik air jatuh dari langit yang terdengar. Lembayung terkulai di sampingku. Mata nya terpejam namun kedua tangan nya erat melingkar tak mau di lepaskan.


"Terimakasih sayang.. If finally I understand what love is, it's because of you."


(Jika akhirnya aku mengerti apa itu cinta, itu karena kamu)


Aku mengecup kening nya berulang kali. Dan ia balas hanya dengan anggukan.. ia membenamkan wajah tak ingin terlihat olehku. Semakin mengeratkan tangan, lalu terlelap dengan mata terpejam.


Ku biarkan ia terlelap untuk beberapa saat. Mengistirahatkan raga, asa dan relung yang tadi bergejolak tiada jeda. Aku menyeka bulir-bulir peluh keringat pada dahi nya yang menetes hingga pipi.


"Sayang.. Lembayung.. ayo bangun! ini sudah mau adzan maghrib.. sebentar lagi. "


"Euggh.. " Lembayung melenguh. Ia sedikit terperangah demi mendapati keadaan kita berdua saat ini.


Ia meringis dan menatapku malu-malu, tersirat dari raut nya yang berona merah semerah tomat. Sambil tersenyum ia menarik blanket putih yang kami kenakan.


"A-aku mau mandi.. " Kalimat pertama yang keluar dari mulutnya, setelah tadi ia hanya diam tak bicara apa-apa.


Aku menyunggingkan senyum dan mengangguk.


"Ta-tapi ini gimanaa? aku maluuu! " Ia menunduk sambil meremas blanket nya.


"I've seen it all.."Kataku jahil.


Buuugh..

__ADS_1


Ia meninju pelan dadaku yang terekspos.


"Mau aku bantu ke kamar mandi? " Tawarku semakin jahil.


"Ehhh.. ngga.. ngga.. jangan macem-macem yaa! " Ancamnya sambil menggelengkan kepala.


"I've done it to you..." Lagi-lagi aku menyeringai jahil.


"Iiihhh kamuuu! "


Buugh.. Buggh..


Ia kembali memukul pelan dadaku dan kali ini aku langsung menariknya ke dalam dekapan.


"Terimakasih karena telah menjaga sesuatu yang berharga untukku istriku.. aku mencintaimu karena Allah. "


"Ya sudah.. ayo kita membersihkan diri, sebentar lagi adzan maghrib.. nanti kita shalat berjama'ah ya! " Aku mengelus surai nya yang harum, yang sudah menjadi seperti opium yang melenakan bagiku.


Ia pun beranjak dan menarik blangket ,lalu melingkarkan nya. Berjalan terseok menuju kamar mandi sambil meringis kesakitan.


Aku menatap nya penuh iba, saat ia gontai.. aku pun menghampirinya.


"Eittss! NO! aku bisa sendiri! " Katanya sambil bersedekap kedua tangan dan melindungi bagian tubuhnya yang berharga.


Aku hanya tersenyum penuh arti. Lalu membiarkan nya sendiri masuk untuk membersihkan diri.Memandang tempat tidur yang sudah terkoyak dan tak berbentuk lagi. Menyisakan noda yang sangat bisa ku pastikan sebagai bukti.. aku telah merenggut mahkota suci istriku yang shalihah.


***


Lembayung


Aku memandang cermin lalu menatap pantulan wajahku yang merah.. suraiku sudah seperti di sambar petir. Yang biasanya tergerai rapi, ini seperti tak pernah di sisir beberapa hari.


Tanpa ku sadari, ada denyut indah mengalun di hati sanubariku.


And Yes..


I have handed over something precious to him.


Pada suami ku.


Dengan penuh perasaan yang berkecamuk, dan ketidakpercayaan yang membuncah. Aku membersihkan setiap inci sambil sebelum nya berdo'a.


Setelah selesai membersihkan diri, aku keluar kamar mandi memakai bathrobe yang telah suamiku sediakan.Menengok kanan kiri karena masih malu..


Saat ini aku sedang duduk di depan cermin..Mengingat setiap detail apa yang telah kami lalui membuatku sungguh malu. Entah kenapa naluriku menuntunku untuk mengiyakan nya saja.. kami memang pernah berjanji hingga nanti lulus sekolah akan senantiasa saling menjaga.


Tapi...


Naluri alamiah kami tak dapat lagi membendung, kami berdua runtuh akan pertahanan yang telah di rencanakan.


Dan aku pun teringat salah satu ayat yang ada dalam Al-Qur'an.


"Istri- istrimu adalah ladang bagimu, maka datangilah ladangmu itu kapan saja dan dengan cara yang kamu sukai. Dan utamakanlah (yang baik) untuk dirimu. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu (kelak) akan menemui-Nya. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang yang beriman.”


Penjelasan ayat ini ialah istri-istri di ibaratkan ladang tempat menanam benih, maka datangi ladangmu untuk menyemai benih kapan saja, kecuali saat istri sedang haid.


Sudah 7 bulan lamanya ia menahan semuanya dengan sabar, untuk itu aku ingin menjadi seorang istri yang taat pada suami dengan menjalankan kewajibanku.


Meski awal nya aku merasa takut.. tapi suamiku memperlakukan ku dengan lembut dan dengan adab yang baik.


Terdengar suara Adzan maghrib berkumandang, menyeru untuk kami segera menunaikan kewajiban tanpa di tunda-tunda.


Ceklek.


Aku membuka pintu kamar, seraya memandangi Senja sedang berdiri ke arah pintu sambil tersenyum penuh arti.


Ia memakai sarung dan peci, lalu membentangkan sejadah.


"Sudah siap? " Tanyanya.


Aku mengangguk. Ia lalu ber-iqomat.

__ADS_1


Aku berdiri di belakang samping kiri nya dan ia memulai gerakan shalat penuh kekhusyuan.


Setelah selesai mengakhiri salam, aku mendekat dan mencium tanganya dengan takzim. Seperti biasa, ia mengecup pucuk kepala dan juga keningku penuh sayang.


Aku kecanduan.. di perlakukan dengan lembut seperti ini oleh nya. Aku merasa menjadi seorang istri yang sangat bahagia.


"Setelah ini, gimana kalau kita mengaji beberapa ayat dulu? " Tanyanya sambil mengambil Al-Qur'an kecil di atas nakas.


Kami berdua mengaji bergantian, dan murojaah sebentar.


"Aku mau lanjutin masak yaaa.. ga tau deh gimana nasib nya ikan gurame ku tadi... bakalan enak ga ya kalau di goreng lagi? tadi itu udah mau tutung tauu! " Aku mengerucutkan bibirku.


"Nanti aku makan.. " Katanya sambil tersenyum dan mengusap pipiku dan lalu mencubitnya pelan. "Jangan manyun gitu.. aku gemas dan ga jamin.. kamu bisa lanjutin masak la... "


"Eeehhh... " Aku menutup mulutnya dengan tanganku, dan ia hanya tertawa melihat tingkah ku.


"Ayo.. aku bantu.. gini-gini aku juga bisa memasak! " Katanya menyombongkan diri.


"Masak air.. sama masak mie instan doang. " Aku mencibir.


"Bukan.. " Ia menyeringai sambil menangkup pipiku lagi dan akan membenamkan wajahnya. Lagi.


"Apaaa? awas ihhh aku mau berdiri.... kamu mah mesuuum! " Aku ngeles.. Lalu Aku berlari meninggalkan nya terduduk sendirian di atas sejadah.


"Lembayuuuung.. tunggu! "


"Ga mauuuuu.. aku mau masaaak! "


Suamiku berjalan menghampiri ku dan ia berdiri lagi di belakangku.


"Senjaaaa... "


"Apaaa.. jangan panggil nama! panggil aku sayang.. "


"Ga mau... geli.. "


"Geli itu begini... " Ia menggelitik pinggangku hingga aku tak kuat lagi. Aku paling ga suka di gelitik.


"Aku menyerah.. "


"Bilang apa? "


"Aku menyerah suamiku...."


"Mhhmm.. ok.. gapapa.. panggil begitu juga aku suka. "


"Ya udah.. aku mau masaaak.. udah lapeeer.. " Kataku manja.


"Ok aku lepas.. tapi sebentar sini aku mau bisikin sesuatu.. " Ia menarik tanganku dan menangkupkan tangannya yang besar di kedua pipiku.


"Thank you for giving me a lot of happiness.. I love you and love everything about you.Thank you.. for everything honey.. you are my Precious.. "


Terimakasih telah memberikanku banyak kebahagiaan ..Aku mencintaimu dan mencintai semua tentangmu.. Terimakasih sayang.. kamu adalah sesuatu yang berharga bagiku..


***


-


-


-


-


Assalamu'alaykum readers..


Nulis part ini deg-degan sama kaya waktu nulis part mereka nikah.Menyusun kata dengan hati-hati dan Berulang kali di baca lagi karna author ga mau nulis sesuatu yang vulgar.


Ingin nya ngajak baper aja.. heheh.. selamat membaca yaaa.. semoga menghibur.


Ambil baik nya dan buang buruknya...

__ADS_1


Salam sayang dari Lembayung Senja.. 💕💕💕


__ADS_2