Lembayung Senja

Lembayung Senja
Flashback 1 : Merariq..


__ADS_3

Ibu Senja


Setelah pertemuan orangtua dengan pihak sekolah, atas perlakuan Anakku kepada Kevin. Membuat dada ini nyeri..Aku akui selama ini tak pernah memberi nya kasih sayang. Hanya makian dan sikap diam yang ku tampakkan selama 3 tahun aku tinggal dengan nya.


Dari bayi Senja tinggal bersama ibu hingga usia 5 tahun,


Flashback on


Namaku Baiq Indrawati, aku adalah anak dari seorang warga di sebuah desa bernama desa Sade suku Sasak Lombok Tengah. anak kedua dari 3 bersaudara, sekaligus perempuan satu-satunya.


Usia ku kini menginjak 17 tahun, amaq (ayah) menyuruhku untuk menikah.karena disana.. suku Sasak memiliki tradisi kawin lari saat akan menikah. Kawin lari terjadi hanya apabila seorang pria dan wanita sudah suka sama suka dan setuju untuk menikah. Adat ini dikenal dengan nama Merariq.


Jika pasangan telah sepakat, maka si pria akan “menculik” si wanita ditemani dengan kerabat atau teman yang bertindak sebagai saksi prosesi tersebut. Kemudian wanita pasangannya akan dititipkan di rumah keluarga pria dan tidak langsung dibawa ke rumah pria.


Keesokan harinya, barulah keluarga pihak pria mengirim utusan kepada keluarga wanita untuk memberitahukan bahwa anaknya berada di tempat mereka. Pemberitahuan ini disebut Nyelabar.


Tempat si wanita berada harus tetap dirahasiakan dari keluarga pihak wanita. Pada saat Nyelabar, orang tua si pria tidak boleh ikut. Rombongan Nyelabar biasanya terdiri dari 5 orang. Mereka pergi ke tempat ketua adat setempat yang disebut Kliang sebagai bentuk penghormatan pada Kliang, sekaligus meminta izin.


Setelah itu, selanjutnya rombongan Nyelabar menuju rumah orangtua wanita. Mereka tidak diperkenankan masuk ke dalam rumah. Maka mereka akan duduk bersila di halaman depan rumah. Kemudian 1 orang akan bertindak sebagai juru bicara yang menyampaikan kabar kepada orangtua wanita.


Siang itu, sepulang sekolah.. aku di suruh oleh amaq untuk pulang ke desa. Karna jarak antara Mataram dan desa tempat tinggal ku tidak terlalu jauh.


"side kadi merariq dait iye(kamu harus menikah dengan nya)! " Ucap amaq.


"Ndeq.. tiang ndeq man tao! (tidak.. aku tidak mau!) " Aku menolak perintah amaq. Karena aku masih sekolah kelas 2 SMA dan belum lulus.


Aku di besarkan dan tinggal bersama amaq rari(paman,adik laki-laki) ibu, dari kecil aku sudah menolak setiap adat istiadat desa karena memiliki cita-cita ingin menjadi seorang guru, dan ingin kuliah merantau jauh dari sini.


Disaat perempuan lain di usia 10 tahun,mereka mulai di ajari menenun lalu setelah itu menikah muda di usia masih belasan tahun,aku malah kabur ingin pindah dan tinggal di Mataram saja. Aku ingin pintar..ingin sekolah yang tinggi dan Ingin sukses.


"Side.. Edaq(kamu tidak bisa menolak)! " Teriak amaq.Sambil berlalu masuk ke dalam kamar nya.


Aku pun menangis tersedu mendengar kalimat tegas amaq yang tak bisa di bantah.


"Ndaq piaq laloq angen!(jangan di masukkan dalam hati! )" Inaq mengusap bahuku.


"Side kadi koat, amaq side kojeng keras ate! (kamu harus kuat, ayahmu memang keras hati! "

__ADS_1


"Tiang ndeq kembe-kembe inaq, tiang soah-soah!(aku tidak apa-apa bu, aku baik-baik saja ko!) " Aku memeluk inaq dengan erat.


"Nunas ampure atas selapuq salaq tiang, inaq! (maafkan atas segala kesalahan ku, bu)! "


"Tiang mele lalo(aku mau pergi)! "


"Ape yaq de side gaweq? (apa yang akan kamu lakukan? " Ibu mengernyitkan alis nya.


"ampure inaq, tiang mele kabur! (maaf bu, aku akan kabur! )"


Lalu aku menceritakan rencana ku nanti saat 'di culik' oleh laki-laki yang amaq jodohkan denganku. Inaq tampak terperanjat kaget mendengar rencanaku.tapi lalu beliau berkata sambil tersenyum. "Onyaq-onyaq(hati-hati)!"


Aku memeluk inaq kembali dan beristirahat di kamar, bersiap untuk hari dimana mereka akan menculikku,entah kapan hari itu datang karena Kalau langsung meminta tanpa menculik lebih dulu, keluarga perempuan bisa tersinggung.Begitulah adat nya.


Yang membuat aku heran adalah, perempuan di desa kami tidak boleh menikah sebelum bisa menenun.. sedangkan aku tidak bisa.


Dan kawin lari harus perempuan dan laki-laki yang atas dasar suka sama suka,tapi aku tidak menyukai laki-laki yang akan menikahiku itu. bertemu dengan nya pun tidak pernah.. Berarti ini adalah kawin culik.. Ada yang tidak beres!


***


Sudah 2 hari aku membolos dan tidak masuk sekolah, karena di kurung oleh amaq. Katanya nunggu ada yang menculikku! Aku sungguh tak mengerti .


Maka sang Raja mendirikan sebuah kamar dengan sistem penjagaan yang sangat ketat. Lalu raja memberi tantangan, "Barangsiapa berhasil menculik putriku, akan kunikahkan dia dengan putriku,"


Dari situ, pria-pria Lombok memiliki kebanggaan jika berhasil menculik orang yang dicintainya. Maka, jika sudah berhasil terculik, pihak keluarga perempuan harus rela anaknya dinikahkan dengan sang penculik.


Bagiku itu sungguh tak adil !! tapi apalah daya..


Hingga suatu malam, saat tengah tertidur lelap. Tiba-tiba ada yang memasuki kamarku diam-diam lewat jendela, aku yang sedang dalam keadaan mengantuk antara sadar dan tidak..merasa seseorang itu menggendong dan membawaku keluar dari rumah.


Iyah.. seorang pria tengah menculikku, apakah dia orang nya? Aku pun membuka mataku lebar-lebar dan berusaha memberontak.


"Lepaaasin.. tolong lepaaas! "


"Kamu diam! atau saya nanti bisa melakukan hal nekad terhadap kamu! " Ancam pria itu. Dia pun menurunkan ku.


Siapa dia? aku tak pernah melihatnya.Dan karena ini malam menuju dini hari.. wajah nya hanya bisa terlihat samar-samar.

__ADS_1


Baiklah, kali ini aku mengalah.. nanti kalau dia lengah aku akan menyusun rencana untuk kabur seperti yang aku pikirkan sebelumnya.


Dia menggenggam lenganku erat dan menyeretku untuk masuk ke dalam mobilnya.


Sekitar kurang lebih 2 jam perjalanan, kini kami berada di sebuah resort. Aku melihat ke sekeliling.. ini adalah resort bintang 4 di kawasan pantai Senggigi.


Laki-laki itu memesan kamar suite, dengan fasilitas yang sangat nyaman. Unit yang menghadap pantai, yang dilengkapi dengan AC dan TV layar datar. Kelambu juga terpasang di tiap tempat tidur agar bisa tidur dengan nyenyak. Mini bar dan area duduk juga tersedia, Kamar mandi pribadi menyediakan jubah mandi, fasilitas shower dan pengering rambut.


"Kamu istirahat dulu!" Perintahnya.


"Tunggu.. kamu siapa? "


"Aku adalah lelaki yang akan menikahimu nanti, jadi kamu harus menurut selama 3 hari ini aku menculikmu. agar aku nanti bisa menghadap orangtua mu dan melamarmu. "


"Ta-tapi.. kita ga saling kenal! aku ga mau nikah sama orang yang ga aku kenal! " Tolakku.


"Dalam adat di desa mu, ini di sebut kawin culik.. apa kamu tidak tau? dan meskipun kamu tidak mengenalku, tapi aku menyukaimu. dan kurasa itu cukup. mau tidak mau kamu harus nikah denganku! "


"Kamu mengenalku? dari mana? "


"Kamu ga perlu tau, yang terpenting kamu itu milikku! "


"Nggak.. aku ga mau! aku harus tau asal-usul calon suamiku. dan aku ingin menikah dengan lelaki pilihanku dan yang aku cintai. "


"Ahahahha.. kamu masih bisa menolakku? baiklah.. aku akan memperkenalkan diri. Namaku Dimas.. aku adalah asli orang Jakarta, dan disini aku ada pekerjaan. sudah cukup? "


"Trus.. kamu bisa tau aku darimana? "


"Aku pernah melihatmu sedang bersama teman-temanmu di desa itu"


"Lalu kenapa kamu yakin akan menikahiku? "


"Entahlah.. aku gatau.. pertama lihat, aku langsung menyukaimu!"


"Ckk.. " Aku berdecak.


"Kamu istirahat saja! aku akan mengunci semua pintu agar kamu tak bisa kabur darisini! Aku ada keperluan sebentar! " Lelaki itupun pergi meninggalkan ku sendirian.

__ADS_1


***


__ADS_2