Lembayung Senja

Lembayung Senja
Baby Blues Syndrome?


__ADS_3

Lembayung


"Embuuunn... besok embun pakai baju buatan omah yaaa.. " Aku mengajak ngobrol anakku yang sedang tertidur pulas.


Rasanya tak sabar ingin memakaikan baju yang di buat oleh ibu.


Hehhe.. aku tuh berasa kaya lagi anyang-anyangan aja. Kaya waktu kecil main barbie sama Adekku Bintang.


"Teteeeh... " Tiba-tiba Bintang berteriak, dan otomatis membuat Embun terperanjat lalu mengerjap tapi terlelap lagi kemudian.


"Adeeeek.. Ssstttt!! " Aku mengacungkan jari telunjuk ke arah Bintang yang dengan seenak hati berteriak disaat Embun sedang menikmati bocan siang nya.


"Upps! maaf! " Ia pun duduk di sebelahku dan menyambar baju Embun yang baru ku setrika.


"Mhhhhmmm... wangi beneeer ni baju bayiii... aku sukaaak! "


"Ihhh.. udah teteh rapihin juga, kamu mah! " Aku pun mengambil baju itu lalu kembali menyetrika nya.


"Isshh.. si teteh meuni pelit! oh iyah teh.. a Senja mana? aku mau minta tolong.. "


"Ga ada.. lagi ketemu klien baru.. "


"Ya udah atuh..Embun nya juga lagi bobok, tadinya mau ngajak main, aku mau ke dapur akh icip-icip kue kering bikinan duet maut.. "


"Eh.. sama orangtua kamu teh! "


"Hihii.. dah teteh! "


Aku pun kembali merapihkan barang-barang yang sekiranya akan di perlukan untuk besok.


***


Ibu Senja


"Jadi In harus bagaimana teh? In bingung.. " Aku bercerita tentang kejadian di apartement kemarin ,disaat untuk pertama kali nya setelah 20 tahun bertemu lagi dengan ayah Senja.


"Coba kamu tanya sama hati kamu In...apakah masih tersisa perasaan mu terhadap ayah nya Senja? "


"In sendiri bingung.. saat melihatnya, In merasa sakit.. "


"Coba untuk memaafkan diri sendiri dulu.. kamu masih berkutat dengan rasa sakit...teteh rasa, kalau kamu ga bisa memaafkan diri sendiri.. bagaimana mau memaafkan orang lain? " Kata teh Fatimah sambil memasukkan satu persatu kue ke dalam toples.


"Allah.. Yang Maha Dari Segalanya..Yang Maha Pencipta... bisa memaafkan hambanya meskipun dia banyak dosa.. apalagi kita yang hanya manusia biasa In.. "


"Rosulullah Sallallahu 'alaihi wa salam bersabda, Barang siapa mendo’akan kebaikan kepada orang yang mendholiminya, maka akan dibantu dan ditolong oleh Allah Ta'ala di yaumil qiyamah, dan dipanggil oleh penyeru dengan panggilan 'Hai orang yang mengesakan Allah kalian akan dibebaskan dan silakan saling membebaskan (saling memaafkan)"


"Menurut teteh, memaafkan orang yang telah berbuat zalim memang agak sulit kecuali orang-orang yang dipilih oleh Allah seperti para Nabi dan Wali.Makanya Tidak salah kalau Allah Ta'ala menempatkan orang-orang yang suka memberi maaf sebagai orang yang bertakwa dan berhak mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi. Memang memaafkan orang lain tidak semudah membalikkan telapak tangan. Kadang butuh waktu lama untuk memaafkan orang lain karena harus berusaha menutup luka yang menganga akibat perbuatan buruknya...tapi berusahalah ikhlas In.. "


Aku menunduk, meratapi setiap penuturan teh Fatimah yang memang sepenuhnya benar menurutku.


Baiklah..


Aku akan mulai mencoba memaafkan dan mencintai diriku sendiri dulu..


Belajar melupakan dan mengikhlaskan semuanya.


Aku harus berbicara empat mata dengan ayah nya Senja agar semua nya menjadi jelas.

__ADS_1


***


Senja


Alhamdulillah..


Bertemu dengan bang Taufik di event kemarin adalah sebuah langkah pertama untuk aku memulai.


Memang pasti tidak mudah.. tapi aku akan berusaha memberikan service terbaik untuk job perdana ku sebagai WO,di bantu oleh istriku.. sepulang dari event, aku menghubungi beberapa vendor yang mau di ajak kerjasama dan Alhamdulillah mereka tidak ada yang keberatan.


Bissmillah.. Hari ini aku sedang menunggu bang Taufik beserta calon istrinya di sebuah cafe. Jujur saja aku sedikit gugup karena belum terbiasa ber-presentasi. Malah dulu aku lebih banyak diam dan tak banyak bicara.


Dan dulu, jika sedang merasa gugup seperti ini pasti pelarian nya merokok.


Tapi sekarang hidupku berubah 180 derajat. Semenjak menikah segalanya berubah..


"Hai bro.. udah lama? " Bang Taufik berjalan bersama seorang wanita berhijab, dan menghampiriku. "Kenalin.. calon bini.. "


Wanita itu mengatupkan kedua tangan nya."Dian.. "


"Senja.." Aku pun mengantupkan kedua tangan di dadaku. "Silahkan duduk bang.. mba.. "


"Jadi langsung aja ya Senja.. " Mba Dian menginterupsi.


"Boleh mba.. "


Kami bertiga pun berdiskusi dan membahas segala hal tentang konsep pernikahan impian yang di inginkan oleh bang Taufik beserta calon istri nya.


Setelah kurang lebih 2 jam, akhirnya konsultasi dan diskusi selesai. Alhamdulillah..bang Taufik dan mba Dian mempercayakan semua padaku mulai dari venue, cattering, attire, dokumentasi,dekorasi dan hal perintilan seperti souvenir dan kartu undangan. Mereka mengambil wedding package dengan tema intimate wedding.


"Malam ini juga gue transfer DP ya.. " Ujar bang Taufik, setelah kami selesai konsultasi.


"Sipp.. liat jadwal gue dulu ke Bandung lagi kapan ya.. ini juga gue kebetulan lagi ada event begini, sekalian ngapel.. hahaha.. "


"Huush.. enak aja ngapel! " Mba Dian memprotes.


"Eh iyaah iyah.. sorry trus apaan dong namanya kalau berkunjung ke rumah calon? "


"Silaturahim.. " Jawab mba Dian.


Aku tersenyum melihat interaksi mereka berdua, jadi teringat istriku di rumah. Kita terbiasa berdebat masalah sepele seperti mereka..


Akhh.. Really missing you, Lembayung.


And also Embun.


"Ok Senja.. see you next month yaa.. "


"Sip mba.. nanti janjian nya bisa sama istri saya.. "


"Lho.. kamu udah punya istri? " Tanya mba Dian heran.


"Malah istri saya baru melahirkan mba.. "


"Ma syaa Allah... hebat kamu keren! "


"Mantap lo.. gue aja yang udah mau kepala tiga baru sekarang kepikiran mau nikah.. selama ini ga mau punya komitmen karna terlalu sibuk meniti karier.. " Bang Taufik menimpali.

__ADS_1


"Umur ga menjamin kedewasaan seseorang abang.. dari taun lalu aku udah minta di nikahin.. keluarga aku mau jodohin aku sama yang lain, baru kamu mah gerak! Eh.. ko malah jadi bahas ini.. heheh.. "


Kami pun mengakhiri obrolan dan saling berpamitan. Dan aku berjalan menuju parkiran untuk mengambil motorku.Menyalakan mesin dan melajukan dengan kecepatan tinggi ingin segera sampai di rumah dan memberitahukan kepada Lembayung kalau klien hari ini deal memakai jasa ku.


Istriku itu pasti senang mendengarnya.. dengan begitu biaya untuk aqiqah Embun bisa sepenuhnya aku ganti memakai uangku tanpa bantuan papah dan mamah.


Ternyata.. sebahagia ini memperoleh rezeki dengan cara yang halal.. entah berapapun nilai nominal nya, sungguh terasa nikmat jika bisa kita terima dengan penuh rasa syukur.


***


"Capek ya? " Tanya Lembayung, sambil membawakan segelas air putih dan memberikan nya padaku.


"Makasih sayang... ngga ko.. aku seneng.. klien hari ini goal.. Alhamdulillah.. " Akupun meneguk air itu hingga tandas.


"Alhamdulillah.... selamat ya suami!! klien perdana lho ini... waah ngambil package apa? "


"Intimate wedding.. cuma 500 orang, keluarga..sahabat dan rekan kerja aja. "


"Akad sekaligus resepsi? " Tanyanya lagi antusias.


"Hmm.. iyah.. tapi aku butuh bantuan kamu kalau nanti berhubungan dengan vendor yang owner nya perempuan, gapapa ya? "


"Iyaah gapapa.. aku seneng malah bisa bantu! mhhmm.. gimana ya rasanya jadi pengantin saat Walimatul Ursy? dulu aja aku udah deg-degan banget waktu cuma akad aja.. padahal cuma keluarga in..."


Aku mendekap erat Lembayung..memotong ucapan nya dan mengecup nya berulang kali,"Maafin aku sayang... maaf karena kamu ga ngerasain bagaimana pernikahan kita di rayakan.." Lagi...aku merasa bersalah.


"Selama kita nikah.. aku bahkan jarang sekali memberi kamu hadiah.. malahan mahar yang aku beri buat kamu,kamu ikhlaskan buat bantu aku..kamu melewati masa kehamilan selama 9 bulan tanpa aku di samping kamu yang bisa kamu pintai cari makanan saat kamu ngidam.. tanpa aku yang bisa ngelus perut kamu.. kamu yang dengan sabar nunggu aku dan mendo'akan aku selalu... "


"Ko jadi melow gitu..."


"Hati kamu terbuat dari apa? bisa nerima suami seperti aku yang.. "


"Naah.. nah.. mulai lagi kan! " Kesalnya.


"Abis kamu itu udah cantik.. baik hati.. shalihah.. punya segala nya.. "


"Pasti ada mau nya kan? udah muji-muji aku kaya gitu! Issh.. udah bisa ketebak.. aku mah udah hafal.. " Lembayung cemberut.


"Ayoo temenin aku.. "


"Temenin kemana? "


"Gosok punggung aku.. " Aku mencoba menggodanya.


"Ga maauuu... Kamu mah ga ngerasain sakit aku.. jahitan aku kan belum kering..mana tadi ngurusin Embun sendirian, mamah sama ibu kan sibuk ngurusin buat besok...Bintang malah ngerecokin aja... mana mungkin aku minta tolong ke enin kan? hiks.. " Tiba-tiba Istriku menangis.


"Ehh.. maaf.. maaf sayang.. aku cuma bercanda.. " Aku merengkuhnya dan ia berusaha untuk meronta. Tentu saja tidak bisa karena tenagaku jauh lebih besar di bandingnya.


"Maafin aku yaa.. "


"Aku ..aku tuh sedih.. ga tau kenapa.. kamu bercanda nya gitu..! dari tadi ngantuk tapi ga bisa tidur.. tiap mau tidur keinget kalau belum mompa ASI.. kalau ga di pompa sakit.. Embun nya tidur terus.. giliran tengah malem begadang.. " Ia masih terisak dan menyeka air matanya.


"Iyah maaf.. Aku harusnya ga bercanda.. kamu lagi capek banget.. jangan nangis lagi yaa.. mhhm? "


Ia pun mengangguk dan aku mengelus punggung nya pelan, mengecup pucuk kepalanya dan kembali merengkuh ke dalam dekapan.


Apakah mungkin istriku itu mengalami Baby Blues Syndrome?

__ADS_1


***


***


__ADS_2