
Ayah Senja
Aku sangat bahagia, tadi malam anakku Senja menelpon Federic.. Ia bilang bahwa kami di undang ke acara aqiqah cucuku,di rumah Lembayung istrinya.
Apakah berarti Baiq dan Senja telah membuka hatinya dan mau memaafkanku?
Terimakasih Tuhan..
Kira-kira hadiah apa yang bagus untuk cucu cantikku itu ya? aku pun segera menyuruh Federic membeli banyak mainan dan pakaian bayi, juga banyak keperluan lainnya.
Cucu keduaku itu bernama Embun..
Aku akan memberikan segalanya untuk cucu perempuan ku itu, karena cucu pertamaku dari Alexa adalah laki-laki.
"Terimakasih telah mengundang kami... " ucap Federic pada papah nya Lembayung.
Dan papah Lembayung mempersilahkan kami untuk masuk, terasa sekali hangat nya kekeluargaan berada disini. Aku memang tidak se supel dan seramah Federic.. bahkan cenderung lebih suka diam dan hanya memperhatikan. Jika Federic bisa berbaur dengan segala kalangan, aku hanya sesekali mengobrol dengan tamu hanya untuk berbasa-basi.
Seluruh rangkaian acara pun bisa ku lakukan dengan lancar,sebagai kakek nya Embun.. aku di beri kesempatan untuk menggunting sedikit rambut nya, karena sebelumnya semua sudah Federic jelaskan dengan detail tentang tata cara aqiqah.
Ku lihat, Baiq tengah sibuk menjamu tamu dengan ramah. Lalu berlalu meninggalkan ruangan, aku pun mengikuti nya diam-diam seperti seorang remaja yang menguntit orang yang di suka. Aku sangat rindu senyuman itu...
Tapi... siapa anak kecil itu?
Mengapa terlihat dekat dengan nya?
Baiq terlihat masih sangat cocok memiliki anak lagi, ia begitu cantik dan terawat. Meskipun sekarang penampilan nya sudah tertutup, sama sekali tidak mengurangi kecantikan nya. Bahkan sekarang ia semakin terlihat cantik.
Huuh, pria tua!
Apa yang kau harapkan?
20 tahun meninggalkan nya dalam penderitaan, bukankah kamu seharusnya tau diri?
***
Pak Syarif
Pak Fadli, papah nya Lembayung secara pribadi meminta saya langsung untuk menghadiri acara aqiqah cucu pertama beliau.
Memang berat rasanya, karena itu berarti nanti akan bertemu dengan ibu nya Senja.
Dulu, Pinangan saya di tolak olehnya.
Dengan alasan bahwa ia merasa tidak pantas bersanding dengan saya, itu lah yang saya tahu dari Senja anaknya.
Saya pun dengan besar hati menerima, tanpa mau memaksakan.Padahal,entah mengapa hati saya memang sudah terpaut pada ibu Senja sejak pertama kali bertemu.
Astaghfirullah..
Harusnya saya memang menjaga pandangan, tapi hati kecil memang tak bisa berbohong. Bukan berarti saya telah melupakan ummi nya Maryam.. tapi,sebagai pria yang normal dan sebagai seorang ayah. Saya membutuhkan pendamping sekaligus ibu untuk Maryam.
Mengapa tidak memilih perempuan lain yang mungkin masih gadis atau dengan masa lalu yang baik?
Berbicara tentang masa lalu, setiap orang pasti memiliki masa lalu ..seburuk apapun itu, seyogyanya kita semua mengubur dalam-dalam semua itu dan menjalani kehidupan yang sekarang dan masa yang akan datang dengan lebih baik lagi.
Pun.. Rasullullah Shallallahu 'alaihi wa sallam memilih menikahi janda untuk tujuan dakwah dan memuliakan mereka.
Memilih menikahi seorang janda bisa dikategorikan tindakan yang akan membawa berkah dan juga anugerah bagi kita. Apalagi kalau niatnya karena Allah untuk melindungi ia dari fitnah atau hal buruk lainnya yang mungkin bisa terjadi.Saya memilihnya dengan niat yang baik karena ingin mengangkat derajatnya agar tidak diremehkan orang lain.
Apakah mungkin ia masih trauma?
Ketika bicara mengenai dampak traumatis yang dialami seseorang, saya juga perlu tahu sejauh mana hal ini sudah mempengaruhi keadaan psikologis ibu nya Senja.
Tapi.. Saat melihat interaksi antara Maryam dengan nya, entah mengapa perasaan ingin melindunginya begitu besar dan saya merasa Maryam juga menyukainya. Sudah berapa kali orangtua menjodohkan saya dengan beberapa gadis.. saya bisa saja menerima jika memang itu jodoh untuk saya, tapi.. Maryam tidak bisa membuka diri pada mereka.
Saya lihat, sekarang Maryam sedang berada di ruang makan dan sedang di suapi oleh ibu nya Senja. Saya melihat kedua mata nya yang berbinar-binar dan kegirangan saat di suapi..mungkin Maryam merasa melihat sosok seorang ibu dalam diri ibu nya Senja.
__ADS_1
Maryam di besarkan tanpa seorang ibu, karena semenjak ummi nya sakit.. ia mulai di rawat oleh bu Tina, masih kerabat dari ibu.
Tapi..
Ada yang sedikit mengusik hati,
Sosok pria asing itu sungguh membuatku bertanya-tanya, siapakah beliau? wajahnya serta perawakan nya yang mirip sekali dengan Senja.Dan juga ia di temani oleh seorang lelaki sekitar usia 25 atau 26 tahun yang juga mirip Senja.
Apakah beliau adalah Ayah biologis nya Senja?
Jika memang begitu.. mungkin ibu nya Senja telah kembali bersama, dengan berat hati alangkah baiknya saya mundur dengan teratur.
Jika ia adalah jodoh saya..
Maka Allah akan membukakan dan memudahkan jalan-Nya.
***
Senja
Alhamdulillah.. semua berjalan dengan lancar.
Bidadari kecilku sudah di aqiqah..
Sekarang ia sedang bersama istriku dan teman-temannya di kamar, mereka asyik bercerita dan bercengkrama... sedang girls talk kalau kata Lembayung.
Aku pun sedang menjamu tamu dan melihat ayahku.. iyah ayahku. Mungkin sekarang aku sudah bisa menerima memanggil nya ayah, atas desakan ibu. Ayah tengah memperhatikan ibu dari kejauhan....
Hhhh..
Aku berada di persimpangan.
Harus mengajak ngobrol siapa? ayah atau pak Syarif? pak Syarif sedang mengobrol dengan papah dan tamu lain, sedangkan ayah tengah sedirian menikmati hidangan..
Baiklah..
"Senjaa..?? " Ayah terpelanga, melihatku berjalan ke arahnya.
Aku masih terdiam dan tak berbicara apa-apa, tepatnya ga tau harus bicara apa. Bingung.
Tiba-tiba ka Rico datang, dan menghampiri kami. Mengapa aku memanggilnya Rico?bukan Federic? Entahlah lebih enak memanggilnya demikian..
"Senja... kami ba-wakan mainan untuk Embun.. " Kata ka Rico sambil menunjuk ke arah luar.
Aku tertegun, pasalnya bukan hanya segelintir mainan saja. Tapi se-truk?
What the helllll?
Aku jadi mengumpat dalam hati.
"It's too much.. " Kataku pada ayah yang terlihat bahagia aku mengajaknya berbicara.
"Tidak a-pa.. a-pa.. " Sahutnya dengan menggunakan bahasa Indonesia. "Come one.. We'll see.. "
"Bro.. kamu tidak ber-niat me-ngenalkan aku with your wife's friend? " Kata ka Rico sambil berjalan menuju halaman rumah, mendekat ke arah truk berisikan banyak sekali mainan.
"Usaha sendiri! " Jawabku ketus.
"Hahaaha.." Ia hanya tertawa, dan mulai memberi intruksi pada seorang supir untuk menyuruhnya menurunkan barang-barang.
"Sebanyak ini mau di simpan dimana? " Tanyaku heran, melihat ada ayunan, perosotan, rumah-rumahan yang notabene itu adalah mainan untuk anak di atas 3 tahun.
"Embun belum bisa menggunakan ini semua ka.. " Aku menunjuk ke arah mainan dapur-dapuran.
"Untuk nanti Embun sudah agak besar.. " Entengnya sambil ikut menurunkan beberapa mainan.
"Sebaiknya, ini kita berikan untuk anak-anak yayasan saja.. "
__ADS_1
Ayah dan kak Rico mengernyit.
"Thas all the children are orphans..they don't have a parents, it's better to give it all to them...and I will only take baby clothes."
(Mereka semua adalah anak yatim piatu, mereka tidak punya orangtua, lebih baik berikan pada mereka, dan aku hanya akan mengambil baju-baju bayi nya saja)
Ayah dan ka Rico akhirnya mengangguk, dan sang supir di bantu temannya mengembalikan segudang mainan itu ke truk. Dan memberikan paper bag berisi baju-baju bayi.
"Makasih.. " Kataku lirih.
"I'll do it everythings for you son.. " Ayah menepuk bahuku.
Tapi aku hanya diam tanpa ekspresi apa-apa.
"Kami mau pa-mit pulang.. padre do you need to talk with Baiq? " Tanya ka Rico, dan hanya di balas oleh gelengan kepala oleh ayah.
"ayo kami mau pamit pada papah istrimu.. " Katanya lagi seraya masuk ke dalam rumah dan berpamitan pada papah.
Aku tak menemani dan hendak menuju belakang rumah tempat anak-anak yayasan berkumpul disana.
Mereka sedang menikmati hidangan dengan ceria sambil bercerita. Wajah-wajah polos mereka mengingatkan ku pada waktu aku masih kecil. Tanpa orangtua yang membimbing..mendampingi dan melindungi.
Aku rindu pada papuq inaq..Hanya papuq lah yang dengan penuh kasih sayang merawatku dengan sabar.
Aku jadi teringat bait puisi tulisan pujangga Mesir berjuluk Amir al-Syu’ara’ ,
Bukanlah anak yatim yang kedua orang tuanya telah tiada, (Telah tiada) dari kehidupan dunia,
Lalu meninggalkan anak tersebut dalam keadaan hina.
Akan tetapi, anak yatim adalah anak yang kau dapati
Ibunya tidak mempedulikannya atau ayahnya sibuk tidak mau mengurusnya.
Itulah yang aku rasakan sewaktu kecil, kehilangan dua sosok yang seharusnya menjadi roles model dan kehilangan figur orangtua.
Dulu aku merasa menjadi seorang anak sebatang kara, sama seperti mereka.
Menjadi anak yatim ,piatu ataupun yatim piatu memang bukan hanya mengganggu secara finansial, tetapi juga akan menerpa mental.
Papah memberi tahu bahwa pengalaman itulah yang mengajarkan kita untuk tidak melupakan mereka.
"Gali lagi empati kita, jangan pula mempertontonkan kebahagiaan di depan anak-anak yatim, seperti mengundang anak-anak yatim atau datang ke yayasan anak yatim untuk merayakan ulang tahun anak kita ."
"Di balik niat baik tersebut bisa jadi ada anak yatim yang hatinya menjadi sedih dan teringat orang tuanya karena menonton kebahagiaan keluarga orang lain."
"Jangan biarkan air mata mereka mengalir terlalu sering. Jangan biarkan kesedihan merangkul mereka terlalu lama. Mari kita bersama-sama menjadi penghapus air mata, menjadi selimut saat mereka dirundung duka. Sedikit rejeki yang kita hadiahkan untuk mereka semoga mampu menjaga nyala api semangat ketika mereka sebatang kara kehilangan orang tua."
Seperti sabda Rasulullah,
"Barang siapa mengusap kepala anak yatim (dengan penuh kasih sayang) karena semata-mata mengharap ridha Allah, maka setiap rambut yang diusap berpahala sekian kebaikan, dan barang siapa memelihara/mengasuh anak yatim, maka kedudukannya di surga berada di sisiku seperti halnya jari telunjuk dan jari tengah."
Begitu kata papah saat kami berdiskusi.
Aku bersyukur, ibu sudah berubah dan ternyata selama ini aku lah yang salah mengira bahwa ibu tak pernah menyanyangiku.
Ibu sangat menyanyangiku. Di balik sikap dingin nya.
Dan sekarang, ayah datang membawa sedikit harapan.. Ternyata aku bukan seorang anak yang di buang.
Well done.. Senja.
Belajarlah untuk mencintai kedua orangtua dengan cara mu sendiri...
Do'akan mereka Senja...
Karena ketika manusia meninggal dunia, maka terputus sudah amal jariahnya kecuali tiga perkara yakni: sedekah jariyah, ilmu bermanfaat dan doa anak yang sholeh untuknya.
__ADS_1
***