
3 Tahun kemudian...
Lembayung
"Embuuuunn.... Embuuuun... " Aku memanggil anakku berulang kali, tapi dimana dia yaa?
"Ternyata disini.... anak umma yang cantik lagi apa? "
Embun sedang memandang keluar jendela di tempat hotel kami menginap.
"Ummaaa... " Ia pun turun dari sofa dan memelukku erat.
"Kalian sedang apa? " Senja menghampiri kami dan ikut memelukku dan Embun. "Sayang.. ayo istirahat, Embun tidur siang dulu yaaa.. besok kita siap-siap terbang ke Istanbul.. Horeeee! Embun mau liat apa disana? "
"Babaaa..No.. no tidun! " Jawab Embun, sambil berpindah ke pelukan suamiku.
"Embuun.. ayo bobok dulu sama umma ya? "
"No umma.. Ebun Indak mauu! " Embun malah merekatkan pelukan nya dan mengecup pipi suamiku itu bertubi-tubi,"Tayaaaang babaku tayang...muahh. "
"Embun ga sayang umma? " Tanyaku sambil pura-pura cemberut.
"Tayaaaaang umma jugaaa... " Ia lalu beralih mendekat dan mengecupku juga beberapa kali. "Tayaaaang temuaanyaaa.. ." Embun mengecup kami bergantian.
Kami bertiga pun bercengkrama di atas tempat tidur sambil Senja membacakan buku cerita tentang kisah-kisah para Nabi dan Rasul.Hingga akhirnya, 30 menit kemudian terdengar nafasnya teratur dan Embun pun tertidur.
"Sayang.. semua schedule udah di handle sama Pela kan? udah bilang kalau kita perpanjang liburan? " Tanya Senja, saat aku memainkan ponsel.
"Udah.. bentar aku chat lagi Pela nya.. "
"Sayang.. "
"Mhhmm.. "
"Thank you for always having me.. " Katanya sambil menatapku lekat.
"Iyaah dong.. kan kamu suami aku! "
"Ayo kita duduk disana!" Ia menarik tanganku dan menuntunku ke arah sofa. Sambil membenamkan wajah di bahuku dan mengecupnya.
"Geli ihhh.. aku lagi chat! " Kataku sambil bergidik kegelian.Lalu aku berbalik ke arahnya dan menangkup pipinya yang sudah tumbuh jambang, "Jambang yang tumbuh di pipi sama jenggot di dagu kamu bikin kamu tambah dewasa." Kataku sambil menatapnya.
"Tapi kepala aku jadi botak.. kamu kan ga suka aku botak.. " Ia terkekeh sambil memegang kepalanya.
"Tapi suami aku tetep ganteng... "
Ia tersenyum dan membalas dengan menangkup pipiku juga. "Istriku juga makin.. makin.. makin cantik.. "
Kami pun saling mendekap erat.
"Kalau punya rezeki lagi.. aku pengen banget ke Paris... Paris is like a heaven for all women's obsessions.. I want to Paris.. "
"Paris bagaikan surga bagi semua obsesi wanita..Aku ingin ke Paris. "
"We don't need to go to paris...Because for me... you are a Paris.."
"Isshhh.. Baba nya Embun.. Semakin hari.. kamu makin gombal, selalu modus! " Kataku sambil menarik tangan suamiku untuk kembali ke tempat tidur menemami Embun,"Hayuuk kita temenin Embun.. aku juga mau istirahat.. besok kan kita... "
"Ummu Embun sayang.. " Suamiku menahan tanganku dan menariknya hingga aku terjatuh ke pangkuannya.
"Sayaang... Nanti Embun bangun! "
"Don't you miss me?" Tanyanya dan berhasil membuat jantungku berdebar-debar.Ia membenamkan lagi wajahnya, "Let's make a little one for her..!" Iris amber itu berbinar dan seperti bercahaya.
Aku terpesona.
Again and again.. all over again.
__ADS_1
Hingga akhirnya..I always fall into my husband charm.
Selanjutnya...Terjadilah apa yang memang seharusnya terjadi...Di hari terakhir kami berada di kota suci, setelah selesai menyelesaikan ibadah di Baitullah..menyatukan rasa yang semakin hari semakin bertambah besar.
Aku, suamiku dan anakku. Kami bertiga pergi untuk menunaikan ibadah Umroh selama 9 hari. Tadinya, kami akan pergi bersama ibu dan suaminya. Tapi ternyata ada sesuatu yang mendesak, sehingga mereka tak jadi pergi.
Beriring banyak do'a yang di panjatkan kehadirat Illahi.. kami berdo'a semoga kami selalu di berikan rasa cinta yang tetap selalu terjaga.. perasaan saling bukan paling..Saling kasih mengasihi,saling menghargai dan menghormati, juga saling mencintai Karena Allah.
Berdo'a semoga menjadi keluarga sakinah,mawaddah dan warrahmah yang di karuniai anak-anak shalih dan shalihah,selalu di berikan rezeki yang berkah.. dan masih banyak lagi daftar rentetan do'a yang hanya kami sampaikan dari hati di Multazam, tempat antara Rukun Aswad (sudut tempat terdapatnya Hajar Aswad) dan pintu Ka'bah.
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dalam hadits yang diriwayatkan Al Baihaqi dari Ibnu Abbas menyatakan, ''Antara Rukun Aswad (sudut tempat terdapatnya Hajar Aswad) dan pintu Ka'bah disebut Multazam. Tidak ada orang yang minta sesuatu di Multazam melainkan Allah mengabulkan permintaan itu."
***
Senja
"Sayang.. ayo kita siap-siap, sebentar lagi landing. " Aku membangunkan istriku yang tertidur sambil menggendong Embun.
Ia melenguh,"Mhhm? udah sampe? " Sambil mengerjap, ia membetulkan posisi duduknya dengan hati-hati takut membangunkan Embun.
"Sebentar lagi landing.."
"Ummaaaaa... " Embun terbangun dan sedikit merengek karena tidurnya terganggu.
"Embuun.. sebentar lagi kita sampai.. ayo sayang bangun, mau minum? " Tawar istriku karena sepertinya Embun masih mengantuk.
Embun mengangguk,tapi setelah itu kembali tertidur di dada istriku.
"Aku yang gendong.. " Dan aku pun meraih Embun dari dekapan Lembayung dan menggendong nya erat. Karena sebentar lagi akan landing dan harus dalam keadaan siaga.
***
Here we go..
Bandar Udara Istanbul,Bandar udara internasional yang terletak di Arnavutköy di sisi Eropa Istanbul, Turki.
Hippodrome Square atau yang kini dikenal sebagai Sultan ahmet Meydan atau Sultan Ahmet Square merupakan hipodrom kuno peninggalan zaman Konstansinopel yang dahulunya digunakan sebagai tempat hiburan publik.
Kata "hippodrome" berasal dari Bahasa Yunani hippos yang berarti kuda, dan dromos yang berarti jalur atau jalan. Oleh karena itu, tempat ini juga biasa disebut Atmey dan yang dalam Bahasa Turki berarti lapangan kuda.
Terletak satu wilayah dengan Blue Mosque, dahulunya Hippodrome adalah tempat yang menjadi saksi bisu terjadinya berbagai macam peristiwa besar seperti kerusuhan, pertempuran, hingga pertarungan gladiator.
Kami di ajak untuk mengelilingi hipodrom yang memiliki berbagai macam monumen yang masih berdiri tegak sampai saat ini. Salah satu monumen yang paling menarik untuk dikunjungi adalah "Obelisk Mesir".
"Embun capek sayang? " Tanyaku, saat melihat anakku diam memandangi obeliks di depannya.
"What is that Baba? " Tunjuknya pada obeliks tersebut.
"It's called obeliks.. "
Ia menganggukan kepala, " Toooo haig. " Katanya lagi sambil terus memperhatikan.
"So high Embun.. " Lembayung membenarkan.
Tour guide, mengumumkan bahwa kami akan segera di ajak lagi berkeliling.. dan sekarang menuju Tripod Delfi.
Lalu setelah itu ke sebelah utara, terdapat sebuah Gazebo bergaya Eropa yang bernama Air Mancur Kaisar Wilhelm atau dikenal juga sebagai Kaiser Wilhelm's Fountain.
***
Lembayung
Akhirnya aku bisa travelling kembali bersama suamiku, setelah kurang lebih 4 tahun ga pernah kemana-mana karena hamil Embun dan setelah itu sibuk kuliah, ke butik dan mengurus Embun di rumah.
And now... I have twice!
__ADS_1
Sekarang.. aku berpertualang bersama dengan partner dalam segala hal dan juga putri kecil kami.
Kami sedang berada di tempat bersejarah bernama Hagia Sophia.
Hagia Sophia yang dalam bahasa Yunani berarti kebijaksanaan Illahi, adalah sebuah bangunan berbentuk kubah yang terletak di Istanbul.
Awalnya, bangunan ini adalah pusat Kekristenan Ortodoks dan menjadi gereja terbesar dunia selama berabad-abad.Hagia Sophia tetap jadi gereja sampai Konstantinopel dikuasai oleh Sultan Mehmet dari Ottoman.Dan di bawah kekuasaan Sultan Mehmet, Hagia Sophia berubah menjadi masjid.
"Ma Syaa Allah... indah banget sayang.. " Senja berdecak kagum, berdiri di sampingku sambil bersiap membidik objek mengagumkan di depan kami.
"Umma... Ebun tauu.. ini moski... " Embun pun turun dari gendonganku dan ingin berdiri sendiri.
"Mosque sayang.. " Kata ku membenarkan.
Setelah Ottoman runtuh, presiden pertama Turki yang juga dikenal sebagai bapak modernisasi Turki, Mustafa Kemal Ataturk, mengubah Turki menjadi negara sekuler.
Hingga pada tahun 1934, bangunan Hagia Sophia yang tadinya berfungsi sebagai masjid dialihfungsikan menjadi museum.
***
Senja
Setelah mengunjungi Hagia Shopia, kini kami di ajak untuk mengunjungi Blue Mosque.
Bangunan yang juga dikenal sebagai Masjid Sultan Ahmed, disebut sebagai Masjid Biru karena menggunakan lantai berwarna biru. Masjid tersebut merupakan salah satu dari dua masjid di Turki yang memiliki enam menara.
Masjid ini merupakan saksi bisu sejarah kejayaan Kekaisaran Ottoman yang pernah berdiri di Negara Turki. Lokasinya juga tidak jauh dari Laut Marmara yang membentang luas di sebelah selatan Turki.
Guna mengangkat kembali moral Kekaisaran Ottoman, Sultan Ahmed I membangun Masjid Sultan Ahmed pada tahun 1609 dan selesai pada 1616. Pembangunan masjid ini dimaksudkan untuk menegaskan kembali kekuasaan Kekaisaran Ottoman.
Arsitek Masjid Biru, Sedefkâr Mehmed Aga menggabungkan elemen arsitektur Islam tradisional dan Kristen Bizantium untuk mewujudkan bangunan masjid yang begitu megah ini.
Mengapa dinamai Masjid Biru?
Karena interiornya dilapisi oleh lebih dari 20.000 ubin Iznik buatan tangan yang memesona.
Ubin itu terbuat dari keramik yang berwarna pirus dengan desain tulip merah. Selain itu, lantai dua masjid juga dicat biru dengan cahaya matahari yang masuk melalui lebih dari 200 jendela kaca patri.
Selain berfungsi sebagai masjid, Sultanahmet Camii juga merupakan sebuah kompleks luas tempat berlangsungnya segala jenis kegiatan sosial.
Pada lahan masjid juga berdiri madrasah, sekolah dasar, paviliun kerajaan, arasta bazaar tempat para pedagang berjualan suvenir, taman, dan makam.
Wisatawan bebas mengunjungi pelataran maupun masjid, asal mematuhi aturan yang ditetapkan pengelola.
Meski begitu, Blue Mosque masih berfungsi sebagai tempat beribadah.Pihak pengelola akan menutup sementara kunjungan wisatawan selama 30 menit, atau selama salat lima waktu sedang berlangsung.
Usai menunaikan ibadah shalat maghrib, kami pun mengunjungi local restoran terdekat untuk makan malam. Namun sebelumnya di perbolehkan untuk berkeliling sebentar.
Kami bertiga duduk di taman, dan aku membidik objek Blue Mosque dari kejauhan.
Memandang penuh kekaguman dan ketakjuban indah langit petang yang di hiasi Lembayung Senja, burung-burung pun beterbangan mengelilingi salah satu menara.. ikut menghiasi keindahan bak lukisan alami Sang Illahi.
Disinilah kami... di belahan bumi lain dan berada jauh dari tanah air.
Aku...Bersama dengan istri dan anakku,
Mengagumi setiap detail Ciptaan Sang Maha Kuasa.
Mengagumi Lembayung Senja di langit Eropa.
****
__ADS_1