
Lembayung
"Iin... teteh seneng banget akhirnya kamu mau tinggal di Bandung.. Alhamdulillah.. kita jadi dekat kan, bisa kaya dulu lagi." Mamah sangat sumringah,ibu sekarang sudah bisa berkumpul bersama di Bandung.
"Makasih teh.. iyah Alhamdulillah.." Jawab ibu singkat, dan terlihat malu.
Kalau di perhatikan.. ibu itu masih sangat cantik dan muda, usia nya juga masih kepala 3..baru 36 tahun. Kulit nya masih sangat terawat dan tak ada kerutan di wajahnya.
Mhhmm.. pantas saja pak Syarif yang dulu cuma sekali bertemu ibu saja, sepertinya langsung tertarik.
Ehh.. pak Syarif kan pasti jaga pandangan ya.. tapi kata Senja , mereka tak sempat mengobrol.. cuma saling berkenalan dan selebihnya ibu malah main dengan Maryam.
Semoga saja mereka berjodoh.
"Ayuuung.. "
"Eh.. iyah mah? " Aku terkejut, dan monolog dalam hatiku tadi seketika buyar.
"Teteh ngelamunin apa sih? sambil senyum-senyum sendiri lagi! " Bintang menimpali.
"Ga apa-apa.. cuma inget sesuatu.. "
Senja yang duduk di sampingku menoleh dan bertanya lewat matanya. Aku hanya nyengir dan mengendikan bahu.
"Ya sudah..sekarang istirahat sudah hampir tengah malam." Kata papah sambil menepuk bahu suamiku.
"Iin.. besok pagi, kita cerita-cerita yaa.. Kita masak bareung lagi.. mumpung teteh lagi di Bandung. " Kata mamah sambil merangkul tangan ibu.
"Iyah teh.. "
Kami semua masuk ke kamar masing-masing, aku ke kamarku.. dan Senja ke kamar tamu di lantai bawah yang biasa ia tempati beberapa bulan ini. Ibu juga menempati kamar tamu di sebelah kamar Senja.
"Duuuhh.. kenapa aku ga bisa tidur ya.. padahal besok pagi harus sekolah lagi. " Aku membolak-balikan badan ke kanan dan ke kiri, pikiran ku menerawang pada obrolan manis tentang anak yang kami bicarakan tadi pagi di pantai Senggigi.
Tersenyum sendiri membayangkan di usiaku ini memiliki bayi.. hidup memang banyak kejutan.. dan penuh misteri, kalau memang Allah sudah berkehendak.. aku akan sangat senang menerima berkah rezeki memiliki seorang anak.
Aku mengambil ponsel yang tadi ku simpan di atas nakas, melihat jam waktu sudah menunjukkan pukul setengah satu malam.
Aku mau mengirim pesan.
Lembayung : Sudah tidur kah?
2 menit.. 4 menit...
Drrtt.. Drrt..
Senja : Hhmm..
Lembayung : Ko cuma hhmm?
Senja : Kamu belum ngantuk?
Lembayung : Belum.. keingetan obrolan tadi pagi.. hehhe..
Senja : Sleep well.. besok kita sekolah pagi sayang!
Huuh.. Aku mendengus. Apa cuma aku aja yang kepikiran tentang baby?
Btw.. ini tanggal berapa ya?aku masih belum datang masa periode? sudah seminggu sejak itu..
__ADS_1
Tapi biasa juga kan aku suka ga tentu tanggal. Tapiii... ini kan aku udah 10 hari lho telat nya.. Kalau ga salah harusnya dari minggu lalu tamu bulanan aku dateng. Aduuhh...Gimana ini?
Lembayung : Suami... jangan tidur dulu!
Senja : Kenapa? do you miss me? and wanna hug me?
Senja : Apa diam-diam aku masuk kamar kamu aja ya?
Senja : Bolehkah?
Haah? Aduuh.. ko aku jadi deg-degan gini sih!
Lembayung : Do it if You dare!
Senja : Seriously? may I? Beneran aku kesitu!
Lembayung : Hmmm..
Tak ada lagi jawaban.
Ceklek.
Mataku membola karena tiba-tiba Senja berdiri di depan pintu dengan mengendap-ngendap dan tersenyum ke arahku.
"Issshh.. kamu..? "
"Sstt... jangan berisik nanti ketahuan! " Ia membekap mulutku ringan, dan kembali ke arah pintu lalu mengunci nya.
"I really miss you.. " Dia mendekap dan naik ke tempat tidurku."Ayo tidur..kita besok pagi sekolah.. "
"Tapi Senjaaa.. nanti ketahuan papah! "
"Kepedeaaan!" Aku menjepit hidung nya tapi ia semakin merekatkan tangan nya.
"Hahaha..hmm.. pasti.. aku tahu.. karena kamu udah jadi milik aku sekarang!"
"Sttt.. suara ketawa kamu kenceng! " Akhirnya aku pun menuruti nya, dan menutup mulutku untuk tak bicara lagi.
"Senjaa.. kamu udah berdo'a? "
"Hmm.. aku ngantuk banget.. "
"Do'a duluuu! "
Kami duduk, lalu Senja memimpin do'a Al-Fatihah, Ayat kursi dan 3 Qul.. yaitu Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Nas masing-masing sebanyak 3 kali.Mengucap istighfar, tahmid, takbir dan tahlil juga salawat nabi sebanyak 3 kali pula. Setelah selesai,Ia menghembuskan ke telapak tangan, lalu mengusapkannya ke seluruh tubuh nya dan tubuhku.
(Dengan mengucapkan bacaan surah 3 Qul yang terdiri dari Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Naas pada waktu pagi dan sore hari. Sebanyak tiga kali, maka surah-surah tersebut akan melindungimu dari segala kejahatan makhluk.
Hadist ini sebagaimana diriwayatkan Abdullah bin Khubaib Al-Juhani dan juga merupakan sahabat dari kalangan Anshar.
Tujuan mengajarkan kepada umat islam secara umum menjadikan bacaan surah 3 Qul sebagai amalan dzikir di waktu pagi dan petang hari.
Keutamaan mengamalkan dzikir pagi dan petang secara rutin akan selalu dalam lindungan Allah dari segala kejahatan makhluk.)
"Tidur yang nyenyak ya istriku.. " Senja pun mengecup pucuk kepalaku. Dan kurebahkan kepala di dada nya. Mendekapku sangat erat seperti takut kehilangan. Sambil berdzikir Ia menepuk punggung ku pelan.. Hingga tak terasa, mataku tak bisa menahan kantuk dan hampir terlelap.
"Nigth.. Nigth.. Suami."
***
__ADS_1
Senja
Ternyata.. Ada hal lain yang bisa memicu adrenalinku selain berpetualang. Yaitu.. Diam-diam masuk ke dalam kamar istriku karena takut ketahuan oleh orang-orang di rumah.
Pukul setengah 4 aku bergegas bangun, lalu mengendap-ngendap kembali menuju lantai bawah. Masuk ke dalam kamarku dan siap-siap untuk shalat berjama'ah di masjid bersama papah.
Sepulang dari masjid, aku dan papah berjalan menyusuri jalan komplek.Sambil menyempangkan sejadah di bahu kami masing-masing.
"Senja.. "
"Iyah pah.. "
"Papah harap, kamu bisa menjaga Ayung dengan baik saat papah dan mamah tak ada di rumah.."
Deg.
Apa papah tau?
"Iyah pah.. " Aku menjawab lirih karena merasa telah melanggar janjiku pada papah.
"Papah percaya sama kamu.. " Beliau menepuk bahuku pelan dan mendahului masuk ke dalam pintu gerbang.
Ku pandangi rumah mewah desain minimalis ini yang sudah kutempati beberapa bulan ini.
Dulu... aku hanya bisa menjadi stalker atau penguntit Lembayung dan diam-diam mengikutinya sampai belokan sebelum rumah ini.
Entah kenapa.. ada nyeri di ulu hati. Tiba-tiba saja perasaanku mengembara entah kemana.. Hatiku merasa sangat sakit sekali.Seperti akan kehilangan sesuatu yang tak kuketahui apa itu..
***
Kami semua berkumpul di ruang makan dan tengah menikmati sarapan pagi buatan mamah dan ibu. Sungguh perpaduan citarasa yang unik karena pagi ini meja di penuhi oleh berbagai macam menu yang berbeda-beda. Masakan khas Lombok dan makanan khas Sunda.
Padahal biasanya, kalau pagi-pagi.. Lembayung biasanya membuatkan nasi goreng yang rasanya tak kalah lezat dari buatan ibu.
"Kami permisi berangkat sekolah mah.. pah.. ibu.. " Aku dan Lembayung mencium punggung tangan enin, papah, mamah dan ibu secara bergantian.
"Apa ga lebih baik di antar pak Asep aja Senja? " Usul mamah.
"Gapapa mah.. Ayung lebih suka naik motor biar bisa nyalip-nyalip kalau macet.. hehhe.. "
"Ya udah hati-hati yaa..! "
"Assalamu'alaykum .." Salam kami berdua mendekati pintu depan.
Ting.. Tong..
Ada yang bertamu pagi-pagi di depan rumah, dan aku segera membuka nya.
"Dengan saudara Senja? "
Deg.
Aku terkesiap.
2 orang polisi berperawakan tinggi besar berdiri dan bertanya padaku.
"I-iyaah pak.. " Jawabku gugup.
"Kami membawa surat panggilan untuk saudara Senja, untuk lebih lanjut agar di lakukan pemeriksaan oleh penyidik....kami harap saudara Senja bersikap kooperatif. "
__ADS_1
***