
Radith
Seharian kemarin Lembayung tidak menghubungiku. Mungkin dia masih marah karena kejadian itu.
I feel so guilty!
Aku kira sangat wajar bila saat mengkhawatirkan seseorang, kita menguatkan dengan sekedar menggenggam tangan nya.Bahkan mungkin dengan pelukan orang itu akan merasa nyaman dan tenang.
But, I was wrong..
Ternyata ustadz yang suka mengajariku mengaji dari kecil, bilang kalau itu memang salah.. aku dan Lembayung bukan makhrom. Hanya sebatas menyentuh kulit pun tidak boleh..Bahkan bertatapan lama..
Ya,tadi saat pengajian di rumah tanteku yang mau menikah aku mendengarnya.. dan tausiyah ustadz membahas tentang bahaya nya mendekati zina.
So.. katanya berpacaran juga tidak boleh! jadi kalau mau pacaran yaaa.. setelah menikah, begitu katanya.
Bagaimana ini? Aku tidak mau melepaskan Lembayung.. Aku masih sekolah dan sebentar lagi ujian dan akan memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Married? mendengarnya saja sudah terbayang sulit dan melintas hal-hal rumit di benakku. Itu masih sangat jauh.. Belum kepikiran.
But, You know .. banyak yang menyukai Lembayung, she's like a Beauty Queen Angel.
Benar.. aku tidak berlebihan ko, tanya saja sama teman-teman di sekolah bagaimana Aura nya Lembayung .Aku saja yang bodoh selama ini sedikit mengabaikan karena lebih memilih yang lain yang bisa bermain-main.
Ke depan nya.. aku harus lebih bisa mengontrol diri. Meski tak ku pungkiri.. Aku lelaki normal.. Setiap dekat dengan nya ingin sekali mendekap dan mengecup ranum indera pengecapnya.
Yess..I'am crazy..And I'm afraid I'll lose control.
I will apologize..
Aku mengambil ponsel dan mulai mengetik pesan.
Radith : Sayang, kamu masih marah?
Radith : I feel so sorry! maafin aku!
Radith : Aku janji ga akan gitu lagi.
5 menit.. 10 menit... Tak ada balasan.
Drrrt.. Drrttt..
Aku langsung menyambar ponsel .
Lembayung : you must be promise me!
Radith : I will..
Aku menghela nafas lega, ini berarti dia memaafkan ku kan?
Radith : besok jadi kan nemenin aku ke nikahan tanteku?
Lembayung : Iyah.
YESS! aku refleks bersorak riang.
Radith : Aku jemput pagi jam 8 ya sayang, akad jam 9.
__ADS_1
Lembayung : Iyah.
See you tommorow Dear..
***
Lembayung
Kemarin aku seharian ga ngehubungi Radith. Masih kesal! Gatau kenapa aku bisa semarah ini.
Bukan kesal karena ngebayangin dia sama mantan-mantan nya,itu urusan masa lalu nya. tapi.. Entahlah.. aku juga ga ngerti kenapa sekesal ini.
Drrrt.. Drrt..
3 message unread
Aku menunggu sampai 10 menit baru membalas pesan dari Radith.
Ka Radith : Sayang, kamu masih marah?
Ka Radith : I feel so sorry! maafin aku!
Ka Radith : Aku janji ga akan gitu lagi.
Haah.. Aku menghela nafas panjang. Baiklah.. kali ini aku maafin dia.
Lembayung : you must be promise me!
Ka Radith : I will..
Radith : besok jadi kan nemenin aku ke nikahan tanteku?
Lembayung : Iyah.
Radith : Aku jemput pagi jam 8 ya sayang, akad jam 9.
Lembayung : Iyah.
Aku berjalan menuju arah lemari, hendak memilih gamis untuk ku pakai besok ke nikahan tante nya Radith.
Lama melihat satu persatu koleksi yang tergantung di hanger.
"Ini warna nya terlalu mencolok! "
"Yang ini terlalu ngetat! "
"Yaaah.. ini ko ada yang sobek! "
"Haah..Ga ada bajuuuu! "
Padahal itu baju sudah menumpuk di tempat tidur.ya..begitulah perempuan.. Bad habits.
Iyah ga sih? pasti bilang nya ga punya baju.. tapi nyatanya banyaaaak bgt baju yang ada di lemari tapi tetap bilang ga ada. Malahan ada juga yang belum pernah di pakai sama sekali.
"Astaghfirullah.. nuju naon (lagi apa) Ayung? " Enin beristighfar melihatku sedang mengobrak-abrik lemari pakaian.
__ADS_1
"Lagi nyari gaun nin.. buat besok di pakai ke acara nikahan tante nya teman Ayung! "
"Kenapa sampe pabalatak(berantakan) gini?" Enin mengambil satu persatu baju yang teronggok di tempat tidur.
"Ieu sae." Di ambilnya gamis warna rosegold dengan pasmina senada. "Nah kerudung nya ini! "
"Coba dulu.. "
Aku pun menurut. Mencoba gamis rosegold berbahan siffon dan satin silk yang lembut..di kombinasi lace senada bagian badan dan lengan nya.
Setelah memakai gamis, aku langsung mencoba pasmina yang terbuat dari siffon senada dengan bahan gamis.
Perfectly..
"Bagus juga nin.. Enin cocok jadi stylist..!" Kataku sambil berputar-putar di depan cermin. Lalu duduk di samping enin.
"Yang kita pakai dan kita sedekahkan itulah yang bermanfaat!! Yang simpanan atau koleksi-koleksi yang nggak kepakai kelak akan di Hisab dan akan menyusahkan diri kita sendiri. Karena semua yang dibeli berawal dari naf**!! Naf** ingin mempunyai ini itu. Liat punya orang pengen beli juga. Walau nggak berguna bagi diri kita." Enin mengelus kepalaku dengan penuh kasih sayang.
"Tapi niin.. Ayung nanti kalau sewaktu-waktu butuh gimana? " Aku mengambil satu persatu baju dan mulai merapihkan nya, mengembalikan kembali ke dalam lemari.
"Ayung pernah dengar ga sebuah Hadist? Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda Tidak akan bergeser dua telapak kaki seorang hamba pada hari kiamat sampai dia ditanya (dimintai pertanggungjawaban) tentang umurnya kemana dihabiskannya, tentang ilmunya bagaimana dia mengamalkannya, tentang hartanya,dari mana diperolehnya dan ke mana dibelanjakannya, serta tentang tubuhnya untuk apa digunakannya.”
"Oh iyah.. Ayung juga pernah denger itu nin.. itu salah satu H. R. Tirmidzi. "
"Naah.. kan Ayung udah tau. "
"Iyah nin.. in syaa Allah nanti Ayung pilih-pilihin baju yang udah ga kepake ya.. "
"Tapi ingat! baju nya harus yang masih bagus,masih layak di pakai.. malah langkung sae(lebih bagus) kalau baju atau barang yang paling Ayung sukai.. belajar mengikhlaskan! "
"Iyah nin.. Ayung sayaaaang banget sama enin! " Aku memeluk enin erat.
***
Senja
Besok Om Hasan akan melangsungkan akad sekaligus resepsi di sebuah gedung pernikahan di Bandung.
Ibu tadi sudah aku antarkan ke hotel dekat dengan lokasi gedung agar besok tidak ribet di perjalanan, karena aku hanya memakai motor, akan sangat kesulitan karena ternyata seragam yang ibu pakai adalah model kebaya.
Beberapa hari ini hubungan kami semakin membaik, ibu sudah tidak terlalu dingin lagi seperti dulu.. Meski terkadang lebih banyak diam. Tapi perlakuan nya menghangat.. tak ada lagi makian-makian itu.
Dan yang paling membahagiakan adalah ibu selalu membuatkan ku sarapan, makan siang dan makan malam. Memang sesederhana itu.. makna bahagia bagiku.
Tadi siang pak Syarif menerangkan tentang penting nya menjaga pandangan.
Pada awalnya dimulai dari pandangan, kemudian terlintas dalam pikiran, lalu menjadi langkah, dan selanjutnya terjadi dosa ataupun kesalahan.
Maka dari itu, dikatakan bahwa barang siapa yang mampu menjaga pandangan, pikiran, ucapan, dan tindakan, berarti dia telah menjaga agamanya.
Bagaimana ini? Aku diam-diam selalu memperhatikan Lembayung.
Betapapun berat menjaga pandangan ini.. betapapun berat menahan asa ini..
Aku berjanji.. Aku akan selalu menjaga..
__ADS_1
I will take care and I will protect you with all my heart..
***