
Senja
"Ini sudah masuk minggu ke 36 ya bu.. tapi posisi bayi nya sungsang.. " Ungkap dokter Anna, saat menggerakan transducer di perut istriku.
Istriku terperanjat, "Ko bisa dok? pas hamil pertama ngga..? " Tanyanya sendu, dan aku langsung menggenggam tangan nya.
"Yang menjadi penyebab bayi sungsang memang belum diketahui secara pasti bu.. Tapi ada beberapa faktor yang bisa menjadi alasan kondisi ini terjadi. Salah satunya adalah volume air ketuban yang terlalu banyak atau sedikit. "
"Terus dok.. saya harus bagaimana? " Tanya istriku lagi sedikit panik dan netra nya menatap layar monitor lekat.
"Jadi kalau yang saya lihat, posisi ini namanya footling breech...sungsang dengan posisi salah satu kaki bayi terletak di bawah bokong. Saat proses persalinan nanti.. kaki inilah yang lebih dulu keluar sebelum tubuh bayi."
"Sebenarnya, ada cara-cara yang bisa dilakukan untuk menurunkan kepala bayi ke arah jalan lahir secara alami.. . kalau cara tersebut tidak berhasil, dapat dilakukan tindakan medis untuk memperbaiki posisi janin, yaitu external cephalic version (ECV)..."
"Apa itu dok? " Tanyaku penasaran.
"ECV dilakukan dengan cara memutar posisi bayi dalam kandungan melalui pijatan atau penekanan pada permukaan perut ibu hamil.Kalau ternyata metode ECV tidak berhasil, proses persalinan akan dilakukan melalui operasi caesar. "
Deg.
Aku tertegun mendengarkan penuturan dokter Anna.
"Tapi dok.. saya ingin melahirkan secara normal.. " Keluh istriku sambil menatap ke arahku.
"Metode caesar merupakan langkah paling aman bila ECV tidak boleh dilakukan karena janin masih berada pada posisi sungsang saat mendekati waktu lahir bu... Posisi bayi sungsang memang membawa cukup banyak risiko, baik untuk bayi itu sendiri maupun ibunya. "
Kulihat,mata istriku berkaca-kaca.
"Jangan berkecil hati bu... saran saya, ibu bisa melakukan posisi sujud selama 10 sampai 15 menit. Cara ini lebih alami, mudah dan aman untuk dilakukan ibu hamil..Saat melakukannya, ibu harus sambil bernapas dalam-dalam dan perlahan agar tak terjadi ketegangan otot atau pun kontraksi. Tak perlu terlalu sering, ibu cukup melakukannya tiga kali dalam sehari.."
"Alhamdulillah.. terimakasih atas info nya dok... " Ujarku merasa sedikit tenang.
"Banyak berjalan juga bagus bu.. 30 menit cukup, kalau masih kuat berenang juga boleh, atau yoga hamil.. "
"Istriku ini malas untuk senam yoga dok.. kehamilan sekarang lebih suka jalan-jalan.. travelling.. "
"Oh yah? in syaa Allah...ikhtiar dulu ya bu... sambil berdo'a agar di beri kelancaran sampai melahirkan nanti.. " Kata dokter Anna memotivasi.
"Aamiin Ya Allah.. terimakasih banyak dok.. "
Setelah pamit, Aku dan istriku meninggalkan ruangan.
"Sayang.. jangan sedih... nanti anak kita juga sedih.. in syaa Allah everythings gonna be ok.. Mhhmm? " Aku menggenggam tangan nya seperti biasa untuk menguatkan.
"Tapii.. "
"Kita banyak berdo'a sayang.. "
Ia mengangguk dan tersenyum lalu menyenderkan kepalanya.
Semoga semua baik-baik saja, istriku.
__ADS_1
***
Senja
"Bagaimana pak? sudah lebih dari 20 jam, tapi ibu Lembayung masih belum ada tanda-tanda akan melahirkan.. air ketuban nya sudah pecah dan ini sangat beresiko terhadap bayi.. " Terang dokter Anna, saat kami berada dalam ruangan bersalin.
"Tapi dok.. "
"Istri bapak mengalami kemajuan yang lamban dalam menghadapi persalinan, pemicu nya bisa saja dari stres akhir-akhir ini. Di samping itu, leher rahim yang menipis akan membuat energi ibu terkuras habis.. dan operasi caesar akan menjadi pilihan satu-satunya. "
"Posisi bayi sebenarnya Alhamdulillah sudah tidak sungsang, tapi sekarang mengalami Fetal distress...kondisi di mana bayi mengalami kekurangan oksigen atau asfiksia lahir. Denyut jantung bayi tidak normal dan gerakan janin kurang aktif karena adanya zat asing dalam cairan ketuban."
"Baik dok kalau begitu.. tolong bantu dan lakukan yang terbaik untuk istri dan anak saya dok.. "
Dokter Anna pun segera memberitahukan pada para asisten,dan mereka dengan sigap menyiapkan segala sesuatunya dengan cepat.
"Sayaang.. semua akan baik-baik aja.. banyak berdo'a.. berdzikir dan shalawat !" Aku mengecup pucuk kepala istriku, ia sedang terisak dan menangis.
Merasakan betapa sakitnya kontraksi.. juga sedih mengetahui bahwa ia harus melakukan operasi caesar untuk melahirkan anak kami.
"A-aku... ga tau harus ngomong apa.. hiks.. aku pasrah.. aku ngerasa ga kuat lagi.. "
"Sayang... jangan bilang begitu.. aku yakin kamu kuat.. " Hiburku melihat ia menangis tersedu.
"Maafin aku Senja... kalau selama ini aku belum bisa jadi istri yang baik buat kamu.. belum bisa jadi ibu yang baik buat Embun.. "
"Kamu bilang apa sayang... kamu itu terbaik dan sempurna buat aku dan Embun.. "
"Sakiiiiit... " Keluh nya lagi, sambil mengusap-usap perutnya.
"Sayang.. baik-baik disana yaa.. bantu umma... anak baik.. anak shalihah.. " aku mengecup perut istriku dan membisikkan do'a.
***
Aku tertegun.
Istriku tengah berada untuk pemeriksaan darah. Katanya ia menjalani uji darah, agar dokter dapat mengetahui kadar hemoglobin serta golongan darah nya, Dan tes golongan darah perlu dilakukan guna persiapan transfusi apabila dibutuhkan.
Sebelum operasi dimulai, ia di bius dengan pembiusan epidural sehingga area perut ke bawah akan mati rasa. Selama proses operasi caesar, istriku akan berada dalam keadaan sadar.
Sungguh aku merasa seperti sedang bermimpi..
Baik melahirkan secara normal ataupun caesar, dua-duanya sungguh membuat hatiku berdenyut nyeri.. melihat perjuangannya, aku benar-benar merasa kecil sebagai seorang suami.
Aku beserta ibu, dan yang lain menunggu di luar ruangan operasi dengan cemas. Aku memang tidak di izinkan masuk untuk menemani istriku di operasi karena alasan demi menjaga ruangan tetap steril.
Selama kurang lebih 50 menit operasi berlangsung, akhirnya dokter Anna keluar dari ruangan,
"Selamat pak.... Alhamdulillah bayi nya sudah lahir, anak kedua perempuan lagi.. cantiik sekali... "
"Alhamdulillah... " Semua pun mengucap syukur.
__ADS_1
"Bagaimana keadaan istri saya dok? " Tanyaku cemas.
"Istri bapak sedang berbaring, tadi mengatakan bahwa ia sangat pusing, mual dan ingin muntah.. tapi jangan khawatir, ini memang biasa terjadi ..silahkan bapak memakai APD yang telah di sediakan.. jika ingin masuk ke dalam ruangan... " Dokter Anna pun mempersilahkan aku masuk, setelah aku memakai APD.
Istriku sedang berbaring dengan anak kedua ku telungkup di dadanya.
"Sayaang.. " Aku menghampiri mereka, hingga tanpa terasa air mata mengalir dari kedua sudut mataku.
Istriku menangis, ia mengulurkan tangan dan aku langsung menggapainya.
"Makasih istriku.. kamu sudah berjuang melahirkan anak-anak kita.. " Ucapku sambil mengecup pucuk kepalanya.
"Maafin aku.. jadinya caesar.. Ibu yang menjalani operasi caesar sering mendapatkan omongan negatif, Banyak yang bilang bukan ibu yang sempurna.." Ucapnya sambil terisak.
"Astagfirullah... jangan bilang begitu sayang.. operasi ceasar juga butuh perjuangan..Dan setiap ibu yang menjalani operasi caesar tetaplah seorang ibu.." Ucapku mengusap pipinya yang berlinang air mata.
"Alhamdulillah.. anak kita lahir dengan selamat.. dan asalkan kamu dan anak kita sehat dan baik-baik aja.. "
"Siapa yang bilang begitu bu?.. ya Allah.. siapa bilang melahirkan secara caesar itu mudah...justru pemulihan nya lebih lama di banding ibu yang melahirkan secara normal.. jangan khawatir dengan bonding antara ibu dan anak, ibu juga pasti tetap akan memiliki pengalaman menyusui yang indah, dan ikatan yang erat terjalin dengan bayi saat menyusui.." Hibur dokter Anna, dan berhasil membuat istriku tersenyum.
"Setelah ini ibu akan di pindahkan ke ruang perawatan..saya juga akan meresepkan obat pereda rasa nyeri untuk mengurangi rasa sakit pada bekas sayatan.Di anjurkan untuk bangun dan belajar berjalan sesaat setelah kembali ke ruang perawatan ya bu... "
Setelah menjalani proses pemeriksaan,alhamdulillah.. istriku dalam keadaan normal, akhirnya ia di pindahkan ke ruang perawatan.
"Cantik sekali anaknya buu.. " Ucap seorang suster sambil mendorong box bayi ke samping kami. "Alhamdulillah sudah di Apgar.. sudah di timbang dan di ukur.. "
"Berat nya 3,2 kg.. tinggi 51 cm.. " Ucap suster itu lagi.
Aku dan istriku menatap bidadari kecil kedua kami itu dengan penuh kekaguman. Seperti melihat Embun waktu lahir, mirip sekali.
"Namanya? " Tanyaku, sambil mengelus kepala istriku.
"Aku selalu berdo'a ingin di berikan keturunan yang mengerjakan ketaatan, sehingga dengan ketaatannya itu membahagiakan orang tuanya di dunia dan akhirat." Jawab istriku penuh harap.
"Qurrota A'yun Safiyah Abdullah.. "
"Seorang perempuan, hamba Allah yang taat dan murni ..penyejuk mata dan hati membahagiakan orangtuanya dunia dan akhirat. " Sambungku, menggendong anakku dan meng-adzani nya, membisikkan kalimat Allah agar senantiasa hatinya di penuhi oleh cinta terhadap Pencipta nya.
"Kita panggil dia Ainun... " Ucap istriku,dan aku balas dengan anggukan setuju.
Ainun....
Semoga engkau tumbuh menjadi seorang gadis yang murni, hatimu.. kecantikanmu, juga akhlakmu. Senantiasa menyejukkan bagi orang yang memandangmu.
Menjaga kemurnian dan kehormatanmu, dan menjadi hamba Allah yang taat, agar suatu hari menjadi penolong kami.. melalui do'a darimu dan Embun kakakmu.
Embun dan Ainun...
Bidadari-bidadari kecil baba umma yang cantik...
Semoga kalian menjadi anak-anak yang taat dan selamat baik di dunia maupun kelak di akhirat.
__ADS_1
***