
Senja
"Ooooe... " Lembayung tiba-tiba beranjak dari duduk dan berlari menuju kamar mandi.
"Sayang.. kamu gapapa? " Akupun menyusulnya dan masuk ke dalam.
"Aku mual banget... kamu pakai parfum apa? "
"Pakai yang biasa.. kenapa? "
"Oooooo..." Ia mengeluarkan isi perut dan memegang pelipis nya.
"Kamu harus di periksa.. udah seminggu,setiap pagi kamu begini.. jangan-jangan memang benar kamu hamil sayang... "
"Tapi kan udah tes... hasilnya negatif! "
"Siapa tau tespack nya keliru.. masih mual? " Aku memegang tengkuk nya dan mengelus perutnya pelan.
"Ummaaaa... kenapa? mutaah? " Embun yang sedang sarapan di high chair nya hanya berteriak karena tak bisa turun.
Aku menuntun istriku ke dapur, yang berganti menjadi ruang makan juga atas permintaan nya. Dekorasi apartement di ganti hampir keseluruhan saat kami pindah kesini.
"Ummaaa... " Embun menatap istriku dengan mata yang sendu.
"Gapapa sayang... umma cuma mual, tapi udah ngga ko sekarang mah.. "
"Mungkin Embun sebentar lagi bakal punya dedek bayi.... " Kataku keceplosan dan istriku mendelik ke arahku.
"Waaaaaah.... hoyeeeee... Ebun puna dedek bayiiii... " Embun bersorak dan mengangkat kedua tangan nya ke atas.
"Isssh... kan belum tau.. ko udah bilang gitu ke Embun! " Ucap Lembayung sambil mendelik lagi.
"Hehhe... kita Aammin in aja... ya Embuun ya? Embun mau kan punya dedek bayi? "
"Mauuuu... mauuu... adek bayi nya duaaa... "
Istriku terperanjat.
Aku hanya tersenyum melihat ekspresi nya yang seolah bilang kalau ia belum siap jika memang mengurus 2 bayi sekaligus.Dan kini ia sedang menutup hidungnya..
"Ganti baju... aku ga kuat nyium bau nyaa! "
"Masaa? biasa aja ini mah.. kan ini parfum yang kamu suka.. "
"Iyah.. tapi sekarang ga mauu!"
"Ya udah aku ganti... setelah sarapan kita periksa ke Obgyn ya.. "
Istriku mengangguk dan akupun segera berganti kaos dan tak menyemprotkan parfum.
"Masih bau? "
"Udah ngga... mhhhmm.. nah gini aku suka.. " Ia mengendus ke dekat bahu.
Aku sangat yakin... she was pregnant...
***
"Selamat pak...ibu Lembayung sedang hamil! "
Aku tak kaget.. karena feelingku memang sudah mengatakan demikian saat masih di Turki.Tapi hatiku tetap berdebar, karena untuk pertama kalinya memeriksa kandungan istriku di usia kehamilan trimester pertama.
"Tapi dok... minggu kemarin saya tes pake tespack.. ko negatif? " Istriku malah bertanya demikian.
"Ohh itu... berarti itu negatif palsu bu.. di tespack mungkin saja menunjukkan hasil negatif, padahal ibu sebenarnya sedang mengandung.Itu disebabkan oleh hCG yang belum sepenuhnya muncul pada urine. Kondisi ini disebut hasil negatif palsu bu.. "
" Tidak semua perempuan yang sudah hamil akan memiliki tingkat hCG yang sama dalam urine mereka.Jadi memang ibu harus menunggu sampai waktu yang tepat untuk melakukan tes kehamilan lagi agar kadar hCG dalam urine sudah bisa terbaca oleh test pack." Dokter Anna menjelaskan dengan panjang lebar.
"Banyak ko yang kasusnya sama kaya ibu... Alhamdulillah sekarang masuk usia kehamilan minggu ke 5 nih.."
__ADS_1
"Alhamdulillah... " Ucapku lirih dan menoleh ke arah istriku yang sedang berkaca-kaca. Aku menarik pergelangan tangannya,lalu ia menoleh ke arahku.
"Ada yang mau di tanyakan bu? " Tanya dokter Anna lagi.
"Ga ada dok... "
"Saya tulis resep vitamin penguat kandungan ya.. tapi ga wajib sih.. kalau ibu merasa kuat tidak usah di konsumsi..jangan lupa mengkonsumsi makanan dan minuman yang banyak mengandung nutrisi.. " Dokter Anna pun menulis resep dan menyerahkan nya padaku.
"Kalau begitu.. terimakasih dok.. " Kamipun berpamitan dan meninggalkan ruangan.
"Sayang... kenapa? " Tanyaku pada Lembayung yang sedang termenung menatap ke luar jendela mobil.
"Dulu, waktu aku tau pas hamil Embun.. juga di usia kandungan yang sama.. bedanya sekarang aku di temenin kamu.. " Ucapnya sendu.
"Maaf yaa.. " Aku menggenggam tangan nya, sebelah lagi tanganku memegang setir. "Ada sesuatu yang pengen kamu makan ga? " Tanyaku mencoba menghiburnya.
"Ga ada... kalau dulu pas Embun mah aku ga banyak ngidam ko.. sesekali aja! itu juga pasti ngerepotin orang-orang, apalagi pak Asep.. hehhe.. "
"Sekarang kita jemput Embun di rumah mamah ya.. Aku harus siap-siap ke gallery.. "
"Gimana kalau kita ke gallery bawa Embun? " Katanya antusias.
"Tapi kamu harus istirahat, dari mamah aku anterin kamu sama Embun pulang yaa.. "
"Ga mau.. aku mau ke gallery.. banyak PR yang harus segera di handle, apalagi masalah gaun.. kata Pela tukang potong nya salah motong kain.. "
"Ya udah..kita jemput Embun terus kita ke gallery ya.. "
***
Lembayung
"Assalamu'alaykum... " Salamku, saat membuka pintu kaca dan masuk ke dalam gallery.
"Wa'alaykumusalam... teh Ayung.. a Senja.. Eeehhh ada Embun anak cantik shalihah jugaaa... " Pela membalas salam sambil menghampiri Embun.
"Uluuuuh... Embun kangen ateu? "
"Iyaah.. "
"Ada Fajar ternyata... apa kabar Jar? " Sapa suamiku, saat melihat Fajar, adiknya Pela.Ia sedang membantu Pela membereskan tumpukan kain dan merapihkan kertas yang berserakan di lantai.
"Alhamdulillah baik a... " Jawabnya malu-malu sambil merapihkan kembali kertas -kertas.
"Kamu usia berapa sih Jar? kelas berapa ko tinggi banget? " Tanyaku saat melihat Fajar berdiri, pasalnya tahun kemarin ia belum setinggi ini.
"10 tahun teh.. kelas 4.. "
"Ma syaa Allah.. meuni jangkung.. kasep lagi kamu teh! bentar lagi Abg.. " Celetukku, berhasil membuat ia tersenyum malu.
"A Fajal... a Fajal... ayuu main sama Ebun..! " Tiba-tiba Embun menghampiri Fajar dan mengajaknya bermain.
"Sebentar ya Embuun.. a Fajar beresin ini dulu, baru bisa main sama Embun.. tapi cuma sebentar yaa.. a Fajar nya mau ke apotik.. "
Embun mengangguk tanda mengerti lalu ia duduk di sofa depan sambil melenggak lenggok di depan cermin.
"Pel.. hayu ikut teteh ke ruangan teteh.. ada yang mau di diskusiin.. masalah gaun tea.. "
"Iyah teh... nanti Pela nyusul teteh ke dalam, beresin ini dulu ya teh... "
"Ok.. " Aku pun masuk ke dalam ruangan di susul suamiku.
Ceklek.
Tiba-tiba ia mengunci pintu.
"Eh.. ko di kunci? nanti Pela masuk gimana? " Tanyaku heran, melihat suamiku itu mengunci pintu.
"Ayo sini sebentar... aku pengen peluk kamu! " Katanya sambil mendudukanku di kursi. "Makasih ya sayang... udah jadi umma yang baik buat Embun.. dan sekarang, in syaa Allah ada adiknya Embun juga di perut kamu." Ia mengelus perut dan mengecupnya berkali-kali.
__ADS_1
"Kan udah jadi kewajiban aku... "
"Tapi.. kamu jadi ngorbanin impian dan karir yang ingin kamu capai dari dulu.. lebih milih buat jadi ibu rumah tangga, tapi tetep aja bantuin usahaku ini. "
"Jadi istri dan ibu yang baik, jadi impianku saat ini... meskipun memang aku akui.. mengurus anak itu benar-benar melelahkan, kadang juga emosi aku ga stabil dan marah-marah ga jelas. Tapi aku bahagia... jadi ibu. "
"Apapun dan kapanpun kamu butuh aku... aku akan usahakan sebisa mungkin memenuhinya.. aku pengen menebus kesalahanku karna ga bisa nemenin kamu saat mengandung Embun.. " Katanya sambil menyenderkan kepala di pangkuanku.
"Oh iyah.. aku belum cerita, ayah menyuruhku untuk ke Italia.. katanya ada yang harus ia bicarakan denganku, ka Rico dan Alexa.. "
Aku terdiam, entah kenapa merasa tak rela.
"Tapi kalau kamu ga ngijinin aku kesana gapapa.. atau gimana kalau setelah trimester kedua.. kamu dan Embun ikut aku kesana yaa..? "
Aku langsung berbinar... mendengar kata Italia otakku langsung saja travelling ke berbagai destinasi disana yang klasik romantis seperti Venesia..
"Beneraan? kamu mau ajak aku sama Embun kesana? " Tanyaku sangat antusias.
"Aku pengen ke Milan.. aku juga penasaran pengen ke Coloseum.. Piazza.. Ya Allah kira-kira kapan? aku ga sabar pengen cepet-cepet kesana! "
"Iyah.. tunggu kamu 2 atau 3 bulan lagi yaa.. biar anak kita lebih kuat.. "
"Setelah itu ke Swiss.. "
"Lho.. ko jadi kemana-mana pengen travelling nya?" Suamiku mengernyit.
"Ini tuh kepengen anak kamu.. bukan aku! " Alasan yang sangat tidak masuk akal keluar dari mulutku begitu saja.
"Tapi... sayang.. ngidamnya bikin dompet baba kering kalau begitu nak! " Suamiku berbisik di perutku sambil mengelusnya.
Aku jadi terkekeh sendiri.
"Salah kamu suamiku.. tadi bilang apapun itu akan kamu penuhi.. Hehhe..Aku cuma bercanda ko... Tapi aku Aamiin in aja ya. siapa tau akan Allah langsung ijabah... "
"Tapi... Sekedar pergi menemani istri dan anak-anak berbelanja, jalan jalan dengan rasa bahagia dan ikhlas dilakukan, ganjarannya pahala yang menanti bisa melebihi dari iktikaf di Masjid Nabawi sebulan penuh lho suami... " Terangku lagi, dan ia balas dengan anggukan.
"Kalau istri bahagia... otomatis rezeki kamu terus bertambah.."
"Iyah sayang.. jangan lupa selalu do'ain aku yaaa... "
"In syaa Allah pasti... "
***
Rasullulah SAW bersabda;
" Orang yang imannya paling sempurna diantara kaum mukminin adalah orang yang paling bagus akhlaknya di antara mereka, dan sebaik-baik kalian adalah yang terbaik akhlaknya terhadap istri-istrinya." (HR At-Thirmidzi)
***
-
-
-
Assalamu'alaykum readers....
Jika berkenan ..mampir di novel kedua author yaaa judulnya "Pelangi Angkasa"
Author udah kenalin peran utama nya yang bernama Pela disini.. sbg karyawan nya Lembayung. Dan juga adiknya bernama Fajar.. yang In Syaa Allah nanti nya juga pgn di bikin sequel..
(Embun.. Elvan dan Fajar)
Jadi disini tuh Pelangi adalah adik kelas nya Ayung, dan cerita di mulai saat Ayung masih sekolah dan hamil. Jadi di beberapa part bakalan ada cuplikan tentang Lembayung Senja yang ga ada di novel ini. Pokoknya saling berkaitan antara Pelangi si gadis penjual roti yang hidupnya penuh perjuangan dengan Lembayung si gadis perfect pujaan hati.
Terimakasih masih setia membaca Lembayung Senja yaa.... in syaa Allah kita bakalan segera pisah dengan pasangan manis yang satu ini..
Happy reading... 💕💕💕
__ADS_1