Lembayung Senja

Lembayung Senja
Sosok Seorang Ayah yang Bijaksana..


__ADS_3

Senja


Bagaimana tanggapan Lembayung ya? tadi aku pura-pura ga kenal dia. Bodoooh!


Tapi.. Aku hanya menjaga image nya..


Ya sudah di pikirin nanti saja.


"Bu.. Senja mau ke rumah pak Syarif, ibu mau ikut? " Tanyaku Saat memberi helm pada ibu. Tadinya memang aku berencana jalan kaki ke bookstore, tapi karena ibu ingin ikut jadi kuputuskan memakai motor.


"Siapa pak Syarif? "


"Guru agama Senja di sekolah. "


"Malu.. kalau ibu ikut! "


"Gapapa bu.. Senja lagi belajar shalat sama pak Syarif."


"Tidak apa-apa ibu ikut? "Tanya ibu lagi ragu.


Aku mengangguk,saat ibu sudah siap duduk di belakangku, lalu aku mulai men stater motor. Kulajukan kecepatan dengan sedang karena tengah membonceng ibu.


Setibanya di depan rumah pak Syarif, aku di suguhkan kembali pemandangan asri yang menyejukkan mata. Berada di rumah ini sangat damai dan tenang kurasakan bersamaan.Menentramkan jiwa.


Tampaknya ibu juga terkesima melihat nya, manik mata nya tak berkedip.. melihat betapa warna-warni nya halaman rumah ini.


"Kak Enjaaaa..Ka Enjaaa.. " si cantik Maryam menghampiriku.Seperti kemarin dia sedang main bersama pengasuhnya. Aku sempat bermain dengan nya sebentar.. dan ternyata dengan cepat dia bisa akrab denganku. Anak kecil itu sangat pintar dan menggemaskan.


"Hai Maryaam.. kita ketemu lagi! " Sapaku.


"Abi ada di yumaah.. " Tunjuk nya ke arah rumah.


"Iyah tadi ka Senja udah telpon abi."Aku mengelus pucuk kepala nya.


Ibu terlihat tersenyum melihat Maryam.


"Ciapaa? " Tanyanya malu malu sambil sembunyi di belakang badan bu Tini, pengasuh nya.


"Ini ibu nya ka Senja.. "


Ibu pun mengulurkan tangannya dan berjongkok mensejajarkan diri dengan Maryam.


"Halloo.. nama nya siapa gadis cantik ini?" Tanya ibu ramah, sambil suara nya di buat lucu agar menarik perhatian Maryam.


"Mayaam.. " Jawabnya malu.


"Oh Maryam.. cantik banget namanya,secantik wajahnya. Shalihah seperti siti Maryam.. "


Maryam pun tersipu mendengar pujian ibu.


"Kakak ke dalam dulu ya mau ketemu sama abi.. "


"Iyaah.. " Maryam pun kembali bermain bersama bu Tini.


"Assalamu'alaykum .."

__ADS_1


"Wa'alaykumusalam ..ayo masuk Senja! lho ini siapa toh? kirain bapak,kamu sendiri kesini nya. "


"Kenalkan ini ibu saya pak.. "


"Ibu?.. Ma syaa Allah.. saya kira kakak kamu! kenalkan saya Syarif guru nya Senja di sekolah.. " pak Syarif mengatupkan kedua tangan di dada.


Sedangkan ibu mengulurkan tangan nya, tapi.. terlihat malu dan menarik kembali tangan nya. "Baiq Indrawati.. boleh panggil Baiq atau In.. " Ibu pun ikut mengatupkan kedua tangan.


"Ehh.. Maaf. " Kata pak Syarif salah tingkah karna tadi ibu malah mengulur kan tangan.


"Silahkan duduk dulu ya.. bapak tinggal ke belakang sebentar. "


Aku mengangguk.


"Sebaiknya ibu pulang saja ya! " Kata ibu, terlihat gelisah dan tak nyaman. Sambil netra nya menatap pigura berisi foto-foto keluarga pak Syarif.


"Kenapa bu? "


"Ga enak.. nanti istri nya beliau marah melihat ibu datang kerumah nya tanpa ijin! "


"Tapi kan ibu ga tau jalan di Bandung.. gapapa Senja cuma sebentar ko bu. "


"Lebih baik ibu tunggu di depan aja ya!"


"Oh ya udah kalau ibu nyaman nya gitu. "


Ibu pun berjalan keluar rumah, kulihat tengah mendekati Maryam yang sedang bermain di ayunan. Aura kasih sayang menyeruak terpancar dari ibu hari ini.. kenapa baru aku rasakan sekarang disaat sudah sebesar ini. Selama ini ibu kemana saja? Senja bahagia dengan sikap ibu sekarang..meski masih banyak diam, tapi bisa Senja rasakan kalau ibu sebenarnya sayang sama Senja.


It's Ok.. Everythings gonna be ok!


(Ketika kamu memiliki doa dari Mama, kamu siap berdiri melawan dunia.)


Dan aku bertekad akan merebut hati ibu bagaimanapun caranya, aku ingin bukan makian yang terlontar dari mulut ibu, tapi do'a dan kebaikan untukku.


Pak Syarif keluar dari arah dapur dan membawakan nampan berisi 3 cangkir air teh.


"Maaf ya Senja.. bapak ga punya stok cemilan, hanya ada teh manis hangat.oh iyah.. ibu kamu mana? "


"Ehh.. iyah gapapa pak.. makasih banyak, maaf merepotkan! itu.. ibu katanya di luar saja. "


"Ok.. sekarang kita mau bahas apa? "


"mhhm.. itu pak.. mau belajar mengaji.. hehhe.. "


"Baik.. kamu udah sampai mana hanca ngaji Al-Qur'an nya? "


Aku pun bengong.


"Maaf pak.. hanca itu apa? "


"Maksudnya hanca itu.. apa namanya ya.. kalau bahasa Indonesia nya kaya terusan gitu.. "


"Ohh.. mhhm.. i-itu.. maaf pak.. saya ga pernah ngaji Al-Qur'an karena ga bisa.. "Aku pun menunduk malu.


"Masa? kamu ga pernah belajar? saat kecil juga? "

__ADS_1


Aku menggelengkan kepala. polos.


"Baiklah.. kalau begitu apa kamu hafal huruf Hijaiyah? "


"Ada yang hafal ada yang ngga pak"


"Sebentar saya bawa Iqra punya Maryam ya. " Kata pak Rasyid sambil tersenyum.


"Ga usah pa.. ini saya udah beli Iqra 1-6." Akupun membuka kantung plastik berisi buku-buku yang tadi ku beli dan mengeluarkan nya satu persatu.


"Ma syaa Allah.. Alhamdulillah ternyata kamu memang benar-benar berniat untuk belajar.. Semoga Allah mudahkan! " pak Syarif mengusap pucuk kepala.


Aku tertegun. Ini pertama kali nya kepalaku di elus oleh seorang pria seperti pada anaknya. Nyaman.. tenang dan sejuk menyelusup ke relung hati.


"Aamiin.. " Jawabku mantap.


"Kamu beli buku ini? " Tanya pak Syarif, mengambil buku tebal yang berjudul Muhammad. "Bapak juga punya, isi nya bagus sekali.. di jamin kamu menangis membaca biography Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam ,bagaimana perjalanan dan perjuangan beliau.. benar-benar bapak ga bisa berkata kata. " Pak Syarif mengusap buliran bening yang akan menetes dari pelupuk mata nya.


Hatiku ikut terenyuh mendengar penuturan nya.


"Mengucapkan shalawat untuk Nabi Muhammad Shallallaahu ‘alaihi wa sallam diperintahkan oleh syariat pada waktu-waktu yang dipentingkan, baik yang hukumnya wajib maupun sunnah mu’akkadah." Ucap pak Syarif.


"Jadi ketika ada yang menyebut nama beliau..ucapkan Shallallaahu ‘alaihi wa sallam... ‘Alaihish shalaatu wassalaam...atau boleh Allaahumma shalli wasallim ‘alaih."


"Di antara hak Nabi Muhammad Shallallaahu ‘alaihi wa sallam , disyari’at kan Allah Ta’ala atas ummatnya adalah agar mereka mengucapkan shalawat dan salam untuk beliau."


"Karena Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan para malaikat-Nya telah bershalawat kepada beliau , dan Allah Ta’ala memerintahkan kepada para hamba-Nya agar mengucapkan shalawat dan salam kepada Nabi Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam! " Ucap pak Syarif panjang lebar.


"Shallallaahu ‘alaihi wa sallam! " Ucapku, hatiku bergetar mendengar penuturan nya. Sungguh.. betapa banyak sekali yang aku tidak tau dan tidak pahami selama ini.


Ya Allah.. maafkan hamba-Mu ini.


***


1 jam berlalu..


Aku mulai bisa menghafal sedikit demi sedikit huruf Hijaiyah dengan tajwid dan makhraj nya.


Pak Syarif terlihat senang dengan semangatku menghafal. Memang sangat malu mengakui belum bisa.. tapi lebih baik malu daripada terlambat. Dan lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali..


"ekhhm.. baik Senja, segini dulu hari ini? " Tanya pak Syarif.


"Iyah pak.. kasian ibu sepertinya sudah ingin pulang, hehhe! " Aku terkekeh.


"Ibu kamu umur berapa? masih begitu muda sudah punya anak sebesar kamu? Ma syaa Allah.. "


"35 tahun pak.. "


Pak Syarif hanya manggut manggut.


"Cintai ibu mu.. hormati dan sayangi beliau. Yang jelas berbuat baik kepada kedua orangtua adalah kewajiban dan amal yang mulia. Aturannya tetaplah berbuat baik meskipun orangtuamu memerintahkan keburukan padamu. Maka jangan turuti perintah buruknya dan tetaplah berbuat baik padanya. Jika engkau dapati orang tuamu berbuat salah maka ingatkanlah dengan lemah lembut dan tetap berbuat baiklah. Itulah ketaatanmu pada mereka "


"Baik pa.. " Aku pun mengangguk dan mencium punggung tangan nya dengan penuh takzim. Baru kali ini aku di perlakukan baik layaknya seorang ayah yang bijaksana sedang menasehati anak nya.


Aku dan ibu pun berpamitan dan meminta ijin agar esok bisa kembali.

__ADS_1


***


__ADS_2