Lembayung Senja

Lembayung Senja
Menghabiskan waktu bersama...


__ADS_3

Lembayung


"Seluruh organ internal janin sudah semakin matang dan sudah aktif bergerak sejak minggu kemarin.. Dari keseluruhan organ, perkembangan paru-paru masih dalam tahap penyempurnaan fungsi.Di kehamilan 38 minggu, paru-paru janin memproduksi surfactant yang berfungsi untuk menjaga kantung udara agar tidak menempel antara satu dengan yang lainnya ketika digunakan saat bernapas. Nahh.. kalau kuku kaki serta tangan janin sudah tumbuh sempurna hingga kuku paling akhir." Dokter Anna menggerakan transduser dan menerangkan keadaan janin.


Senja hanya diam terpaku dengan mata yang berkaca-kaca menatap layar monitor, lalu menoleh ke arahku.


"Anakku.. " Katanya lirih, sambil menggenggam sebelah tanganku lembut dan mengelus nya.


Aku mengangguk sambil tersenyum penuh haru.


"Apa ibu sering merasakan kontraksi palsu atau Braxton Hicks?kalau di lihat dari sini posisi bayi sudah siap banget niih.. " Terang dokter lagi.


"Sering dok.. " Kataku pelan.


Dokter Anna mengangguk." Kalau terdapat lendir kental itu berarti, perubahan yang terjadi pada serviks mendekati proses persalinan, membuat lendir tersebut akan keluar melalui vagi**. Lendir dapat berwarna bening, merah muda, ataupun sedikit bercampur darah.Tapi ibu ga perlu was-was atau khawatir.. karena keluarnya lendir bercampur darah juga bisa saja terjadi ketika sedang berhubungan seksual."


Aku malu dan hanya terdiam saat dokter berbicara demikian, sedangkan Senja terlihat tersenyum penuh tanda tanya.


Aku mendelik ke arahnya.


"Ada yang mau di tanyakan lagi bu? " Tanya dokter Anna.


"Ngga dok.. makasih. " Kataku, sambil beranjak.


Senja membantuku duduk dan memakaikan sepatuku, karna melihat aku kesulitan memakainya terhalang perut besar.


"Jangan malu lho bu.. edukasi seperti ini perlu juga, sper** pria mengandung prostaglandin. Ini adalah hormon yang dapat menipiskan dan melemaskan leher rahim sehingga rahim lebih siap melakukan persalinan." Kata dokter lagi saat aku dan Senja duduk dan menghadapnya.


"Hehhe.. " Aku dan Senja hanya terkekeh.. dan saling pandang.


"Bahaya itu kalau misalkan ibu hamil memiliki riwayat keguguran dan melahirkan prematur,atau perdarahan dan infeksi vagi** atau kram tanpa diketahui penyebabnya..atau kondisi plasenta terlalu rendah pada rahim dan ibu yang hamil kembar. Atau juga memang ibu hamil dalam kondisi lemah dan gampang sekali capek.. ga boleh ya pak... sabar nunggu sampai nanti habis melahirkan di tambah masa nifas.. " Dokter Anna begitu frontal membicarakan masalah ini.


Lagi-lagi aku dan Senja sangat malu.. tak menjawab apa-apa,dan hanya tersenyum kaku.


Apa memang kalau di periksa di Obgyn itu, dokternya pasti membicarakan masalah seperti ini?


Aku benar-benar malu!


***


Senja


"Sayang... " Aku memanggil Lembayung yang tengah terdiam.Sekarang kami sedang duduk di dalam mobil, membelah jalanan petang hari.


Langit terlihat kelabu, sepertinya sebentar lagi akan turun hujan.


"Hmm.. " Ia menoleh ke arahku dan tersenyum.


"Kenapa diem aja? "


"Gapapa.. "


"Kamu ingin sesuatu? "


" Mhhhm..Senja..boleh ga kalau kita mampir ke baby shop?" Katanya ragu.


"Boleh.. ada yang belum di belikah? "


Lembayung menggeleng,"Semua nya udah lengkap.. tapi aku pengen ngerasain belanja keperluan baby,atau ga belanja juga gapapa, yang penting jalan-jalan sama suami..sama kamu, kita bertiga, gimana rasanya.. "


Deg.

__ADS_1


Tiba-tiba hatiku mencelos, aku tak mengira ia akan meminta hal sederhana yang bahkan aku lupakan.


"Ayo..mau ke baby shop yang mana? " Kataku seraya mengelus kepalanya.Bergantian mengelus perutnya.


"Beneraaan? kamu mauuuu? assiiikkk! aku seneeeng banget..baby... ayo kita jalan-jalan sama baba...! ke baby shop yang ada di mall aja deh.. gapapa.. yang deket -deket sini.. "


Setelah menempuh perjalanan 20 menit, Kami pun telah sampai di sebuah mall terdekat ,dan sekarang tengah berada di pelataran basment untuk parkir mobil.


"Yuuk.. " Aku membukakan pintu dan menuntun tangan nya, ia pun bergelayut manja dan tersenyum-senyum sendiri sambil berjalan.. ia menganyun-ayunkan tangan kami, seperti anak kecil.


Dengan melakukan hal-hal sederhana seperti ini, ternyata bisa membuat Lembayung bahagia ...


Akkh.. aku jadi teringat masa-masa di Bali dulu.


Meskipun ingin sekali menggenggam tangannya waktu itu, tapi aku tak punya keberanian...


"Akuu seneeeng...Ayo kita kesana! " Ajaknya, sambil menunjuk sebuah baby store.


"Senjaa... ini bagus ga? baby E cocok ga ya pakai ini? eh.. tapi ga jadi deh... " Ia mengembalikan setelan baju bayi itu kedalam gondola.


Aku hanya mengangguk.


"Ini kira-kira kegedean ga yaa? lucu banget sihhh.. liat deh! bagus ga? " Tanya nya lagi, sambil menunjukkan sebuah sepatu berwarna putih,"Eehh.... ngga ketang.... kemaren aku udah beli 3..kebanyakan, nanti malah ga kepake karna katanya kalau bayi itu cepet banget tumbuh nya. "


Aku hanya tersenyum, melihat tingkah nya yang sibuk sendiri memilah dan memilih berbagai produk tapi tak ada satupun yang jadi ia beli.


"Lho.. ko ga jadi? " Tanyaku heran. Karena ia kembali dengan tangan kosong saat kami akan menuju kasir.


"Ngga akh.. aku udah punya semua.. setelah di pikir-pikir nanti mubazir kalau ga di pake.. "


"Kalau gitu kita mau kemana lagi? "


"Aku mau ice cream atau gelato.. boleh ga? " Tanyanya dengan wajah berbinar.


"Ngga.. aku semangat banget malah.. liat deh nanti kalau anak kita udah besar.. kita ajak main ke playground yaa.. " Ia menunjuk anak-anak yang sedang bermain di sebuah playground.


"Iyah in syaa Allah.. " Jawabku singkat.


"Tuuh.. aku mau beli itu! " Dengan tergesa ia berjalan ke sebuah booth ice cream dan langsung memesan.


Aku menyusulnya dan menuntunnya agar ia duduk di sebuah bangku di depan booth tersebut,"Kamu duduk aja sayang.. biar aku yang tunggu yaa.. "


Ia mengangguk, "Cepeetan.." Katanya tak sabar saat aku memegang dua buah cup ice cream ukuran sedang.


"Sebentar lagi adzan maghrib.. kita shalat dulu yaa.. "


"Iyah.. tapi abis shalat aku mau nonton! " Katanya sambil menyuapkan sesedok demi sesendok ice cream ke dalam mulutnya.


Aku membelalak,"Tapi sayang.. nanti kamu kecapean.. kamu udah mau melahirkan lho.. oranglain menanti kelahiran tuh di rumah karna ga bisa ngelakuin apa-apa!"


"Aku kuat ko.. kan ada kamuu! ayo dong suamikuuu.. mau yaaa? kita belum pernah..sekali aja nonton berdua di bioskop! dulu kamu nya tiap di ajak ga mau terus..anggap aja ini kemauan anak kamu..! " Seperti biasa, ia pun mengerucutkan bibirnya bila sedang kesal ataupun merajuk.


Aku terkekeh, "Iyah deh iyaaah istriku..." Akhirnya aku mengalah.


***


"Kamu laper? "Tanyaku sesaat kami telah keluar dari pintu teater.


"Mhhmm.. lapeer banget! "


"Mau makan apa? "

__ADS_1


"Mhhmm.. apa ya? kalau hot spot gimana? disini juga kan ada di lantai 2..aku jadi inget dulu, waktu kita ketemu di Thai resto itu.. kamu dingin banget.. noleh juga ngga sama aku! " ia mencibir.


"Maaf sayaang.. dulu aku takut kamu malu sama temen-temen kamu, kalau aku nyapa.." Aku menarik pinggul istriku agar lebih dekat saat kami berjalan menuju resto yang ia tuju.


"Tau ga.. aku sampe kepikiran terus kenapa ko kamu ga nyapa aku? trus aku yang terus aja bilang bodo akh bodo.. emangnya siapa kamu! "


"Oh yaah? Berarti waktu itu kamu udah mulai mikirin aku? " Aku berdebar, mengingat dulu aku hanya bisa menjadi pengagum rahasia nya.


"Hmm.. aku juga ga tau kenapa.. "


"Dari kapan kamu mulai merasa suka sama aku? " Tanyaku penasaran.


"Kapan yaa? ga taau.. semua ngalir gitu aja.. "


"Sejak di Bali? " Aku masih saja penasaran tentang isi hati nya.


"Ngga.. waktu itu aku cuma ngerasa nyaman aja sama kamu! mungkiiinn.. sejak kamu ngucapin Qabul nikah.. sejak kamu bilang saya terima nikahnya... hehhe. " Ia terkekeh.


"Kenapa?"


"Aku inget..waktu itu aku gugup banget tauuu.. sampe-sampe Bintang terus pegang tangan aku buat nenangin. "


Aku menghentikan langkah. Merubah posisi dan menangkup pipinya lembut. "Makasih sayang... "


"Buat apa? "


"Buat semuanya... "


Lembayung mengangguk,"Ayooo.. aku sama anak kamu udah laper.. "


Kami pun masuk ke dalam Thai resto dan memesan tempat duduk yang kebetulan ada yang kosong. Aku mengantarkan istriku ke tempat duduk.. lalu berjalan menuju etalase dan mulai memilih menu.


Setelah menunggu beberapa saat, aku mengambil beberapa baso dan suki dan memasukkan nya ke dalam kuah.


"Kamu ga boleh makan beef ! " Kataku, saat ia mulai menata beef dalam pemanggangan.


"Boleeh yaa... icip aja satuu! atau dua deh.. itu juga yang udah mateng.. ini aku panggangin buat kamu.. " Katanya sambil membolak-balik beef.


Setelah cukup matang, aku menyendokkan kuah dan beberapa baso dan suki ke dalam mangkuk.


"Kamu pernah bayangin ga bagaimana dulu Rasulullah Sallallahu 'alaihi wa sallam memperlakukan istri ? yang pasti dengan adab yang sangat baik.." Kataku sambil mengambil sesendok suki,"Aaa.. ayo makan sayang! "


"Hmm..? kamu nyuapin aku? " Tanyanya sambil melirik ke kanan dan ke kiri.


Aku mengangguk, " Apabila seorang isteri makan bersama suaminya dan suami menyuapi makanan tersebut ke mulut isterinya, niscaya ia akan mendapatkan pahala.."


Ia pun membuka mulutnya. Dan mulai mengunyah sambil menatapku dan sesekali membolak-balikan beef lagi.


"Abis makan.. kita pulang ya! " Kataku sambil terus menyuapinya, bergantian ia menyuapi ku beef yang sudah matang.


"Iyah.. aku juga udah capek.. tapi aku bahagia banget bisa nge date sama kamu dan anak kita.. makasih yaa.. kamu udah bikin aku lupain sedikit rasa tegang karna bentar lagi mau melahirkan... eh.. kamu tau ga? banyak yang liatin kita.. hehhe! "


"Oh yah? aku ga merhatiin... aku cuma fokus sama kamu! "


"Mulaaai deh gombaaal! "


"Kan sama istri.. boleh kan? "


"Iyaah ..awas aja kalau sama cewek lain! "


Aku tersenyum.

__ADS_1


Bagaimana mungkin aku berpaling dari Bidadari seindah kamu Lembayung....


***


__ADS_2