Lembayung Senja

Lembayung Senja
Flashback 2 : Kabur


__ADS_3

Ceklek.


Terdengar suara pintu kamar di buka. Aku pura-pura menutup mata. Ini sudah sekitar pukul empat dini hari.. masih pagi buta dan sebentar lagi akan adzan subuh.


Semenjak di tinggal beberapa jam yang lalu.. aku sama sekali tidak bisa memejamkan mata. Otakku berputar memikirkan bagaimana caranya agar bisa keluar dari sini. Aku masih tak rela harus menikah dengan orang yang tidak aku kenal.


Aku terperanjat, ketika sepasang tangan tengah melingkar di pinggang ku..


"Astaghfirullah .." Aku pun beranjak dan melepaskan tangan itu.


"Kamu ngapain? "


"Sudahlah.. aku mengantuk! " Jawab nya sepele.


"Aku mau siap-siap shalat subuh, sebentar lagi adzan! " Kataku ketus. "Tapi aku ga punya mukeuna!"


"Ya sudah ga usah shalat! " Katanya dengan enteng.


"Enak aja! kamu muslim bukan? "


"hmmm.. "Jawab nya singkat.


"Ehh.. gimana ini aku perlu mukeuna untuk menutupi auratku! aku mau shalat! "


Tapi lelaki itu malah tertidur pulas. Aku menghela nafas. Berkeliling ruangan kamar mencari-cari kain besar yang bisa aku pakai untuk menutupi tubuhku. Aku tidak menemukan apapun selain handuk yang berada di dalam lemari. Dengan impulsif aku menyeret kursi ke arah jendela yang menjulang tinggi,lalu membuka gorden nya. Berwudhu lalu melaksanakan kewajibanku.


Menatap ke arah pantai,Matahari terbit...arunika, peristiwa di mana sisi teratas Matahari muncul di atas horizon di sebelah timur.Rona merah dan orange menghiasi langit menanti fajar hingga menyingsing.


3 jam sudah aku duduk di balik jendela yang menjulang, Oh iyaah.. jendela! ku dorong satu persatu jendela.


Clek.


Terbuka, aku mendorong sepelan mungkin agar tidak membangun kan lelaki yang menculikku itu. Tapi terlambat.. sebuah cengkraman kini tengah menarik tanganku dengan kuat.

__ADS_1


"Awww.. " Aku memekik.


"Mau kemana kamu? kamu tidak akan bisa lari dariku.. sekarang ayo kita sarapan, kita ke restoran dekat tepi pantai! " Dia menarik lenganku dengan paksa.


Aku tak menolak, karena perutku telah keroncongan dari kemarin siang belum memakan apa pun.


"Kamu duduk disitu! "


Aku menurut. Melihat ke sekeliling.. Resort & Spa yang berlokasi di tepi pantai ini terletak di desa nelayan Teluk Mangsit, Pulau Lombok. Resort dikelilingi oleh taman tropis, serta memiliki spa dan sebuah kolam renang tanpa batas yang indah.


Resort & Spa ini hanya beberapa langkah dari pantai berpasir, serta berselang 5 menit berkendara dari pusat kota Senggigi.


"Kamu harus sarapan dulu! aku sudah pesan menu lengkap! "


Seorang waiter membawa nampan berisi banyak makanan yang tidak biasa aku makan.Ada roti, pastry, pancake,sereal..buah-buahan.berbagai Selai, mentega dan keju.Ada juga beberapa makanan yang tidak aku ketahui namanya. Minuman nya ada teh, kopi,dan jus buah.


Aku mengambil 1 helai roti dan mengolesi nya dengan selai. lalu memakan buah apel.


"Kenapa? kamu makan nya sedikit sekali! " Tanya nya.


Aku biasanya makan sayur ares, Ares merupakan sayur yang terbuat dari isi dalam batang pisang, yang dimasak dengan santan dan sedikit tetelan daging sapi serta bumbu-bumbu plus cabai rawit tetapi dibeberapa daerah di lombok ada juga yang membuatnya tanpa tetelan daging sapi atau murni hanya isi dalam batang pisang. Rasa sayur ares ini cukup gurih, manis sekaligus pedes.


Ayam taliwang, plecing kangkung, dan nasi balap puyung menjadi makanan favorite keluarga. Meski masih banyak lagi makanan khas yang tak kalah enak nya.


Saat sedang menikmati buah apel, sejurus pandangan.. aku lihat beberapa orang asing selesai berenang di area kolam renang dewasa dekat dengan restoran.


Mereka sedang bercengkrama dan tertawa sambil berjemur dan meminum jus yang ada di meja. Salah satu di antara mereka melihat ke arahku.Dan sesaat kami pun saling bertatapan.


Deg.


Entah mengapa pria bule itu malah tersenyum ke arahku, aku jadi salah tingkah dan segera mengalihkan pandangan.


"Kamu kenapa? " Tanya Dimas, orang yang menculikku.

__ADS_1


"ga apa-apa! "


"Ayo cepat habiskan makan nya, saya mau ajak kamu belanja! beli pakaian yang pantas. " Cibirnya melihat ke pakaian yang aku kenakan. Saat ini aku memang hanya memakai daster tidur belel selutut dengan tangan pendek.Akhh..iyah itu karena dia menculikku tadi malam saat aku sedang tidur.


***


Setelah berputar-putar dan berkeliling membeli pakaian dan keperluan wanita, akhirnya kami pun kembali ke resort pada sore hari. Dimas adalah seorang yang loyal.. dia tidak segan mengeluarkan uang lumayan banyak hanya untuk membeli keperluanku.


Malam ini katanya ia akan menyiapkan candlelight dinner sederhana di kamar, sebenarnya ia memperlakukan ku dengan baik.. tapi aku belum bisa menerima nya.


Ku pandangi sosok diriku di cermin, saat ini aku memakai gaun kekurangan bahan selutut dengan model backless ..bagian punggung ku terekspos sempurna. Meski memiliki warna kulit tak seputih susu, tapi aku memiliki kulit eksotis asli pribumi yang bersih. Aku benar-benar menjaga dan merawat tubuh remajaku dengan baik.


Kali ini Dimas sengaja mendatangkan perias untuk mendandaniku. Akhh.. bisa di bilang aku lumayan cantik untuk ukuran gadis desa, mungkin karena aku di besarkan di rumah pamanku yang lumayan berada. sama sekali tak tampak kalau aku hanya gadis kampung berusia 17 tahun. Perias itu terlalu berlebihan karena kini aku seperti wanita umur 25an. Badanku yang lumayan berisi menambah kesan bahwa aku seperti wanita dewasa.


Candlelight berjalan dengan lancar, aku hanya mengikuti alur dan rencana Dimas. Saat sedang duduk.. tiba-tiba ia menarik tanganku dan membawaku ke dalam kamarnya.Mulai menyentuh apa yang seharusnya tak di sentuh.. Aku meronta dan menolak perlakukan nya. Tapi ia semakin mendekap paksa dan menjatuhkanku ke tempat tidur.


"Nggaaa.. aku ga mauuuu! Lepaaaaas!! Aku masih meronta dan melepas paksa penyatuan indera pengecapnya.


"Ayoo In.. kamu calon istriku, ini tidak apa-apa! " Paksa nya,sambil merobek gaun bagian tanganku.


Dengan impulsif aku menendang pusaka nya dengan sekuat tenaga, dan ia pun terhuyung ke belakang merasakan nyeri di bagian berharga nya.


Melihat kesempatan itu, aku tak membuang waktu. Aku menarik handle pintu yang untung saja tak terkunci lalu berlari sekuat tenaga meninggalkan suite tanpa mengenakan alas kaki.


Saat berlari di lorong yang sepi, tiba-tiba dari arah berlawanan muncul seseorang dan tanpa sengaja aku menabraknya.


Buuugh.


"Awww.. "Pekik ku sambil mengelus kening yang membentur dada nya.


"I'am really sorry Ms! " Dia meminta maaf,terdengar suara bariton asing di telingaku. Aku masih sedikit menunduk.


Saat menoleh ke arah nya.

__ADS_1


Deg.


Eh.. Dia.


__ADS_2