Lembayung Senja

Lembayung Senja
Di atas Pasir Berbisik..


__ADS_3

Lembayung


Senja memasangkan cincin di jari manisku..


Seiring dengan Matahari terbit di ufuk Timur,dan kabut putih yang tadi memenuhi udara dan menutupi pemandangan hamparan pasir di sekitar Bromo berangsur menipis dan selanjutnya perlahan menghilang.



This is so beautiful.


His hand.. hold me so tighly ..


Deg.


"Every sunrise hold more promise, and every sunset hold more peace...A dawn always promises a new beginning,Whereas… A sunset always promises a beautiful ending.” 


Dia terdiam sejenak, manik amber nya berbinar dan tatapan kami bertemu satu sama lain kemudian saling mengikat.


"Lembayung.. Would you be mine and be my wife forever? "


Deg.. Deg.. Deg..


Speechless..


"Senjaaa.. " Aku tak tau harus berkata apa.


Ini semua seperti mimpi.. every girl's dream.


Apa dia benar-benar Senja?


Senja si dingin dan si gunung es itu?


"I can't say anything.. "


"Don't say it.. I Already know the answer! "


Dia melepaskan genggaman tangan nya. Dan mengubah posisi berdiri di belakangku.


"Please.. I beg you.. let me hug you, and leave it like this for a while, just a minutes.. "


Deg.. Deg.. Deg..


Aku hanya terdiam saat Senja memelukku dari belakang. Jantungku seketika berdetak tak menentu.


Kami berdua memandang ke arah matahari yang semakin naik dengan sempurna.


"Senjaaa.. "


"Mmhhmmm.. "


"Apa aku mengenal cewek yang kamu sayang itu? " Duuh. .Ayung, kenapa aku bertanya seperti itu!


"Mhhhmm.. surely!"


"Haah?Oh iyah? Ngg.. siapa? " Aku tak menyangka ia akan menjawab semudah itu, tiba-tiba hatiku mencelos mendengar jawabannya.

__ADS_1


Aku pun melepaskan pelukan dan mengubah posisi sedikit menjauh darinya.


"It's you.. "


Aku terperanjat.


"Haaah? " Dan aku menoleh ke belakang.


Ia mengangguk. "The girl ..who I loved the most for a long time and In Syaa Allah it will be forever is you..it was you Lembayung! "


"Senjaaa? "


" Thank you for being my wifey..for accept me.. " Ia kembali menggenggam tangan ku dan memelukku erat.


"Makasih karna kamu sudah datang lagi ke dalam hidupku yang hancur dan berantakan ini.. menyayangimu membuatku perlahan kembali menemukan cahaya Nya.. "


Aku mendongakkan kepala dan menatap raut nya yang kini melembut..Tidak seperti dulu ,wajah itu tanpa ekspresi dan dingin sedingin es batu.


Ia mengerutkan kening.


"Ini Senja yang aku kenal kan? "


"Kenapa? aku lebay ya? " Ia melepaskan pelukan, lalu seperti biasa, memegang tengkuk nya bila mulai salah tingkah.


Sedikit demi sedikit aku mulai tau kebiasaan nya.


Aku menggeleng. Dan lalu berjalan menuju kesampingnya. Tanpa berkata apa-apa. Aku Meraih tangan,menggenggam dan lalu menjatuhkan kepala di bahu nya.


Hubby..


And may be.. it feels too much ..but, I don't won't another girl to take that in.


***


Senja


"Kita mau kemana lagi? " Tanyaku pada Lembayung yang masih menggenggam erat tanganku.


"Aku pengen ke Pasir Berbisik.. " Katanya antusias.


"Tunggu.. kita pakai masker dan kacamata dulu! " Aku merogoh saku..di tas yang kusimpan di tanah, lalu mengambil kacamata hitam milikku dan miliknya. Memakaikan masker dan lalu memakaikan kacamata untuknya.


Kami sudah berada di antara hamparan pasir yang luas ini,


"Anyway.. apa kamu tau kenapa dinamai pasir berbisik? " Tanyanya, sambil kami berjalan berdampingan.


"Asal mulanya berkaitan sama film karya sutradara Nan Achnas tahun 2001...yang judulnya Pasir Berbisik. Cerita nya tentang seorang gadis desa bernama Daya yang tinggal di perkampungan miskin bersama ibunya yang sudah lama ditinggal oleh suaminya sejak Daya masih kecil."


"Karena kondisi lingkungan yang tidak selalu aman dan jarak yang jauh dari peradaban modern membuat ibunya sangat protektif sehingga Daya suka bertingkah aneh. Salah satunya, ia sering menelungkupkan tubuhnya ke tanah pasir, karena ia merasa bahwa pasir berbisik kepadanya."


"Oh yaah? "


"Huum.. sebenarnya sih fenomena yang terjadi pasir berbisik itu karena saat angin bertiup, butiran-butiran pasir bertebangan trus kedengeran kaya bisikan yang sampai ke telinga setiap orang yang ngelewatin nya. Bentuknya juga bergelombang menyerupai ombak-ombak kecil kan? "


"Iyahh.. dan ini bagus juga buat foto Post Wedding kita.. "

__ADS_1


"Kamu bawa kamera? " Tanyanya.


"Bawa.. kamu mau di foto? di atas kuda? "


"Mau.. mauu.. eh tapi ngga jadi deh.. kalau aku cuma sendirian! kamu kaan ga mau naik kuda, ya kan? kamu masih trauma? waktu kemaren akung suruh kamu berkuda, dan hampir jatuh.. aku.. aku takut terjadi apa-apa sama kamu! "


"Aku gapapa.. udah ga takut! kaya kamu dulu, waktu di Bali juga kamu berusaha buat ngelawan trauma kan? dan kemarin hal yang sama juga buatku.. aku hampir menyerah.. tapi aku ga mau kehilangan kesempatan untuk pernikahan ini. "


"Mhhmm.. Senjaa.. sejak kapan? kamu suka sama aku? " Tanyanya ragu-ragu.


"Saat hari pertama MOS.. "


"Apaaa? beneraan? pasti bohong.. kamu kan banyak pacarnya ganti-ganti! " Ia mengerucutkan bibir seperti biasa.


"Pasti kamu ga percaya.. tapi aku benar-benar menyukaimu saat pertama kali liat kamu hari itu. Dan kita pernah bahas waktu di Bali kan.. tanggal 18 juli 2 tahun lalu saat di jalan Dago.. "


"Aku kebetulan lewat dan liat kamu saat petang itu.. dan nunggu sampai kamu di jemput.. karna entah kenapa aku khawatir ."


"Masaa? "


Aku mengangguk. "Dan aku selalu diam-diam memperhatikan mu.. dari kejauhan.. bahkan.. hal terbodoh yang pernah kulakukan adalah menjadi stalker kamu di sosmed dan real life.."


"Suatu hari.. pernah aku mengikutimu hingga minimarket.. dan.. juga sering mengikuti saat kamu di antar pulang oleh Ra.. "


"Senjaaa.. ayo kita kesanaaa! " Dia memotong perkataanku. "Ayo kita foto berduaaa.. background nya gunung itu yaaa..! "


Aku pun menghampirinya dan mulai ber swafoto berdua..


"Ini jadiin wallpaper kita! aku nya cantik disini.. hehhe! "


Aku tersenyum dan menuruti keinginan nya untuk mengganti wallpaper yang tadi nya foto saat pernikahan, menjadi foto close up berdua.


Ternyata.. Pacaran setelah menikah itu terasa seindah ini.. kebahagiaan terasa hanya dengan melakukan hal kecil dan sederhana berdua.


Hanya dengan bergandengan tangan seperti ini.. sudah bisa membuat perasaan luar biasa bahagia.. bila bersama nya.


Bersama Lembayung istriku.. pacar halalku, selamanyaaa...


Wahai Pasir Berbisik.. bisikan pada gadis ini betapa aku sangat mencintainyaa...


Ia melepaskan genggamannya dan berlari di atas pasir.


"Senjaaaaaa... " Lembayung melambaikan tangan.Akupun berjalan menghampiri dan langsung kembali menautkan jemari kami. Possesif.


"Senjaa.."


"Mhhm.. "


"Karna kamu udah ga takut lagi naik kuda.. ayooo kita sewa kuda paling cantik dan paling kuat disini dan kita foto Post Wedding lagi berdua yaaaa... " Katanya riang.


Baiklah...


***


 

__ADS_1


__ADS_2