
Senja
"Dasar anak sial!! "
"Pergi kamu dari hidupku!! "
"Bu.. Senja minta maaf bu! Senja ga akan ulangi lagi.. hiks!" Aku mengusap buliran air mata yang membasahi pipi. Mataku merah karena banyak menangis.
"Kamu mau jadi apa hah? " Ibu berteriak.
"Aku maluuu punya anak kamu.. kamu seperti ayahmu! "
"Senja ga sengaja bu..tadi Denis ngelempar batu ke kepala Senja, jadi Senja balas mukul dia. Nih liat kan bu? " Aku mendekati ibu sambil menunjukkan kepala yang berdarah.
Aku berharap dengan melihat kepalaku yang berdarah, bisa sedikit saja meluluhkan hati dingin dan beku ibu.Atau sekedar menenangkan dan memeluk ku sambil mengelus kepalaku.
Tapi nihil, ibu sama sekali tidak perduli. melirik luka ku pun tidak. Malah membawa sebungkus rokok dari atas nakas, mengambil satu batang dan menyalakan nya dengan pemantik. Menghisap dalam-dalam dan mengeluarkan asap dari mulutnya ke atas.
"Sana kamu pergi! ibu lagi ga mau liat kamu! "
Aku pun menundukkan kepala dan air mata ku masih menetes tanpa berhenti, meninggalkan ibu yang sedang duduk mengangkat kaki sambil terus mengepul kan asap ke udara.
Ku tutup pintu, lalu berdiri dan melangkah ke dekat tembok. Menyandarkan tubuh di samping pintu.
"Arrrgh anak siaaaal! "
"Aku tak mau punya anak sepertimu! "
"Arrghhh.. ahaaaa.. ahhhaa.. " Ibu berteriak sambil menangis sejadi-jadinya.
"Maafin Senja bu..! "
"Maafin Senja..! "
__ADS_1
"Ibuuuuuuu.... "
"Haaaahh.. haaah.. " Aku terbangun dengan banyak peluh keringat dari sekujur tubuhku.
Aku bermimpi.. Mimpi yang sama dan terus berulang-ulang. Kejadian demi kejadian beberapa tahun yang lalu saat aku masih tinggal bersama ibu di Sumbawa.
Bagai tertusuk ribuan panah, menghujam jantung hingga perih tak berperi. Adakah ibu yang tak sayang pada anaknya? seperti ibu padaku? Sebenarnya mengapa aku di lahirkan ke dunia kalau tak ada yang menginginkan ku. Ibu yg melahirkan ku saja tidak sayang padaku.
Dikala masih kecil pun, sering aku lihat teman-temanku berlibur dengan orangtua nya.. ibu menyuapi anak nya, memandikan, mengurus keperluan sekolah.
Ayah bermain dengan anak nya dan mengajarinya bermain sepeda. Bercengkrama bersama sambil menonton tv, atau mengerjakan PR di bantu orangtua.
Hal-hal kecil yang membahagiakan, yang tak pernah aku alami. Hanya makian dan umpatan yang terlontar dari mulut ibu, bukan untaian do'a kebaikan untuk anaknya.
Aku di besarkan dan di urus dari bayi oleh papu inaq(nenek),hingga berusia 5 tahun. saat itu nenek meninggalkan ku selama nya.
Papu amaq yang murka atas kelahiran ku yang tidak di harapkan nya, memilih menceraikan papu inaq dan menikah lagi.
Ku ambil sebungkus kotak kecil di atas nakas, berisi benda yang selama ini sebagai pelampias ku di kala gundah..seperti ibu.
Menghisap dalam-dalam nikotin dan menghembuskan perlahan, menikmati setiap hisapan.
Dari sini bisa kulihat menerawang ke atas sana, dari sudut bumi. Ku amati langit tempat bima sakti, tampak pada langit malam yang cerah dan bebas polusi cahaya.. kabut putih kelabu memanjang mengitari busur langit,yang alur tengah nya terdapat alur gelap.
Kabut putih itu adalah kumpulan bintang-bintang yang sangat banyak dan rapat.
Apa kabarmu bu? Senja kangen sama ibu..
Tanpa terasa, buliran air mata yang sudah terkumpul di pelupuk mata, tak sanggup lagi untuk ku bendung.
Betapapun ibu tak menyayangi ku, aku tetap akan selalu sayang ibu. Dan apapun yang mereka bicarakan tentang ibu, aku tak perduli. Ibu tetap ibuku yang telah susah payah mengandung dan melahirkanku.
Setelah merasa sedikit tenang, aku masuk ke dalam dan melirik jam dinding, waktu sudah menunjukkan pukul 02.15 dini hari. Aku jadi tidak bisa tidur. Berjalan mendekati dapur dan mengeluarkan softdrink dari dalam lemari es, softdrink yang aku beli sore tadi saat menjadi stalker Lembayung.
__ADS_1
Mendengar namanya saja hatiku yang semula perih, mulai mengurai menjadi perasaan damai.
Mendengar namanya selalu mengingatkan akan perasaan hangat dan takjub saat menatap pemandangan indah di setiap kali Senja datang untuk menggantikan siang.
Lembayung menjadi pelengkap dan penambah keindahan saat matahari bergilir petang.
Bukankah Senja memang akan terlihat indah jika di hiasi Lembayung? dan Lembayung takkan muncul jika Tuhan tak menghadirkan Senja.
***
Ku ambil ponsel dari atas nakas, menyalakan nya. Sedikit menyipitkan mata melihat cahaya dari ponsel.
Waktu sudah menunjukkan pukul 07.02 pagi. Seingatku tadi malam aku sedang meminum softdrink, lalu setelah itu masuk ke dalam kamar dan bermain ponsel. Sesekali Meng-scroll feed sosial media, di beranda terlihat rentetan postingan dari teman-teman sekolah.
Dion dan Rian memposting dating bersama pacarnya.
Postingan yang muncul di beranda ku hanya beberapa teman yang aku follow saja, mungkin sekitar 20 orang.
Lembayung sengaja tidak aku follow.. tapi aku diam-diam suka stalking ig nya karna tidak di private.
Follower ku lumayan banyak sekitar 12rb an.. entah kenapa banyak yang memfollow ku padahal postingan ku hanya 3,itu pun hanya pemandangan. Dan Kebanyakan yang follow adalah perempuan. puluhan DM dari mereka tak pernah aku lihat, Malas.
Adapula yang menawariku pekerjaan menjadi bintang iklan, dan masih banyak lg DM yang masuk yang malas aku balas satu persatu.
Mungkin suatu hari aku bisa saja berubah pikiran, dan meneriwa salah satu tawaran job dari beberapa PH.
Entahlah.. itu bukan duniaku.Tapi sudah beberapa bulan ini aku tidak mempunyai pekerjaan sambilan, biasanya aku menerima pekerjaan apapun yang di berikan Bang Roy, termasuk menjadi salah satu kurir pengantar obat-obatan terlarang untuk banyak aktris ataupun aktor tanah air tanpa di ketahui oleh publik dan pihak berwajib.Meskipun bang Roy menyuruhku dengan paksaan dan tindakan kekerasan.
Mungkin disaat itulah mereka tertarik pada fisikku.. dan aku mulai di banjiri banyak tawaran menggiurkan di dunia hiburan.
Not sure.
Tumben sekali tadi malam aku buka media sosial, biasanya jarang sekali. Akkh.. mungkin karena pada saat itu pikiran dan hatiku sedang kacau akibat mimpi buruk. Tiba-tiba menghangat mengingat Lembayung, dan secara impulsif ingin sekali melihat parasnya. Lalu ku buka media sosial dan mendapati postingan-postingan di feed nya yang menyejukkan hati. wajah ayu nan teduh dan menenangkan. Aku pun stalking snapgram nya.. Dia sedang menonton drama korea, setelah itu tanpa sadar aku tertidur pulas hingga pagi.
__ADS_1
Karena hari ini adalah hari sabtu, hari libur sekolah. Aku segera berganti pakaian dengan T-shirt putih dan celana training pendek. Memakai sneakers hendak berlari pagi. Dengan memasang earphone di kedua telinga, berlari kecil dari apartment ku yang berlokasi di jl. Merdeka menuju jalan Dago. yang menjadi salah satu jalan favoriteku untuk ku jadikan rute berlari.
***