Lembayung Senja

Lembayung Senja
Sebuah Awal..


__ADS_3

Ibu Senja


"In.. Apa kamu ga rindu dengan anakmu? " Inaq bertanya saat beliau mengunjungi ku di Mataram.Sambil menggendong Senja kecil berumur 2 tahun, yang sudah tumbuh dengan sehat dan tampan.


"Ma... ma..ma.. ma. . " Celoteh nya, sambil merentangkan kedua tangan berharap aku meraih dan menggendong nya.


Aku hanya terdiam, tak merespon segala tingkah laku Senja yang sangat menggemaskan. Kedua bola mata dengan iris keabuan itu berbinar-binar saat melihatku. Ia meronta dan ingin turun dari gendongan inaq.


Senja menghampiriku.


Aku masih tak bergeming. Lalu ia memegang tanganku dan menggoyang-goyangkan nya. "Mama.. ma.. a.. ma..mama.. "


Sambil menahan tangis hingga tenggorokan ku sakit..akhirnya aku menggendong nya sebentar, memandang dan mengagumi paras rupawan anakku. Persis seperti bayi asing.


Deg.


Tiba-tiba aku teringat perlakuanku dulu saat ia masih bayi.. Segera aku menurunkan anakku. Tapi ia merengek ingin aku gendong lagi.


"Senjaaa.. sini nak.. papuq punya mainan buat Senja.. tuh liat disana.. banyak kan? Senja main dulu yaa.. papuq sama ibu mau bicara sebentar. "


Anakku mengangguk melompat riang melihat mainan yang ada di meja. Lalu ia dengan berceloteh bahagia memainkannya.


Dalam kurun waktu 2 tahun ini... kami bertemu beberapa kali ,meskipun rindu.. tapi aku masih dengan sikap dinginku ini.


Tak seperti ibu kebanyakan yang tak segan melimpahkan kasih sayang pada anak-anak mereka.


Jauh di lubuk hati, aku ingin memeluk anakku dan mencium nya penuh sayang. Tapi bayangan saat dulu.. aku yang dengan sengaja, dengan segala kedepresianku.. pernah secara impulsif menutup wajah Senja dengan bantal. Untung saja di ketahui oleh inaq..


Bayangan demi bayangan aku yang sering menyakiti nya, menjadikan ku takut..Takut peristiwa mengerikan itu terulang lagi. Senja pun tumbuh tanpa belaian kasih sayang dariku.


Sebut saja aku kejam.. naluri keibuanku hanya tumbuh di dalam hati saja, tanpa tindakan dan menunjukkan nya. .Dulu Aku masih benar-benar labil.. Di usiaku yang masih di katakan remaja, aku di hadapkan pada situasi dan kondisi yang jauuuh dari ekspektasi.Menjadi seorang ibu.


Seharusnya memang bahagia menyambut nya datang kemari bukan? tapi sungguh.. rasa takut ini mengalahkan kebahagiaan yang di idamkan.


"In mau ke Itali.. " Kataku, pada inaq yang sedang memperhatikan Senja yang sedang berlari-lari sambil memainkan pesawat mainan.


Inaq terperanjat, "Apa In? kamu jangan mengada-ngada! lalu bagaimana anakmu? "

__ADS_1


"In akan menyusul laki-laki itu naq.. Senja bisa disini bersama inaq."


Inaq mendengus. "Darimana biaya nya In? kamu tau kan biaya untuk ke luar negeri? "


"In sudah bekerja bu..dan In kenal dengan orang yang bisa membawa In kesana. "


"Tapi In.. "


"Sudah hampir 3 tahun bu.. In akan meminta pertanggung jawaban nya. "


"Apa kamu pikir,dengan jauh-jauh kesana kamu bisa menjamin ia akan bertanggung jawab terhadapmu dan terhadap anakmu?dia juga mempunyai keluarga.. " Jelas inaq dengan nada yang melembut.


"In sudah mengurus paspor, visa.. dan lain-lain nya bu.. tinggal nunggu waktu keberangkatan minggu depan.. "


"Astaghfirullah In.. kenapa kamu begitu keras kepala? "


"In ingin meminta kejelasan hubungan kami inaq.. dengan begitu ia bisa langsung talaq In jika memang tidak mau bertanggung jawab."


Kami memang sempat menikah siri sewaktu di Jakarta, dan ka Nazam sebagai wali.


Oleh sebab itulah.. pada waktu dulu, amaq memaksaku untuk merariq.. karena mahar yang akan di berikan oleh Dimas lumayan besar. Dengan dalih aku telah di rawat dari kecil..


"Terserah padamu In.. inaq hanya bisa pasrah saja, semoga kamu selalu dalam lindungan Nya!"


***


"Saya sudah buatkan paspor dan visa Schengen,dan ini buku tabungan berisi 50 juta.. " Bos Carlos melemparkan beberapa buku kecil berisi paspor, visa, buku tabungan dan beberapa lembar surat kesehatan, dan lain-lain nya.


"Kamu sudah tau konsekuensi nya jika dalam 2-3 minggu tidak kembali kan? "


"Iyah bos.. " Aku mengangguk. Dan mengambil semua yang tadi di lemparkan oleh bos tempat ku bekerja itu lalu memasukkan semua ke dalam tas ku.


Bos Carlos adalah pemilik club malam di tempatku bekerja, aku disini bekerja sebagai waitress yang mengantarkan berbagai macam minuman haram ke setiap meja dan ruangan.


Kalau mereka pikir aku akan open BO, jawaban nya tentu saja TIDAK!


Meski banyak yang menawar pelayananku dengan harga yang fantastis.. tapi aku sama sekali tak tergiur. Pekerjaan ku hanya mengantarkan minuman dan menemani mereka minum.

__ADS_1


"Jika tidak kembali dalam 3 minggu.. Hutangmu itu akan berlipat menjadi 10 kali lipat dari biaya yang sudah saya keluarkan sekarang.. total semua 90 juta,40 juta untuk biaya membeli tiket pesawat pulang pergi, membuat paspor,visa,asuransi dan lain nya,50 juta uang di tabungan untuk bukti keuangan yang kamu miliki saat nanti di periksa di bandara! "


Aku menghela nafas panjang. Ini sudah menjadi keputusanku.. aku sudah bertekad akan mencari nya apapun yang terjadi..


"Terimakasih bos.. " Ucapku datar.


"Tungguuu.. kamu itu sangat cantik.. mengapa selama bekerja disini kamu tidak open BO saja? pasti banyak yang tergila-gila padamu!suamimu pasti sudah membuangmu! " Bos carlos mendekatiku, lalu mengelus tanganku.


Cihh.. desisku dalam hati.


Aku menghempaskan tangan nya kasar, dan ia bukan nya marah tapi menyeringai dan menampilkan senyuman licik nya.


Pria tua!


"Kalau begitu saya permisi bos.. " Aku melangkahkan kaki keluar dari ruangan nya dengan tergesa dan pria tua itu hanya tertawa menggelegar.


Aku tak menyangka.. ternyata ini adalah sebuah awal...


***


-


-


-


-


Hallo readers...


Di Bab ini di jelasin In udah menikah siri dengan ayahnya Senja yaaa.. ga di ceritain secara detail karena nanti ngabisin cerita Ayung sama Senja..hehhe.. author jadi kepikiran pengen buat sekuel nya kisah Baiq Indrawati yang penuh lika liku kehidupan... karena kesan nya kejam bgt bikin cerita tentang ibu nya Senja disini dan ga ada bahagia2nya.. huhhhu.. maafin author yaa Iin.. ada waktunya nanti kamu bahagia...


Di bab selanjutnya terinsipirasi dari kisah nyata WNI yang pernah mengalami kejadian mengerikan di tahun 2001...


Mohon maaf atas segala kekurangan Author dalam menulis cerita. Tapi ini hanya fiktif belaka yaaa... meskipun terinspirasi tapi semuanya hanya karangan saja.


Happy Reading... 💕💕💕

__ADS_1


__ADS_2