Lembayung Senja

Lembayung Senja
Stalker


__ADS_3

Lembayung


"Astaghfirullah .." Dengan langkah cepat aku mendekati Kevin, netra tajamku tak lepas menatap sosok berandal itu.


Sambil membantu Kevin bangun."Apa-apaan sih kamu? main hajar gitu! "


Senja hanya terdiam tanpa berkata-kata. Membalikkan badan dan pergi berlalu begitu saja.


"Kamu gapapa Kevin? "


"Gapapa ko Yung. "


"Aku antar ke Uks ya? "


"Ga usah.. gue bentar lagi balik. "


"Beneran? "


"It's Ok. " Kevin menyeka darah di sudut bibirnya.


Aku masih berdiri di halaman belakang sekolah, berniat melanjutkan perjalanan menuju perpus.


Drrrt.. Drrt..


Pa Asep calling..


"Assalamu'alaikum.. "


"Wa'alaikumusalam neng, hapunteun ini bapak teu tiasa ngajajap(maaf bapak ga bisa jemput ) neng Ayung, gimana atuh ya neng? "


"Emang kenapa pak? "


"Ini ban mobilnya pecah, tadi ngelindas paku. upami(kalau) neng Bintang gimana neng? "


"Oh gitu.. iyah gapapa pak, entar aku telpon adek. "


"Oh muhun.. hapunteun ya neng!"


"Ok pak.. hati-hati ya pak! "


"Sumuhun.. nuhun neng. "


Aku menutup panggilan pak Asep, lalu langsung menelpon Bintang.


Calling Adek..


"Assalamu'alaikum dek.. "


"Wa'alaikumusalam.. iyah teh ada apa? tumben telpon. "


"Dek.. kamu udah pulang? masih di sekolah? "


"Udah dari tadi, aku nunggu pak Asep ga nongol-nongol nih. "


"Kalau pulang sendiri bisa ga dek? "

__ADS_1


"Kenapa emang pak Asep? aku lagi diem di depan gerbang sekolah sambil jajan cimol sama cilor, teteh mau? "


"Ngga akh.. itu pak Asep barusan nelpon, katanya ban mobil kena paku jadi ga bisa jemput kita. Adek pake taxi online aja ya! "


"Ohh ya udah atuh.. ok. "


"Eh dek.. mau ketang cimol sama cilor nya. hehhe.. jangan banyak-banyak sambel nya tapi ya! "


"Uhh si teteh! ya udah aku pesen dulu,daah teh Ayung! Assalamu'alaykum. "


"Wa'alaykumusalam. "


Aku memutuskan panggilan, lalu memesan taxi online.Tak jadi ke perpus dan membalikan badan melangkah menuju gerbang sekolah.


***


Senja


"Apa-apaan sih kamu? " Aku mendapatkan sorotan tajam bak panah menusuk ke jantungku dari iris mata hazel yang indah itu.


Aku terdiam tak menjawab apa-apa. Membalikkan badan dan berlalu meninggalkan gadis idaman yang mungkin sekarang membenci kelakuan ku.


Sebenarnya ada rasa bahagia karena ini pertama kali nya ia berinteraksi dengan ku, meskipun dengan nada ketus dan marah.


Dengan mengambil langkah cepat, aku berbelok ke arah toilet.


"Kemana bro? " Tanya Dion.


"Toilet, kalian balik duluan aja! " Tegasku.


Setelah selesai menyegarkan diri dengan membasuh wajah, mencoba meredam kemarahan karena sesuatu kenyataan menyakitkan yang telah di ketahui oleh Kevin dan mungkin sudah banyak orang yang tahu. Langkahku terhenti tepat di depan pintu toilet, sekilas ku lihat siluet Lembayung melewati koridor sekolah menuju gerbang.


"Huuh.. " Aku mendengus.


Lembayung sedang menunggu jemputan datang, 5 menit kemudian datang sebuah mobil avan** hitam berhenti tepat di depan nya.


Aku mengernyitkan alis.


"Itu kan bukan mobil yang biasa antar jemput Lembayung. " Aku berbicara sendiri.


Tanpa pikir panjang, aku segera berlari menuju tempat parkir untuk mengambil motor. Aku benar-benar sudah menjadi seperti penguntit! Tapi rasa khawatirku mengalahkan ego, tak bisa membiarkan begitu saja melihatnya memasuki mobil asing.


Dengan jarak yang lumayan dekat,aku mengikuti mobil avan** di depan ku, 30 menit perjalanan,akhirnya mobil itu berhenti di sebuah minimarket yang tak jauh dari rumah Lembayung.


Ohh.. ternyata dia memesan taxi online. kemana supir yang biasa mengantar jemputnya?


Lembayung turun dari mobil lalu masuk ke dalam minimarket. Aku pun memarkirkan motor di pinggir jalan tepat di depan minimarket.


2 menit.. 5 menit.. 10 menit..


Tak kunjung ku lihat sosok cantiknya. Karena penasaran, aku lalu memarkirkan motor di area parkir minimarket tersebut dan masuk ke dalam nya.


Aku berjalan mencari chiller box, mengambil beberapa softdrink sambil ku lihat di sudut sana Lembayung seperti sedang menimang pilihan,mana yang akan ia ambil.


Lengan satu nya menggandeng shopping basket berwarna merah, Ia mengernyitkan alis.

__ADS_1


Kepala nya miring dan manik mata nya melirik tangan kanan dan kiri, memperhatikan produk yang ia pegang.


Aku menyunggingkan senyum sambil berpura-pura mencari sesuatu yang akan ku beli di gondola yang terpajang beberapa merk makanan ringan seperti snack dan wafer. Tangan kananku mengambil salah satu snack berbungkus warna merah dengan ukuran besar, tangan kiri memegang softdrink.


Rupanya Lembayung telah selesai memilih kemasan persegi berukuran sekitar 20x10 cm itu. Itu apa? rasa penasaran ku memaksa untuk mencari tahu apa yang ia ambil dari rak. Lembayung lalu berjalan menuju gondola berisi cokelat dan permen.


Bodohnya, aku pandangi kemasan itu satu persatu. Tunggu! Relax Night? Safe night? Aktif day? Extra maxy wing?


Hahhaha.. ku tertawai diri sendiri yang merasa sangat bodoh.


Ternyata itu adalah keperluan untuk wanita yang sedang dalam masa periode. Aku pun kembali memperhatikan gerak gerik Lembayung yang memasukkan beberapa camilan ke dalam shopping basket. Ku lihat ia mengeluarkan ponsel dari dalam saku kemeja. Terdengar ia sedang menerima telpon.


"Wa'alaikumusalam.. apa dek? "


"....."


"Ooh.. iyah.. iyah.. nih teteh lagi di minimarket deket rumah, kamu kesini aja ya! "


"......"


"Bye.. Wa'alaikumusalam "


Masih memandang sosok itu diam-diam, aku masih berdiri di balik gondola berisi snack. Meskipun kepalaku mungkin akan terlihat oleh nya, karena tinggi badan ku yang jauh melebihi tinggi rak-rak display atau gondola di depanku.


Tapi Dugaanku ternyata salah! rupanya Lembayung hanya fokus memilih dan memasukkan barang yang ia perlukan.


Sebanyak itu camilan yang ia makan?


Aku tertawa kecil, Sungguh Lembayung adalah makhluk Tuhan yang paling menarik perhatianku. Tubuh mungil nya dengan tinggi badan yang mungkin hanya sekitar 158 cm an, perbedaan tinggi badan yang cukup signifikan dengan tinggiku yang mencapai 182cm..


Mata hazel nya yang indah dan jernih dengan kulit putih nya yang terpancar, meskipun yang terlihat hanya wajah dan tangan nya. Berbeda dengan gadis gadis yang banyak mendekati ku, mereka dengan sengaja mempertontonkan kemolekkan tubuh mereka.


Lembayung menghampiri meja kasir, berdiri di depan wall rak memilih permen dan memasukkan beberapa ke tumpukkan belanjaan nya.


Saat kasir perempuan mengambil satu persatu lalu meng scanner dengan hard scanner gun. Ia mengeluarkan dompet dari dalam tas, dompet berbentuk persegi berwarna merah muda yang manis, semanis pemiliknya.


What the Hellll done? tak satu pun gerak-gerik nya yang luput dari pengamatanku.


Setelah mengambil kembalian dari kasir, ia mengucapkan terima kasih sambil tersenyum, berjalan menuju pintu kaca tempered,mendorong nya lalu sambil melirik arloji dan duduk di salah satu kursi yang berada di luar minimarket.


Setelah beberapa menit menunggu, seorang gadis berhijab yang memiliki paras cantik datang sambil tersenyum ke arahnya.


Gadis yang memakai seragam sekolah putih navy itu memiliki wajah bak pinang di belah dua dengan kakaknya. Mirip sekali, cantik.


Setelah yakin Lembayung dan adiknya telah pergi meninggalkan minimarket, aku mulai mendekat ke meja kasir dan menunjuk sesuatu ke display yang berada di belakang sang kasir.


"Tolong yang itu teh.. yg mild! " Tunjukku ke arah kotak kecil berwarna putih biru.


"Satu bungkus aja a? " Tanya nya.


"Iyah.. " Jawabku singkat, sambil meletakkan snack dan camilan lalu di scanner oleh kasir. Selesai transaksi, aku bergegas keluar menuju tempat parkiran, dari kejauhan kulihat Lembayung dan adiknya berjalan kaki sambil sesekali bercanda dan tertawa.


Well Senja..Enough.. tak perlu di ikuti lagi, menjadi stalker untuk hari ini cukup !!


Aku segera menstater motor, memakai helm dan lalu melajukan nya dengan kecepatan tinggi menuju arah yang berlawanan dengan arah Lembayung dan adiknya berjalan.

__ADS_1


***


__ADS_2