
Lembayung
Bagiku, ini adalah ide tergila dan ter absurd yang baru pertama kali akan aku lakukan selama hidup ku.
Yes here I'am.
I will againts the world.. With unexpected one!
And what's even crazier? I ask him to get an adventure with me.
Ide gila itu terlintas di benakku begitu saja, karena ingin menekan rasa sakit melihat Radith bermesraan dengan cewek lain.Tidak..aku tidak boleh jadi cewek lemah yang menangisi cowok kaya dia!
Apakah memang setiap hubungan itu harus ada kontak fisik?
Aku tak mengerti dan tidak mau untuk mencoba -coba masuk ke dalam kubangan itu.
Meskipun aku bukan makhluk suci,aku manusia biasa yang juga terkadang khilaf. Suka lebih mengikuti hawa naf**. Tapi aku tau itu dosa!
Apakah mungkin karena sedang dalam masa transisi,peralihan dari anak-anak menuju dewasa.Timbul dalam diriku keinginan akan kemampuan mengambil keputusan layaknya orang dewasa?
Merasa paling benar dan bertahan dengan pilihanku. Ditambah ada sistem limbik di otak yang makin menguatkan emosi dalam setiap pemikiran.Tanpa memikirkan resiko yang akan datang.
Padahal aku tumbuh dalam lingkungan yang sempurna, aku menjadi seorang Lembayung yang penurut. Dan memiliki Rules dan tujuan hidup yang segala nya telah terstruktur.
Kini baru ku sadari bahwa aku mulai melanggar semua nya saat Radith memintaku jadi pacar nya,egoisnya aku!
Mengapa aku tak mengindahkan perintah papah? Sangat jelas dan tegas peraturan papah kalau aku tidak boleh 'pacaran'.
Kini untuk pertama kalinya aku merasakan sakit hati, ternyata seperti ini. Dan di saat aku merasakan nya, hanya kalimat-kalimat itu yang ku ingat kini.
"pakai hijab tapi pacaran"
"Ihh sok suci! "
"Entar juga di tinggalin kalau udah bosan"
Arrgh!
Semua itu kalimat yang di lontarkan dari orang yang tidak menyukaiku waktu awal-awal pacaran dengan Radith, banyak yang mencibirku.
Aku akui semua memang salahku..
tapi jangan salahkan hijabku ! yang salah itu aku..egoku, sifatku.
Karena berhijab adalah merupakan kewajiban bagi wanita muslimah, bukan pilihan dalam cara berpenampilan.
Hijab itu kewajiban, bukan pilihan.
Akh yaa.. yang kalian lihat hanya cover nya saja. Aku juga sama ko seperti remaja kebanyakan lain nya. sifatku juga terkadang manja.. Terkadang jutek, dan masih banyak (sifat-sifat yang kata Bintang) nyebelin lain nya.
Back to topic..
Disinilah aku sekarang, di Pelabuhan Benoa menuju pulau Penyu Tanjung Benoa. Bersama 'Dia'.
Jujur saja, sebenarnya aku sangat takut naik perahu.. boat atau apapun itu yang berhubungan dengan tengah laut. Aku trauma karena pernah tenggelam.
Tapi seperti kata Nindy.. aku harus melawan.
Senja bilang kalau obyek wisata air Tanjung Benoa Bali lumayan seru, menawarkan wisata ke pulau penyu di kombinasikan dengan melihat taman laut di lepas pantai, menggunakan glass bottom boat.
Katanya Glass bottom boat itu perahu berpenggerak mesin, namun di lantai bawah perahu terdapat kaca. Dengan adanya kaca tembus pandang pada dasar perahu, membuat penumpang glass bottom boat dapat melihat keindahan dasar laut pantai Tanjung Benoa.
"Are you ready? "Tanya Senja, saat kami akan menaiki perahu.
Aku terdiam,dan menarik T-shirt nya.
"Kamu pucat! kamu baik-baik aja Lembayung? "
"Aku baik-baik aja! "
"Beneran baik-baik aja? kamu takut naik perahu? "
__ADS_1
Aku menggelengkan kepala. Menarik tas Senja.
"Ya udah ayo.. "
"Tapi aku pakai rok.. gimana lompat nya? "
"Sini aku bantu.. " Dia mengulurkan tangan nya.
"Tapi.. " Kataku ragu.
"Akh ya aku lupa.. sebentar! " Dia mengeluarkan semacam scraft dari dalam tas nya dan membungkus tangannya dengan benda tersebut.
Aku mengernyit.
"Kalau gini aku ga akan sentuh kamu secara langsung.. "
Seketika perasaan ku melebur, ada rasa kagum yang tiba-tiba menyentuh hatiku.
"Thanks Senja.. " Ucapku tulus.
Dan disinilah kami, duduk di perahu yang mulai bergerak.Tiba-tiba aku merasakan lututku bergetar hebat. Jantung ku memompa lebih cepat dari biasanya dan keringat dingin mulai menetes dimana mana.
"Senjaaaa.. " Aku memejamkan kedua mata,dan mencengkram T-shirt nya dengan kuat lalu Berlindung di balik tas rangsel yang sedang di pegang Senja.
"Ehh.. Lembayung.. kamu kenapa? " Senja terlihat khawatir padaku.
"Aku takut..!! "
"Kamu beneran takut naik perahu? "
Aku pun mengangguk sambil menatap manik mata amber nya.
"Oh my God Lembayung.. trus kenapa kamu tadi bilang pengen naik? tau gitu aku ga akan ajak kamu kesini! " Diapun menatapku penuh kekhawatiran.
"Aku.. a-aku.. pengen lawan traumaku Senja! " Masih dengan posisi kepalaku bersender di tas nya,tanpa mau melihat ke arah lautan lepas tempat kini kami berada.Ataupun ke arah kaca di bawah kaki ku.
Orang-orang yang seperahu dengan kami yang kebanyakan dari mereka adalah wisatawan asing itu menatapku iba.
Aku mengangguk, tapi badanku masih bergetar ketakutan.
Ingin rasanya cepat turun dan menyentuh tanah.
"Kamu pernah tenggelam? " Tanya Senja mengalihkan perhatianku.
"Dulu waktu aku kecil, usiaku masih 7 tahun waktu itu. "
"Tenggelam di kolam renang? "
"Bukaan.. di laut! "
"Ayo sini.. pegang aja T-shirt ku aja! "
"Ma.. mau ngapain? "
"Kamu bilang ingin lawan trauma kan? "
"Ga mauuu..takut! "
"Trust me! "
Para wisatawan asing itu tampak antusias melihat pemandangan di bawah laut dari kaca.
Senja menganggukkan kepala.
"Bissmillah.. " Perlahan aku mulai mengalihkan pandangan pada kaca di bawah kakiku.
"Ma Syaa Allah.. " Aku terkesima melihat ikan-ikan di bawah sana.
"Bagus kan? "
"Bagus banget.. " Aku pun mulai merenggangkan genggaman tangan ku pada tas nya.
__ADS_1
***
Senja
"Aku dulu tenggelam di pantai yang ada di Sumbawa.. namanya pantai apa ya aku lupa! "
Aku mendengarkan Lembayung yang sedang ingin bercerita.
"Kamu tinggal di Sumbawa juga waktu kecil? "
"Ngga.. kesana cuma liburan, dan kata mamah.. mamah ingin menemui teman nya yang udah lama ga ketemu. katanya dulu orang itu udah bantu kelahiran ku.. padahal 1 jam sebelumnya ia baru saja melahirkan. "
"Really? "
"Mhhmm.. dan hebatnya lagi, kata mamah orang yang nolong mamah masih muda banget.. she was strong woman kata mamah! "
"Memang kamu waktu kecil tinggal di Sumbawa? " Tanyanya, raut wajah pucatnya kini sudah mulai menghilang. Tak ada lagi bulir keringat di kening nya.
"Sampe usia 8 tahun, trus aku di bawa oleh Om ku ke Jakarta..tinggal disana sampe lulus SMP. "
"Kamu di Bandung tinggal berdua dengan ibu? "
"No.. I'am alone! ibu tinggal di Mataram. "
"Ohhh.. "
"Aku waktu kecil sering di marahi oleh ibu, karena setelah pulang sekolah selalu main hingga maghrib . setiap sedih.. aku selalu pergi ke Pantai Rantung atau Pantai Tropical yang sekarang sering di jadikan spot surfing International .."
"Di desa apa? " Dia semakin penasaran, dan aku senang melihatnya sudah tidak pucat lagi.
"Desa terpencil.. Desa Sekongkang Bawah."
"Desa Sekongkang Bawah? Beneran Senja? kamu tinggal di desa itu? "
Aku pun mengangguk.
"Waaaw.. aku baru ingat, dulu iyaaah.. aku tuh tenggelam disana tauuu! "
Aku mengernyit.
"Iyaah.. saat aku usia 7 tahun itu! " Dia menghela nafas. "Aku lagi main pasir di tepi pantai, kalau dulu kan masih sepi banget kan pantai nya.. trus keluargaku lagi pada asyik ngobrol santai. lama-lama aku tertarik pengen main ombak yang ternyata malah nyeret aku sampe mau ke tengah-tengah.Aku ingat banget ada anak cowok yang nemenin aku main! "
Deg.
Aku terdiam mendengarkan penuturan nya.
"Kamu pakai baju pink waktu itu? " Tebakku.
"Ehh.. ko kamu tau? "
"Dan kaki kamu kram jadi susah untuk berenang? "
"Senja..? "
"Kamu tau? selama bertahun-tahun aku merasa bersalah pada gadis berbaju pink yang tenggelam gara-gara aku yang terus mengajaknya bermain ombak. "
"Senja? "
Aku mengangguk kan kepala menatap binar manik hazel yang kini berkaca-kaca.Dan dia terpelanga.
"Jadi.. kamu anak cowok itu? kamu yang nyelametin aku? "
"Maafin aku Lembayung.. aku sangat menyesal! " Hatiku nyeri seketika mengingat peristiwa itu, peristiwa 11 tahun lalu saat aku merasa sedih, di maki ibu.
Saat itu aku menangis di tepi pantai dan ingin sekali rasanya berjalan mengikuti ombak dan tergulung terbawa arus ke lautan luas agar melupakan semua kesedihanku.
Tapi seorang gadis bertubuh mungil menghiburku dan membuatku lupa akan kesedihan.
Gadis itu adalah kamu..
this is our destiny.
__ADS_1
***