
Senja
"Bro.. gimana hasilnya tadi? " Tanya Dion penasaran. Kami tengah menikmati makan siang di kantin.
Siaal!! Aku melihat Lembayung dan Radith sedang makan berdua di pojok sana sambil bercanda dan tertawa. Meskipun tetap di kelilingi teman-teman nya, tetap saja membuatku panas.
Bukan nya kamu merelakan dia dengan Radith? tanyaku pada diriku sendiri.
"Haah? apa? " Aku malah balik bertanya.
"Gue tau.. lo suka sama si Lembayung kan? " Selidik Dion.
"Ngarang! "
"Akh.. lo bokis! gue tau dari tatapan mata lo saat liatin dia. "
Aku terdiam. Apa iyah? jelas terlihat?
"Sekarang lo kurang fokus kalau lagi berada di satu kawasan yang dekat sama doi! gue dari tadi nanya sama lu, tapi di cuekin. malah asik ngeliatin yang lagi pacaran di pojokan! "
"Tapi Ga mungkin lah.. gue tau diri, kayak yang selalu lu bilang. Bagai pungguk merindukan rembulan. "
"Tuh.. jadi bener kan lo suka sama Lembayung? sejak kapan? bisaan euy, nyembunyiin dari gue sama Rian"
"Dari sejak MOS" Kali ini aku berterus terang.
"Gila lo!! jadi lo cm jadi pengagum rahasia selama 2 tahun ini? Anj** cemen! Keduluan sama orang. "
Pletak!
Aku memukul kepala Dion.
"Gue menjaga dia.. cewek seindah dia, ga mungkin sama gue yang rusak ini! "
"Trus.. sekarang dia pacaran sama Radith lo ga hareudang? "
"Pastilah.. gila kalau ngga! tapi gue coba ngerelain yang penting liat dia bahagia, udah cukup. "
"Buciiiin.. ha haha.. ga nyangka gue,orang sedingin lo ternyata dalem nya barbie.. bukan lagi hello kity! " Dion terus aja mengejekku.
"Serah lo! "
"Si Rian mana? tumben tuh anak ga ada"
"Di kelas nya si Wanda.. ada problem kali mereka. gue liat tadi Wanda merah matanya kaya habis nangis. "Sungut Dion "Apa gue bilang! "
"Cabut yon.. gue mateng lama-lama liat mereka! "
"Ahahaha.. kasian banget lo! banyak cewek antri pengen deket sama elo,tapi lo ternyata bucin sama satu cewek yang udah punya gandengan. "
"Terus aja ngeledek gue.. kesenengan lo mah! "
"Iyahlah kapan lagi liat gunung es bucin dan es nya meleleh.. mencair."
***
Pulang sekolah, aku menyempatkan diri masuk ke ruang guru hendak menemui Pak Syarif.
Beliau sedang duduk sambil mengambil satu persatu buku-buku yang berserakan di meja, lalu merapihkan nya.
__ADS_1
"Eh.. Senja, kamu sudah dateng? " Tanya nya sambil membetulkan kacamata.
"Iyah pa.. "
"Sebelumnya saya mau minta maaf sama bapak, karena selama ini sering banget bolos di pelajaran bapak! " Kataku sambil menunduk.
"Saya sekarang menyesal pak.. "
Pak Rahmat hanya menganggukan kepala.
"hmm.. kamu pulang naik apa? "
"Motor pak.. "
"Ya sudah.. saya ikut kamu naik motor, boleh? "
"Maksudnya pak? " Aku tak mengerti.
"Kita bicara di luar sekolah aja ya, kamu pasti mau nyerita hal pribadi kan? " Seolah bisa menebak apa yang aku pikirkan. "Ayo.. " Pak Syarif menepuk pundakku sambil berjalan.
"Tinggi kamu berapa Ja? ko sama bapak jauh banget ini!"
"182cm pak. "
"Wah tinggi juga ya.. oh iyah, ayah kamu bule..? "
Aku memegang tengkuk salah tingkah, karena pak Syarif memperlakukan ku layaknya seperti teman. Beliau tak marah sedikitpun walaupun aku sering bolos kelas nya.
"Jadi kita mau bicara dimana pa? " Tanyaku penasaran.
"Bagaimana kalau kamu ikut ke rumah bapak? " Tawarnya.
"Ya boleh lah.. "
Kami pun berjalan melewati koridor sekolah menuju ke parkiran, pak Syarif menungguku di depan gerbang.
Sesampainya di rumah pak Syarif, kami mendapati seorang anak perempuan sekitar usia 3 tahun tengah bermain bersama seorang ibu paruh baya di halaman depan rumah.
Halaman rumah nya sangat asri karena di kelilingi pagar tanaman bugenvil berwarna warni, Daya tarik bunga ini terletak pada bentuk dan warna kelopaknya. Kelopaknya berbentuk seperti kuncup bunga yang tidak mekar sepenuhnya. Warna kelopaknya bermacam-macam mulai dari ungu, oranye, pink, kuning, putih, merah, bahkan biru.
"Abiii puyaang.. abii puyaang..! " Teriak nya lalu berlari menghampiri pak Syarif.
"Maryam.. anak ayah yang cantik shalihah.. "
"Peyuuuk.. "
"Nanti yaa.. abi mau mandi dulu, kan baru pulang.. bau, nanti Maryam yang wangi jadi ikutan bau kalau di peluk abi! "
"Yaahh.. " Anak itu mengerucutkan bibir nya, sungguh lucu dan menggemaskan. Dia akhirnya kembali bermain bersama pengasuh menuju ayunan yang ada di dekat pot pot bunga di samping rumah.
"Sebentar saya ke dalam dulu ganti baju ya.. kamu duduk dulu! "
"Iyah pak.. makasih. "
Aku mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan tamu yang begitu minimalis, rumah ini sederhana.. tapi sangat rapih dan bersih. Di dinding atas sofa, terdapat foto keluarga.. pak Syarif beserta istri dan Maryam anaknya sewaktu masih bayi. Di lemari kaca, terdapat jejeran foto-foto Maryam sejak bayi hingga sekarang. Lucu sekali, menggemaskan..
Ada perasaan hangat menjalar di hatiku melihat foto keluarga pak Syarif yang sepertinya harmonis. Sungguh potret keluarga agamis idaman yang menyejukkan hati..
"Umi nya Maryam sudah meninggal saat Maryam berusia 1 tahun.. " Tiba-tiba pak Syarif datang dari arah kamar nya.
__ADS_1
"Maaf pak.. saya turut berduka. " Kataku sendu.
"Tidak apa-apa.. sudah takdir Allah. "
"Maryam anak bapak sangat lucu.. gemesin banget pak." Kataku sedikit ingin menghibur beliau.
"Alhamdulillah.. Karunia Allah.. semoga menjadi anak shalihah.. penyejuk mata dan hati orang tua.. "
"Aamiin.. "
"Oh iyah.. jadi apa yang mau kamu tanyakan? "
"hmm.. gimana ya pak.. bingung! harus mulai nya dari mana. "
"Sebentar.. saya kedalam dulu ya. "
"Iyah pak.. "
Selang beberapa menit, pak Syarif datang membawa nampan berisi dua cangkir teh dan beberapa toples berisi cemilan kue kering.
"Ayo Senja.. di minum dulu,kamu pasti haus kan? "
"Makasih pak.. di minum. " Kataku malu-malu.
"Kalau boleh tau, rumah kamu dimana? "
"Saya tinggal sendiri di apartement xxx yang di jl. merdeka pak! "
"Lho.. orangtua kamu? "
"Saya ga punya ayah pak.. belum pernah ketemu, dan sama sekali gatau seperti apa wajahnya, umurnya, tinggal dimana. yang saya tahu ayah saya adalah orang Italia. "
"Waah..pantas saja kamu ganteng kaya artis Hollywood "
"hehhe.. bapak bisa saja, ngga lah pak.. saya mah biasa aja."
"Lho.. bener ko, ibu kamu juga pasti sangat cantik. "
Aku hanya tersenyum mendengar pujian pak Syarif, beliau benar.. ibu ku memang sangat cantik.
"Saya mau tanya pak.. mhhm..itu.. ba-bagaimana tata cara taubat Nasuha? " lagi-lagi aku malu bertanya.
Pak syarif tersenyum, "Pertama-tama saya terangkan dulu ya, Tata cara shalat taubat nasuha adalah langkah yang dapat dilakukan untuk mengakui dosa, baik dosa kecil ataupun besar. Tata cara sholat ini juga menjadi bentuk permohonan kepada Allah Ta'ala untuk mendapat pengampunan."
"Meski begitu, sholat taubat tidak bisa dikerjakan dengan sembarangan. Sholat satu ini harus disertai dengan penyesalan dan keinginan untuk kembali ke jalan yang benar. Tata caranya juga harus dikerjakan dengan tepat agar sholat dianggap sah."
"Saya akan jelaskan tata cara nya, tapi saya mau tanya.. kamu hafal tata cara shalat kan? "
Aku menggelengkan kepala. "Saya lupa pak.. ada sebagian yang ingat.. ada juga yang lupa, saking sering nya meninggalkan kewajiban. "
"Tidak apa-apa, tapi kamu muslim kan? sudah di khitan? "
"Di KTP saya memang muslim karena ibu muslim, tapi ayah saya tidak tau.. "
"hmm. di khitan.. sudah pak.. waktu umur 4 tahun. "
"Alhamdulillah.. kalau begitu, sekarang apa yang bisa saya bantu untuk kamu? " Tanya pak Syarif dengan lembut.
"Ajari saya shalat.. pak. "
__ADS_1
***