Lembayung Senja

Lembayung Senja
Born to Love each other : Senja Kelana Philander


__ADS_3

Baiq Indrawati


Waktu sudah menunjukkan pukul 5 petang, kata ibu bidan aku sudah pembukaan 8..mungkin beberapa menit lagi akan melahirkan.


"Inaaq.. Punggung In terasa sakit dan pegal!" Kataku lirih.


"Sabar In.. sebentar lagi! "


"Maafin semua salah dan dosa In pada Inaq selama ini..! " Aku berkeringat dingin menahan sakit yang terus menerus datang semakin intens, ada seperti dorongan ingin mengejan.


"In mengantuk naq! "Keluar lendir dan darah yang kian bertambah karena semakin banyak pembuluh kapiler yang pecah.


Anakku terus aktif bergerak dan kepalanya terasa semakin meluncur ke bawah melalui jalan lahir yang kian terbuka dengan lebar.


"Ya Allah.. In ga kuat inaq! sakit sekali..! "


"Inaq panggil bidan dulu ya.. "


Kini posisiku menyamping ke sebelah kiri dengan kedua tangan memegang erat besi bangkar tempat persalinan. Karena kontraksi semakin sering dan kuat.


Sakit dan mulas yang hebat..seolah ada tekanan ingin buang air besar.


"Astaghfirullah.. huuuuuh.. "


"Astaghfirullah.. Ya Allah.. huuuuhhh.. sssshh.. aku pengen buang air bu.. tolong bantu! "Aku merintih meminta tolong pada bidan yang datang.


"Melahirkan memang seperti ini bu, meski merasakan sakit dan adanya tekanan untuk mengejan, tapi ibu di larang mengejan sebelum pembukaan sempurna ya! ini kepala bayi nya sudah berada di rongga panggul, akan semakin turun ke bawah setiap kontraksi.Sebentar lagi pembukaan sempurna.. " Bidan lalu beralih ke ruangan sebelah,tempat tidur yang di tempati oleh teh Fatimah.


Ruangan tempatku bersalin tak jauh dari tempat teh Fatimah. Ia sedang terbaring lemah sambil di peluk dan di usap punggung oleh suaminya. Sambil terdengar kalimat-kalimat Allah yang mas Fadli ucapkan menenangkan istrinya.


Ada perasaan sakit yang menjalar ke seluruh relung, perih tak berperi.. di saat wanita lain mungkin di dampingi oleh para suami mereka di saat-saat seperti ini. Tapi aku.. harus berjuang sendiri.


Orang lain bisa meronta meluapkan segala kesakitan dengan menggenggam erat tangan suami mereka untuk menyalurkan kekuatan..


Aku disini meratapi..


Ini memang salahku.. ini dosaku..


"Inaaaaq.. Inaaaaq.. In ga kuaaat! ssshh.. "


Bidan dan asisten segera menghampiriku dan memeriksa pembukaan.


"Sempurna.. ayo, Bissmillah.. "


"Tarik nafas bu.. lalu keluarkan pelan. "


Aku menarik nafas panjang dan menghembuskannya perlahan.


"Baguuus.. ayo sedikit lagi.. kepala bayi sudah kelihatan bu.. "

__ADS_1


"Tarik nafas.. keluarkan! "


"Ayo yang kuat bu.. "


Setelah beberapa menit proses mengejan yang gagal, untuk ketiga kali ini yang ku ingat hanya DIA lah Allah Sang Pemilik Kehidupan. Ku pasrahkan segala nya..


"laa hawla wa laa quwwata illa billahil aliyyil azhimm.."


"Ooeekk.. ooeekk.. "


"Alhamdulillah.. "


"Selamat ibu.. bayi nya laki-laki... lengkap.. Ma syaa Allah.. tampan sekali ini wajahnya seperti bule.. "


Asisten bidan membersihkan air ketuban dari mulut anakku lalu memeriksa pernapasannya,lalu memotong tali pusat.


Setelah membersihkan tubuh anakku, ia mengukur tinggi dan berat badan nya, lalu membawa nya ke dekatku.


"Alhamdulillah bayi laki-laki sehat, lahir tanggal 21 November 20** pukul 17.20 WITA.. dengan berat 3,2 kg dan tinggi 52cm. "


"Ayo dedek bayi peluk ibu dulu yaa..kita IMD dulu.. " Asisten bidan meletakan anakku di didada.


IMD(Inisiasi Menyusui Dini) adalah pemberian ASI segera setelah bayi dilahirkan, biasanya dalam waktu 30 menit sampai satu jam setelah bayi lahir.


Prosedur ini dilakukan dengan cara meletakkan bayi di dada ibu di mana bayi dibiarkan dalam keadaan telanjang sehingga terjadi interaksi dari kulit ke kulit atau skin to skin contact. Kemudian, bayi dibiarkan mencari sendiri dan mendekati put*** s*** ibu untuk melakukan proses menyusui pertama kali.


Aku memandang takjub makhluk mungil itu..


Senja.


***


Mamah Lembayung


Terdengar suara tangis bayi dari ruang bersalin sebelah, tangis nya sangat nyaring dan berhasil membuat aku dan suamiku mengharu biru dengan tangis keluar dari sudut mata kami.


Ituu.. Senja sudah lahir.


Ternyata laki-laki.


Iyah, nama anak dari Iin adalah Senja.


Sambil berdzikir, suami ku memeluk dan mengusap punggungku pelan. Usapan itu membuatku merasakan kekuatan lebih dan mendatangkan perasaan hangat. Rasa sakit karena kontraksi yang kurasakan memang tak berkurang.. tapi perasaan di lindungi ini yang menenangkan.


Bagaimana dengan Iin?


Adikku sayang.. Sungguh adikku yang malang.


Ia begitu kuat melewati semua ini sendirian tanpa pendamping yang melindunginya.

__ADS_1


Kata Bidan, aku baru pembukaan 7.mungkin sekitar setengah jam lagi akan melahirkan.


Kontraksi makin sering dan kuat. Bisa 2-3 menit sekali dengan lama 1-1,5 menit.Dan juga anakku ini terus bergerak menuju jalan lahir. Kata bidan, pembukaan 7 maka wajah janin mulai menghadap ke rektum Mama.


Aku tak menyangka akan secepat ini melahirkan.. padahal HPL nya masih lama, jika memang katanya mengandung itu hingga 40 minggu.. berarti seharusnya 7 minggu lagi aku melahirkan.


Tapi takdir memang Allah yang menentukan, saat tadi siang berada di kamar mandi.. aku terpeleset jatuh dan tiba-tiba merasakan kontraksi. Bertepatan dengan Iin yang juga tengah merasakan kontraksi karena usia kandungan nya memang sudah masuk 36 minggu, sudah cukup jika memang bayi ingin segera lahir ke dunia.


Berbagai kekhawatiran ku rasakan karena merasa kondisi usia kandunganku yang belum cukup. karena baru masuk ke minggu 34.


Ternyata katanya bayiku akan lahir dalam kategori prematur yang namanya Moderately paterm, bayi lahir di usia kehamilan 32 - 34 minggu.


"Mas.. sakit sekali.. Ya Allah..!"


"Sabar ya neng.. in Syaa Allah.. Allah akan bantu..terus berdzikir dan mengingat nama-Nya! "


Aku mengangguk sambil meringis,


"Ibu sudah makan? kelihatan lemas begitu bu.. melahirkan membutuhkan banyak tenaga. Sebaiknya ibu makan dulu yaa.. sebentar saya siapkan.. " Kata asisten bidan saat memeriksa pembukaan.


"Saya udah ga kuat bu.. lemas sekali, mengantuk.. " Keluhku.


"Ehh.. ga boleh tidur bu! nanti bagaimana kalau ibu tidur! "


"Baik bu.. "


"Sabar ya bu.. melahirkan memang sakit, tapi setelahnya malah akan langsung lupa rasa sakit karena melihat buah hati ibu.. " Ibu bidan menghibur ku.


"Barusan ibu In sudah melahirkan.. Alhamdulillah bisa melewati, padahal ia masih belia.. tapi sabar.. kuat.. "


"Iyah bu.. "Aku menoleh ke arah suamiku, ia hanya mengangguk dan tersenyum sambil terus mengusap punggung ku.


"Mas.. aku pengen liat anak nya Iin mas.. "


"Sayang.. kamu harus mengumpulkan tenaga untuk melahirkan, makan dulu ya! "


"Aku pengen liat Senja mas.. " Kataku keukeuh.


Tiba-tiba Iin sudah ada di depan pintu dan tengah menggendong Senja.


"Iin.. " Aku memanggil nya sambil meringis. "Kamu baru melahirkan.. jangan jalan dulu! "


"Aku bisa teh.. ini anakku teh.. anakku laki-laki.. nama nya Senja!"


"Ma syaa Allah.. ganteng banget kamu nak! " Aku memandang iris mata Senja yang cokelat ke abu-abuan.hidung nya mancung khas orang Eropa, Pahatan sempurna Maha Kuasa.


"Nama lengkapnya siapa? "


"Senja Kelana Philander.. " Ucap Iin bangga.

__ADS_1


Aku mengusap pucuk kepala Senja. "BarrakaAllah nak.. BarrakaAllah Fiik.. "


***


__ADS_2