
Lembayung
Nasi.. ayam taliwang.. pelecing kangkung kesukaan Senja, rendang buatan ibu, juga ikan gurame goreng plus sambel kecap buatan mamah. Semua sudah di bungkus rapi menggunakan kotak makanan untuk ku bawa ke lapas sore ini.
Tak lupa membawakan beberapa baju dan dalaman untuk ganti, juga sarung, peci dan Al-Qur'an. Dan masih banyak lagi yang sengaja aku siapkan agar suamiku tak kekurangan apapun disana. Akh.. dan yaa.. aku akan menyelipkan foto kecil,foto kami berdua agar saat ia rindu.. ia bisa langsung melihat wajahku.
"Kamu udah siap? papah ga salah lihat? mengapa bawaanmu sebanyak ini? " Tanya papah yang terheran-heran melihatku membawa banyak tas di tanganku.
"Kasian Senja pah.. kemarin dia ga bawa apa-apa.. "
"Ya sudah.. ayo! tapi nanti saat di geledah,pasti ada beberapa yang tak boleh di berikan. " Terang papah.
"Gapapa pah.. "
Dengan semangat dan hati berdebar aku melangkah dan masuk ke dalam mobil, setelah berpamitan pada orang-orang di rumah.
Kalau kalian pikir aku akan malu dan membenci suamiku karna ia sekarang adalah seorang tahanan. Jawabanku TIDAK!
Aku bahkan siap untuk bercerita pada sahabat-sahabatku tentang hubungan ku yang sebenarnya dengan Senja. Meski tidak dalam waktu dekat..
Aku siap meski mereka akan menjauhiku. Karena prioritasku sekarang adalah suamiku... ia membutuhkan dukungan dan semangatku.
Setelah shalat dzuhur tadi.. aku sudah memikirkan ini semua dengan matang..meskipun hatiku sangat sedih dan belum bisa menerima kenyataan Senja menderita disana. Tapi aku harus jadi Lembayung yang kuat...agar dia tidak putus asa dan kehilangan harapan. Sidang keputusan belum di gelar dan masih banyak kesempatan untuk mengumpulkan bukti..
***
Lembaga Permasyarakatan..
"Kamu bisa sendiri? " Tanya papa, yang melihatku sedang *******-***** kantong berisi makanan yang sedang aku pegang.
Aku mengangguk. Padahal hatiku sungguh berdebar... bukan karena takut memasuki tempat yang selama ini tidak pernah terbayangkan olehku akan mengunjunginya.
Tapi... jantungku berdetak dengan kencang dan tak beraturan, karena sebentar lagi aku akan menemui orang yang seharian kemarin tidak bertemu.
Aku rindu...
Seorang petugas memberi tahu, bahwa sebentar lagi Senja akan masuk dan ia sekarang sedang shalat dzuhur. Ko shalat jam segini? udah mau setengah 3..Masih sempat-sempatnya aku protes dalam hati.
Kulihat dari jarak 5 meter, Senja sedang berdiri tertegun menatap ke arahku.
Ternyata tadi hanya tekadku saja untuk kuat.. Nyatanya Aku tak bisa untuk tidak menangis di depan nya.
__ADS_1
Ia berjalan ke arahku dan duduk di depanku.. kami tersekat oleh meja kayu.
Untuk beberapa saat kami hanya terdiam dan saling menatap dalam. Banyak kata yang tak bisa di keluarkan.. Tapi kami berbicara lewat tatapan mata.
Ia meraih tanganku, menggenggam nya erat dan mengelus jari jemariku pelan.
"Ka-kamu..baik-baik aja? " Tanyaku sambil memperhatikan wajahnya lekat, dan mengelus pipi nya lembut. Ada jambang tipis tumbuh di rahang yang membuat ia semakin ganteng berkali -kali lipat. Kalau Risa dan Nindy bilang ia seperti michelle pemeran film xxx.. bagiku bukan! Ia terlihat seperti Mike Phisek seorang model internasional dengan iris amber keabuan nya.
Isshhh ..
Astaghfirullah Ayung!
Mengapa jantungku berdebar tak karuan begini?
Senja.. Do you know what I want?
I just wanna hug you Rigth away!
Yang ku inginkan saat ini adalah mendekapnya erat sekali dan ga mau melepaskan nya.
"Sayang.. " Ia menangkup pipiku lembut. "Kenapa melamun? "
"Mhmmm? ngga.. gapapa.. kamu udah makan? " Tanyaku sambil meletakkan kotak makanan di meja lalu membuka satu-persatu disana. "Ini ada pelecing kesukaan kamu! lagian kamu tuh bule.. tapi ko penyuka sambel kangkung.. hehhe! " Aku terkekeh. Dan ia hanya tersenyum tipis sambil netra nya tak berhenti menatapku.
"Mhhm.. apaan? "
"Senyum manis kamu dengan dimple mu yang selalu bikin aku kangen! "
"Gombaaaaal..!! kamu tuh dalam keadaan kaya gini juga bisa-bisanya! Gimana keadaan di dalam? kamu ga di ganggu kan? ga ada yang rudung atau bully kamu? " Tanyaku penuh khawatir.
"Ga ada.. baik-baik aja! maafin aku yaa..! " Dengan masih menggenggam tangan dan tangan satu lagi mengusap pucuk kepalaku pelan. "Maafin..karena aku adalah suami yang buruk buat kamu... udah kubilang kalau aku ga pantes dapetin gadis sebaik kamu.. "
"Bohong kalau aku ga kecewa... tapi aku sayang kamu apa adanya Senja.. Oh iyaaah... ini ada ayam taliwang, ikan gurame, rendang. pokoknya banyak..ini bikinan aku, mamah sama ibu.. " Aku mengalihkan pembicaraan. Ga sanggup kalau harus nerusin obrolan tentang ini.
"Sidang nya 2 minggu lagi.. do'ain aku ya sayang.. semoga dapat keringanan.. "
Aku mengangguk, semalam mencari tahu di internet tentang masa hukuman bagi seorang kurir narkoba adalah paling cepat 4 tahun masa hukuman penjara.
Aku tertegun, mencoba menguatkan diri untuk berbaik sangka pada Sang Pemilik Kehidupan yang tak pernah berhenti mengurusi makhluk-Nya.
Bukankah Allah Ta'ala adalah sesuai dengan prasangka hamba-Nya?
__ADS_1
Mamah selalu menguatkan hatiku agar aku selalu mengambil hikmah dari setiap perkara..
Seandainya memang Senja di vonis di persidangan nanti harus mendekam di balik jeruji selama 4 tahun lamanya.. Aku akan tetap menunggunya.
"Maafin aku ya.. bikin kamu sedih.. aku ga akan mencari pembenaran, karna memang semua ini salahku.. meskipun dulu aku tau kalau menjadi seorang kurir itu berakibat fatal untuk masa depanku, dulu aku lebih takut pada bang Roy.. di banding takut dosa.. takut pada Allah.. Aku takut di hajar hingga lumpuh seperti apa yang terjadi sama temanku. "
"Aku ga mau bicarain ini lagi.. sebaiknya kita mamfaatin waktu 15 menit yang berharga untuk membicarakan kita.. " Kataku sambil mengeluarkan foto kecil dari dalam tas ku. "Ini... kamu simpen ya.. kalau kangen aku liat aja foto kita.. "
Senja mengambil selembar foto kecil itu lalu tersenyum sambil memandangi nya. "Waah.. kalau ketahuan sipir aku bisa di hajar saat di razia.. " Ia terkekeh.
"Masaaaa? ya udah sini aku bawa lagi kalau gitu ya..aku ga mau kamu nanti malah ada dalam masalah gara-gara masalah kecil.." Aku hendak merebut foto itu dari tangan nya, tapi ia langsung menyimpan dan menyembunyikan nya di balik saku celana.
"Jangaaan.. ini bukan hal kecil.. tapi justru hal besar dan berharga yang harus aku jaga.. aku akan simpan baik-baik foto ini.. "
"Tapi aku takut.. nanti kamuu.. "
"Gapapa.. percaya sama aku.. "
"Waktu habis!!! " Seorang sipir menghampiri kami dan memberi intruksi agar kami menyudahi perbincangan.
"Tapi paaak... sebentar lagi pak.. saya minta waktu 2 menit ajaa.." Protesku dengan sedikit memohon.
"Tidak bisa.. ayo kamu kembali ke dalam..! " Tegasnya sambil memeriksa barang-barang bawaanku.
"Tapi Senjaaaa... "
Senja merapihkan kotak-kotak makanan,mengambil kantong go green lalu memasukkan semua ke dalam nya. Mengangkat semua sehingga tangannya penuh.
"Aku ke dalam.. " Ucapnya, sambil berjalan mundur dan menjauhiku.
"Senja tungguu.. masih banyak yang pengen aku ceritain ke kamu... "
Aku hendak berjalan dan ingin memeluknya sebentar saja.. meskipun 1 detik. Tapi sipir menghalangi dan menyeret Senja dengan paksa.
"Lembayuuung.. I love you.. " Dia mengucapkan kata tanpa mengeluarkan suara. "I love you.. " Ia mengulangi nya sampai pintu tertutup dengan rapat.
"Love you too Senja.. aku sayang banget sama kamu. "
Dan airmata pun tak sanggup lagi aku bendung.. mengalir terus hingga papah datang dan mengajakku untuk pulang.
Senja... Bertahanlah!
__ADS_1
***